1 / 69

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN. LEARNING RESOURCES CENTER FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009. NEXT. PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN. BAB I PENDAHULUAN BAB II PENGERTIAN PENDIDIKAN BAB III MACAM-MACAM ILMU PENDIDIKAN BAB IV KOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN

rianne
Download Presentation

PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN LEARNING RESOURCES CENTER FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN UNIVERSITAS SEBELAS MARET SURAKARTA 2009 NEXT

  2. PENGANTAR ILMU PENDIDIKAN BAB I PENDAHULUAN BABIIPENGERTIAN PENDIDIKAN BABIIIMACAM-MACAM ILMU PENDIDIKAN BABIVKOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN BABVPERGAULAN DAN KEWIBAWAAN BABVITINJAUAN SOSIOLOGI DARIPADA PENDIDIKAN BABVIITINJAUAN PSIKOLOGIS DARIPADA PENDIDIKAN DI INDONESIABABVIIISEJARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA BABIXPENDIDIKAN SEUMUR HIDUP BAB X PENDIDIKAN DAN PERUBAHAN JAMANBAB XI FILSAFAT DAN FILSAFAT PENDIDIKAN BACK NEXT

  3. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A. Manusia Pendidikan B. Dressur dan Pendidikan C. Hakekat Manusia 1. Manusia Sebagai Makhluk Raga dan Jiwa 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial 3. Manusia Sebagai Makhluk Pribadi dan Makhluk Tuhan D. Konsekuensi Pendidikan Terhadap Manusia 1. Manusia Sebagai Makhluk Raga Jiwa 2. Manusia Sebagai Makhluk Individu dan Sosial 3. Ditinjau Dari Monodilaisme Pribadi dan MakhlukCiptaan Tuhan E. Pengembangan Dimensi Hakekat Manusia F. Pembawaan 1. Pembawaan dan Lingkungan 2. Pembawaan dan Keturunan 3. Pembawaan dan Bakat 4. Lingkungan (Environment) BACK NEXT

  4. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN • Masalahpendidikanadalahmerupakanmasalah yang munculsejak adanya manusia. • Manusiaituadalahsesuatu yang ada yang penuhpotesiuntukberkembangterus, merealisasikandiri, menyempurnakanujudadanyasebagaimanusia. • Dalammenyempurnakandiriinidisampingdipengaruhiunsur-unsur yang datangdariluarjugadaya-daya yang datangdariindividu (dayaeksogindanendogin). • Diantarasekianbanyakpengaruhataudayadariluardirimanusia yang disengajadanmenguntungkanitutidak lain adalahpendidikan. • Hanyamanusialah yang memerlukanpendidikansedangkanselainmanusiatidakmemerlukanpendidikan. ManusiadanPendidikan BACK NEXT

  5. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN • Dressurtidakdapatdisamakandenganpendidikan. Dengankata lain: “pendidikan” yang dilakukanterhadapbinatangberlainandenganpendidikan yang dilakukanterhadapmanusia. • Dalambeberapahalmemangadapersamaannya. Persamaanituumumnyaterletakpadapertumbuhanbiologissaja, yaitu yang berhubungandenganperkembanganjasmaniah. • Sedangkanpadamanusiaharuslahdiperhitungkan pula perkembanganhiduppsikisnya. • Binatangadalahmakhlukalam yang tidakberkebudayaan. • Manusiamasukbilanganalam, tetapijugatermasukbilangankebudayaan. • Manusiaadalahmakhluk yang lebihtinggidaripadabinatang. • Dengandemikianmakamanusiaadalahmakhluk yang berbudi, berpikirdanmanusiaadalahanggotadaripersekutuanmasyarakat DressurdanPendidikan BACK NEXT

  6. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN HakekatManusia BACK NEXT

  7. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN Konsekuensi Pendidikan Terhadap Manusia BACK NEXT

  8. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN Pengembangan Dimensi Hakekat Manusia Dimensi-dimensihakikatmanusia yang secarasingkatterdiridaritujuhmacam, yaitu: Pertama: manusiasebagaimakhluk yang berdimensi raga danberdimensijiwa. Jiwaterdiridaritigahal, yaitucipta, rasa, dankarsa. 2. Kedua, manusiasebagaimakhluk yang berdimensiindividudanberdimensisosial. 3. Ketiga: manusiasebagaimakhluk yang berdimensipribadidanmakhlukTuhan. Mengembangkandimensimanusiasecarautuhdilakukandenganjalanmemberikanperlakukanterhadapketujuhdimensimanusiasecarameratadanproporsional. BACK NEXT

  9. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN Pembawaan Bagaimanakahhubunganantarapembawaandanlingkungan, keturunan, danbakat? PembawaandanLingkungan a. AliranNativism b. AliranEmpirisme c. AliranKonvergensi PembawaandanKeturunan Pembawaanialahseluruhkemungkinan yang terkandungdalamselbenih yang akanberkembangmencapaiperwujudannya. Keturunanadalahsifat-sifat yang adapadaseseorang yang diwariskan, (jadiadapersamaannyadenganorang yang mewariskannya) denganmelaluisel-selkelamindarigenerasi yang satukepadagenerasi yang lain yang berikutnya PembawaandanBakat Lingkungan (environment) BACK NEXT

  10. MAIN MENU BAB I PENDAHULUAN BAB IIPENGERTIAN PENDIDIKAN BACK NEXT

  11. MAIN MENU BAB II PENGERTIAN Istilah Pendidikan Adaduaistilah yang hampirsamabentuknya, yaitupaedagogie dam paedagogiek. Paedagogieberartipendidikan, sedangkanpaedagogiekartinyailmupendidikan. Menurut Carter V Good dalam Dictionary of Education yang dikutipolehNoorSyam (1980) dijelaskansebagaiberikut : 1. Pedagogy the art, practice, or profession of teaching. the systemimatized learning or intructointion concerning principles and me­thods of -teaching and of student con­trol and guidance; largely replaced by the term education. ( 7 : 387) 2. Jugamenurut Carter, Education berarti 1) prosesperkembanganpribadi 2) prosessosial 3) profesionalcources 4) seniuntukmembuatdanmemahamiilmupengetahuan yang tersusun yang diwarisi/ dikembangkanmasalampauolehtiapgenerasibangsa. BACK NEXT

  12. MAIN MENU BAB II PENGERTIAN Arti Pendidikan BACK NEXT

  13. MAIN MENU BAB II PENGERTIAN • Pendidikan di Indonesia berdasarkan Falsafah • Pancasila sebab Pancasila selain sebagai • dasar negara Indonesia,. • Dasar dan tujuan bagi semua bidang kegiatan • bangsa Indonesia, termasuk kegiatan • pendidikan di Indonesia. Dasar Pendidikan di Indonesia BACK NEXT

  14. MAIN MENU BAB II PENGERTIAN Pokok-pokok isi pendidikan di Indonesia NilaiPancasila, hendaknyadijabarkandanmenjiwaiisipendidikandalamartimenjadi program dariberbagaijenisdantingkatpendidikan. Keseluruhanisipendidikanharusditransformasikansecarasimultankepadaanakdidikdemiterbentuknyapribadi-pribadiPancasila. BACK NEXT

  15. MAIN MENU BAB II PENGERTIAN Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pelaksanaan Pendidikan Kegunaannyabagibangsa Indonesia danumatmanusia. Perkembangannyasecarahorisontal (lingkungandanmasyarakatsekelilingnya) danperkembangansecaravertikal (demipengembanganitusendiri). Kegunaannyabagipembangunandaerahdannasionalsertadalamhubungannyadenganpenciptaanlapangankerja. Lestarinyanilai-nilailuhurkepribadianbangsa Indonesia. BACK NEXT

  16. MAIN MENU BAB II PENGERTIAN • TeoriPendidikanSistematis • IlmuPendidikanPraktis • IlmuPendidikanHistoris • IlmuPendidikanKomparatif • IlmuPendidikanSosial • IlmuPendidikanNasional BABIIIMACAM-MACAM ILMU PENDIDIKAN BACK NEXT

  17. MAIN MENU BAB IIIMACAM ILMU 1.Teori Pendidikan Sistematis Ilmupendidikansistematisjugadisebutilmupendidikanteoritis, adalahilmupendidikan yang menguraikanmasalahteori-teori yang digunakansebagailandasanmelaksanakanpendidikan. Jadiilmupendidikanteoritismerupakankonsep-konseptentangteori yang digunakansebagailandasandalammelaksanakapendidikan. 2. IlmuPendidikanPraktis Jikailmuteoritismenjawabpertanyaanmengapausahatertentuharusdilaksanakan, makailmupendidikanpraktismenjawabpertanyaanbagaimanasesuatuusahaituharusdilaksanakan. Katakanlah yang menjadipersoalanialahpendidikan moral. Dalampersoalanini, ilmupendidikanteoritisberusahamenjawabpertanyaanmengapaanakharusmendapatpendidikan moral? Dengankata lain, mengapaharusdilakukanpendidikan moral? Sedangkanilmupendidikanpraktis, mempersoalkan, bagaimanapendidikan moral itudilaksanakan. BACK NEXT

  18. MAIN MENU BAB IIIMACAM ILMU 3. Ilmu Pendidikan Historis Usaha-usahapendidikanitutelahterdapatsemenjakdahulukala. Usaha-usahainiberjalanterusmenerussampaisekarang. Perkembanganusaha-usahapendidikaninisangatperludiketahuidandikajiuntukdicarimanfaatnyabagiusahapendidikandimasasekarang. Pengkajianataustuditentangusaha-usahapendidikandimasalampauitu, dilakukanolehilmupendidikanhistoris. 4. IlmuPendidikanKomparatif Setiapnegaradiduniainipastimelaksanakanusaha-usahapendidikan. Uraiantentangusaha-usahapendidikan yang terdapatdinegara-negaradiduniainidihipundalamilmupendidikankomparatif. Jaditugasilmupendidikankomparatifituadalahmelaksanakankomparatifantarausaha-usahapendidikan yang terdapatdinegaraataunegara-negara lain. BACK NEXT

  19. MAIN MENU BAB IIIMACAM ILMU 5. Ilmu Pendidikan Sosial PendidikanSosialituadalahsuatuusahamembimbingseorangindividu agar dapathidupserasidenganmasyarakatnyadandapatmengambilataumelaksanakanusaha-usahademikemajuannyaitu. Sepertidiktahui, setiapindividuitumempunyaiduaaspek, yaituaspekindividudanaspeksosial, makailmupendidikansosialinilah yang memperhatikanaspeksosialnyaitu. 6. IlmuPendidikanNasional Adapundefinisinya adalahpendidikan yang dilakukanolehsesuatubangsadandemikepentingankebangsaanitusendiri. Uraiantentangpendidikannasional, diberikandidalamilmupendidikannasional, Uraianitubiasanyameliputimasalah :Filsafatnya, Dasardantujuannya, Administrasidanpendidikannya, Organisasisekolahserta Sejarahnya BACK NEXT

  20. MAIN MENU BAB IIIMACAM ILMU • Anak Didik • Pendidik • Tujuan Pendidikan • Alat Pendidikan • Lingkungan Pendidikan • Pendidikan Sebagai Sistem BAB IVKOMPONEN-KOMPONEN PENDIDIKAN BACK NEXT

  21. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN Anak Didik • Anak (manusia) pada hakekatnya memiliki kebebasan yang terbatas. • Anak pada hakekatnya adalah makhluk yang memerlukan pendidikan. • Anak-anak pada usia awal • Dusta Anak BACK NEXT

  22. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN Pendidik • Pengertian Pendidik Pendidik adalahorangdewasa yang bertanggungjawabmemberipertolongankepadaanak yang masihdalamperkembanganjasmanidanrohaninya agar dapatmencapaikedewasaaannya. • Syarat-syaratsebagaiPendidik • Pengetahuan • Guru harussabardanrelaberkorban • Guru harusmempunyaiPerbawa (Gezag)terhadapanak-anak • Guru hendaklahorang yang penggembira • KesusilaandanDedikasi BACK NEXT

  23. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN Tujuan Pendidikan • Tujuan pendidikan memuat gambaran tentang nila-nilai yang baik, luhur, pantas, benar, indah, untuk kehidupan. • Tujuan pendidikan bersifat abstrak karena memuat nilai-nilai yang sifatnya abstrak. • Sedangkan pendidikan harus berupa tindakan yang ditujukan kepada peserta didik dalam kondisi tertentu, tempat tertentu, waktu tertentu dengan menggunakan alat tertentu. • Tujuan pendidikan di Indonesia dirumuskan berlandaskan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945. • Selanjutnya dijelaskan dalam Undang-undang Pendidikan dan Pengajaran No.4 Tahun 1950 jo. No. 12/1954 BACK NEXT

  24. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN Alat Pendidikan • Yang termasuk alat pendidikan/faktor pendidikan itu termasuk segala sesuatu yang membantu terlaksananya pendidikan. • dalam memilih alat-alat pendidikan manakah yang baik dan sesuai, haruslah memperhatikan empat syarat-syarat yang berikut: • Tujuan apakah yang hendak dicapai dengan alat itu. • Siapa (pendidik) yang menggunakan alat itu. • Anak (si terdididik) yang mana yang dikenai alat itu. • Bagaimana menggunakan alat itu. • Adapun alat-alat pendidikan yang sangat penting yang akan dibicarakan dalam bab ini ialah: pembiasaan dan pengawasan, perintah dan larangan, ganjaran dan hukuman. BACK NEXT

  25. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN Lingkungan Pendidikan • Pentingnya Pendidikan dalam Lingkungan Keluarga • Kedudukan Orang Dewasa dalam Keluarga • Peranan Anggota Keluarga Terhadap Pendidikan Anak • Pengaruh Lingkungan Keluarga terhadap Pendidikan Anak • Petunjuk-petunjuk Penting bagi Pendidikan dan LingkunganKeluarga • Masyarakat dan Pendidikan • Peranan Sekolah dalam Masyarakat • Pendidikan Sebagai Sistem BACK NEXT

  26. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN Pendidikan Sebagai Sistem Sistem mencakup hal-hal sebagai berikut : • Sistem merupakan suatu kesatuan yang berstruktur. • Kesatuan tersebut terdiri dari sejumlah komponen yang saling berpengaruh • Masing-masing komponen mempunyai fungsi tertentu dan secara bersama-sama melaksanakan fungsi struktur, yaitu mencapai tujuan sistem. BACK NEXT

  27. MAIN MENU BAB IVKOMPONEN BAB VPERGAULAN DAN KEWIBAWAAN BACK NEXT

  28. MAIN MENU BAB VPERGAULAN Manusia Sebagai Makhluk Sosial • Sifat-SifatManusia • Bahwamanusiaitumakhluk yang berdirisendiritetapisekaligusjugamakhluk yang bergantungpadaTuhan • Bahwamanusiaitumakhlukbadani, tetapisekaligusjugamakhlukrohani • Bahwamanusiaadalahmakhluk yang individual tetapijugasekaligusadalahmakhluksosial. • Dipandangdarisegiumurnya, pergaulandapatdibedakan, menjaditigamacamyaitu : • Antaraorangtuadenganorangtua • Antaraorangtuadengananak • Antaraanakdengananak BACK NEXT

  29. MAIN MENU BAB VPERGAULAN • Di dalam setiap pergaulan itu disengaja atau tidak disengaja terjadilah pengaruh mempengaruhi : • Orang tua yang satu mempengaruhi orang tua lain • Orang tua mempengaruhi anak, tetapi sebaliknya juga anak mempengaruhi orang tua • Anak yang satu mempengaruhi anak yang lain  BACK NEXT

  30. MAIN MENU BAB VPERGAULAN Pergaulan dan Pendidikan 1. KewibawaandanKetakutan a. Kepatuhan yang dihasilkanoleh rasa takutadalahkepatuhan yang terpaksa, suatukepatuhan yang tidaksecarasukarela. Iniadalahkepatuhanpalsu b. Kepatuhan yang dihasilkanolehkewibawaan, adalahkepatuhan yang sukarela, tanpa rasa terpaksa. Iniadalahkepatuhansejati. BahasaJawa : nungkulkaronoraris c. FaedahPergaulan • KewibawaandalamPendidikan Kewibawaanataugezag, adalahsuatudayapengaruh yang terdapatpadaseseorang, sehinggaorang lain yang berhadapandengandiasecarasadardansukarelamenjaditundukdanpatuhkepadanya Kewibawaanituadaduamacam, yaitu: a. Kewibawaanlahir, adalahkewibawaan yang timbulkarenakesan-kesanlahir. Pakaian yang rapih, lengkap, badanatauperawakan yang segar, dapatmenimbulkankewibawaanlahir b. Kewibawaanbatin, adalahkewibawaan yang didukungolehkeadaanbatinseseorang BACK NEXT

  31. MAIN MENU BAB VPERGAULAN Gezag batin lebih dibutuhkan oleh para pendidik di dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik, apabila pendidik itu: • menunjukkan rasa cintanya kepada anak didik • menunjukkan di dalam tingkah lakunya, bahwa dia menjadi pendukung norma yang sungguh-sungguh, yaitu norma yang hendak ditanamkan kepada anak didiknya • menunjukkan bahwa pendidik adalah orang yang punya kelebihan dari pada anak didik • menunjukkan bahwa segala tindakan pendidikannya adalah bukan demi dirinya sendiri, melainkan demi anak didiknya itu BACK NEXT

  32. MAIN MENU BAB VPERGAULAN Agar supaya kewibawaan yang dimiliki itu tidak goyah maka hendaknya pendidik itu selalu: • Bersedia memberikan alasan yang mudah diterima anak mengapa dia menghendaki anak didiknya begini, mengapa dia menasihati anak didiknya sendiri begitu, mengapa ia melarang anak didiknya berbuat demikian, dan lain sebagainya • Pendidik selalu menunjukkan sikap demi anak didik • Pendidik harus bersikap sabar • Semakin bertambah umur anak didik, kebebasan harus semakin diberikan kepada anak-anak didik itu BACK NEXT

  33. MAIN MENU BAB VPERGAULAN Kewibawaan (Gesag) dalam Pendidik • Gezagberasaldarikatazeggen yang berarti “berkata”. Siapa yang “perkataannya” mempunyaikekuatanmengikatterhadaporang lain, berartimempunyaikewibawaan ataugezagterhadaporangitu • Adapunkewibawaanorangtuaitubersifatganda: • KewibawaanPendidikan • Orangtuamerupakankepaladarisuatukeluarga • Kewibawaan guru ataupendidiklainnya, yang karenajabatan, jugabersifatdua, yaitu : • KewibawaanPendidikan • KewibawaanMemerintah BACK NEXT

  34. MAIN MENU BAB VPERGAULAN Penggunaan kewibawaan pada pendidik harus berdasarkan faktor-faktor berikut : • Dalam menggunakan kewibawaan itu hendaklah didasarkan atas perkembangan anak itu sendiri sebagai pribadi • Pendidik hendaklah memberi kesempatan kepada anak untuk bertindak atas inisiatif sendiri • Pendidik hendaknya menjalankan kewibawaannya itu atas dasar cinta kepada si anak memperbandingkanperbawadalampendidikaninidenganperbawadalammasyarakatorangdewasa. • Kewajibandanpelaksanaankewibawaandalamkeluarga • Pelaksanaankewibawaandalampendidikanituharusbersandarkanperwujudannorma-normadalamdirisipendidiksendiri • Negara dapattetapberjalanbaikselamawarganegaranyahidupsesuaidenganundang-undangdanperaturan-peraturan yang berlakudinegaraitu BACK NEXT

  35. MAIN MENU BAB VPERGAULAN • Pendidikan dan Masyarakat • Pendidikan dan Pembangunan Masyarakat • Pendidikan dan Kesadaran Kebangsaan Indonesia • Pendidikan dan Kelestarian Pancasila • Pendidikan dan Kesejaheraan Masyakat BACK NEXT

  36. MAIN MENU BAB VITINJAUAN Pendidikan dan Masyarakat Hal iniperludisadaribahwahidupdidalammasyarakatitutidakmudah. Adapun yang menjadipenyebabnyaadalah: • Bahwadidalammasyarakatterdapattatakehidupan yang beranekaragam. • Bahwakepentinganantaraidividu yang satutidaksamadengankepentinganindividu yang lain, • Bahwamasyarakatitusendiriselalumengalamiperkembangan-perkembangan BACK NEXT

  37. MAIN MENU BAB VITINJAUAN Pendidikan dan Pembangunan Masyarakat Anggotamasyarakatitubiasanyadigolongkanmenjadidua, yaitu: • Yang bersikapstatis, yaituorang yang selaluinginmempertahankan yang lama saja • Yang menghendakiadanyahal-hal yang baru, yang majuMereka yang demikianadalahmereka yang kreatifdinamis BACK NEXT

  38. MAIN MENU BAB VITINJAUAN Pendidikan dan Kesadaran Kebangsaan Indonesia Pendidikan Indonesia harus mengkorbankan semangat kebangsaan, menanamkan kesadaran kepada anak didiknya. Sebab apabila kesadaran kebangsaan ini tidak ditumbuhkan, dipupuk dan dikembangkan pada anak didik atau generasi muda Indonesia, maka akan terulanglah tragedi nasional yang amat memilukan, yaitu terpecahnya bangsa Indonesia menjadi di bagian yang kecil-kecil lagi yang berarti negara Republik Indonesia hancur. BACK NEXT

  39. MAIN MENU BAB VITINJAUAN Pendidikan dan Kelestarian Pancasila Pancasila itu merupakan pandangan hidup yang asli dari bumi Indonesia yang diwariskan oleh nenek moyang kita. Demikianlah, maka Pancasila itu merupakan jiwa, pribadi, dan pandangan hidup bangsa Indonesia Dalam hal ini anak didik perlu diperkenalkan nilai-nilai Pancasila untuk dihayatidan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam kehidupan masyarakatpun Pancasila perlu diperkenalkan kepada seluruh warga masyarakat melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan untuk diketahui, dihayati dan dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari BACK NEXT

  40. MAIN MENU BAB VITINJAUAN Pendidikan dan Kesejahteraan Masyarakat • TujuanPendidikandi Indonesia • Manusiasusiladiutamakankarena : • Individususila yang tidakdapatmemajukankesejahteraandankemakmuranbangsanya • Individu yang cakaptetapitidaksusilaitudapatberbahayabagibangsanya, bagimasyarakatnya. Sebabkecakapan yang dimilikiitudapatdigunakanuntukmenjalankankejahatanterhadapbangsanya, masyarakatnya : memeras, membantai • Pendidikanmanusiaseutuhnya • Keutuhanpotensisubyekmanusiasebagaisubyek yang berkembang • Keutuhanwawasan (orientasi) manusiasebagaisubyek yang sadarnilai (yang menghayatidanyakinakancita­citadantujuanhidupnya) BACK NEXT

  41. MAIN MENU BAB VITINJAUAN • HukumDasarPerkembanganKejiwaanManusia • Lingkunganfisik • Lingkungansosial • ProsesPendidikanAutoaktivitas • Motivasi Internal • MotivasiEksternal BACK NEXT

  42. BAB VIIPSIKOLOGIS PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU Hukum Dasar Perkembangan Kejiwaan Manusia • Lingkungan manusia itu terdiri dari : • Lingkungan Fisik • Lingkungan Sosial • Keunikan atau kekhasan manusia/anak itu terbentuk oleh tiga faktor antara lain: • Keturunan (heredity) • Lingkungan (environtment) • Diri (self) • Keturunan (heredity) BACK NEXT

  43. BAB VIIPSIKOLOGIS PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU Proses Pendidikan Autoaktivitas 1. Motivasi Fungsi motivasi dalam proses pendidikan ialah membangkitkan dorongan untuk melakukan aktivitas-aktivitas pendidikan 2. Motivasi Internal Yang paling ideal ialah bahwa terdapat motivasi secara internal pada diri anak didik dalam mengikuti kegiatan pendidikan • Motivasi Eksternal Motivasi internal intensitasnya lebih kuat dan lebih tahan lama dari pada motivasi eksternal, agar supaya anak didik dapat aktif mengikuti kegiatan pendidikan BACK NEXT

  44. BAB VIIPSIKOLOGIS PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU BAB VIIISEJARAH PENDIDIKAN DI INDONESIA • Pendidikan Indonesia di Masa Kerajaan • Pendidikan Indonesia di Masa Penjajahan Bangsa Barat • Selama VOC (1602-1799) Inggris, Hindia Belanda, Selama 250 Tahun • Politik Etis : Ere Schuld (Hutang Budi) • Budi Utomo • Jenis-Jenis Sekolah • Muhammadiyah 1912 • Kristiani • Taman Siswa • Sekolah Kerja • Kongres Pendidikan Normal • Pendidikan di Indonesia Zaman Jajahan Jepang • Zaman Kemerdekaan BACK NEXT

  45. BAB VIIISEJARAH PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU Pendidikan Indonesia Di Masa Kerajaan Pendidikan di masa kerajaan dimulia dari kerajaan Sriwijaya. Pada kerajaan Mataram kuno yang terletak/berpusat di Jawa Tengah, aktivitas pendidikannya: • Menterjemahkan buku-buku agama Budha • Menterjemahkan buku-buku lain ke bahasa Jawa kuno, umpamanya Ramayana. • Perguruan tinggi di masa Kerajaan Mataram kuno sudah meliputi: Fakultas Agama, Fakultas Sastra, Fakultas Bangunan/teknik Bangunan BACK NEXT

  46. BAB VIIISEJARAH PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU Pendidikan Indonesia Di Masa Penjajahan Bangsa Barat: 350 Tahun • Selama VOC (1602 – 1799), Inggris, Hindia Belanda : selama 250 tahun, pendidikan untuk rakyat Nusantara sangat terlantar • Politik Etis : Ere Schuld (Hutang Budi), Setelah adanya tanam paksa (Cultur stelsel : 1830). Belanda menjadi kaya raya • Budi Utomo: BO, 1908, Budi Utomo didirikan atas dorongan kesadaran berbangsa dan kepentingan bangsa Indonesia, tokohnya : Dr. Wahidin Sudiro Husodo, dr. Sutomo • Jenis-Jenis Sekolah, Semenjak tahun 1908 terdapat perubahan-perubahan didalam penyelenggaraan sekolah • Muhammadiyah: 1912, KH. Ahmad Dahlan mendirikan sekolah-sekolah Muhammadiyah yang berpusat di Yogyakarta • Kristiani, Katholik: Sekolah Misi : Oleh pastur Van Lith di Muntilan, Kristen : Sekolah Zending • Taman Siswa: 3 Juli 1922 • Sekolah Kerja: Kayu Tanam/Sumatera Barat • Konggres Pendidikan Nasional, Pada tahun 1938 atas usul Ki Hajar Dewantoro BACK NEXT

  47. BAB VPSIKOLOGIS PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU Pendidikan Di Indonesia Zaman Jajahan Jepang (1942 – 1945) Pendidikan zaman Jepang bertambah parah. Tujuan pendidikan bukan untuk memajukan bangsa Indonesia, Tetapi mendidik anak-anak untuk dapat menunjang kepentingan perang Jepang melawan Sekutu • Kelemahan pendidikan zaman Jepang • Kerja bakti : kinrohosi; cari iles-iles : nama jarak cari besi tua • Bahasa Inggris dilarang : pengetahuan sempit • Latihan kemiliteran/baris-berbaris : kyoren • Keuntungan: • Sekolah Rakyat 6 tahun • Bahasa Indonesia : bahasa pengantar • Senam pagi : taiso • Peta : Pembela Tanah Air • Gotong Royong BACK NEXT

  48. BAB VPSIKOLOGIS PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU Zaman Kemerdekaan Pada tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan. Hari proklamasi ini merupakan hari Kelahiran bangsa Indonesia yang sebenarnya Dasarnya: • UUD yang digunakan adalah UUD 1945, yang terdiri dari 37 pasal. Pasal yang berkaitan dengan pendidikan adalah pasal 31 yang terdiri dari dua ayat : • ayat 1:Tiap warga negara berhak menerima pendidikan dan pengajaran • ayat 2: Pemerintah berusaha menyelenggarakan suatu pendidikan nasional yang diatur oleh undang-undang BACK NEXT

  49. BAB VIIISEJARAH PENDIDIKANDI INDONESIA MAIN MENU • Pendahuluan • Macam-Macam Pendidikan Seumur Hidup • Prinsip Dasar Pendidikan Seumur Hidup • Tujuan Pendidikan Seumur Hidup • Konsep Pendidikan Seumur Hidup BACK NEXT

  50. BAB IX PENDIDIKAN SEUMUR HIDUP MAIN MENU Pendahuluan • Pendidikan seumur hidup didasarkan pada konsep bahwa seluruh individu harus memiliki kesempatan yang sistematik, terorganisir untuk “instruktion”, studi dan “learning” di setiap kesempatan sepanjang hidup mereka • Dikatakan oleh Silva, 1973, “Pendidikan seumur hidup berkenaan dengan prinsip perngorganisasian yang akhirnya memungkinkan pendidikan untuk melakukan fungsinya”. • Dalam garis-garis Besar Haluan Negara dikatakan :Pendidikan berlangsung seumur hidup dan dilaksanakan di dalam lingkungan rumah tangga, sekolah, dan masyarakat. BACK NEXT

More Related