Pelatihan Jurnalistik Radio Friedrich Naumann Stiftung Bima & Sumatera, April - Juni 2002 - PowerPoint PPT Presentation

rian
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Pelatihan Jurnalistik Radio Friedrich Naumann Stiftung Bima & Sumatera, April - Juni 2002 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Pelatihan Jurnalistik Radio Friedrich Naumann Stiftung Bima & Sumatera, April - Juni 2002

play fullscreen
1 / 71
Download Presentation
Pelatihan Jurnalistik Radio Friedrich Naumann Stiftung Bima & Sumatera, April - Juni 2002
157 Views
Download Presentation

Pelatihan Jurnalistik Radio Friedrich Naumann Stiftung Bima & Sumatera, April - Juni 2002

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Pelatihan Jurnalistik Radio Friedrich Naumann Stiftung Bima & Sumatera, April - Juni 2002

  2. Apa itu Jurnalisme Radio? Jurnalistik: cabang Ilmu Komunikasi yg mempelajari keterampilan untuk mencari, mengumpulkan, menyeleksi & mengolah INFORMASI (atau lebih tepatnya PERISTIWA) serta menyajikannya kepada khalayak melalui media massa (cetak/ elektronik). Jurnalisme: Bentuk kegiatan (usaha-usaha) dari JURNALISTIK. Jadi, apa JURNALISME RADIOitu?

  3. Kegiatan Jurnalisme Radio Rumus PEPA dalam kegiatan Jurnalisme Radio: Prospecting: Mencari & mengumpulkan. Editing: Menyeleksi. Producing: Mengolah. Announcing News Value: Menyajikan informasi (tentunya yg ber- NILAI BERITA). Jangan lupa: Ciri utama dari karya JURNALISTIK adalah Based on Fact!Berdasarkan fakta!

  4. Tiga Dasar Kegiatan JR • Honesty:Jujur. • Accouracy: Akurat. • Fairness: Apa adanya. • Fungsi Utama JR: • Menyiarkan secara faktual. • Meniadakan/ mengurangi ketidakpastian. Model Penyajian: • Block Format: Pemblokan acara. • In Between: Selingan dari sebuah program (seperti: Breaking News CNN).

  5. Karakter Jurnalisme Radio Suara: Bagaimana siaran/ khususnya informasi radio yg semata-mata mengandalkan SUARA itu mampu jelas dicerna PENDENGAR. Selintas Dengar: Harus segera dimengerti. (Ingat, ciri khas: TIDAK TERDOKUMENTASI). Kecepatan: Siarkan secepat mungkin, jangan ditunda-tunda! Reaksi Emosional: Suara lebih mampu mengedepankan EMOSI ketimbang NALAR. Perhitungkan DAMPAK nya!

  6. Apa itu Berita Radio? Berita: Tidak lain tidak bukan adalah Peristiwa yg dilaporkan. Peristiwa: Kejadian yg telah berlangsung. Secara teknis, berita baru muncul hanya setelah DILAPORKAN. Segala hal yg diperoleh di lapangan & masih akan dilaporkan, belum merupakan berita, melainkan baru sekedar PERISTIWA. Berita Radio: Peristiwa yg dilaporkan untuk PENDENGAR.

  7. 7 Fungsi Berita Radio • 1. Curiosity:Menjawab rasa keingintahuan • PENDENGAR. • 2. Important: Penting. • 3. Interest: Menarik (Unique Selling Point ). • 4.Understandable: Mudah dimengerti. • 5. Actuality & Balance: aktual & seimbang. • 6. Continuity/ Follow Up: Perkembangan terakhir. • 7. Communication Needs: Memenuhi • kebutuhan berkomunikasi. • Keenam Fungsi itu sering disebut sebagai DAYA TARIK BERITA RADIO.

  8. Menimbang News Value • Beberapa Pertimbangan dalam Menentukan News Value: • Important & Interesting. • Proximity: Nilai kedekatan Geografis, psikografis/ emosi & kesamaan nasib. • Personalitas: Siapa yg berbicara. • Un-usual: Keluarbiasaan/ ketidakbiasaan. • Konflik: Pertentangan pemikiran dari berbagai pihak. • Nilai Tanggung Jawab Nasional: La Presse Engagee!

  9. News Judgement • Pertimbangan Berita (3i): • Impact: Dampak. • Interest: Minat. • Information: Berguna/ dibutuhkan. Kode Etik: 1. Human Rights (Tidak mengganggu HAM). 2. Hak-hak Individu(Hindari LIBEL, pencemaran nama baik). 3.Tidak Menyinggung SARA (Suku, Agama, Ras & Antar-golongan).

  10. Tiga Tahap Liputan Liputan Dasar: STRAIGHT NEWS. Liputan Madya: NEWS FEATURE. Liputan Lanjutan: NEWS ANALYSIS (Indept Reporting & Investigative Reporting). Jadi, STRAIGHT NEWS merupakan Tingkatan Dasar dalam Jurnalistik. Straight News: Berita aktual yg disajikan secara lbh singkat dengan teknik penulisan dimulai dari YANG TERPENTING… menuju YANG KURANG PENTING. (Teknik Penulisan Piramida Terbalik).

  11. 4 Tahap Piramida Terbalik • Lead: Inti persoalan. • Atmosfir: Gambaran suasana peristiwa. • Background: Fakta penyebab peristiwa (Why & How?). • Fakta Pendukung: Merupakan pelengkap saja. Jika, waktu tidak memungkinkan bagian ini bisa tdk diikutsertakan. Rumus ABC: Accuracy+Balance+Clarity= CREDIBILITY Naskah Straight News: 1. Naskah Biasa. 2. Naskah plus ‘INSERT’.

  12. Live Dispatch Di dunia Jurnalistik Radio Straight News dikenal dengan nama LIVE DISPATCH atau REPORTAGE. Teknik Melaporkan LD/ R: 1. Relax: Jangan tegang. 2. Intonasi Dinamis: Mengalir seperti air. 3. Impresi: Tekanan pd kata-kata penting. 4. Gunakan Kalimat Aktif & Variasi Kata. 5. Jangan Terbawa Suasana. 6. Emphaty: MenghayatiPeristiwa.

  13. Reportage • Reportase Radio: Laporan dari lapangan (‘Laporan Pandangan Mata’) tentang sebuah peristiwa. • Ragam Reportase: • Report on the Spot/ SOP: Laporan langsung/ LIVE REPORTAGE. • Recorded Reportage: Laporan tunda/ DELAYED REPORTAGE (direkam terlebih dahulu, sebelum disiarkan). Dengan syarat, informasi dari pertanyaan WHEN harus menjadi fokus dalam LEAD.

  14. Readibility Rate • Perkara Tingkat keterbacaan (Readibility Rate) adalah hal penting dalam penulisan berita. Karena dengan inilah, Anda bisa membedakan berbagai kata & kapan saat yg tepat utk menggunakannya. Dengan begitu, Anda akan mampu membabat kata-kata berkabut. Anjuran yg agak keras ini bermaksud agar tulisan lebih gampang & enak dibaca. • Maka, ingatlah: • Kejernihan ( Clarity ) lebih penting dari gaya. • Salah satu cara utk jernih: Babat kata-kata berkabut!

  15. Verb vs Adjective Ada yg layak tidak KITA lupakan dalam seni menulis berita keras. Yakni, seni menggunakan kata kerja utk mengganti kata sifat. Bandingkanlah 2 contoh ini: 1. “Seorang wanita tua yg kelelahan bekerja di sawahnya!” 2. “Seorang wanita tua membajak, kepalanya merunduk, nafasnya tersengal.” Kalimat pertama menggunakan kata sifat, kalimat kedua dengan kata kerja. Kata sifat fungsinya memberitahu ( to tell ), kata kerja menggambarkan tindakan( to show ). Don’t Tell it, but Show it!

  16. Talk Show • “Sebuah Upaya untuk Menggagas Pemberdayaan masyarakat.” • Langkah-langkah Persiapan TS: • Menentukan Tujuan. • Menentukan Interviewee (narsum). • Riset Materi: Agar pertanyaan mengarah. • Menyusun Struktur Wawancara: Skala prioritas pertanyaan. • Merancang “Questions Route.” • Menyiapkan Peralatan.

  17. Memulai Talk Show 5 Upaya utk Segera Memulai TS: 1. Memastikan Bentuk & Peruntukkannya. 2. Kepastian Topik & Intervieweedisenangi Pendengarsesuai dengan segmentasi masing- masing radio. 3. Memastikan TS tetap bisa dilakukan walau dengan keterbatasan alat/ waktu siar. 4. TetapkanAturan Main. 5. Yakin bahwa Interviewee dapat memberikan jawaban yg responsif.

  18. Tujuan Talk Show 1. Memastikan Fakta. 2. Memperoleh ‘statement’: Biasanya muncul pernyataan-pernyataan baru dari narsum. 3. Menggali Titik Pandang. 4. Mendapatkan opini yg representatif. Syarat Talk Show yg Baik: 1. Menjawab Permasalahan: Terjadi ORGASME JURNALISTIK, sehingga tujuan tercapai. 2. Efektivitas & Efisiensi.

  19. Menjadi Host yang Baik Persyaratan Interviewer yg Baik: 1. MempunyaiWawasan yang luas. 2. Dapat berbicara dengan Baik (tidak GUGUP). 3. Memiliki Persyaratan Dasar Jurnalistik(balance terhadap opini dan dapat berbahasa yg baik & benar). 4. Personalitas kuat. 5. Well Inform & Well Educated(Berpengetahuan). 6. Menguasai ‘Body Languange’ dengan Baik. 7. Profesionalitas. 8. Hindari Masturbasi Siaran: Kepuasan sendiri semata.

  20. Teknik Wawancara • Memanfaatkan ‘Ice Breaking’: Pandai memecahkan KEBEKUAN saat wawancara. • Menguasai Permasalahan. • Memulai pertanyaan dariyg UMUM ke yg KHUSUS. • HindariPertanyaan GANDA. • PadaGroup Interview bertanyalah pada INTERVIEWEE yg paling LEMAH (statusnya, pengetahuannya, jabatannya, dll). • Sekali-kali perlu ‘Cooling Down’ saat durasi masih lama. • Body Languange:utk Menghentikan/ Menyeling wawancara. • Konsisten menggunakanBAHASA TUTURyg Understanable. • Net Qoestions: Trik menggali pertanyaan dengan MENGUTIP sebagian jawaban interviewee.

  21. Rumus Wawancara Rumus Wawancara yg Baik: 1. Simplicity: Simpel/ tidak berbelit-belit. 2. Clearity: Jelas tapi padat. 3. Responsibility: Tanggungjawab kepada pendengar/ masyarakat. 4. Balance: Tidak berpihak & Memberikan kesempatan yg sama dalam wawancara grup. Jangan pernah diabaikan!Personality on the Air (Menurut hasil penelitian Minnesotha University, AS: “Manusia dipengaruhi 80% emosi, 20% logika.”

  22. Merancang News Bulletin News Bulletin:Karya jurnalistik radio yang menghibur dengan berbagai topik/ sub topik disajikan dalam bentuk-bentuk yang menarik, kreatif & penuh warna. Pada prinsipnya, News Bulletinadalah pengembangan dari Air Magazine. Dimana penyiarnya sebagai ANCHOR (Anchorman/ Anchorlady/ DJ). News Bulletinbisa disajikan untuk Laporan Khusus untuk kegiatan-kegiatan yg juga KHUSUS, seperti: Olimpiade, Sea Games, PON, Pemilu, SU MPR, Pekan Raya, MTQ, Festival Musik & Film, dll.

  23. Elemen News Bulletin 1. Sound Music: Sebagai smash pembuka. 2. Berbagai Topik/ Sub Topik. 3. Penyiar sebagai Anchor. 4. Sound Effect: creative sound atau natural sound. 5. Colourfull: Variasi penyajian/ Berwarna. 6. Reporter & Interviewer. Penggolongan Bulletin: News Bulletin, Sport Bulletin, Woman/ Man Bulletin, Art & Culture Bulletin, Science & Technology Bulletin, dsb.

  24. Prosedur Pelaksanaan 1. Pengumpulan topik: Prospecting tokoh. 2. Menentukan Tema & Judul. 3. Books Reference. 4. Rapat Redaksi: KISS - Keep in Short & Simple. 5. Hunting: Penggalian topik di lapangan. 6. Music Selection & Sound Production. 7. Editing. 8. Penulisan Naskah. 9. Casting: Anchor/ reporter/ interviewer. 10. Recording. 11. Mixing/ Finishing Touch.

  25. Kekhasan News Bulletin 1. Ear Catcher: Unsur pemikat yg kreatif & berwarna. 2. Opening: Menyebutkan tema & edisi. 3. Prolog: Menyebutkan daftar isi edisi ybs. 4. Music: Dapat dinikmati tersendiri. 5. Sound Collage: Kolase/ selingan musik (instrumentalia) sebagai tempelan suara yg tidak berhubungan satu sama lain, tetapi ketika disatukan menjadi paduan bunyi yg unik & bercita rasa seni. 6. Gaya bicara Anchor harus familiar, hangat, luwes & sopan. 7. Masing-masing materi/ menudapat dinikmati tersendiri& saling memperkaya.

  26. Investigative Reporting Apa itu Jurnalisme Investigasi? “Suatu bentuk peliputan berdasarkan inisiatif dan hasil kerja wartawan terhadap masalah-masalah penting yang dirahasiakan seseorang atau organisasi.” (Jhon Ullman & Steve Honeyman dari Missouri University, AS dalam The Reporter’s Handbook: An Investigator’s Guide to Documents & Techniques, 1983). Laporan Investigasi BUKAN Laporan Biasa. Ia bagaikan Pisau Tajam yg siap membedah keburukan siapa punyg terlibat skandal. Ia juga bisa seperti Mata Dewayg siap menembus pekatnya ruang gelap yg menyimpan banyak rahasia.

  27. Tiga Elemen Dasar IR • Dilakukan olehWartawan itu sendiri. • Merupakaninformasi rahasiayg disembunyikan dari perhatian publik. • Masalah yg diungkapkan memiliki arti pentingdi mata masyarakat/ pendengarnya. Something is Wrong Ivestigative Reporting dimulai dari suatu anggapan/ kecurigaan that someone has done something wrong!Berdasarkan ‘info’ atau pengamatan jeli si reporter sendiri yg mencium ketidakberesan mengenai suatu hal.

  28. Keterampilan Tak Terasah • Perbedaan IR & In-dept Reporting: • IR: Laporan yg benar-benar menyajikan hasil penelusuran & penyelidikan si wartawan. Ada hal baru yg diungkap. • IdR: Laporan yg hanya mengungkap, mengorganisasikan & menganalisis fakta-fakta yg telah diketahui banyak orang dan tidak dirahasiakan lagi. • Para wartawan investigatif harus menjadi anjing penjaga (watchdog) dalam menjalankan fungsi-fungsi sosialnya: Melawan kepalsuan& ‘Mengungkap Kebenaran.’ (Paham Crusading Journalism).

  29. Prinsip-prinsip IR • 1. Obyektifitas: Tidak berdasarkan pada asumsi. • 2. Fairness: Kejujuran. • 3. Impartiality: Ketidakberpihakan. • 4. Cover both-sides: Memberi kesempatan yg sama • kepada pihak yg saling bertentangan. • 5. Check & Recheck: Jangan segan mengonfirmasi. • 6. Hipotesisharus dibangun secara teliti, pelan-pelan • dan akurat. • 7. Jika perlu dicari second opinion: untuk • meyakinkan hipotesis kita.

  30. Langkah-langkah IR • 1. Smelling a Story: Mengendus ketidakberesan. • 2. Menentukan Subyek: Seberapa besar magnitude- • nya bagi kepentingan umum & dukungan atasan. • 3. Perencanaan: Didahului dengan diskusi, • brainstorming, disusul dengan rencana outline • (rencana kerja, waktu, biaya & penetuan narsum). • 4. Riset: Agar menguasai masalah saat terjun ke • ‘medan perang.’ • 5. Check, Double Check & Triple Check: terhadap • informasi & data yg diperoleh di lapangan. • 6. Memulai Penulisan: yg otoritatif, manusiawi & • enak dibaca.

  31. Feature • Pada Mulanya adalah sebuah FEATURE : • Sesungguhnya FeatureRadio itu dapat disebut sajasebagai Karya Jurnalistik-Artistik. Karena, di dalam Feature kita bisa memainkan unsur-unsur seni guna memperkaya & sekaligus memperindah berita ke khalayak pendengar. • Cerita Featureadalah artikel yg kreatif, kadang-kadang subyektif, terutama dimaksudkan untuk membuat senang & memberi informasi kepada pendengar tentang suatu peristiwa, keadaan atau aspek kehidupan lainnya.

  32. Unsur-unsur Feature • Kreativitas: Memungkinkan reporter ‘menciptakan’ sebuah cerita. Namun, tulisan harus tetap akurat, tidak boleh fiktif. • Subyektivitas: Beberapa feature ditulis dalam bentuk “AKU”, sehingga memungkinkan reporter memasukkan emosi & pikirannyasendiri. • Informatif: Memberikan informasi kepada masyarakat mengenai situasi atau aspek kehidupan yg mungkin diabaikan dalam penulisan berita biasa. • Menghibur: Berita feature biasanya eksklusif. Ia memberikan variasi terhadap berita-berita rutin. • Awet: Berita hardnews mudah sekali “punah”, tapi feature bisa disimpan berhari, berminggu atau bertahun-tahun.

  33. Kisahkanlah Cerita itu! • Dalam menulisstraight news yg diutamakan ialahpengaturan kata-kata, tapi dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik “mengisahkan sebuah cerita”. Sebab, itulah kunci perbedaan, antara straight news & feature. • Penulis featureradiopada hakikatnya, seorang yg berkisah. Ia melukis gambar dengan kata-kata; menghidupkan imajinasi pendengar & menarik pendengar agar larut ke dalam cerita-nya. • “Penulis feature radio tetap menggunakan Kaidah Penulisan Dasar Jurnalistik. Namun, bila ada aturan/ teori yg mengurangi kelincahannya, ia segera menerobos aturan itu.”

  34. Kesalahan Fakta • Dalam menulisstraight news yg diutamakan ialahpengaturan kata-kata, tapi dalam penulisan feature kita dapat memakai teknik “mengisahkan sebuah cerita”. Sebab, itulah kunci perbedaan, antara straight news & feature. • Penulis featureradiopada hakikatnya, seorang yg berkisah. Ia melukis gambar dengan kata-kata; menghidupkan imajinasi pendengar & menarik pendengar agar larut ke dalam cerita -nya. • “Penulis feature radio tetap menggunakan kaidah penulisan Dasar Jurnalistik. Namun, bila ada aturan/ teori yg mengurangi kelincahannya, ia segera menerobos aturan itu.” • Utk mengumpulkan informasi dg tepat, REPORTER hrs mengambil langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari kesalahan fakta: • 1. Bila mewawancarai seseorang, tanyakan nama, umur, • alamat & nomor teleponnya (Jika dari tangan kedua, • harap kembali dicek). • 2. Jangan sekali-kali beranggapan, Anda mengetahui • semuanya. Hrs mengecek ulang informasi yg penting. • 3. Bila tulisan Anda menyangkut materi yg rumit (istilah • teknis), pastikan Anda sudah memahaminya! • 4. Bila menggunakan statistik/ data matematis, REPORTER • hrs mengecek angka-angka & menghitungnya.

  35. Akurat, bung! • Penulis feature tentu membutuhkan imajinasi yg baik utk menjahit kata-kata menjadi cerita yg menarik. Namun, imajinasi itu tidak boleh mewarnai fakta-fakta dalam ceritanya. • Cerita khayalan tidak boleh ada dalam penulisan feature. • Wartawan radio profesional tidak akan menipu pendengarnya, walau sedikit, karena ia sadar terhadap etika& bahaya yg bakal mengancam. Sebab, etika menyebutkan: opini & fiksi tidak boleh ada! • Seorang wartawan hrs tahu: nama baiknya adalah TARUHAN bagi suksesnya!

  36. Menangkap Kesalahan • Utk menangkap kesalahan penulisan, baik GAYA, maupun pemakaian KATA, hanya ada SATU cara: Baca & baca lagi NASKAHitu! • Jangan MENGECEK ejaan/ kata pada saat menulis cerita, karena akan menghambat kelancaran kreativitas & juga memakan waktu. • Setelah cerita selesai, PELOTOTILAH kata demi kata seolah-olah “musuh” yg akan menyabot cerita Anda. • Bila ada kata yg salah eja (contoh: mengubah jadi merubah) atau salah pakai, tulislah. • Bila ragu arti sebuah kata yg akan digunakan, carilah sinonim-nya.

  37. Menemukan Peg • Bayangkanlah sebuah tenda, dan bayangkan pula sebuah PASAK yg ditancap di tanah. PASAK inilah yg menahan&memungkinkan tenda berdiri tegak. • Dalam terminologi jurnalistik,PASAK atau PELATUK ini • disebutPEG. • Dalam makna sederhana PEGbisa diartikan sebagai perkara yg meletuskan peristiwa. • Contoh: Dalam peristiwa runtuhnya Menara kembar WTC • di New York, AS, PEG -nya adalah dua pesawat • Boeing 767 menabrakkan dirike gedung tsb.

  38. Mencari Ide • Dengan sedikit IMAJINASI, mencari IDE berita feature memang gampang. Bukalah mata ke arah hal-hal yg menarik di sekitar Anda, maka Anda akan makin banyak menemukan bahan tulisan yg tidak ada habisnya. • Keuntungan terbesar bagi seorang reporter adalah ia ‘berhak’ mengetahui berbagai hal. Kebanyakan reporter mula-mula malu. Namun, setelah memegang notes & microphone, rasa malu pudar demi utk memuaskan rasa ingin tahu-nya. • Peranan rasa ingin tahu sangat besar! Walau hanya secuil, rasa ini bisa menghasilkan feature yg bagus. Apalagi bila menyangkut manusia. Ingatlah adagium: “Orang selalu tertarik pd orang.”

  39. Menentukan Angle • Setelah menggenggam IDE feature, langkah selanjutnya adalah menentukan dari SEGI atau SUDUT mana yg paling efektif utk melakukan penulisan. Inilah yg disebut dengan angle atau • story angle(segi cerita). • Reporter tidak mungkin menulis begitu banyak kejadian utk satu feature, sehingga ia harus menemukan angle yg paling baik utk menangkap perasaan & suasana menyeluruh tentang peristiwa yg diliputnya. • Utk itu, ia harus mengambil jalan tengah: satu segi yg terlalu luas tidak mungkin ditulis dengan baik. Satu segi yg terlalu sempit bisa menyebabkan bahan yg menarik lainnya tidak tertampung.

  40. Menjahit Benang Cerita • Setelah angle cerita menemukan bentuknya, lantas amati & wawancarailah seseorang di sekitar kejadian sebagai “benang cerita” (Ambillah satu sampel saja, agar feature lebih fokus! Biasanya utk feature singkat...). • Jika angle & benang cerita begitukuat, maka PENDENGAR akan ‘terdorong’ utk mengikuti seluruh cerita, karena ia telah merasa terpikat. • Pemakaian kutipan& anekdot(ungkapan-ungkapan/ peribahasa, dll) akan membuat PENDENGAR ditaburi “mutiara” selama dalam perjalanan mengikuti cerita feature Anda.

  41. Angle yang Tepat • “Sekali angle yg tepat dipakai, cerita biasanya • akan mengalir dengan sendirinya.” • Utk menambah bekal mencari angle -yg menjadi hambatan terbesar bagi reporter- ada dua cara yg sering dipakai: • 1. Pakailah imajinasi & kekuatan pengamatan yg • terlatih, utk melihat hal-hal menarik yg luput dari • perhatian orang lain. • 2. Perhatikan orang yg mempunyai pandangan yg berbeda • atau unik utk mengamati suatu persoalan.

  42. Mengail dengan Lead • Kunci Penulisan feature yg baik terletak pada paragraf pertama, yaitu lead. Mencoba menangkap minat PENDENGAR tanpa lead yg baik, sama dengan mengail ikan tanpa umpan. • Lead untuk feature mempunyai dua tujuan utama: • 1. Menarik pendengar untuk mengikuti cerita. • 2. Membuat jalan (benang cerita) supaya alur cerita lancar. • Banyak pilihan lead; sebagian untuk menyentak pendengar, sebagian untuk menggelitik rasa ingin tahu pendengar atau juga untuk mengaduk imajinasi pendengar.

  43. Raih Lead di Lapangan • Pikirkanlah lead sejak masih di lapangan. Sebab, penentuan lead di lapangan akan sangat membantu mengarahkan pengumpulan bahan. • Menentukan lead atau INTRO hanya mungkin setelah memastikan sudut berita(angle). • Lead yg ideal memuat semua komponen 5W + 1H • ( 6 Unsur Berita ) sehingga pendengar akan mudah mengikuti feature Anda. Lead yg jitu pasti akan memancing pendengar untuk terus mendengar, atau paling tidak sudah memuaskan rasa ingin tahu pendengar.

  44. Macam-macam Lead • 1.Lead Ringkasan. • 2. Lead Bercerita. • 3. Lead Deskriptif. • 4. Lead Kutipan. • 5. Lead Pertanyaan. • 6. Lead Menuding Langsung. • 7. Lead Penggoda. • 8. Lead Nyentrik. • 9. Lead Gabungan.