1 / 31

psb-psma Ikhlas berbagi rela memberi

Mengapresiasi Musik Non Tradisional. SMA Kelas X Semester 2. psb-psma Ikhlas berbagi rela memberi. 3. Mengapresiasi karya seni musik. 3.2. Mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukkan musik non tradisional setempat.

taite
Download Presentation

psb-psma Ikhlas berbagi rela memberi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MengapresiasiMusik Non Tradisional SMA Kelas X Semester 2 psb-psma Ikhlas berbagi rela memberi

  2. 3. Mengapresiasi karya seni musik. 3.2. Mengungkapkan pengalaman musikal dari hasil pengamatan terhadap pertunjukkan musik non tradisional setempat.

  3. Mendeskripsikan jenis-jenis musik non tradisional setempat. • Mendeskripsikan unsur / elemen musik non Tradisional setempat. • Mendeskripsikan karya musik non tradisional setempat. • Mendemonstrasikan bernyanyi dan bermain alat musik karya musik non tradisional, secara perorang atau kelompok.

  4. Musik non tradisional : • Jenis-jenis musik non Tradisional setempat. • Unsur/elemen musik non Tradisional setempat. • Karya-karya musik non Tradisional setempat. • Pergelaran musik non Tradisional

  5. Musik Non Tradisional A. MusikKeroncong Adaduasejarahmengenaimuculnyamusik keroncong, yaitu : BerkembangsetelahkedatanganbangsaPortugiske Indonesia. DiciptakanolehmantanbudakPortugis, yaitukelompokmadjiker (merdeka) asal India, sejakzamanpembebasanoleh VOC (1661).

  6. JenisMusikKeroncong • KERONCONG ASLI • Contoh : KeroncongMoritzku. • LANGGAM KERONCONG • Merupakanpantunberbahasa Indonesia, denganpolalagu A-A-B-A (tema-tema-variasi-rema). Bagian B seringjugadisebutrefren. • Contoh : Bengawan Solo, RinduMalam, DewiMurni, Solo diWaktuMalam.

  7. LANGGAM JAWA • Merupakanpantunberbahasa Indonesia. • Penciptaterkenal : Anjar Any (2000 lagu). • Contoh : Yen ingTawang, Lara Branta. • STAMBUL CHA-CHA (Satmbul I, II , III) • Yaitumusikkeroncongdenganirama cha-cha. • Contoh : KeroncongKemayoran. • POP KERONCONG (keroncong beat) • Yaitumusikkeroncongdenganiringanalatmusik pop. • Penngarangterkenal : Kusbini, Gesang, Maladi, Abdul Gani, R.SutejoS.Dharmanto.

  8. B. MusikCampur Sari Campursari dalam dunia musik nasional Indonesia mengacu pada campuran (crossover) beberapa genre musik kontemporer Indonesia. Nama campursari diambil dari bahasa Jawa yang sebenarnya bersifat umum. Musik campursari di wilayah Jawa bagian tengah hingga timur khususnya terkait dengan modifikasi alat-alat musik gamelan sehingga dapat dikombinasi dengan instrumen musik barat, atau sebaliknya. Dalam kenyataannya, instrumen-instrumen 'asing' ini 'tunduk' pada pakem musik yang disukai masyarakat setempat: langgam Jawa dan gending.

  9. C. MusikGambus Musik Gambus adalah musik yang musik yang dibawa peranakan Arab dari Hadramaut (Yaman). Musik Gambus ini merupakan musik yang lebih menjurus ke ekstra Melayu. Musik Gambus biasa digunakan untuk memeriahkan pesta perkawinan, terutama perkawinan orang keturunan Arab atau Melayu

  10. AlatMusik Keroncong • Gitarmelodi • Ukulele • Banyo • Flute • Cello • Stringbass • Biola

  11. PenyanyiMusikKeroncong • Gesang, • Waljinah, • Bram Titaley, • MusMulyadi, • MamiekSlamet, • SundariSukoco.

  12. PeloporMusikKeroncong

  13. CiriKhasMusikKeroncong Cengkok Yaitugayapembawaandalammenyanyikanlagukeroncongatau nada tambahan (ornamen) sebelumsebuah nada dibunyikanpadaakhirsukukata.

  14. ApresiasiMusikKeroncong

  15. ApresiasiMusikKeroncong

  16. Cara Mencipta atau Membuat Aransemen Langkah-langkah atau kerangkanya ialah sebagai berikut: 1) mengenal/menentukan kalimat lagu; 2) menentukan harmoni, termasuk bass; 3) menentukan intro dan koda; 4) menentukan melodi pokok; 5) menulis seluruh melodi; 6) menulis harmoni atau akord serta bassnya secara keseluruhan. Cara membuat atau menulis komposisi lagu ialah sebagai berikut: 1) menentukan judul lagu; 2) menentukan nada dasar; 3) menentukan birama; 4) menentukan melodi ( not angka / balok / akord); 5) menentukan pola irama; 6) membuat syair atau kalimat lagu; 7) mencantumkan nama pencipta atau arranger.

  17. Menulis Syair Lagu (Kalimat lagu ) Menulis syair lagu atau lirik lagu yang disebut juga dengan kalimat lagu merupakan bagian dari menulis nyanyian (song writing). Menulis nyanyian tersebut adalah bagian dari komposisi. Penulis lagu dalam bahasa Inggris disebut composer. Setiap komposisi dengan syair lagu mencirminkan kuat karakter dan jiwa penggubahnya,atau merupkan ungkapan batin dari penggubah (pencipta) . Mengungkapkan perasaan yang diekspresikan dalan bentuk tulisan syair (kalimat lagu) tersebut dipengaruhi keadaan, kondisi, situasi, dan lingkungan tempat penggubah dan penulis berada: hal ini disebut gaya.

  18. Ketentuan pembuatan syair lagu, antara lain sebagai berikut. • 1. Syair tidak tersendat-sendat dan harus mengalir • 2. Bentuk sajak dapat berupa: • a. bentuk bebas ( tanpa sajak ) ; • b. sajak asli dan homofoni; • c. dimulai dengan huruf awal yang sama ( aliterasi ) • sajak pada beris ke-1 dan ke-3 ; ke-2 dan ke-4. • 3. Memperhatikan tata bahasa seperti : analogi, metafora, • personifikasi dan alegori. • 4. Pemenggalan kata pada kalimat dengan benar . • Contoh : ma-in, am-boi, de-ngan, ba-rang, som-bong, bang-sa, ul-tra, in-stu-men, ikh-las, si-nam-bung, te-lun-juk, me-rasa-kan, bio-grafi.

  19. Pergelaran musik di kelas dengan menampilkan kreasi sendiri dan orang lain secara individu atau kelompok Menyusun Acara Pergelaran : Supaya jalannya pergelaran pertunjukan musik dapat berjalan lancar sesuai yang kita kehendaki, perlu dibuat susunan acara. Untuk membuat susunan acara penampilan musik harus diketahui dengan jelas tentang : kapan waktu pelaksanaan ditentukan, yaitu hari, tanggal, jam yang digunakan, serta durasi waktu selama penampilan (disebutkan dengan menit); jenis lagu-lagu dan musik apa yang akan disajikan. Nama (judul) lagu dan karya musik serta nama-nama penyanyi atau pemain musik yang membawakan lagu-lagu dan musik tersebut; urutan acara dari awal hingga akhir dan penampilan jumlah waktu (menit) yang digunakan. Selain itu diperlukan pembawa acara atau protokol (presenter). Seorang pembawa acara atau MC harus dapat membagi waktu dengan baik, menguasai publik, mempunyai suara ( vokal ) yang jelas, enak didengan dan tegas.

  20. Teks susunan acara dibuat sebagai berikut. Isi (sederhana), poin-poin penting saja yang di tulis, sedangkan uraian kata diserahkan kepada protokol dengan kreatifitasnya. Lebih rinci, diberi uraian dengan format serta pembagian waktu yang rinci (jumlah menit). Disertai nama-nama pemain dan nama lagu/karya seni yang dibawakan. • Susunan Acara Pergelaran Musik Kelas • Pembukaan dan kata pengantar oleh ketua panitia • Musik instrumental • Paduan suara • Menyanyikan lagu-lagu karya cipta sendiri • Menyanyikan lagu-lagu daerah, pop Indonesia, dan Barat • Vokal duet dan trio dengan iringan musik • Penampilan solo gitar, solo organ, solo biola, atau memainkan tunggal alat-alat musik yang lain • Lagu penutup • Susunan ini diperlukan kreatifitas pembawa acara ( improvisasi ).

  21. Menata Ruangan Menata ruang yang baik (ideal) mencakup beberapa aspek, antara lain sebagai berikut. Keindahan (estetis) tercakup didalamnya rapi, teratur, bersih, dan rajin. Kenyamanan Supaya penonton dan pemain merasa nyaman, dalam ruang perlu ada: ventilasi udara yang cukup atau AC atau kipas angin sehingga udara segar (tidak panas), dan ada ventilasi sinar matahari sehingga apabila pergelaran dilakukan siang hari tampak terang dan bila malam hari diperlukan lampu. Artistik Ruang yang baik, disamping indah, nyaman, atau sehat sebaiknya juga artistik atau punya nilai seni. Hal ini bisa dibuat dangan pengaturan hiasan ruang atau dekorasi ruang (interior) yang baik. Seperti pembuatan hiasan atau dekorasi panggung pentas, hiasan dinding, hiasan pot tumbuhan atau bunga, hiasan lampu, hiasan gantung atau lampion, dan hiasan lain yang punya nilai seni sehingga penonton menjadi kerasan atau tidak bosan.

  22. Contoh : Denah Gedung Pertunjukan Keterangan : Panggung pemain Tempat ganti pakaian pemain pa/pi Toilet (WC ) Gudang Loket penjualan tiket Ruang Panitia (Petugas) Tamu undangan/VIP Undangan Kelas I Undangan Kelas II Pintu masuk Pintu keluar Tempat parkir roda dua perempuan laki-laki

  23. Denah Pergelaran Musik Kelas Keterangan : Panggung pergelaran Pemain Tamu undangan atau guru Penonton putra Penonton putri Protokol (MC) Petugas Soundn system Layar dekorasi Alat musik Salon atau pengeras suara pintu

  24. Denah Bentuk Komposisi Pergelaran yang Lain : Bentuk Panggung Melengkung ( Tapal Kuda ) Keterangan : Panggung atau pemain Alat musik atau sound system Penonton duduk melingkar Boleh tidak menggunakan panggung,Pemain musing cukup di lantai dan penonton duduk di lantai. Bentuk ini disebut arena.

  25. Bentuk Panggung Berhadapan Keterangan : Panggung atau pemain Pembawa acara (MC) Tempat penonton pi Tempat penonton pa Sound system Pintu

  26. Bentuk Panggung Persegi Empat Keterangan : Panggunmg Penonton Sound system Pintu

  27. Gaya Pada teori vokal terdapat empat macam gaya lagu sebagai berikut : 1. Gaya Staccato Musik atau lagu yang bebas lepas membuat jiwa menjadi berkobar dan bersemangat penuh heroisme. 2. Gaya Rubato Mengikuti irama dan perasaan lagu dengan penuh ekspresi dan penjiwaan dengan santai namun dengan improvisasi dalam menambah atau mengurangi kalimat lagu dengan tidak meninggalkan kaidah pokok. Gaya ini dapat memberikan warna musik khusus.

  28. 3. Gaya Marcato Merupakan teknik permainan alat musik yang dapat menimbulkan kesan tegas, menonjol, dan bersemangat. Ucapan lirik ( syair ) lagu kata-katanya dengan diberi tekanan-tekanan tegas, dan berkobar. 4. Gaya Legato Gaya ini diterapkan pada musik-musik lembut (smooth), melankolis, manis, dan mampu melukiskan suasana yang tenang, tentram, dan damai. Hubungan kata-kata yang satu dengan lainnya selalu bersambung (legato), dan diperlukan teknik teknik pernafasan yang prima.

  29. Nursantara, Yayat. Seni Budaya untuk KMA Kelas X. Penerbit Erlangga. Jakarta: 2007 • Nursantara, Yayat. Seni Budaya untuk KMA Kelas XI. Penerbit Erlangga. Jakarta: 2007 • Nursantara, Yayat. Seni Budaya untuk KMA Kelas XII. Penerbit Erlangga. Jakarta: 2007 • CV. Pustaka Record, Langgam Jawa “Gesang” Pustaka : 2008 • Harry D Fauzi. Seni Budaya untuk SMK Kelas X. Penerbit Armika. Bandung: 2007 • Situs INternet

  30. Nama : MIFTAKODIN Instansi : SMA Negeri 11 Yogyakarta Email : miftakodin@yahoo.com

  31. Anda yakin akan keluar ? TIDAK YA

More Related