1 / 7

PERSIAPAN MENGHADAPI CUACA BURUK

PERSIAPAN MENGHADAPI CUACA BURUK. 1. Lobang jangkar disemen. 2. Penggunaan minyak sebagai penenang ombak Kerja minyak : 1. Minyak cepat menyebar & merupakan selaput tipis dipermukaan air.

rowdy
Download Presentation

PERSIAPAN MENGHADAPI CUACA BURUK

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PERSIAPAN MENGHADAPI CUACA BURUK 1. Lobang jangkar disemen 2. Penggunaan minyak sebagai penenang ombak Kerja minyak : 1. Minyak cepat menyebar & merupakan selaput tipis dipermukaan air. 2. Kekuatan dari lapisan minyak akan menghilangkan pembentukan gelombang kedua di punggung dari gelombang besar. 3. Gelombang ini membentuk gelombang2 yg besar Jenis minyak : - Semua jenis minyak - Lebih kental lebih baik - Minyak dari tumbunhan atau binatang lebih baik al : 1.Minyak cat (linceed Oil) 2.Minyak olive 3. Minyak kapas 4. Minyak sawit. Mengalirkan minyak : 1. Dari Tanki dialirkan melalui pipa kecil 2. Melului WC 3. Kaleng2 bekas yg dilubangi paku bagian bawahnya.

  2. MENGOLAH GERAK DLM TAUFAN Mempertahan kan haluan dan Kecepatan. jika tdk maka olah gerak harus dilaksanakan dgn baik dgn memperhatikan kondisi saat itu MENYONGSONG ANGIN DAN OMBAK Kapal dgn muatan penuh akan lebih muda dilakukan. Kapal in ballast menghadap angin sering tdk mungkin, maka dgn mundur maka buritan kapal akan mencari angin dan kapal akan maju oleh dorongan angin dan laut. • MENURUT ARAH ANGIN DAN OMBAK (LENSEN) • Mesin maju, ombak/angin datang dari belakang, kecepatan cukup utk mengemudikan saja. • Kerugiannya : • Kapal merewang dgn cepat. • Kemungkinan kemasukan air adalah besar • Kpl yg bermuatan penuh, banyak kemasukan air di tengah.

  3. MENGAPUNG Membiarkan kapal mencari posisinya sendiri, Posisi kapal akan tergantung beberapa faktor al : 1. bangunan atasnya - Tengah (angin dr samping ) - Belakang (menghadap angin) 2. Datangnya angin Olengan kapal agak keras tetapi sedikit masuk air. MEMPERTAHANKAN HALUAN TERHADAP LAUT Mempertahankan haluan terhadap laut dan hanya sedikit ruang di bawah angin, dpt dilakukan dgn menggunakan jangkar. Diperairan dalam : Rantai & jangkar diarea 45 – 60 depa. Diperairan dangkal : Rantai antara pangsi dan penahan rantai dilepas, lalu rantai diarea sesuai kebutuhan atau mengikat palang jangkar dgn baja yg kuat. Kapal kecil : Menggunakan jangkar apung. ( Jaman dulu)

  4. DARI BERLAYAR MENURUT ANGIN DAN OMBAK BERALIH KE MENYONGSONG • Karena ada daratan di muka atau karena pelabuhan tujuan maka sebuah kapal yg sedang berlayar menurut angin atau ombak utk keamanan kapalnya dan tujuan pelayarannya, pada suatu saat merobah haluan ke menyongsong angin dan ombak. • usahakan dilakukan pada siang hari supaya dpt menghitung dan melihat datangnya iring2an puncak gelombang. • Gelombang tinggi selalu diringi beberapa gelombang rendah. • Berputar/membelok sewaktu gelombang rendah datang. • Kecepatan sekecil mungkin 4-5 knots (hanya utk mengemudikan). • Setelah melewati letak melintang terhadap puncak gelombang, kecepatan ditambah. • Jangan sapai puncak gelombang tepat melintang kapal.

More Related