1 / 29

Pancasia sebagai Idiolog Terbuka

Latar Belakang. Hakekiat Pancasila sebagai Idiologi Terbuka. Pengertian Idiologi. Kriteria,Batasan, dan pengertian Pancasila sebagai Idiologi Terbuka. Makna Pancasila sebagai Sumber Nilai. Pancasila sebagai Sumber Nilai. Pancasia sebagai Idiolog Terbuka. Pengertian Pancasila.

Download Presentation

Pancasia sebagai Idiolog Terbuka

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Latar Belakang Hakekiat Pancasila sebagai Idiologi Terbuka Pengertian Idiologi Kriteria,Batasan, dan pengertian Pancasila sebagai Idiologi Terbuka Makna Pancasila sebagai Sumber Nilai Pancasila sebagai Sumber Nilai Pancasia sebagai Idiolog Terbuka Pengertian Pancasila Sifat Pancasila Kedudukan dan Fungsi Pancasila Bidang Iptek Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Bidang politik Bidang Ekonomi Bidang Sosial Budaya Sikap Positif terhadap Pancasila sebagai Idiologi Terbuka Bidang Hankam Reformasi

  2. PANCASILA SEBAGAI IDIOLOGI TERBUKA • Hakekat Pancasila sebagai Idiologi terbuka • 1. Pengertian Idiologi • Idiologi idea Melihat Segi istilah Logi Pengetahuan Teori Hasil Penemuan dalam pemikiran yang berupa pengetahuan / teori. Suatu kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas,pendapat/ kejadian yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Pendapat ahli politik • Idiologi adalah Soerjanto Poespo Wardojo • Prinsip untuk mendasari tingkah laku seseorang / suatu bangsa dalam kehidupan kemasyarakatan dan kenegaraan. • Kamus Besar Bahasa Indonesia • Idiologi adalah Himpunan nilai ,ide, norma, kepercayaan dan kenyakinan yang dimiliki seseorang /sekelompok orang yang menjadi dasar dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan problem politik yang dihadapinya dan yang menentukan tingkah laku politik.

  3. Sumarno • Idiologi adalah Kesatuan gagasan fundamental dan sistematis yang menyeluruh tentang kehidupan manusia. • Krech, Crutchfield, Ballachey • Idiologi adalah Dokterin-doktrim pemikiran / cara berfikir seseorang , kelas, atau lainnya. • Menurut Koento Wibisono terdapat kesamaan dari semua unsur Idiologi • Kesamaan itu adalah : • Keyakinan berarti dalam setiap idiologi selalu memuat gagasan – gagasan vital dan konsep-konsep dasar • yang menggambarkan seperangkat keyakinan. Seperangkat keyakinan tersebut diorientasikan pada tingkah • laku atau perbuatan manusia sebagai subyek pendukungnya untuk mencapai tujuan yang dicita-citakan. • Mitos berarti setiap idiologi selalu memitoskan sesuatu ajaran secara optimistik-deterministik. Artinya • mengajarkan bagaimana idiologi pasti akan dapat dicapai. • Loyalitas berarti dalam setiap idiologi selalu menuntut adanya loyalitas serta keterlibatan optimal dari para • pendukungnya. Idiologi politik adalah perumusan keyakinan / program yang dimiliki suatu negara bangsa, partai politik,/ perkumpulan politik yang bermaksud mencapai tujuan politik.

  4. Fungsi Idiologi : • Struktur kognitif yaitu keseluruhan pengetahuan yang dapat dijadikan • landasan untuk memahami dan menafsirkan dunia dan kejadian kejadian alam. • Orientasi dasar dengan membuka wawasan yang memberikan makna serta menunjukkan tujuan dalam kehidupan manusia. • Norma-norma yang menjadi pedoman dan pegangan bagi seseorang untuk melangkah atau bertindak. • Bekal dan jalan bagi seseorang untuk menemukan identitasnya. • Kekuatan yang mampu memberi semangat serta mendorong seseorang untuk menjalankan kegiatan dan mencapai tujuan • Pendidikan bagi manusia / masyarakat memahami dan menghayati tingkah lakunya sesuai dengan norma. • Sebagai tujuan / cita-cita yang hendak dicapai secara bersama oleh • masyarakat. • Sebagai pemersatu masyarakat dan menjadi prosedur penyelesaian • konflik.

  5. Frans Magnis Suseno membedakan idiologi menjadi : • Idiologi tertutup ciri-cirinya : • 1. Nilai yang terkandung dalam idiologi bukan berasal dari masyarakat • itu sendiri. • 2. Berlakunya nilai idiologi dipaksakan di masyarakat. • 3. Isinya bukan hanya nilai-nilai dan cita-cita tertentu melainkan terdiri atas • tuntutan-tuntutan yang bukan kongkret, operasional dan diajukan dengan • mutlak. • Idiologi terbuka ciri-cirinya : • 1. Nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar. • 2. Dasarnya bukan keyakinan idiologis sekelompok orang ,melainkan hasil • musyawarah dari konsensus masyarakat tersebut. • 3. Nilai – nilai idiologi bersifat garis besar dan dasar sehingga isinya tidak • langsung operasional.

  6. Macam – Macam Idiologi • Idiologi Liberal : • Suatu ajaran yang diyakini kebenarannya untuk mengatur tingkah laku yang menonjolkan • kebebasan individu. Ciri-cirinya : • a. sistem ekonomi kapitalis • b. Perekonomian diserahkan kepada perseorangan. • c. Di bidang politik dikenal adanya oposisi • d. Masyarakat cenderung mementingkan diri pribadi • e. Dalam Idiologi diterapkan paham sekuler • Idiologi Komunis : • Suatu ajaran yang didasarkan pada paham sama rata sama rasa dan telah diyakini kebenarannya. Ciri-cirinya : • a. Sistem ekonomi etatisme • b. sistem politik tertutup hanya mengakui satu partai( partai komunis ) • c. Rakyat hanya sebagai obyek negara • d. Tidak percaya adanya Tuhan. • e. Masyarakat hanya mengenal satu kelas sosial.

  7. 3. Idiologi Pancasila Suatu ajaran yang tersusun sistematis diyakini kebenarannya yang didasarkan atas nilai-nilai Pancasila.

  8. 2. Pancasila sebagai Idiologi Terbuka Pengertian : a. Pancasila senantiasa berinteraksi secara dinamis dengan nilai –nilai dasar yang tidak berubah dan pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan tantangan nyata dalan setiap kurun waktu. b. Pancasila dapat membuka nilai-nilai dari luar tanpa mengubah nilai dasarnya. c. Pancasila dapat mengembangkan secara kreatif dan dinamis untuk menjawab kebutuhan jaman tanpa mengubah niali dasar. Jadi : Tidak bersifat kaku ,tertutup,statis,namun bersifat terbuka, bersifat aktual,dinamis,antisipasif dan mampu menyesuaikan dengan perkembangan zaman dengan tidak mengubah nilai-nilai dasarnya dan mampu memecahkan masalah-masalah baru dan aktual yang senantiasa berkembang sesuai dengan tuntutan zaman.

  9. Pembatasan Terhadap Sikap Keterbukaan Pancasila. • Nilai Dasar : kelima nilai dasar harus tetap ajeg, lestari, tidak boleh • dirubah. • Kepentingan Stabilitas Nasional : Penjabaran nilai dasar bisa dilakukan asal tidak membahayakan stabilitas dan integritas nasional. • Larangan Idiologi Komunis - Marxisme

  10. Pancasila Sebagai Idiologi Terbuka mengandung 3 nilai Fleksibelitas : • Nilai Dasar : nilai yang relatif tetap / tidak berubah yang terdapat dalam pembukaan UUD 1945. • Nilai Instrumen : nilai-nilai dari nilai dasar yang dijabarkan lebih kreatif • dan dinamis berupa arahan, kebijakan,strategi,sasaranserta lembaga • pelaksananya. Misal UUD 1945,Tap MPR,Peraturan Perundangan lainnya. • 3. Nilai Praxis/ Praktis : Nilai yang sesungguhnya dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari misal menghormati, kerjasama,kerukunan.

  11. Dimensi Pancasila sebagai Idiologi Terbuka • Dimensi Idialistis yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila bersifat • sistematis,rasional, menyeluruh yang mampu memberikan optimisme, harapan serta motivasi untuk mewujudkan apa yang dicita-citakan. • Dimensi Normatif yaitu nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila perlu dijabarkan dalam suatu sistem norma sebagaimana terkandung dalam dalam norma – norma kenegaraan. Pancasila sebagai norma tertib hukum tertinggi dan merupakan pokok kaidah fundamental bagi negara. • Dimensi Realitas yaitu suatu idiologi harus mampu mencerminkan realitas yang hidup dan berkembang dalam masyarakat dalam segala aspek kehidupan.

  12. B. Pancasila sebagai Sumber Nilai 1. Makna Pancasila sebagai Sumber nilai Nilai/Value adalah sesuatu yang berharga , berguna, indah,memperkaya batin dan menyadarkan manusia akan harkat dan martabatnya yang terbentuk atas dasar pertimbangan cipta,rasa,dan keyakinan seseorang,sekelompok masyarakat,atau bangsa. Beberapa Pendapat Ahli mengenai Pengertian Nilai a. Kamus Ilmiah Populer Nilai adalah ide tentang apa yang baik,benar,bijaksanadan apa yang berguna ak dari sifatnya lebih abstrak dari norma. b. Nursal dan Daniel Fernandez Nilai adalah perasaan-perasaan tentang apa yang diinginkan / tidak diinginkan yang mempengaruhi perilaku sosial dari orang yang memiliki nilai itu.

  13. Macam – Macam Nilai • Alport Membagi menjadi : • a. Nilai teori d. Nilai sosial • b. Nilai ekonomi e. Nilai politik • c. Nilai Estetika f. Nilai religi 2. Prof. Dr. Notonagoro membedakan menjadi : a. Nilai Materiil yaitu segala sesuatu yang berguna bagi unsur manusia b. Nilai vital yaitu segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan aktivitas atau kegiatan. c. Nilai kerohanian yaitu segala sesuatu yang berguna bagi rohani manusia.

  14. 2. Pengertian Pancasila Panca lima Etimologis Sansekerta Sila Asas/dasar Pancasila buku sotasoma Mpu Tantular + Mpu Prapanca Buku negarakertagama Tidak boleh melakukan kekerasan Pancasila krama Mencuri bersifat dengki berbohong Mabuk/minuman keras

  15. 3. Sejarah Lahirnya Pancasila a. Dibentuknya BPUPKI / Dokuritsu Junbi Coosakai - Dibentuk tanggal 29 april 1945 - Dilantik tanggal 28 mei 1945 - Ketua : dr. K.R.T. Radjiman Wedyodiningrat - Wakil : Ichibangase + R.P. Suroso - Tugas Menyelidiki kemungkinan Indonesia merdeka Mempersiapkan Indonesia merdeka Menyusun Dasar negara Indonesia merdeka Menyusun Rancangan UUD Indonesia Merdeka

  16. I. 29 mei 1945 – 1 juni 1945 Pembicaraan : Dasar negara Indonesia merdeka a. Mr. Moh Yamin b. Mr. Soepomo c. Ir. Suekarno Sidang BPUPKI II. 10 -17 juli 1945 Titik berat pembicaraan : Rancangan UUD Indonesia merdeka. Berikut Rumusan Dasar negara dari para tokoh Peri kebangsaan Peri kemanusiaan a. Mr. Moh Yamin Peri Ketuhanan 29 mei 1945 Peri kerakyatan Kesejahteraan Rakyat

  17. Persatuan b. Mr. Soepomo Kewargaan 31 mei 1945 Kesinambungan lahir batin Musyawarah Keadilan sosial Kebangsaan Indonesia - Nasionalisme Peri kebangsaan - Internasionalisme c. Ir. Soekarno Mufakat atau Demokrasi 1 juni 1945 Kesejahteraan sosial Ketuhanan yang berkebudayaan

  18. Konsep Ir. Soekarno Dapat diperas menjadi : Sosio Nasionalisme Trisila Sosio Demokratis Ketuhanan Ekasila Gotong Royong Untuk menindaklanjuti hasil sidang dibentuk Pansus : 1. Panitia Perumus/ sembilan/kecil Anggota : Ir. Soekarno - KH. Wachid Hasyim Moh. Hatta - Mr. Moh Yamin Abikosno Cokrosujoso - Abdulkahar Muzakir H. Agus Salim - Mr. A.A Maramis Mr. Achmad Subardjo

  19. Hasil : Menyususn Rancangan Pembukaan UUD Indonesia merdeka pada 22 juni 1945 yang diberi nama Piagam Jakarta yang didalamnya memuat rumusan dasar negara Pancasila 2. Panitia Perancang Batang Tubuh UUD Ketua : Ir. Soekarno Hasil : Menyusun rancangan batang tubuh UUD pada tanggal 16 juli 1945 yang materinya diambil dari hasil sidang BPUPKI kedua 3. Panitia Ekonomi dan keuangan ketua Moh Hatta 4. Panitia Pembela Tanah Air ( Peta) Ketua Abikusno Cokrosujoso

  20. 2. Terbentuknya PPKI / Dokuritsu Junbi Inkai - Dibentuk 7 agustus 1945 - Ketua Ir. Soekarno dan wakil Moh. Hatta - Pada tgl 12 agustus 1945 diadakan pertemuan dengan Jend. Terauchi Hasil Pertemuan : a. Soekarno dan Moh Hatta diangkat sebangai ketua dan wakil PPKI b. Panitia boleh bekerja sejak tal 19 agustus 1945 c. Keberhasilan PPKI diserahkan sepenuhnya pada panitia. Sidang PPKI : 1. Tanggal 18 agustus 1945 . Hasil sidang : a. Menetapkan Pembukaan UUD 1945 b. Menetapkan batang tubuh UUD 1945.

  21. c. Memilih Ir. Soekarno dan Moh. Hatta sebagai Presiden dan wakil Presiden d. Untuk sementara waktu pekerjaan Presiden dibantu oleh komite nasional. 2. Tanggal 19 agustus 1945 Hasil sidang : a. Membentuk 12 kementrian b. Membagi derah RI menjadi 8 propinsi 3. Tanggal 22 agustus 1945 Hasil sidang : a. Memilih anggota Komite Nasional b. Membentuk PNI sebagi Partai tunggal c. Membentuk BKR ( Badan Keamanan Rakyat )

  22. 4. Sifat Pancasila a. Sistematis ( runtun ) artinya tidak boleh ditukar – tukar urutannya. b. Kesatuan totalitas yang organis ( utuh, manunggal, dan senyawa ) artinya sila yang satu tidak dapat dipisahkan hubunganya dengan sila lainnya. Ciri dan sifat Pancasila dapat digambarkan dalam bentuk Hierarkis Piramida Sbb : Sila I Sila II Sila III Sila IV Sila V

  23. Hierarkis Piramida ( bertingkat jenjang ) artinya sebagai berikut : 1. Sila I mendasari dan menjiwai sila II, III, IV dan V 2. Sila II di jiwai sila I dan bersama-sama menjiwai sila III, IV, dan V 3. Sila III dijiwai sila I dan II dan bersama-sama menjiwai sila IV dan V 4. Sila IV dijiwai oleh sila I, II, III dan bersama-sama menjiwai sila V 5. Sila V dijiwai oleh sila I, II, III, dan IV Dampak Yang ditimbulkan bila dipisahkan sila yang satu dengan sila lainnya : a. Sila I akan menimbulkan negara teokrasi yang absolut b. Sila II akan menimbulkan Kosmopolitanisme yaitu faham yang tidak mengakui negara nasional. c. Sila III akan menimbulkan Chauvinisme yaitu mengagungkan bangsa sendiri dan merendahkan bangsa lain. d. Sila IV akan menimbulkan Demokrasi Liberal. e. Sila V akan menimbulkan Komunisme dan sosialisme yang atheis.

  24. Kedudukan dan Fungsi Pancasila : 1. Pandangan Hidup artinya Sebagai pedoman tingkah laku sehari-hari 2. Kepribadian bangsa artinya Ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain 3. Jiwa bangsa artinya Pancasila lahir bersamaan dengan lahirnya bangsa Indo 4. Sumber dari segala sumber hukum artinya sebagai sumber tertib hukum tertinggi RI 5. Perjanjian luhur artinya Kesepakatan para pendiri negara 6. Cita – cita dan tujuan bangsa artinya Pancasila merupakan sesuatu yang hendak dicapai bangsa Indonesia 7. Filsafat hidup yang mempersatukan bangsa Indonesia artinya alat pemersatu yang diyakini paling tepat dan efektif bagi bangsa Indonesia. 8. Dasar negara artinya dasar dalam penyelenggaran dan mengatur pemerintahan negara ( Tap MPR no. XVIII/MPR/1998 )

  25. C. Pancasila sebagai Paradigma Pembangunan Pancasila sebagai paradigma pembangunan adalah Pancasila sebagai sumber nilai, asas, kerangka berfikir, orientasi dasar, arah, dan tujuan dari suatu perubahan menuju kemajuan dan kehidupan yang lebih baik. Sehingga segala aspek pembangunan Nasional harus berdasarkan kepada hakekat nilai-nilai dalam sila-sila Pancasila. Pancasila sebagai paradigma pembangunan meliputi aspek – aspek : 1. Pengembangan Iptek Pancasila memberikan dasar nilai-nilai bagi pengembangan Iptek sekaligus kerangka pikir serta basis moralitas demi kesejahteraan hidup manusia.

  26. 2. Pengembangan bidang Politik Pancasila harus menjadi moralitas dalam berpolitik sehingga praktek-praktek politik yang menghalalkan segala cara seperti menfitnah, memprovokasi, menghujat, dan menghasut rakyat yang tidak berdosa untuk diadu domba bisa segera diakhiri. 3. Pengembangan Bidang Ekonomi Pancasila harus menjadi moralitas pembangunan ekonomi yaitu tidak hanya mengejar pertumbuhan saja melainkan harus mampu mensejahterakan rakyat luas sehingga ekonomi kerakyatan harus terus dikembangkan dengan menghindari sistem monopoli. 4. Pengembangan Bidang Sosial Budaya Dalam pengembangan sosial budaya hendaknya berdasarkan pada sistem nilai yang sesuai dengan budaya bangsa yang dimiliki yang terakumulasi dalam nilai nilai Pancasila.

  27. 5. Pembangunan Pertahanan Keamanan Sesuai dengan ketentuan UU no. 3 tahun 2002 tentang pertahanan keamanan dinyatakan bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan tetap tegaknya NKRI berdasar UUD 1945 dan Pancasila.Maka sistem yang sesuai adalah Sishankamrata. 6. Paradigma Reformasi Gerakan reformasi harus diletakkan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan cita-cita dan Idiologi bangsa sehingga dalam memproses /menformat ulang/menata ulang hal-hal yang menyimpang sesuai dengan nilai-nilai ideal. Gerakan Reformasi Seyogyanya memiliki kondisi Syarat-syarat sbb : a. Dilakukan karena ada penyimpangan b. Dilakukan dengan cita-cita bangsa yang jelas dan sesuai dengan nilai-nilai Pancasila.

  28. 3. Berdasar pada kerangka struktur tertentu ( UUD 1945 ) 4. Dilakukan kearah perubahan, kondisi, serta keadaan yang lebih baik. 5. Dilakukan dengan dasar moral dan etika sebagai manusia yang berKetuhanan Yang Maha Esa serta terjaminnya persatuan dan kesatuan. D. Sikap Positif terhadap Pancasila sebagai Idiologi Terbuka Beberapa contoh sikap positif terhadap nilai-nilai Pancasila : 1. Taat pada hukum 2. Setiap pengelenggara negara dalam melaksanakan tugasnya harus sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. 3. Seluruh rakyat harus mengakui Pancasila sebagai dasar negara sebagai keputusan final dan konsensus bangsa. 4. Mengakui Pruralisme bhinneka Tunggal Ika.

  29. Daftar Pustaka Hasyim, M Drs. 2007 Quandra , Jakarta : Yudistira Aim Abdulkarim . 2007 . Grafindo. Bandung : Media Pratama

More Related