1 / 31

unsur- unsur golongan 1

unsur- unsur golongan 1. “ logam alkali ”. Presented by:. Angki Kharisma (10501065) Nurhana Rafika Sari (1050201) Ginanjar (10502008) Rahajeng Anggi (10502016) Liana Rasyidi (10502035) Washinton Haratua (10503003) Syukron Maknun (10504001) Rizqiya Astri Hapsari (10504002)

rusti
Download Presentation

unsur- unsur golongan 1

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. unsur- unsur golongan 1 “ logam alkali ”

  2. Presented by: • Angki Kharisma (10501065) • Nurhana Rafika Sari (1050201) • Ginanjar (10502008) • Rahajeng Anggi (10502016) • Liana Rasyidi (10502035) • Washinton Haratua (10503003) • Syukron Maknun (10504001) • Rizqiya Astri Hapsari (10504002) • Daniel (10504003) • Mutiara Febriani (10504004) • Ami Ulia Visianti (10504005)

  3. Sifat - sifat logam alkali : • BERSIFAT SANGAT REAKTIF • MENGILAP dan memiliki warna nyala yang khas • MEMILIKI KONDUKTIVITAS LISTRIK DAN KONDUKTIVITAS TERMAL YANG TINGGI • BERSIFAT LEBIH LUNAK DAN MEMILIKI TITIK LELEH YANG LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN DENGAN LOGAM LAINNYA • MEMILIKI KERAPATAN YANG JAUH LEBIH RENDAH DIBANDINGKAN DENGAN LOGAM LAINNYA

  4. Konfigurasi elektron

  5. Warna nyala

  6. Warna nyala Stronsium nitrat Stronsium sulfat

  7. E. Pembakaran→ mengeksitasi elektron ke tingkat E yang lebih tinggi • E yg dilepaskan ketika e- kembali ke keadaan semula → menimbulkan warna yang khas

  8. LITHIUM * Rapat massa kecil *Badan pesawat ; campuran logam LA 141: 14 % Li, 1% Al, dan 85% Mg  ρ = 1,35 g / cm-3 * 6 Li(s) + N2(g)  2 Li3N(s) * Senyawa yang terbentuk bereaksi dengan air 2 Li3N(s) + H2O(l)  LiOH(aq) + NH3(g)

  9. * Litium memiliki potensial terkecil diantara unsur-unsur : Li+(aq) + e-  Li (s) E0 = - 3,05 V * C17H35Li : ditambahkan ke dalam pelumas kelebihannya : tidak membeku pada suhu rendah dan stabil pada suhu tinggi * Pembuatan butillitium : 2 Li(s) + C4H9Cl ( C6H12)  LiC4H9 (C6H12) + LiCl(s)

  10. BATERAI LITIUM • Ada banyak jenis • Umumnya • A : LiCoO2(s)  Li(1-x)CoO2 + xLi+ (solvent) + x e- • K : C (s) + x Li+ (solvent) + x e-  (Li)xC(s) • Reaksi pada katoda ini merupakan reaksi yang reversibel  rechargeable

  11. Penambahan SOCl2 : meningkatkan voltage per cell, lebih tahan lama, lebih ringan, dan energinya lebih konstan • A : Li (s) Li+(SOCl2) + e- • K : 2 SOCl2(l) + 4 e-  4 Cl-(SOCl2) + SO2(SOCl2) + S (SOCl2) • Tapi Li+(SOCl2) + Cl-(SOCl2)  LiCl(s)

  12. Penambahan SO2Cl2 • K : SO2Cl2 + 2 e-  2 Cl- ( SO2Cl2 ) + SO2(SO2Cl2) • AEDs (Automotive External Dofibrillatos) • Digunakan dalam menormalkan detakan jantung • Kelebihan : - berfungsi pada suhu rendah, sampai -60o C • - berfungsi sebagai rambu darurat pesawat terbang pada musim salju

  13. Kegunaan NaOH • 30% reagen organik • 20% reagen anorganik • 20% industri kertas Aplikasi : -Oven (pengering) 2Al(S)+2OH-(aq)+6H20(l)→2[Al(OH)4](aq)+3H2(g) -Industri makanan ; umumnya menghasilkan OH- untuk merusak struktur protein, mis : • Penyemprotan NaOH menghaluskan kulit kentang • Biji zaitun dilarutkan dalam NaOH supaya mudah larut

  14. NaCl • Vital • Manusia butuh 3g NaCl / hari • Pasien darah tinggi => kurangi konsumsi NaCl => darah rendah • Pengganti fungsi NaCl = KCl

  15. KCl • Memisahkan KCl dari senyawanya berdasar kelarutan • Berfungsi sebagai pupuk

  16. Sifat – sifat umum dari senyawa logam alkali • Karakter ionik ion logam alkali sellau memiliki bilangan oksidasi +1 • penstabilan anion berukuran besar yang bermuatan rendah kationnya mampu menstabilkan anion berukuran besar yang bermuatan rendah karena kation logam alkali memiliki kerapatan muatan yang rendah • hidrasi ion Dalam air, semua ionnya akan terhidrasi sedangkan hidrasi pada padatan kristalin bergantung pada keseimbangan dari energi kisi dan energi hidrasi ion • kelarutan Hampir semua senyawa logam alkali dapat larut dalam air

  17. Kelarutan garam logam alkali Kelarutan natrium halida pada 25 0c

  18. DIAGRAM EKSITASI ELEKTRON

  19. SEL DOWNS (pembuatan NaCl)

  20. Reaksi Ammonia • Reaksi ammonia dengan logam alkali. Na(s) ↔ Na+(NH3) + e- (NH3) • Dari reaksi di atas, maka larutan logam alkali dalam ammonia dapat menghantarkan listrik. • Logam alkali dapat larut dalam ammonia. Dan menghasilkan warna biru tua bila diencerkan.

  21. Na(s) ↔ Na+(NH3) + e- (NH3) • Namun bila dipekatkan lewat evaporasi, maka larutan akan berwarna perunggu serta berperilaku seperti logam cair. • Larutan ini bila didiamkan lebih lama maka larutan akan terdekomposisi menghasilkan garam amida, NaNH2 dan gas H2 2Na+ (NH3) + 2 NH3(l) + 2e- → 2 NaNH2 (NH3) + H2(g) • Reaksi ini dapat juga diperoleh melalui reaksi yang terkatalisis oleh logam transisi

  22. Kelarutan garam logam alkali • Sifat kelarutan ini bermanfaat dalam membuat reaksi kimia di laboratorium. • Beberapa anion garam alkali seperti : garam nitrat, fosfat serta florida. • NaI memiliki nilai kelarutan terbesar dibandingkan garam alkali halida lainnya.

  23. Sifat kelarutan dipengaruhi oleh perubahan entalpi (∆H) dan perubahan entropi (∆S). ∆G = ∆ H – T ∆ S • Kelarutan suatu garam logam alkali semakin baik pada nilai ∆G < 0 • Nilai perubahan entalpi garam alkali halida • Nilai Energi Latis hampir seimbang dengan nilai Entalpi Hidrasi

  24. Nilai perubahan Entropi garam alkali halida. • Entropi Latis memiliki nilai yang lebih besar daripada Entropi Hidrasi (kecuali NaF). • Dari kedua tabel di atas, dapat diperoleh nilai perubahan energi bebas (∆G). • Perhatikan bahwa ternyata keempat senyawa berurutan di atas memiliki nilai kelarutan yang cenderung semakin besar.

  25. Bila dibuat kurva antara nilai kelarutan dengan jari-jari ion logam alkali. • Ternyata kelarutan juga dipengaruhi oleh perbedaan jari-jari antara anion halida dan kation logam alkali. kelarutan I - F - Jari-jari ion Li+ Na+ K+ Rb+ Cs+

  26. Inti Sari • Nilai kelarutan dipengaruhi oleh nilai ∆G. kelarutan akan membesar bila nilai ∆G tersebut semakin negatif. • Semakin besar perbedaan jari-jari anion halida dengan kation logam alkali, maka nilai kelarutan akan semakin besar pula.

More Related