dasar dasar logika informatika n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
DASAR – DASAR LOGIKA INFORMATIKA PowerPoint Presentation
Download Presentation
DASAR – DASAR LOGIKA INFORMATIKA

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 22

DASAR – DASAR LOGIKA INFORMATIKA - PowerPoint PPT Presentation


  • 236 Views
  • Uploaded on

DASAR – DASAR LOGIKA INFORMATIKA. Erik Hadi Saputra, S.Kom, M.Eng. Properties of Sentence. Sifat - Sifat Kalimat Logika. Valid. Suatu sentence f disebut valid , jika untuk setiap interpretation I for f , maka f bernilai true. Contoh : (f and g) if and only if (g and f) f or not f

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'DASAR – DASAR LOGIKA INFORMATIKA' - shawn


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
dasar dasar logika informatika

DASAR – DASARLOGIKA INFORMATIKA

Erik Hadi Saputra, S.Kom, M.Eng.

properties of sentence

Properties of Sentence

Sifat - Sifat Kalimat Logika

valid
Valid
  • Suatu sentence f disebut valid, jika untuk setiap interpretation I for f, maka f bernilai true.
  • Contoh:
    • (f and g) if and only if (g and f)
    • f or not f
    • (p and (if r then s)) if only if ((if r then s) and p)
    • (p or q) or not (p or q)
    • (if p then not q) if and only if not (p and q)
satisfiable
Satisfiable
  • Suatu sentence f disebut satisfiable, jika untuk suatu interpretation I for f, maka f bernilai true.
  • Contoh:
    • If (if p then q) then q
    • (if p then q) or (r and s)
    • (if p then q) or r
kontradiksi
Kontradiksi
  • Suatu sentence f disebut kontradiksi, jikauntuk setiap interpretation I for f, maka fbernilai false.
  • Contoh:
    • p and not p
    • ((p or q) and not r) if and only if ((if p then r) and (if q then r)
quantifier sentence kalimat berkuantor

Quantifier SentenceKalimat Berkuantor

 Pernyataan yang memuat ekspresi kuantitas obyek yang terlibat Misalnya: semua, ada, beberapa, tidak semua.

kalimat berkuantor
KALIMAT BERKUANTOR
  • Universal Quantifier (for all…)
    • Mempunyai makna umum dan menyeluruh
    • Notasi: , dibaca semua, seluruh, setiap
    • Penulisan: x  S  p(x)
    • Semua x dalam semesta s mempunyai sifat p
  • Contoh:

1. Semua orang yang hidup pasti mati.

2. Setiap mahasiswa pasti pandai.

3. Seluruh mahasiswa amikom ganteng-ganteng dan cantik-cantik.

kalimat berkuantor1
KALIMAT BERKUANTOR
  • Existential Quantifier (for some…)
    • Mempunyai makna khusus atau sebagian
    • Notasi: , dibaca terdapat, ada, beberapa
    • Penulisan: y  S  q(y)
    • Terdapat y dalam semesta S mempunyai sifat q
  • Contoh:

1. Ada siswa di kelas ini yang ngantuk

2. Beberapa mahasiswa yang mendapat nilai A mata kuliah Logika dan Algoritma

ingkaran pernyataan berkuantor
Ingkaran Pernyataan Berkuantor

(x) p(x) = (y) p(y)

(y) q(y) = (x) q(x)

  • Contoh:

1. p : Semua mahasiswa AMIKOM harus berdasi.

~p : Ada mahasiswa AMIKOM yang tidak berdasi.

2. q : Ada pejabat yang korupsi.

~q : Semua pejabat tidak korupsi.

3. p : Semua Mahasiswa AMIKOM pintar.

~p : Ada juga mahasiswa yang tidak pintar.

4. q : Ada orang yang gagal mencapai tujuannya.

~q : Semua orang tidak gagal mencapai tujuannya.

inference method

Inference Method

Metode Inferensi

modus ponens
Modus Ponens
  • Pada suatu implikasi “jika p maka q” yang diasumsikan bernilai benar, dan apabila juga diketahui bahwa nilai dari anteseden (p) bernilai benar, maka nilai q juga harus benar.

p  q

p

q

  • Contoh:
    • Jika seseorang itu adalah mahasiswa maka ia pasti pandai
    • Aril adalah seorang mahasiswa
    • Aril pasti pandai
modus tellens
Modus Tellens
  • Suatu implikasi “jika p maka q” akan selalu ekivalen dengan kontraposisinya, yaitu “jika bukan q maka bukan p”. Dengan demikian, hipotesa kedua dan kesimpulan merupakan kontraposisi hipotesa pertama pada modus ponens.

p  q

~q

~p

  • Contoh:
    • Jika Cinta adalah mahasiswi yang baik maka ia pasti tidak nyotek di ujian
    • Cinta nyontek dalam ujian
    • Cinta bukan mahasiswi yang baik
prinsip syllogisme
Prinsip Syllogisme
  • Prinsip silogisme adalah sifat transitif dari implikasi. Artinya, jika suatu implikasi p  q dan q  r keduanya bernilai benar maka implikasi p  q pasti bernilai benar.

p  q

q  r

p  r

  • Contoh:
    • Jika ia rajin maka ia pasti pandai
    • Jika ia pandai maka ia pasti sukses
    • Jika ia rajin maka ia pasti sukses
contoh metode inferensi

Contoh Metode Inferensi

Pada suatu hari, Anda hendak pergi kuliah dan baru sadar bahwa anda tidak memakai kacamata. Setelah diingat-ingat, ada beberapa fakta yang Anda yakini benar :

setelah diingat ingat ada beberapa fakta yang anda yakini benar
Setelah diingat-ingat, ada beberapa fakta yang Anda yakini benar :
  • Jika kacamataku ada di meja dapur, aku pasti sudah melihatnya ketika mengambil makanan kecil.
  • Aku membaca buku pemrograman di ruang tamu atau aku membacanya di dapur.
  • Jika aku membaca buku pemrograman di ruang tamu, maka pastilah kacamata kuletakkan dimeja tamu.
  • Aku tidak melihat kacamataku ketika aku mengambil makanan kecil.
  • Jika aku membaca majalah di ranjang, maka kacamataku kuletakkan dimeja samping ranjang.
  • Jika aku membaca buku pemrograman di dapur, maka kacamata ada di meja dapur.
berdasarkan fakta fakta tersebut

Berdasarkan Fakta - Fakta Tersebut...

Tentukan dimana letak kacamata..?

pernyataan dengan simbol simbol logika
Pernyataan Dengan Simbol - Simbol Logika
  • p : Kacamata ada di meja dapur.
  • q : Aku melihat kacamataku ketika mengambil

makanan kecil.

  • r : Aku membaca buku pemrograman di ruang tamu.
  • s : Aku membaca buku pemrograman di dapur.
  • t : Kacamata kuletakkan di meja tamu.
  • u : Aku membaca buku pemrograman di ranjang.
  • w : Kacamata kuletakkan di meja samping ranjang.
fakta dapat ditulis
Fakta dapat ditulis :
  • p  q
  • r v s
  • r  t
  • ~q
  • u  w
  • s  p
inferensi yang dapat dilakukan
1.p  q

~q

~p

2. s  p

~p

~s

3. r v s

~s

r

4. r  t

r

t

Inferensi yang dapat dilakukan :
kesimpulan

Kesimpulan

Kacamata ada di meja tamu

home work
HOME WORK 
  • Buktikan bahwa sentence berikut memiliki sifat “valid”
    • (p and (if r then s)) if and only if ((if r then s) and p)
  • Jika diberikan interpretasi p, q, dan r berturut turut adalah True, False, dan True. Tentukan truth value dari sentence berikut:
    • If ((if q then not p) or not q) then (p if and only if q) else not r
    • If (if p then (if q then r)) then (if p then q) else (if p then r)
  • Jika diberikan dua implikasi seperti berikut:
    • If (p or q) or not (p or q) then ((f and g) if and only if (g and f)
    • If ((f and g) if and only if (g and f) then ( p and not p)

Tentukan kesimpulannya dengan menggunakan prinsip Syllogisme, serta berikan truth value-nya dengan menggunakan truth table.