1 / 53

KOMPOSISI DESAIN 1 prinsip-prinsip desain

MATERI 03 MK. APRESIASI SENI Dosen . Syam Fitriany A, ST., M.Sc. KOMPOSISI DESAIN 1 prinsip-prinsip desain. Prinsip-prinsip desain sebagai elemen komposisi bentuk / desain. Keseimbangan Irama Tekanan / Pusat perhatian Skala Proporsi Urutan / Sequence Kesatuan / Unity.

tod
Download Presentation

KOMPOSISI DESAIN 1 prinsip-prinsip desain

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MATERI 03 MK. APRESIASI SENI Dosen. SyamFitriany A, ST., M.Sc KOMPOSISI DESAIN 1prinsip-prinsipdesain

  2. Prinsip-prinsipdesainsebagaielemenkomposisibentuk/desain Keseimbangan Irama Tekanan/Pusatperhatian Skala Proporsi Urutan/Sequence Kesatuan / Unity

  3. 1. Keseimbangan Suatukualitasnyatadarisetiapobyekdimanaperhatian visual dari 2 bagianpada 2 sisidaripusatkeseimbangan (pusatperhatian) adalahsama.

  4. Ada 3 jenis keseimbangan dalam komposisi : 1. Keseimbangan Formal (simetri) atau Bisymetries Pengaturannya seimbang terhadap garis tengah sumbu, axis. Tiap elemen diulang sepasang-sepasang masing-masing di kiri dan kanan garis tengah sumbu tadi. Kelemahan: adanya kecenderungan pada keterbatasan serta tidak imajinatif dalam pelaksanaan. Terlalu banyak pasangan yang sama dalam suatu komposisi dapat menjadikan komposisi itu monoton dan statis. Simetri itu dapat dibuat menjadi imajinatif dan kompleks bila simetri itu dinamis

  5. Gereja

  6. 2. Keseimbangan informal atau asimetri sering disebut juga keseimbangan aktif. Keseimbangan ini lebih bebas dari keseimbangan simetri, karena pengaturannya adalahsembarang dan tidak kaku. Disini tidak ada garis tengah yang membagi komposisi dalam 2bagian yang sama, karena komponen desain berbeda, baik dalam bentuk dan warna, tetapi nampaknya sama berat

  7. contoh

  8. Walt disney concert hall

  9.  3.  Keseimbangan Radial Adalah simetri yang mengelilingi suatu titik pusat. Semua elemen desain mengelilingi titik pusat.

  10. 2. Irama Adalah Elemen desain yang dapat menggugah emosi/perasaan yang terdalam. Dalam rancangan, irama merupakan perekat yang menyatukan unsur-unsur masing-masing menjadi satu kesatuan. Hakekat Irama adalah menelusuri sifat perseptual manusia dalam memandang bangunan, dimulai dari mata yang meluncur ke bagian bangunan, dari unit satu ke unit lainnya dengan teratur.

  11. Irama dalam arsitektur memberikan arti indah dan menimbulkan rasa puas bagiyang melihatnya. • Irama tersebut biasanya mengikuti suatu pola tertentu yang tiap kali bentuk atau obyeknya muncul dengan atau tanpa variasi. • Irama merupakan salah satu unsur  terpenting didalam dunia arsitektur karena merupakan suatu tanggapan emosi yang ingindisampaikan arsitek dalam bangunan.

  12. Iramadapatdicapaidengancara: A. Pengulangan (Repetisi) • Garis • Bentuk (misal: jendela, pintu, kolom, dinding, dsb) • Tekstur (kasar, halus, kayu, batu, dsb) • Warna B. Gradasi/perubahanbertahap • Warna (gelapketerangatausebaliknya) • Bentuk • Dimensi

  13. C. Oposisi adalah pertemuan garis pada susut siku-siku, misalnya dalam daun pintu,lemari dsb. D. Transisi merupakan perubahan pada garis-garis lengkung. E. Radial adalah irama yang beradiasi pada sentral axis (sumbu sentral). F. Progresif, Irama progresif dibentuk oleh perubahan yang teratur, sedemikian rupa sehingga bentuk mirip dengan yang lain. Jarak yang satu dengan yang lain hampir sama. Dengan demikian tumbuh irama progresif karena menunjukkan gerak/ perubahan progresif. Irama naik, turun, naik turun dan sebaliknya. Tidak ada bentuk dan jarak yang sama yang diulang

  14. Jenis-jenis irama 1. Irama Statis. Didapat dengan cara pengulangan bentuk, pengulangan garis,pengulangan dimensi. 2. Irama Dinamis. Didapat dengan cara :  • Pengulangan bentuk/garis dengan perletakan yang berbeda  • Pengulangan bentuk/garis dengan jarak yang berbeda • Pengulangan bentuk/garis dengan dimensi yang berbeda

  15. 3. Irama Terbuka dan Tidak Menentu. Didapat dengan cara pengulangan bentuk/garisdengan jarak yang sama tanpa permulaan atau pengakhiran. 4. Irama Tertutup dan Tertentu. Didapat dengan cara : • Merubah bentuk unit paling akhir  • Merubah ukuran/dimensi unit paling akhir  • Kombinasi kedua-duanya • Menambahkan secara menyolok suatu elemen diakhir irama

  16. Irama dengan pengulangan bentuk

  17. Irama dicapai melalui perulangan bentuk jendela dan warna.

  18. Irama dengan perletakan pot tanaman pada dinding secara berselang seling

  19. 3. Tekanan/Pusatperhatian Tekanan merupakan fokal point atau pusat perhatian dalam sebuah komposisi/bangunan, yaitu berupa area yang pertama kali ditangkap oleh pandangan mata. Titik tekanan ini sangat dominan, bagian-bagian (kelompok) lain dari komposisi/bangunan berkaitan padanya.

  20. Tekanan dapat dicapai melalui perbedaan yang kontras dalam: • Ukuran • Warna • Tekstur dan Cahaya • Bentuk  • Lokasi • Ornamen •  Arah garis, dll Tekanan dapat berupa prinsip desain yang diterapkan dalam komposisi  seperti gerak, perulangan, dll yang mendominasi dalam proses pengamatan karya, sehingga tidak selalu berbentuk obyek yang menarik perhatian.

  21. 4. Skala Skala adalah sistem pengukuran (alat pengukur) yang menyenangkan, dapat dalam satuancm, inchi atau apa saja dari unit-unit yang akan diukur. Gambar skala adalah dimensi yang dipakai untuk gambar sebagai perbandingan. Jadi ukuran dalam gambar, menyatakan ukuran sebenarnya dari bangunan. Dalam arsitektur yang dimaksud dengan skala adalah hubunganyang harmonis antara bangunan beserta komponen-komponennya, dengan manusia

  22. Jenis-jenis Skala 1. Skala Intim/ Akrab Menggunakan prinsip yang dapat menimbulkan kesan lebih kecil dari besaran yang sesungguhnya Dapat dicapai melalui: • Pemakaian ornamen yang lebih kecil dari ukuran standart/biasanya. • Pembagian yang lebih besar (pembuatan garis bidang ) • Penerapan skema bahan dan warna yang sederhana, bentuk datar/rata) • Pertimbangan pencahayaan yang redup

  23. 2. Skala Normal/manusiawi/natural Lebih bersifat alamiah. Dapat diperoleh dengan cara pemecahan masalah fungsional secara wajar. Misalnya besarnya ukuran pintu, jendela dan unsur-unsur lain dimana manusia bekerja adalah menurut fungsinya atau standard-standard ukuran yang ada. .

  24. 3. Skala Monumental/megah/heroik Bersifat berlebihan, kelihatan megah. Dapat diperoleh dengan cara: • Penerapan satuan yang lebih besar dari biasanya. • Perletakan elemen yang berukuran kecil berdekatan dengan elemen yang besar sehingga tampak perbedaan ukuran besarnya. • Penerapan langit-langit tinggi. Misalnya penerapan langit-langit tinggi seperti pada ketinggian langit-langit ruang ibadah gereja Gotik

  25. 4. Skala kejutan/mencekam Bersifat seolah-olah diluar kekuasaan manusia, tak terduga, dimana manusia sulit merasakan pertalian dirinya dengan ruang. Umumnya, skala ini terdapat di alam bukan buatan manusia. Misalnya padang pasir

  26. 5. Proporsi Hubungan antar bagian dari suatu design dan antara bagian dengan keseluruhan. Menurut vitruvius ada hubungan tertentu antara ukuran bagian terkecil dengan ukuran keseluruhan. Proporsi yang baik pada bangunandapat dihasilkan bila bagian-bagian dari bangunan didasarkan pada suatu perbandingan tertentu, dimana merupakan hasil perhitungan yang bersifat rasional dan terjadi bila kedua buah perbandingan adalah sama a:b=c:d (a,b,c,d = ukuran tinggi, lebar, dan kedalaman dari suatu unsur-unsur atau massa keseluruhan bangunan).

  27. Kepekaan perbandingan dari sang pencipta. Masalah proporsi sangat penting sekali, apapun yang menjadi perwatakan suatu komposisi visual, mutu penampakannya akan ditentukan sekali oleh kepekaan terhadap perbandingan. • Konsep proporsi yang diterapkan menurut pemikiran timur didasari pada ukuran tubuh manusia.

  28. 6. Urutan/Sequence Menurut H.K. Ishar (1992:110-121), urut-urutan adalah suatu peralihan atau perubahan pengalaman dalam pengamatan terhadap komposisi. Tujuan penerapan prinsip urut-urutan seperti dalam arsitektur adalah untuk membimbing pengunjung ke tempat yang dituju dan sebagai persiapan menuju klimaks

  29. Urut-urutan atau peralihan/perpindahan ini mengalir dengan baik, tanpa kejutan yang tak diduga, tanpa perubahan yang mendadak. Tujuan penerapan prinsip urut-urutan dalam arsitektur adalah untuk membimbing pengunjung ketempat yang dituju dan sebagai persiapan menuju klimaks. Urut-urutan pengalaman meliputi persiapan (approach), pengalaman utama (progression) dan akhiran (ending). Dalam persiapan kita membuat pembingkaian, pandangan sepintas, atau peralihan agar apa yang kita lihat tidak mengejutkan atau peringatan. Dalam pengalaman utama pengunjung merasakan apa yang dilihat/dialami setelah masuk. Pada pengakhiran pengunjung berhenti dan istirahat maka diperlukan pedoman orientasi atau klimaks.

  30. Dalam suatu karya arsitektur yang baik terdapat: • Urut-urutan dalam segi keindahan bentuk (ada proses menuju klimaks) • Urut-urutan dalam fungsi • Urut-urutan dalam struktur  Urut-urutan ini saling berkaitan secara logis dan terorganisir dengan baik.

  31. Kekuatan klimaks dapat diperoleh melalui: • Membuat bentuk yang sama mirip dengan pengarahan tetapi lebih besar. • Memberi cahaya yang kontras dengan pengarahanya misal dengan memberi lampu-lampu yang menembus dinding/atap dengan memberi tirai kaca berwarna dan sebagainya. • Perubahan tinggi mendadak, tetapi tidak ada kesamaan bentuk. • Membuat bentuk yang lain sama sekali tidak mengejutkan karena ada cukup persiapan/pengarahan.

  32. 7. Unity / Kesatuan Adalah keterpaduan, yang berarti tersusunnya beberapa unsur menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi. Cara membentuk kesatuan adalah dengan penerapan tema desain. Ide yang dominan akan membentuk kekuatan dalam desain tersebut. Unsur-unsur rupa yang dipilih disusun dengan/untuk mendukung tema.

  33. Cara membentuk kesatuan adalah dengan penerapan tema desain. Ide yang dominan akan membantu kekuatan dalam desain tersebut. Unsur-unsur rupa yang dipilih disusun dengan/untuk mendukung tema. • Tersusunnya beberapa unsur menjadi satu kesatuan yang utuh dan serasi • Keterpaduan dari yang paling sederhana sampai ke yang rumit • Keterpaduan bentuk-bentuk geometris

  34. Ada unity antara 2 bangunan hotel dengan gereja yang berada di antaranya.

  35. Terdapat kesatuan antara pintu dan jendela

  36. Contohpenerapanprinsip desain pada bangunan

  37. Prinsip desain: Keseimbangan: simetris Irama: statis Fokal point: kaca kaca pada gedung ini Skala: normal Proporsi: sesuai dengan lingkungan sekitar Gedung yang memiliki kurang lebih 1000 kaca ini cukup unik, karena ukuran dari kaca kacanya tidak semua sama, sehingga gedung akan tampak berlubang jika dilihat dari tempat yang cukup jauh.

  38. Prinsip Desain: Keseimbangan: simetris Irama: statis Fokal point: bagian tengah gedung yg kosong Skala: monumental Proporsi: sesuai dengan lingkungan sekitar Memiliki bentuk yang unik karena bagian tengah yang kosong. Untuk membangun gedung semacam ini di perlukan tenaga ahli untuk membuat, merencanakan, dan menghitung secara tepat. Makin tinggi gedung pasti terjangan anginya lebih besar, sehingga dibutuhkan perhitungan yang sangat akurat. Bagian gedung yang kosong tersebut adalah ciri khas dan keunikan dari gedung tersebut.

  39. Gedung ini memiliki design yang unik, yaitu interior luar maupun dalamnya di design sengaja terbalik. Prinsip design Keseimbangan: asimetris; Irama: statis Fokal point: bentuk gedung yang unik Skala: normal; Proporsi: sesuai dengan lingkungan sekitar

  40. Burj Dubai Tower : Gedung yang terletak di dubai ini diperkirakan akan menjadi salah satu gedung tertinggi di dunia. Bangunannya yang jauh lebih tinggi dari gedung gedung lain yang disekitarnya menyebabkan gedung ini terlihat berbeda

More Related