Kelompok 3 AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH & - PowerPoint PPT Presentation

kelompok 3 akad akad dalam bank syariah n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Kelompok 3 AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH & PowerPoint Presentation
Download Presentation
Kelompok 3 AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH &

play fullscreen
1 / 38
Kelompok 3 AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH &
724 Views
Download Presentation
sybil
Download Presentation

Kelompok 3 AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH &

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Kelompok 3AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH & Davit hardiansyah 1108002 Jacob Wibowo 1108014 FahmiHaeruman 1208010 R. TantriMahar 1208011 Indrasudarsono 1108004 Gandiwa R saputra 1108051

  2. AKAD-AKAD DALAM BANK SYARIAH • ANTARA WA’AD DENGAN AKAD Fiqihmuamalatislammembedakanantarawa’addenganakad. Waadadalahjanji (promise) antarasatupihaklainnya, sementaraakadadalah Kontrakantaraduabelahpihak . Wa’adhanyamengikatsatupihak , yakni Yaknipihak yang memberijanjiberkewajibanuntukmelaksanakan Kewajibannya .sedangkanpihak yang diberijanjitidakmemikul Apa-apaterhadappihaklainnya .

  3. ANTARA TABARRU’DENGAN TIJARAH Selanjutnya, darisegiadaatautidaknya Kompensasi,fiqihmuamalatmembagilagiakad Menjadiduabagianyakniakadtabarru’ dan Akadtijarah/ mu’awadah

  4. AkadTabarru’ Akadtabarru (gratuitous contract) adalah Segalamacamperjanjian yang menyangkut Not-for profit transaction (transaksinirlaba) . Transaksiinipadahakikatnyabukantransaksi Bisnisuntukmencariuntungkomersil.

  5. Akad-akaddalam bank syariah Akad-akadtabarru/memberikan /meminjamkansesuatu Meminjamkanharta Qard Meminjamkanharta meminjamkanharta+angunan rahn Meminjamkanhartauntukmengambilalihpinjamandaripihak lain Hiwalah Meminjamkanjasa Meminjamkanjasapadasaatiniuntukmelakukansesuatuatasnamaorang lain wakalah Wakalahdengantugastertentuyaitumemberikanjasapemeliharaan Wadi’ah Wakalahkontijensi,yaitumempersiapkandiriuntukmelakukansesuatuapabilaterjadisesuatu kafalah Hibah,shadaqah,waqf,etc. Memberikansesuatu

  6. Tigabentukumumakadtabarru,yakni: • Meminjamkan uang (lending $) Akad meminjamkan uang ini ada beberapa macam lagi jenisnya , setidaknya ada 3 Jenis, yakni : • Qard yaitu : bila pinjaman ini diberikan tanpa mesyaratkan apa pun, selain mengembalikan pinjamn tersebut setelah jangka waktu tertentu maka bentuk meminjamkan uang . • Rahn yaitu : jika dalam meminjamkan uang ini si pemberi pinjaman mensyaratkan sesuatu jaminan dalam bentuk atau jumlah tertentu, maka bentuk pemberian pinjaman . • Hiwalah yaitu: mengambil alih piutang dari pihak lain . • Meminjamkan jasa kita (lending yourself) Akad ini juga dibagi lagi menjadi tiga jenis yakni : • Wakalah yaitu : bila kita meminjamkan “diri kita “ (jasa keahlian/keterampilan atau sebagainya) saat ini untuk melakukan sesuatu atas nama orang lain.

  7. Wadi’ahyaitu : bilakitamenawarkanjasakitauntukmenjadiwakilseseorangdengantugasmenyediakanjasa (penitipan ,pemeliharaan) • Kafalahyaitu :wakalahbersyaratinidalamterminologifiqih • Memberikansesuatu (giving something) yang termasukdalamgolonganiniadalahakad-akadsebagaiberikutyaitu: hibah,waqf,shadaqah,hadiah,dan lain-lain) Fungsiakadtabarru : Akadtabarruiniadalahakad-akaduntukmencarikeuntunganakhiratkarenaitu bukanakadbisnis .

  8. TransaksiSosial TransaksiKomersial Natural Certainly Contracs Natural UnertainlyContracs • Qard • Wadiah • Wakalah • Kafalah • Rahn • Hibah • Waqf • Musyarakah (wujud, ‘inan, abdan, muwafadhah, mudharabah) • Muzara’ah • Musaqah • Mukhabarah • Murabahah • Salam • Istishna’ • Ijarah TeoriPertukaran TeoriPertukaran

  9. C. ANTARA NATURAL UNCERTAINTY DENGAN NATURAL CERTAINTY CONTRACS • Kita telahmenyinggungkonsep natural certainty contracs (NCC) dan natural uncertainty contracs (NUC) dalamkaitannyadenganpertukarandanteoripercampuran. Dalambentuk yang pertama, cash flow dam timing-nyabisadiprediksidenganrelatifpasti, karenasudahdisepakatiolehkeduabelahpihak yang bertransaksidiawalakad (fixed and predetermined). • Sedangkandalambentuk yang keduasebaliknyalah yang terjadi, yakni cash flow dan timing-nyatidakpastikarenasangatbergantungpadahasilinvestasi. Tingkat return investasinyabisapositif, negatif, ataunol (not fixed and not predetermined).

  10. I. Natural Certainty Contracs (NCC) • Dalam NCC, kedua belah pihak saling mempertukarkan aset yang dimilikinya, karena itu objek pertukarannya harus ditetapkan di awal akad dengan pasti, baik jumlahnya, mutunya, harganya, dan waktu penyerahannya. Jadi, kontrak-kontrak ini secara “sunnatullah” menawarkan return yang tetap dan pasti. Yang termasuk daam kategori ini adalah: 1. Akad Jual-Beli (Al-Bai’. Salam, dan Istishna’) 2. Akad Sewa-Menyewa (Ijarah dan IMBT)

  11. 1. Akad Jual-Beli (Al-Bai’. Salam, dan Istishna’) • Ada 5 bentukakad al-bai’, yakni: a. Al-Bai’ Naqdan Adalahakadjualbeli yang dilakukansecaratunai, uangmaupunbarangdiserahkansecarabersamaan, yaknidiawaltrnsaksi. b. Al-Bai’ Muajjal Adalahakadjualbeli yang dilakukansecaracicilan. Padajenisini, barangdiserahkandiawalperiode, sedangkanuangdapatdiserahkanpadaperiodeselanjutnya. c. Al-Bai’ Taqsith Akadjualbelidimanapembayarandapatdilakukansecaracicilanselamaperiodeutang. d. Salam Jul belijenisini, barang yang ingindibelibiasanyabelumada. Uangdiserahkansekaligusdimukasedangkanbarangnyadiserahkandiakhirperiodepembiayaan. e. Istishna’ Adalahakadsalam yang pembayaranatasbarangnyadilakukansecaracicilanselamaperiodepembiayaan ( lawandaritasqith).

  12. 2. Akad Sewa-Menyewa (Ijarah dan IMBT) IjarahAdalahakaduntukmemanfaatkanjasa, baikjasaatasbarangataupunjasaatastenagakerja. Jikauntukmendapatkanmanfaatbarang, makadisebutsewa-menyewa. Jikauntukmendapatkanmanfaattenagakerjadisebutupah-mengupah. Sedangkan IMBT, dimanasipeminjamdimungkinkanuntukmemilikiobjekijarahnyadiakhirperiodepeminjaman.

  13. II. Natural Uncertainty Contracs (NUC) • Dalam NUC, pihak-pihak yang bertransaksimencampurkanasetnyamenjadisatukesatuan, dankemudianmenanggungresikobersama-samauntukmendapatkankeuntunngan. Karenaitu, kontrakinitidakdapatmemberikankepastiandalamhal return. • Contoh-contoh NUC: 1. Musyarakah (wujuh,’inan, abdan, muwafadhah, mudharabah) Dalamsyirkahmuwafadhah, parapihak yang berserikatmencampurkan modal dalamjumlahyngsama. Sedangkandalamsyirkah ‘inan, parapihak yang berserikatmencampurkan modal dalamjumlah yang tidaksama. dalamsyirkahwujuh, terjadipencampuranantara modal denganreputasi/namabaikseseorang. Dalamsyirkah ‘abdan, terjadipencampurankeahlian/keterampilandaripihak-pihak yang berserikat. Terakhirsyirkahmudharabah, dalamsyirkahiniterjadipencampuranantaramodaladanjasadaraipihak-pihak yang berserikat. 2. Muzara’ah 3. Musaqah 4. Mukhabarah

  14. Perbedaan NCC dan NUC • Bila Natural certainty contracts diubahmenjadi uncertain, makaterjadilahgharar(ketidakpastian) dengankata lain kitamengubah yang sudahpastimenjaditidakpasti. • Bila Natural Uncertainty Contracts diubahmenjadi certain, makaterjadilahribanasiah. Artinyakitamerubah yang harusnyatidakpastimenjadipasti.

  15. Teori uncertainty (ketidakpastian) Ketidakpastiandibagimenjadi 4 hal : • Ketidakpastiandalamdalampertukaran • Ketidakpastiandalampermainan • Ketidakpastiandalambisnisdaninvestasi • Ketidakpastiandalamrisikomurni

  16. Ketidakpastiandalamdalampertukaran Karakterkontrakpertukaranadalahmeberikankepastian , namunjikadidalamnyamengandungspekulasi, suatupertukaranakanmenghasilkanketidakpastiankarenaada 3 kemungkinan : untung, rugi, atauimpas. Ketidakpastianinidisebutdengantaghrir (gharar)

  17. Ketidakpastian dalam permainan permainandiklasifikasikankedalamtigahal : permainanpeluang, permainanketangkasan, danpermainansuatuperistiwaalamiah. Faktorketidakpastianmerupakansesuatu yang tidakdapatdihindari, permainanakanselalumemberikanketidakpastian : menang, kalahatau draw.

  18. Ketidakpastiandalambisnisdaninvestasi • Sebuahaktivitasbisnistidakterlepasdariketidakpastian. Jikakeuntungandariaktivitasinisejakawalditetapkanhanyaditaggungsatupihak, aktivitasinidapatdikatagorikansebagairibawi, karenamelakukankontrak yang berkaraktertidakpastimenjadipasti yang berartiterlarangdalamislam. Namunjikakeduapihaksepakatsejakawaluntuk sharing resikodankeuntungan, aktivitasinisah.

  19. Ketidakpastiandalamrisikomurni • Dalam kehidupan sehari-hari manusia akan menghadapi risiko murni. Risiko tersebut tidak pasti, bisa menimpa manusia bisa juga tidak. Ketidakpastian risiko ini adalah kerugian (loss) atau tidak rugi (not loss)

  20. DESIGNING SHARIA CONTRACS • Setelah mempelajari tentang akad-akad yang berlaku diprbankan syariah, kini kita akan membahas tentang berbagai teknik mendesain suatu akad pembiayaan syariah, ada empat (4) teknik yang perlu dilakukan untuk mendesain suatu akad pembiayaan syariah, yaitu sebagai berikut : • Memehami karakteristik kebutuhan nasabah • Memahami kemampuan nasabah • Memahami karakteristik sumber dana pihak ketiga bagi bank • Memahami akad fiqih yang tepat

  21. MEMAHAMI KARAKTERISTIK KEBUTUHAN NASABAH 1. Objek Apabilaobjekpembiayaan yang dibutuhkannasabahadalahberupabarang, harusdilihatdarisisiapakahbarangtersebutready stockataugoods in process. Jikabarangready stockmakapembiayaan yang diberiakanadalahpembiayaanmurabahah. Namunjikabarangnyaberupagoods in process, dapatdilihatdalamprosesbarangtersebutpendekataupanjang.Jikaprosesnyaberjangkapendekmakapembiayaan yang diberikanadalahpembiayaansalam. Namunjikaprosesbarangberjangkapanjang, makapembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanistishna. Di sisi lain, apabilaobjekpembiayaan yang dibutuhkannasabahbukanberupabarang, melainkanjasa, makapembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanijarah.

  22. 2. Kegunaan •  Hal keduainidilihatuntukmemahamikarakteristikkebutuhannasabahdarisisikegunaanbarangataujasa yang dibutuhkan. Dalamhalini, halutama yang harusdicermatiadalahapakahbarangataujasa yang dibutuhakannasabahakandigunakanuntukkegiatanproduktifataukonsumtif. Apabilakegunaanpembiayaan yang dibutuhkannasabahadalahuntukkegiatanproduktif, harusdilihatdarisisiapakahbarangtersebutdigunakanuntuk modal kerjaatauinvestasi.

  23. a. Modal Kerja • Jikakegunaanbarangataujasadigunakanuntukmodal kerja, makaharusdilihatapakahnasabahmempunyaikontrakdenganpihakketigaatautidak.Jiaknasabahmempunyaikontrak, yang harusditelaahadalahapakahpembiayaantersebutdigunakanuntukpekerjaankonstruksiataupengadaanbarang. Jikapekerjaankonstruksi, pembiayaan yang diberikan bank syariahadlahpembiayaanistishna. Namun, jikapengadaanbarang, pembiayaan yang diberikan bank adalahpembiayaanmudharabah, kecualipembiayaanproduktifusahaberskalakecil. Jikanasabahternyatabelummempunyaikontrak, yang harusdilihatadalahapakahpembiayaantersebutdigunakanuntukready stockataugood in process. Jikaready stockmakapembayaran yang diberiakanadalahmurabahah. Namunjikagood in process, makaharusdilihatlagidarisisiwaktupendekataupanjang.Jikaberjangkawaktupendek, pemberiaan yang diberikanadalahpembiayaansalam. Namunjikamemerlukanwaktupanjang, pembiayaan yang diberikanadalahistishna.

  24. b. Investasi • Dalamhaljikakegunaanbarangataujasatersebutdigunakanuntukinvestasi, yang harusdilihatadalahapakahpembiayaantersebutdimaksudkanuntukready stockataugoods in process. Jikaready stock, faktor yang dilihatadalahbarangtersebutbejangkawaktupanjangatautidak. Jikaya,pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanijarahmuntahia bit tamlik (IMBT).Namunjikatidakberjangkapanjangmakapembiayaan yang diberikanadalahmurabahah.Jikapembiayaaninvestasidimaksudkanuntukgoods in processmakaharusdilihatdarisisiapakahbarangtersebutmemerlukanwaktupendekataupanjang. Jikaberjangkapendekmakapembiayaannyaadalahpembiayaansalam. Namunjikaberjangkapanjangmakapembiayaannyaadalahpembiayaanistishna.

  25. MEMAHAMI KARAKTERISTIK SUMBER DANA PIHAK KETIGA BAGI BANK • Hakikat dari analisis terhadap kebutuhan sumber dana pihak ketiga ditunjukan untuk mendapatkan : • Kepastian bank terhadap pemenuh kebutuhan cash out bank dalam pemberian pembiayaan dapat tertutupi oleh pembayaran (cash in ) dari debitur. • Kepastian bank terhadap pemberian bagi hasil yang diberikan kepada pemegang dana ( pihak ketiga ) dapat ditutupi oleh pembayaran ( cash in ) dari debitur. • Maka berdasarkan atas dua tujuan diatas, dalam memeahami karakteristik sumber dana pihak ketiga bank harus melakukan analisis arus kas, baik dari sisi cash in bank ( berarti juga sebagai cash out debitur ) dan arus kas dari sisi cash out bank ( berarti juga cash in debitu ).faktor yang harus diperhatikan adalah apakah ia berbentuk grace periode atau tidak.yang dimaksud grace periode adalah tenggang waktu yang diberikan kepada bank untuk tidak melakukan pembayaran cicilan smpai waktu tertentu.

  26. Jika ada grace periode,konsekuensi yang diterima warga adalah bank tidak akan mendapatkan cash in dari debitur selama masa ini dengan demikian bank juga tidak mampu untuk memberikan bagi hasil kepada nasabah penyimpanan dana. • Jika installment, berarti masih memungkinkan bagi hasil kepada deposan sesuai dengan termin installment baik bulanan maupun non bulanan.jika bulanan, maka bank syariah menggunakan multiple akad, yakni terdiri dari ijarah dan akad lainnya.namun jika pembayaran tidak dilakukan secara bulanan, maka bank dapat menggunakan sumber dana RIA ( mudharabah muqayyadah ), yakni sumber dana yang hanya dapat digunanakan pada waktu, tempat atau objek tertentu.dalam hal cash ini bank ( cash out nasabah ) tidak berbentuk grace periode, berarti sejak masa pembiayan berlangsung pihak bank akan langsung mendapatkan cicilan pembayaran ( cash in ) dari debitur.dalam hal tidak ada grace periode, bank dapat mengklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu dengan pembayaran installment atau tidak.apabila pembayaran tidak dilakukan secara installment bank dapat menggunakan pembiayanan murabahah muajjal ( tunai sekaligus akhir masa perjanjian ).apabila pembayaran debitur secara installment, bank dapat melakukan pembiayaan murabah taqsith,dan untuk memenuhi pembiayaan tersebut bank dapat mengkelompokan ke dalam dua hal yaitu : apakah pembayaran debitur dilakukan secara bulanan atau tidak. • Dalam hal cash out bank ( cash in nasabah ), faktor yang diperhatikan adalah apakah berbentuk lump sum atau tidak.jika berbentuk lump sum,faktor selanjutnya yang dilihat adalah apakah pembiayaan tersebut untuk barang atau jasa.jika untuk kebutuhan faktor barang,faktor yang harus dianalisis berikutnya adalah apakah barang tersebut termasuk ready stock atau goods in process.jika ready stock,pembiayaan yang diberikan adalah pembiayaan murabahah.namun jika berbentuk goods in process,harus dilihat lagi dari segi waktu proses barang.jika berjangka wktu pendek,pembiayaan yang diberikan adalah pembiayaan salam.namun jika berjangka waktu panjang,pembiayaan yang diberikan adalah pembiayaan istishna’.

  27. Designing Sharia Contracts

  28. Jikauntukmemenuhikebutuhanjasa, pembiayaan yang diberikanadalahijarah. Namunjikapembiayaantersebutbukanuntukmemenuhikebutuhanbarangdanjasa, melainkanpenyertaan modal (syirkah), makafaktorberikutnya yang harusdiperhatikanadalahapakahsyirkahtersebutberbentuksindikasiatautidak. Yang dimaksuddengansindikasiadalahkelompok investor yang bekerjasamauntukmembiayaisuatuproyek. Jikaberbentuksindikasi, makapembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanmusyarakah. Namunjikatidakberbentuksindikasi, pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanmudharabah.

  29. Jikacash out bank (cash in nasabah) tidakberbentuklump sum, melainkantermin, maka factor yang harusdilihatadalahapakahpembiayaantersebutuntukmemenuhikebutuhanbarangataujasa. Jikauntukmemenuhikebutuhanbarang, factor selanjutnya yang harusdiperhatikanadalahapakahbarangtersebutberbentukready stockataugoods in process. Jikaready stock, pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanmurabahah. Namunjikabarangtersebuttermasukgoods in process, harusdilihatlagidarisegiwaktuprosesbarang. Jikakurangdari 6 bulan, pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaansalam. Namunjikalebihdari 6 bulan, pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanistishna’.

  30. Jikapembiayaantersebutdimaksudkanuntukmemenuhikebutuhanjasa, pembiayaan yang diberikanadalahijarah. Namunjikapembiayaantersebutbukanuntukmemenuhikebutuhanbarangataujasa, melainkanpenyertaan modal (syirkah), factor berikutnya yang harusdiperhatikanadalahapakahsyirkahtersebutberbentuksindikasiatautidak. Jikaberbentuksindikasi, pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanmusyarakah. Namunjikatidakberbentuksindikasi, pembiayaan yang diberikanadalahpembiayaanmudharabah.

  31. D. MEMAHAMI AKAD FIQIH YANG TEPAT Teknikkeempat yang perludilakukanuntukmendesainsuatuakadpembiayaansyariahadalahmemahamiakadfiqih yang tepat. Seperti yang telahdikemukakanpadababterdahulu, penerapansebuahtransaksitidakbolehbertentangandengansyariah Islam, baikdilarangkarenaharamselainzatnya, yaknimengandungtadlis, ikhtiar, ba’Inajasy, gharar, danriba, maupunkarenatidaksahakadnya, yaknirukundansyarat yang tidakterpenuhi, terjadita’alluq, sertaterjadiduaakaddalamsatutransaksisecarabersamaan.

  32. Di sisi lain, penerapan sebuah akad pada suatu transaksi juga harus memperhatikan karakteristik dari akad yang dimaksud, yakni apakah akad tersebut termasuk ke dalam kategori akad tabarru’ atau akad tijarah. Jika termasuk akad tabarru’, bank tidak bisa meminta kompensasi dari nasabah terhadap pelaksanaan suatu transaksi. Sebaliknya, jika termasuk akad tijarah, bank berhak memperoleh kompensasi dari nasabah terhadap pelaksanaan transaksi. Dengan kata lain, dari hasil identifikasi ini, kita akan memperoleh kepastian mana akad yang bisa diharapkan kompensasinya dan mana akad yang tidak bisa diharapkan.

  33. Terhadap transaksi-transaksi yang termasuk ke dalam kategori akad tijarah, kita dapat melakukan identifikasi lebih lanjut mengenai mana yang termasuk ke dalam akad tijarah yang berbasis natural uncertainty contracts. Tujuan dari identifikasi ini adalah untuk memperoleh kepastian pembayaran, baik dari segi jumlah (amount) maupun waktu (timing).

  34. Seperti yang telahdikemukakanpadababterdahulu, natural certainty contracts merupakankontrakatauakaddalambisnis yang memberikankepastianpembayaran, baikdarisegijumlah (amount) maupunwaktu (timing). Dengankata lain, dalam natural certainty contracts ini, keduabelahpihaksalingmempertukarkan asset yang dimiliki. Olehkarenaitu, objekpertukarannya pun harusditetapkandiawalakaddenganpasti, baikjumlah (quantity), mutu (quality), harga (price), maupunwaktupenyerahannya (time of delivery). Jadi, kontrak-kontraktersebutsecarasunnatullahmemberikan return yang tetapdanpasti. Yang termasukdalamkategoriiniadalahmurabahah, ijarah, ijarahmuntahia bit tamlik, salamdanistishna’.

  35. Sementara yang dimaksuddengan natural uncertainty contracts adalahkontrakatauakaddalambisnis yang tidakmemberikankepastianpendapatan (return), baikdarisegijumlah (amount) maupunwaktu (timing). Dengandemikian, dalam NUC ini, tingkat return bisapositif, negative, maupun nol. Yang termasukkedalamkategoriiniadalahmudharabah, musyarakah, muzara’ah, musaqah, danmukhabarah. Desainkontrak yang lebihkompleksakandijelaskanpadaBab 11.

  36. LatihanStudiKasus Designing Contracts : 1. Tentukanakadpembiayaansyariah yang akandiberikandibawahinisesuaidenganjenispembiayaan!

  37. 2. Buatlah analisis terhadap skema-skema di bawah ini dan pilihlah akad yang sesuai. BANK ISLAM : Analisis Fikih dan Keuangan Gambar 6.11. PMK Ritel Umum dengan Kontrak (SPK)

  38. Gambar 6.12. PMK Jasa Konstruksi Tanpa Kontrak (SPK)