RIBOSOM - PowerPoint PPT Presentation

slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
RIBOSOM PowerPoint Presentation
play fullscreen
1 / 38
RIBOSOM
2331 Views
Download Presentation
stone-kelley
Download Presentation

RIBOSOM

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. RIBOSOM (Organela yang aktif dalam proses metabolisme sel)

  2. Dengan ME terdeteksi bahan-bahan halus dari nukleo-proptein granula PALADE ribosom TERMINOLOGI 1900 Garnier memperkenalkan ergatoplasma (benda-benda yang berkaitan dengan kegiatan sel) 1924 Fuelgen dan Rosenbeck menemukan pewarnaan khusus thd kromatin Benda-benda yang yang tidak sama dengan butir kromatin yang mengandung DNA (Feulgen negative), inti yang mengandung DNA bereaksi Feulgen positive dengan warna ungu

  3. SEJARAH 1930 Pertama kali dipelajari 1940 Isolasi awal 1950 Penelitian 1960 Pemisahan dan penyusunan 1970 Topografi morfologi 1980 Penelitian lanjut Pernyataan ribosom dipelajari sebelum diteliti kebenarannya (1930) yang menyatakan bahwa ribosom terletak di sitoplasma

  4. Metode pewarnaan, dibedakan RNA dan DNA Spektrofometric dengan daya absorbansinya dibedakan RNA dan DNA RNA di sitoplasma (hewan maupun tumbuhan), DNA di inti Bukti pengamatan scr tidak langsung di sitoplasma, pada proses spermatogenesis ditemukan RNA (seluler) Sel kaya RNA ketika aktif mesintesis protein Ada korelasi positif antara jumlah protein dengan RNA dalam sel

  5. Bahan sel itu sendiri saat sel membelah Disimpan di sitoplasma (spt. Pada pembentukan hemoglobin dalam eritoblas) SUSUNAN RIBOSOM DALAM SITOPLASMA Ribosom terdapat bebas dalam sitoplasma atau menempel pada gelembung-gelembung yang berdinding membran Ribosom yang bebas berguna untuk sintesa protein yang digunakan untuk: Ribosom yang terdapat terikat terutama pada organela yang bersifat membran

  6. 1950 Diketahui ribosom ada yang bebas dan melekat pada membran PENELITIAN TENTANG RIBOSOM Albert Caude Embrio ayam dan mamalia, fraksinya mengandung partikel mikrosom, partikel ribonukleo protein Bit dan buah-buahan, RE mengandung ribosom, tapi dengan TEM tampak ribosom merupakan partikel individu G.E. Palade dan P. Siekevits  partikel ribosom: 20 nm – 30 nm

  7. 1960 Electrophoresis dan kromatografi 1950 Ultrasentrifugal analisis Endapan ribosom mempunyai tempat 40S – 76S; mengandung 50% RNA dan 50% protein P. Zamecnik (1950) Radioaktif asam amino ada di protein ribosom Massachusetts Institute of Technelogy (1958) Partikel ribonucleoprotein disebut Ribosom Ribosom terdiri 3-4 macam RNA dan protein

  8. Berdasarkan koefisien sedimentasi dikenal tiga tipe ribosom: Semua ribosom berdisosiasi menjadi dua subunit (besar dan kecil) Fungsi ribosom prokariot analog dengan ribosom eukariot

  9. Subunit kecil (30S) rRNA (16S) 21 protein Monomer (70S) Subunit besar (50S) rRNA (23S) 32 protein rRNA (5S) Ketiga rRNA disintesis oleh gen-gen yang erat berikatan , ditranskripsi oleh RNA polimerase dengan urutan: 16S 23S 5S RIBOSOM PROKARIOT Operon rRNA juga mengandung gen untuk beberapa tRNA Operon : sekelompok gen dan tempat-tempat pengenal pada kromosom (DNA) yang berpartisipasi pada pengaturan transkripsi

  10. Protein ribosom ditambahkan / berkombinasi dengan rRNA pada berbagai tahapan perakitan sub unit: Beberapa protein ditambahkan selama transkripsi Protein lain ditambahkan setelah transkrip primer lepas dan selama pemrosesan Protein lain lagi ditambahkan setelah rRNA matang Protein-protein tertentu berikatan dengan rRNA hanya sementara, tidak terdapat dalam subunit-subunit yang sempurna dirakit

  11. BENTUK FISIK RIBOSOM PROKARIOT Subunit 70S Ribosom lengkap / utuh Keutuhan partikel bergantung pada konsentrasi ion Mg2+ Integritasnya tergantung konsentrasi ion Mg2+ > 2 mM Bila konsentrasi sangat tinggi menjadi partikel 100S Bila konsentrasi < 2 mM berubah menjadi subunit 30S dan 50S

  12. Keutuhan partikel bergantung pada konsentrasi Mg2+ Transformasi partikel berhubungan dengan peristiwa metabolisme dalam sel Dalam keadaan tidak aktif akan berasosiasi menjadi subunit 30S dan 50S

  13. Subunit 50S dan 30S Bentuk irregular Subunit 50S berbentuk bola dengan 3 tonjolan Subunit 30S berbentuk seperti batang, berbelah menjadi dua

  14. Koefisien sedimentasi Perbedaan ribosom didasarkan: Jumlah dan macam RNA Jumlah protein

  15. Ribosom mempunyai 2 tempat berikatan: (tempat P, tempat berikatan peptil-tRNA), tempat tRNA berhubungan dengan ujung rantai polipeptida yang sedang tumbuh 1. P-site (tempat A, tempat berikatan aminoasil-tRNA), tempat tRNA yang akan datang (baru) yang membawa satu asam amino 2. A-site

  16. Antara subunit terdapat suatu terusan tempat menembus RNA selama translasi

  17. KS small subunit 36,9S BM small subunit 1,44.106 Dalton KS large subunit 56,3S BM large subunit 2,9.106 Dalton EUCARYOTIC RIBOSOME Isolasi lebih susah daripada ribosom pada prokariotik Ukuran lebih besar Suka bergabung dengan sel bakteri Sedimen monomer 80S Sedimen subunit 40S dan 60S Rat liver: Tanaman BM : 3,9.106 Dalton Hewan BM : 4,6.106 Dalton

  18. MITOKONDRIAL DAN CHLOROPLAST RIBOSOME Ribosom pada kloroplast = prokariotik Ribosom pada mitokondria tidak sama Sedimen ribosome chloroplast : 70S dan dapat terurai : 30S (29S - 41S) dan 50S (46S – 54S) Sedimen Ribosom Mitokondria

  19. Sintesis dan Pemrosesan rRNA Eukariot Pada eukariot sintesis rRNA (sitosol) berlangsung di nukleolus (anak inti) Tiga peristiwa yang merupakan ciri nukleolus: 1. Transkripsi gen-gen yang mengkode rRNA (rDNA) 2. Pemrosesan molekul pra rRNA 3. Perakitan subunit-subunit pra ribosom

  20. Subunit (large) 50S 5s; 23S Subunit (small) 30S 16S Subunit (large) 60S 5s; 5,8S; 28S Subunit (small) 40S 18S Subunit (large) 4,5s; 5S; 23S Subunit (small) 16S RNA RIBOSOME 1. RNAs pada ribosom prokariotik 2. RNAs pada ribosom eukariotik 3. RNAs pada kloroplas

  21. 1. RNAs pada mitokondria Subunit (large) 5s (tumb); 16-19S (hwn); 21-26S (lain) Subunit (small) 12S – 13S (hewan) 14S - 18S (lain) Ribosom tikus

  22. Ribosom babi Ribosom manusia (plasma sel)

  23. SINTESIS PROTEIN (TRANSLASI) 1. Aktivasi (pengatifan) asam amino 2. Pembentukan kompleks inisiasi antara mRNA dengan subunit ribosom 3. Inisiasi rantai polipeptida 4. Pemanjangan rantai polipeptida 5. Terminasi rantai dan pembebasan rantai polipeptida yang lengkap 6. Disosiasi kompleks mRNA dan ribosom

  24. Tahap translasi protein

  25. POLIRIBOSOM (POLISOM) Butir-butir ribosom yang tersusun berderet-deret dihubungkan oleh benang-benang halus substansi sel Jumlah ribosom dalam poliribosom dapat memberikan informasi tentang ukuran molekul protein yang disintesis di tempat tersebut Dalam eritroblas berkaitan dengan pembentukan hemoglobin

  26. Topografi polisom pada membran organel

  27. THE END