pertemuan 2 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pertemuan 2 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pertemuan 2

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 29

Pertemuan 2 - PowerPoint PPT Presentation


  • 212 Views
  • Uploaded on

Pertemuan 2. Matakuliah : S0462/IRIGASI DAN BANGUNAN AIR Tahun : 2005 Versi : 1. Learning Outcomes. Pada akhir pertemuan ini, diharapkan :. Kebutuhan Air Irigasi. Kebutuhan air sawah untuk padi ditentukan oleh faktor-faktor berikut : Penyiapan lahan Penggunaan konsumtif

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Pertemuan 2' - rocco


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
pertemuan 2

Pertemuan 2

Matakuliah : S0462/IRIGASI DAN BANGUNAN AIR

Tahun : 2005

Versi : 1

learning outcomes
Learning Outcomes

Pada akhir pertemuan ini, diharapkan :

kebutuhan air irigasi
Kebutuhan Air Irigasi
  • Kebutuhan air sawah untuk padi ditentukan oleh faktor-faktor berikut :
  • Penyiapan lahan
  • Penggunaan konsumtif
  • Perkolasi dan rembesan
  • Pergantian lapisan air
  • Curah hujan efektif

Kebutuhan air disawah dinyatakan dalam mm/hari atau lt/dt/ha.

slide4
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Kebutuhan Air Tanaman
  • Topografi
  • Hidrologi
  • Klimatologi
  • Tekstur Tanah
slide5
Topografi

Untuk lahan yang miring membutuhkan air yang lebih banyak daripada yang datar karena air akan lebih cepat mengalir menjadi aliran permukaan dan hanya sedikit yang mengalami infiltrasi.

  • Hidrologi

Makin banyak curah hujan, makin sedikit kebutuhan air tanaman, hal ini dikarenakan hujan efektif akan menjadi besar.

slide6
3. Klimatologi

Tanaman tidak dapat bertahan dalam cuaca buruk. Dengan memperhatikan keadaan cuaca dan cara pemanfaatannya, maka dapat dilaksanakan penanaman tanaman yang tepat untuk periode yang tepat dan sesuai dengan keadaan tanah.

4. Tekstur Tanah

Tanah yang baik untuk usaha pertanian adalah tanah yang mudah dikerjakan dan bersifat produktif serta subur. Tanah yang baik akan memberikan kesempatan pada akar tanaman untuk tumbuh dengan mudah, menjamin sirkulasi air dan udara serta baik pada zona perakaran dan secara relatif memiliki hara dan kelembaban tanah yang cukup.

kebutuhan air tanaman
Kebutuhan Air Tanaman

Dipengaruhi oleh :

  • Evaporasi
  • Transpirasi

Evapotranspirasi

evaporasi
Evaporasi

Laju Evaporasi dipengaruhi oleh faktor lamanya penyinaran matahari, udara yang bertiup, kelembaban udara dll.

Beberapa metoda untuk menghitung besarnya evaporasi, diantaranya rumus Penman yaitu :

Eo = 0.35 (Pa – Pu)(1+U2/100)

Dimana :

Eo = penguapan dalam mm/hari

Pa = tekanan uap jenuh pada suhu rata-rata harian dalam mmHg

Pu = tekanan uap sebenarnya dalam mmHg

U2 = Kecepatan angin pada ketinggian 2m dalam mile/hari, sehingga bentuk U2 dalam m/dt masih harus dikalikan dengan 24x60x60x1600

transpirasi
Transpirasi
  • Peristiwa uap air meninggalkan tubuh tanaman dan memasuki atmosfir. Yang mempengaruhi laju transpirasi adalah: intensitas penyinaran matahari, tekanan uap air di udara, suhu, kecepatan angin.

Transpirasi dari tubuh tanaman pada siang hari dapat melampaui evaporasi dari permukaan air atau permukaan tanah basah, tetapi sebaliknya pada malam hari lebih kecil bahkan tidak ada transpirasi.

evapotranspirasi
Evapotranspirasi

Evapotranspirasi sering disebut sebagai kebutuhan konsumtif tanaman yang merupakan jumlah air untuk evaporasi dari permukaan areal tanaman dengan air untuk transpirasi dari tubuh tanaman.

efisiensi irigasi
Efisiensi Irigasi
  • Efisiensi Pengaliran

Jumlah air yang dilepaskan dari bangunan sadap ke areal irigasi mengalami kehilangan air selama pengalirannya. Kehilangan air ini menentukan besarnya efisiensi pengaliran.

EPNG = (Asa/Adb)x100%

dengan :

EPNG : Efisiensi pemakaian

Asa : Air yang sampai di irigasi

Adb : Air yang diambil dari bangunan sadap

slide12
Efisiensi Pemakaian

Efisiensi pemakaian adalah perbandingan antara air yang dapat ditahan pada zona perakaran dalam periode pemberian air dengan air yang diberikan pada areal irigasi

EPMK = (Adzp/Asa)x 100%

dengan :

EPMK : Efisiensi pemakai

Adzp : Air yang dapat ditahan pada zone perakaran

Asa : Air yang diberikan (sampai) diareal irigasi

slide13
3. Efisiensi Penyimpanan

Apabila keadaan sangat kekurangan jumlah air yang dibutuhkan untuk mengisi lengas tanah pada zone perakaran adalah Asp (air tersimpan penuh) dan air yang diberikan adalah Adk maka efisiensi penyimpanan adalah :

EPNY = (Adk/Asp)x100%

dengan :

EPNY : Efisiensi penyimpanan

Asp : Air yang tersimpan

Adk : Air yang diberikan

slide14
Sesungguhnya nilai efisiensi dapat juga terjadi pada saluran primer, bangunan bagi, saluran sekunder dsb.

EF = [(Adbk – Ahl)/Adbk] x 100 %

Dimana :

EF : Efisiensi

Adbk : air yang diberikan

Ahl : air yang hilang

pola tanam dan sistem golongan
Pola Tanam dan Sistem Golongan

1. Pola Tanam

Penentuan pola tanam merupakan hal yang perlu dipertimbangkan untuk memenuhi kebutuhan air. Sebagai contoh:

slide16
2. Sistem Golongan

Untuk memperoleh tanaman dengan pertumbuhan yang optimal guna mencapai produktifitas yang tinggi, maka penanaman harus memperhatikan pembagian air secara merata ke semua petak tersier dalam jaringan irigasi.

Sumber air tidak selalu dapat menyediakan air irigasi yang dibutuhkan, sehingga harus dibuat perencanaan pembagian air yang baik agar air dapat digunakan merata.

Kebutuhan air yang tertinggi untuk mencapai petak tersier adalah Qmax.

kebutuhan air
Kebutuhan Air
  • Penyiapan Lahan

Faktor-faktor penting yang menentukan besarnya kebutuhan air untuk penyiapan lahan adalah :

  • lamanya waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan pekerjaan penyiapan lahan
  • Jumlah air yang diperlukan untuk penyiapan lahan.
slide18
Faktor penting yang menentukan lamanya jangka waktu penyiapan lahan adalah :
  • Tersedianya tenaga kerja dan ternak atau traktor untuk menggarap tanah
  • Perlu memperpendek jangka waktu tersebut agar tersedia cukup waktu untuk menanam padi sawah atau padi ladang ke dua.

Sebagai pedoman : diambil jangka waktu 1.5 bulan untuk menyelesaikan penyiapan lahan diseluruh petak tersier.

slide19
Kebutuhan Air untuk Penyiapan Lahan

PWR =

Dengan :

PWR : kebutuhan air untuk penyiapan lahan (mm)

Sa : Derajat kejenuhan tanah setelah penyiapan lahan dimulai (%)

Sb : Derajat kejenuhan tanah sebelum penyiapan lahan dimulai (%)

N : Porositas tanah dalam (%) pada harga rata-rata untuk kedalaman tanah

d : Asumsi kedalaman tanah setelah pekerjaan penyiapan lahan (mm)

Pd : Kedalaman genangan setelah pekerjaan penyiapan lahan (mm)

FL : Kehilangan air disawah selama 1 hari (mm)

slide20
Kebutuhan Air Selama Penyiapan Lahan

IR = Mek/(ek – 1)

dengan :

IR : Kebutuhan air irigasi ditingkat persawahan (mm/hari)

M : Kebutuhan air untuk mengganti kehilangan air akibat evaporasi dan perkolasi disawah yang sudah dijenuhkan M = Eo+P (mm/hari)

Eo : Evaporasi air terbuka yang diambil 1.1 Eto selama penyiapan lahan (mm/hari)

P : Perkolasi

k : MT/S

S : Kebutuhan air, untuk penjenuhan ditambah dengan lapisan air 50 mm, yakni 200+50= 250 mm

slide21
2. Penggunaan Konsumtif

Adalah jumlah air yang dipakai oleh tanaman untuk fotosintesis dari tanaman tsb. Penggunaan konsumtif dihitung dengan rumus berikut :

Etc= evapotranspirasi tanaman (mm/hari)

Eto= evapotranspirasi tanaman acuan (mm/hari)

Kc= koefisien tanaman

slide22
3. Perkolasi

Laju perkolasi sangat tergantung kepada sifat-sifat tanah. Pada tanah lempung berat dengan karakteristik pengolahan yang baik, laju perkolasi dapat mencapai 1 – 3 mm/hari. Pada tanah-tanah yang lebih ringan, laju perkolasi bisa lebih tinggi.

slide23
4. Penggantian Lapisan Air

Penggantian lapisan air dilakukan setelah pemupukan. Penggantian lapisan air dilakukan menurut kebutuhan. Jika tidak ada penjadwalan semacam itu, lakukan penggantian sebanyak 2 kali, masing-masing 50 mm (atau 3.3 mm/hari selama ½ bulan) selama sebulan dan 2 bulan transplantasi.

slide24
5. Curah Hujan Efektif

Untuk irigasi padi, curah hujan efektif bulanan efektif bulanan diambil 70 % dari curah hujan minimum tengah bulanan dengan periode ulang 5 tahun.

Re = 0.7 x ½ Rs (setengah bulanan dengan T = 5 tahun)

Dimana :

Re = curah hujan efektif (mm/hari)

Rs = curah hujan minimum dengan periode ulang 5 tahun (mm)

slide25
6. Kebutuhan Air di Sawah untuk Petak Tersier

Banyaknya air untuk irigasi pada petak sawah dapat dirumuskan sebagai berikut :

Ir = S+Et+P-Re

dimana :

Ir = kebutuhan air irigasi

S = kebutuhan air untuk pengolahan tanah atau penggenangan

Et = evapotranspirasi

Re = curah hujan efektif

slide26
Padi

Perhitungan kebutuhan air dapat dilakukan dengan menggunakan tabel.

  • Dengan rotasi (alamiah) didalam petak tersier kegiatan-kegiatan penyiapan lahan diseluruh petak dapat diselesaikan secara berangsur-angsur. Rotasi alamiah digambarkan dengan pengaturan kegiatan-kegiatan setiap waktu ½ bulan bertahap.
  • Transplantasi akan dimulai pada pertengahan bulan kedua dan akan selesai dalam waktu 1 ½ bulan sesudah selesainya penyiapan lahan.
  • Harga-harga evapotranspirasi tanaman acuan Eto, laju perkolasi P dan curah hujan efektif Re adalah harga-harga asumsi.
  • Kedua penggantian lapisan air (WLR) diasumsikan. Masing-masing WLR dibuat bertahap.
slide27
B. Tanaman Ladang dan Tebu
  • Penyiapan Lahan

Masa prairigasi diperlukan guna menggarap lahan untuk ditanami dan untuk menciptakan kondisi lembab yang memadai untuk persemaian yang baru tumbuh. Banyak air yang dibutuhkan bergantung kepada kondisi tanah dan pola tanam yang diterapkan.

  • jumlah air 50-100 mm dianjurkan untuk tanaman ladang
  • jumlah 100-200 mm untuk tebu
slide28
2. Penggunaan Konsumtif

Asumsi harga-harga koefisien yang dipakai secara umum di Indonesia adalah sbb:

  • Evapotranspirasi harian 55 mm
  • Kecepatan angin antara 0 dan 5 m/dt
  • Kelembaban relatif minimum 70 %
  • Frekwensi irigasi/curah hujan per 7 hari
slide29
3. Perkolasi

Pada tanaman ladang, perkolasi air kedalam lapisan bawah tanah hanya akan terjadi setelah pemberian air irigasi. Dalam mempertimbangkan efisiensi irigasi, perkolasi hendaknya diperhitungkan.