1 / 45

SESI 19-20 (Financial Management)

COLLEGE. SESI 19-20 (Financial Management). Oleh : Andri Irawan , S.Pd. TUJUAN PEMBELAJARAN. Mahasiswa mampu menentukan dan menghitung sumber dana panjang secra partial dan komprehensip . PENDAHULUAN.

roland
Download Presentation

SESI 19-20 (Financial Management)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. COLLEGE SESI 19-20 (Financial Management) Oleh: AndriIrawan, S.Pd

  2. TUJUAN PEMBELAJARAN • Mahasiswa mampu menentukan dan menghitung sumber dana panjang secra partial dan komprehensip

  3. PENDAHULUAN • Apakah suatu Investasi bila dibiayai dengan 100% modal sendiri akan selalu menguntungkan? • Apakah kalau suatu investasi yang tidak menguntungkan kalau dibiayai dengan 100% sebagian hutang akan selalu menguntungkan?

  4. PENDAHULUAN • Apabila jawaban kedua pertanyaan tsb adl “YA” maka, menguntungkan atau tidaknya suatu investasi akan tergantung pada keputusan investasi, bukan pada keputusan pendanaan. • Sebaliknya apabila jawabannya adah “mungkin saja”, maka berarti menguntungkan tidaknya investasi dapat dipengaruhi oleh sumber dananya.

  5. PENDAHULUAN • Pemilihan investasi yang menguntungkan merupakan masalah keputusan investasi. • Penggunaan sumber dana yang berbeda-beda merupakan hasil keputusan pendanaan

  6. COST OF CAPITAL • Konsep Cost of Capital dimaksudkan untuk menghitung besarnya ongkos yang harus dikeluarkan untuk menggunakan dana dari alternatif sumber yang ada

  7. COST OF CAPITAL • Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan utk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan.

  8. COST OF CAPITAL • Cost of Capital atau biaya modal mempunyai dua makna, tergantung dari sisi investor atau perusahaan. • Dari sudut pandang investor cost of capital adalah opportunity cost dari dana yang ditanamkan investor pada suatu perusahaan.

  9. COST OF CAPITAL • Sedangkan dari sudut pandang perusahaan, cost of capital adalah biaya yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh sumber dana yang dibutuhkan.

  10. COST OF CAPITAL • Sumber-sumber yang dapatdigunakan, terutamautnukmembelanjaiinvestasijangkapanjangatau permanent investment, padaumumnyaadalah: • Obligasi (Long Term Debt) • Preferred Stock (SahamPreferen) • Common Stock (SahamBiasa) • Retained Earning (Labaditahan)

  11. COST OF CAPITAL • Untuk praktisi keuangan, istilah cost of capital ini digunakan sebagai : • 1. Discount rate (suku bunga diskonto) untuk membawa cash flow (aliran kas) pada masa mendatang suatu project ke nilai sekarang. 2. Tarif minimum yang diinginkan untuk menerima project baru.

  12. COST OF CAPITAL • Untuk praktisi keuangan, istilah cost of capital ini digunakan sebagai : 3. Biaya modal dalam perhitungan EVA. 4. Benchmark (pengukuran dalam bidang statistik) untuk menaksir tarif biaya pada modal yang digunakan.

  13. BIAYA MODAL • Salah satu komponen penting yang digunakan dalam penilaian investasi, sumber pembelanjaan dan manajemen aktiva adalah biaya modal (cost of capital). Menurut Warsono (2003: 135),

  14. ALASAN DALAM PENENTUAN MODAL • Pertama, memaksimumkan nilai perusahaan mensyaratkan bahwa semua biaya input, termasuk modal untuk diminimumkan biaya modal harus diestimasikan.

  15. ALASAN DALAM PENENTUAN MODAL • Kedua, keputusan penganggaran modal mensyaratkan suatu estimasi biaya modal. • Terakhir, beberapa tipe keputusan lain, termasuk yang berhubungan dengan peraturan utilitas public, sewa guna usaha, pendanaan kembali obligasi, kompensasi eksekutif, dan manajemen asset jangka pendek.

  16. FLOATING COST • Ongkos yang digunakan tidak selalu bunga yang harus dibayarkan, melainkan ada juga ongkos-ongkos yang lainnya seperti: • Ongkos pertanggungan asuransi (Underwritting cost) • Perbedaan harga saham dan obligasi per share (Underpricing Cost)

  17. contoh perhitungan Misalnya, Tuan A akan meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000 dengan bunga 2% per bulan untuk waktu 6 bulan. Biaya administrasi dan biaya lainnya Rp. 50.000. jadi : Biaya memperoleh modal pinjaman adl bunga ditambah biaya admnya : (2% x 6 bl x Rp.1.000.000)+Rp. 50.000 = Rp. 170.000. Biaya modal per bulan : = (Rp. 170.000 : Rp. 1.000.000 ) : 6 = 0,0283 atau 2,83%. (lebih besar dari bunga menurut kontrak yang hanya 2 %)

  18. >=

  19. MENGHITUNG COST OF CAPITAL SECARA PARTIAL • Cost of Debt • Cost of Preferred Stock • Cost of Common Stock

  20. COST OF DEBT • Hutang dapat diperoleh dari lembaga pembiayaan atau dengan menerbitkan surat pengakuan hutang (oligasi). • Biaya hutang yang berasal dari pinjaman adalah merupakan bunga yang harus dibayar perusahaan, sedangkan biaya hutang dengan menerbitkan obligasi adalah tingkat pengembalian hasil yang diinginkan (required of return) yang diharapkan investor yang digunakan untuk sebagai tingkat diskonto dalam mencari nilai obligasi.

  21. DASAR PERHITUNGAN Suatu perusahaan memanfaatkan sumber pembelanjaan utang, dengan tujuan untuk memperbesar tingkat pengembalian modal sendiri (ekuitas). Biaya Utang dibagi menjadi dua macam yaitu: Perhitungan biaya modal yang digunakan, didasarkan pada: • Before Tax Basis • After Tax basis

  22. DASAR PERHITUNGAN Asumsi: Bila Rate of Return dihitung berdasarkan After Tax Basis, maka cost of capital sebagai alat pembanding juga harus dihitung atas dasar yang sama, dan sebaliknya. Besarnya pajak mempengaruhi perhitungan cost of capital, terutama untuk cost of debt, karena bunga dibayar atas dasar sebelum pajak, sehingga perlu menggunakan tax adjustment

  23. DASAR PERHITUNGAN Asumsi: Untuk Cost Preferred Stock dan Common Stock, tidak perlu dihitung lagi, karena deviden setelah laba dipotong pajak

  24. BIAYA UTANG SEBELUM PAJAK (BEFORE TAX) • Menurut Warsono (2003: 139), besarnya biaya utang sebelum pajak dapat ditentukan dengan menghitung besarnya tingkat hasil internal (yield to maturity) atas arus kas obligasi, yang dinotasikan dengan

  25. BIAYA UTANG SEBELUM PAJAK (BEFORE TAX) kd. Rumus: C + (M-NVd)/ n Kd = (M + NVd)/ 2

  26. BIAYA UTANG SEBELUM PAJAK (BEFORE TAX) Keterangan: C = Pembayaran bunga (kupon) tahunan M = Nilai nominal (maturitas) atau face value setiap surat obligasi NVd = Nilai pasar atau hasil bersih dari penjualan obligasi n = Masa jatuh tempo obligasi dalam n tahun

  27. CONTOH PERHITUNGAN Yume J Shop, menjual obligasi dengan nilai Rp.6000.000 / lembar. Bunga pertahun 8% dengan jangka waktu 3 tahun. Penerimaan bersih atau penjual hanya menerima sebesar Rp.5000.000 / lembar. Marginal Tax rate sebesar 50%. Dari data tersebut, berapakah cost of debt nya?

  28. BIAYA UTANG SETELAH PAJAK (AFTER TAX) • Menurut Warsono (2003: 139), mengatakan bahwa perusahaan yang menggunakan sebagian sumber dananya dari utang akan terkena kewajiban membayar bunga. • Bunga merupakan salah satu bentuk beban bagi perusahaan (interest expense). Dengan adanya beban bunga ini akan menyebabkan besarnya pembayaran pajak penghasilan menjadi berkurang.

  29. BIAYA UTANG SETELAH PAJAK (AFTER TAX) Biaya utang setelah pajak dapat dicari dengan mengalikan biaya utang sebelum pajak dengan (1 - T), dengan T adalah tingkat pajak marginal. Rumus: ki = kd (1 – T) Keterangan: ki = Biaya utang setelah pajak kd = Biaya utang sebelum pajak T = Tarif pajak

  30. CONTOH PERHITUNGAN Contoh : • Suatu perusahaan membeli bahan baku secara kredit. Bunga dari kredit tersebut sebesar 10%, tingkat pajak penghasilan (tax rate) 40%, Hitunglah besarnya biaya hutang seelah pajak ! INGAT ! • Tingkat bunga hutang sebesar 10% merupakan biaya pengurang pajak (tax deductible expense). Adanya beban bunga menyebabkan keuntungan yang terkena pajak menjadi lebih kecil, sehingga pajak yang harus dibayar perusahaan menjadi lebih kecil pula.

  31. BIAYA SAHAM PREFEREN Saham preferen mempunyai karakteristik kombinasi antara utang dengan modal sendiri atau saham biasa. Salah satu ciri saham preferen yang menyerupai utang adalah adanya penghasilan tetap bagi pemiliknya (Warsono, 2003: 143).

  32. BIAYA SAHAM PREFEREN Saham preferen mempunyai karakteristik kombinasi antara utang dengan modal sendiri atau saham biasa. Salah satu ciri saham preferen yang menyerupai utang adalah adanya penghasilan tetap bagi pemiliknya (Warsono, 2003: 143).

  33. BIAYA SAHAM PREFEREN Menurut Weston dan Brigham (1990: 107), biaya saham preferen adalah tingkat pengembalian yang dipersyaratkan oleh investor atas saham preferen perusahaan. Rumus: Dp kp = Pn Keterangan: kp = Biayasahampreferen Dp = Dividensahampreferen Pn = Hargabersihpadasaatemisi

  34. CONTOH PERHITUNGAN Contoh : PT. ANGKASA menjual saham preferen dengan nominal Rp. 15.000. harga jual saham preferen sebesar Rp. 18.900. dividen tahun sebesar Rp.1.500,-. Biaya penerbitan saham (floatation cost) setiap lembar sebesar Rp. 150. Hitunglah besarnya biaya saham preferen !

  35. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) Biaya modal saham merupakan tingkat hasil pengembalian atas saham biasa yang diinginkan oleh para investor. Salah satu metode yang dapat digunakan dalam perhitungan biaya modal laba ditahan, yaitu pendekatan Capital Aset Pricing Model (CAPM), dimana biaya modal laba ditahan adalah tingkat pengembalian atas modal sendiri yang diinginkan oleh investor yang terdiri dari tingkat bunga bebas risiko dengan premi risiko pasar dikaliikan dengan β (resiko saham perusahaan). Iramani dan Febrian (2005).

  36. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) Rumus: ks = Rf + β (Rm – Rf) Keterangan: ks = Biaya laba ditahan Rf = Tingkat pengembalian bebas risiko β = beta, pengukuran sistematis saham Rm = Tingkat pengembalian saham

  37. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) Adapun variabel-variabel yang digunakan dalam penghitungan CAPM adalah sebagai berikut: 1. Tingkat Suku Bunga Bebas Risiko ( Rf ) Tingkat suku bunga bebas risiko diambil dari suku bunga rata-rata Sertifikat Bank Indonesia (SBI) selama satu tahun. Rf yang merupakan suku bunga obligasi pemerintah atau surat hutang pemerintah.

  38. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) 2.      Return Pasar ( Rm ) Return pasar dapat diketahui dengan menggunakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) per bulan untuk tiap-tiap tahun. Rumus: IHSG t – IHSG t-1 Rm, t = IHSG t-1 (Jogiyanto, 2003: 232)

  39. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) Keterangan: Rm =Tingkat pengembalian yang diharapkan pasar IHSG t = Harga penutupan IHSG akhir hari transaksi bulan ini IHSG t-1 = Harga penutupan IHSG akhir bulan lalu

  40. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) 3.      Resiko Sistematis ( β ) Perkiraan koefisien beta saham ( β ) digunakan sebagai indeks dan risiko saham beta. Perhitungan beta dilakukan dengan pendekatan regresi. Rumus: n Σ XY – Σ XΣ Y β = n Σ X2 – ( Σ X ) 2

  41. BIAYA MODAL SENDIRI (COST OF EQUITY) Keterangan: X = Tingkat keuntungan portofolio pasar (indeks pasar) Y = Tingkat keuntungan saham

  42. BIAYA MODAL TERTIMBANG (WACC) Menurut Iramani dan Febrian (2005), dalam praktek pembiayaan atau pendanaan yang digunakan perusahaan diperoleh dari berbagai sumber. Dengan demikian biaya riil yang ditanggung oleh perusahaan merupakan keseluruhan biaya untuk semua sumber pembiayaan yang digunakan. Rumus: WACC = Wd . kd (1 – T) + Ws . Ks

  43. BIAYA MODAL TERTIMBANG (WACC) Keterangan: WACC = Biaya modal rata-rata tertimbang Wd = Proporsi hutang dalam struktur modal kd = Biaya hutang (cost of debt) Ws = Proporsi saham biasa dalam struktur modal ks = Tingkat pengembalian yang diinginkan investor

  44. Sekian, terima kasih

More Related