1 / 11

LEBURNYA KEBHINEKAAN DALAM SALAM LEBARAN

LEBURNYA KEBHINEKAAN DALAM SALAM LEBARAN. OLEH : - Siyam Putri A - Feb r iana Puspit o sari - Teguh Pangesti Rahayu - Sri Ayu Pujiarti L - Deviana Maharani. TUJUAN PEMBAHASAN. Mengetahui pengaruh keberagaman agama pada perkembangan anak

sirvat
Download Presentation

LEBURNYA KEBHINEKAAN DALAM SALAM LEBARAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. LEBURNYA KEBHINEKAAN DALAM SALAM LEBARAN OLEH :- Siyam Putri A - Febriana Puspitosari- Teguh Pangesti Rahayu - Sri Ayu Pujiarti L - Deviana Maharani

  2. TUJUAN PEMBAHASAN • Mengetahuipengaruhkeberagaman agama padaperkembangananak • Mengetahuisikapanakdalam menghargai perayaan hari besar agama lain • Mengetahuiperanorangtuadalammenghadapikeberagaman agama dilingkungananaknya • Mengetahuiperangurudalammenghadapikeberagaman agama dilingkungananak didiknya

  3. nilai-nilai  agama yang ditanamkan pada anak, akan menjadi warna pertama dan utama dari dasar konsep diri seorang anak. Pada proses selanjutnya nilai-nilai agama yang telah terinternalisasikan tersebut akan menjadi kata hati yang  menjadi dasar penilaian dan penyaringan terhadap nilai-nilai yang masuk pada diri anak di usia remajanya kelak

  4. Pengaruh Keberagaman Agama Pada Perkembangan Anak Pagi itu sekitar pukul 08.00 waktu sini atau sekitar pukul 13.00 WIB (WaktuIndonesia bagian Bandung), obrolan terjadi antara keponakanku Uis Pongo. ” Uis, udah makan? Make apa?” Tanyaku pada Uis ” Belum, kan belum maghrib.” Jawabnya. ” Lha, kok nunggu maghrib?” ” Kan aku lagi puasa.” ” Haaaaa, sejak kapan Uis puasa?  Kita pan Kristen…” Jawabku ” Soalnya teman-temanku juga pada puasa, biar boleh Lebaran.”   Buset dahnih bocah.  Lalu Uis bertanya, ” Tan, kenapa Edo puasa sedangkan aku dan abang ga puasa?” Edo merupakan anak bungsu dari kakak perempuanku yang pertama.  Dia menjadi mualaf setelah menikah dengan orang Padang.

  5. Aku juga mencoba menjelaskan, kalau Edo dan keluarganya beragama Islam, jadi diwajibkan untuk berpuasa sebelum Lebaran.  Dasar bocah ngeyel, Uis malah balik nanya, ” Oh ga boleh makan babi ya?” ” Iya…” Jawabku ” Ah aku puasa aja, biar besok ikut Lebaran.” ” Jangan Uis, kita juga punya hari raya.  Desember nanti pan kita Natalan, inget kan? ”Ah masih lamaaaaa….”  Lalu Uis kembali bertanya ” Kenapa atuh aku dan Edo bisa beda-beda agamanya?”  Sejenak aku terdiam. ” Ehmmm…. gini aja deh.  Ntar pas tante pulang, kita ngobrol lagi tentang ini ya.  Pulsa tante ga banyak.  Sekarang mah cerita aja tentang sekolahmu.  Udah belajar apaaja?”

  6. ” Ahhh… itu mah bukan belajar, cuma main, nyanyi dan belajar gambar.” ” Masa sih dari dulu cuma belajar nyanyi ama gambar?” Tanyaku ” Ada sih belajar sholat, ngaji ama tidur 10 menit.”  Apa maksud tidur 10 menit tidak sempat aku tanyakan kepada Uis.  Sekedar informasi, Uis memang bersekolah di TK  Islam, berbeda dengan abangnya yang bersekolah di SD Katholik.  Ini pilihan terakhir, karena lokasi TK tersebut dekat dengan rumah.  Konsekuensinya, walau Uis beragama Protestan, dia wajib mengikuti pelajaran agama Islam dan unsur-unsur pendukungnya. ” Uis  belajar sholat juga?” ” Iya, tapi susah, mana  lama pula.  Tan, aku suka lupa urutannya.  Mending menggambar atau main bola aja.” Jelas Uis. ” Ohhhhh…. gitu ya.  Trus, Uis belajar apa lagi?” ” Hmmmm… Ada belajar masak-masakan.  Jum’atan ama doa harian.” ” Doa harian?  Apaan tuh?”

  7. ” Itu lho Tan, doa sebelum makan.  Doa sebelum pergi ke sekolah.  Ada doa yang lain, tapi lupa lagi.” ” Uis udah bisa berdoa?” ” Belum, doanya susah ah, make bahasa Arab.” Duh, Uis… polos banget sih. ” Tante, ntar aku sekolahnya di sekolah si abang aja ya.” ” Memangnya kenapa, Uis?” ” Di sekolah si abang mah doanya gampang.  Make bahasa Indonesia.”  Sekarang minta baju Lebaran, besok minta dibelikan baju Natal.

  8. Sikap Anak dalam Menghargai Perayaan Hari Besar Agama Lain Pemaknaananakanakterhadaphariraya : • haridenganbajubaru, • haridenganmakanan yang berlimpah • haridengantradisibersalaman.

  9. empatcarabagaimanamengajarkantoleransipadaanak • perkenalkankeragaman. • perbedaanbukanuntukmenimbulkankebencian. • bericontoh • bertoleransiuntukkedamaian.

  10. Beberapahal yang bisaditerapkanuntukmenanamkanpengetahuandasartentangartitoleransi : • Memberikanpengetahuantentangmacam – macam agama yang dianut • Tidakmemihakpadasalahsatu agama • Memberikanpengetahuantentangperbedaanibadahdarimasingmasing agama • Memberikanpengetahuanbahwaperbedaanbukanberartisebuahperpecahan • Memberikanpengetahuanakanbatasan-batasantoleransiberagama • Memberikanpemahamantentangmaknaperayaanharibesarsebuah agama

More Related