peter c smith the impact of age at marriage and proportions marrying on fertility n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Peter C. smith THE IMPACT OF AGE AT MARRIAGE and PROPORTIONS MARRYING ON FERTILITY PowerPoint Presentation
Download Presentation
Peter C. smith THE IMPACT OF AGE AT MARRIAGE and PROPORTIONS MARRYING ON FERTILITY

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 21

Peter C. smith THE IMPACT OF AGE AT MARRIAGE and PROPORTIONS MARRYING ON FERTILITY - PowerPoint PPT Presentation


  • 88 Views
  • Uploaded on

Peter C. smith THE IMPACT OF AGE AT MARRIAGE and PROPORTIONS MARRYING ON FERTILITY. (PENGARUH USIA PERNIKAHAN dan PROPORSI ORANG YANG MENIKAH terhadap FERTILITAS) (Presented by Sri Isnawati ). Topic. 5. 6. Concluding. Determinant of Marriage Prevalence. INTRODUCTION (1).

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Peter C. smith THE IMPACT OF AGE AT MARRIAGE and PROPORTIONS MARRYING ON FERTILITY' - polly


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
peter c smith the impact of age at marriage and proportions marrying on fertility
Peter C. smithTHE IMPACT OF AGE AT MARRIAGE andPROPORTIONS MARRYINGON FERTILITY

(PENGARUH USIA PERNIKAHAN

dan PROPORSI ORANG YANG MENIKAH terhadap FERTILITAS)

(Presented by Sri Isnawati)

slide2

Topic

5

6

  • Concluding
  • Determinant of Marriage Prevalence
introduction 1
INTRODUCTION (1)
  • Pernikahandaninstitusirumahtanggasangatpentingpadapadamenusiasebagaimakhlukindividudansosial
  • Sebagaimakhlukindividu, pernikahanmenandakankematangan / kedewasaantermasukkemampuanmempunyaianak
  • Pada level sosial, pernikahanmenciptakankeluargaintibarudanrumahtanggasebagaikonsumen, savings, tenagakerja, danberperandalamprosesproduksi.
introduction 2
INTRODUCTION (2)
  • Tulisaninimemfokuskanpadaduaaspekdemografi yang secaralangsungrelevanpada study fertilitas, yaituvariasidan trend umurperkawinanpertamadanperbedaankesempatanseseoranguntukmemasukijenjangpernikahan (timing and prevalence of marriage).
  • Yang dimaksudusiaperkawinanpertamadititikberatkanpadaperempuan. Strukturpernikahandisini yang dimaksudkanadalahpersentasewanitayangpernahdanbelumpernahmenikahmenurutumur.
slide5

Areal Variation (1)

  • Beberapapenulisseperti Bourgeois – pichat (1965) mengidentifikasibeberapadaerahmenurutusiapernikahan :
  • Usiapernikahandiniterdapatdidaerah Sub Sahara Afrika
  • UsiapernikahansedangdiAfrika Utara, Asia danAmerika Latin
  • UsiapernikahantuadiEropa

5

5

slide6

Areal Variation (2)

Trend di Less Developed Country (LDCs)

1.Di beberapanegarakurangberkembang, sepertiditimurtengahdanafrikautaramenunjukkanbahwa rata usiaperkawinanpertamatergolongmuda (P. Smith 1980)

2.Sedangkan di Korea, rata-rata usiaperkawinanpertamanyarelatiflebihtinggi 2-3 tahun (Coale, 1979)

5

5

marriage and fertility 1
MARRIAGE AND FERTILITY (1)
  • Peningkatan rata-rata usiapernikahandanjumlahwanita yang masihlajangberhubunganeratdenganpenurunanfertilitas.
  • Wanita yang menundaperkawinannyaakanmempunyai rata-rata jumlahanak yang lebihsedikit
marriage and fertility 2
MARRIAGE AND FERTILITY (2)
  • Sistemnormadimasyarakatjugaberpengaruhterhadappenundaanperkawinan.
  • Jikahukumansosialterhadaporang yang tidakmempunyaianaksangatrendah, makasemakinbanyakorang yang akanmenundaperkawinan
  • Jikaadakeprihatinanterhadapkematianbayi yang tinggi (natural fertility rendah) makaakanmemotivasiuntukmenikahlebihawal (Mosk, 1981 on Japan)
hubungan marriage and fertility secara agregate
Hubungan marriage and fertilitysecaraAgregate
  • Late Marriage Low Birth Rate
  • Jikaada 80 % kelompokwanita single usia 15-19 maka CBR adadibawah 35 /1000 kelahiran (Mauldin and Barelson, 1978)
hubungan marriage and fertility secara individu 1
Hubungan marriage and fertilitysecaraIndividu (1)
  • Menundaperkawinanakanmeningkatkanpeluanguntuktidakmenikahdandengandemikiandapatmengurangifertilitas
  • Semakintuaumurpernikahan, frekuensi intercourse akansemakinjarang (meskipunhanyaadasedikitbuktipendukung)
  • Adahubungan yang eratantaralamanyaseseorangdalamsebuahpernikahandengankesuburan (P. Smith 1982 on Indonesia n Phil)
hubungan marriage and fertility secara individu 2
Hubungan marriage and fertilitysecaraIndividu (2)
  • Early Marriage biasanyadihubungkandengantingginyaangkaperceraian, apalagijikajarakumurpasanganberbedajauh (Moore and Waite, 1981)
  • Late marriage dihubungkandenganwaktumenyusui yang lebihpendek (Coale, 1979)
1 demographic
1. Demographic
  • Penduduksebagaisistemsosial-ekonomitergantungpadatimbalbaliksecarabiologis, untukmenahanangkapertumbuhanpendudukmendekatinoldanuntukmenjagastandarhidup
  • Pengaruh Sex ratio terhadappolaperkawinan : jikaadaketidakseimbanganjumlahlaki-lakidanperempuan yang signifikan, makaakanmempengaruhipolaperkawinan (polamenurun)
2 socioeconomic
2. Socioeconomic
  • Keluargaseringmengambilalihkeputusandalampernikahan
  • Penundaanperkawinan yang berhubungandengantingginyabiayapernikahandanbiasanyaberhubungandenganwaktu yang diperlukanuntukmengumpulkandana
  • Bagilaki-laki, seringterjadi late marriage karenadilegalkannyaprostitusi
  • Bagiperempuan, late marriage terjadikarenainginmendapatkanpasangan yang mapansecaraekonomi
3 urbanization and urban residence
3. Urbanization and Urban residence
  • Padaabad 19, diEropa, rata-rata umurperkawinanpertamadidaerah urban lebihrendahdaripadadidaerah rural
  • Jarakumurpasanganlebihkecildi urban daripada rural
4 education
4. Education
  • Rata-rata perbedaandalamusiapernikahandiantaramereka yang tidakpernahmengecapbangkusekolahdenganmereka yang berpendidikantinggi, kadang-kadangsebesar 6 tahunataulebih, artinyalebihcepatmenikahbagiseseorang yang memilikipendidikan yang rendah.
  • Pendidikanberpengaruhpadakaumperempuandalammempersiapkanpernikahansecara

matang

5 labor market
5. Labor Market
  • Opportunity cost of marriage terutamabagiwanitaberartikehilangankesempatanbekerjakarenamenikah.
  • Industrialisasijugaberhubungandengan later marriage (penundaanperkawinan).
  • Pertisipasiangkatankerjauntukwanita yang belummenikahrelatiflebihtinggidibandingwanita yang sudahmenikahpadatingkatkelompokumur yang sama (UN, 1962).
  • Kesempatankerjabagiwanitamembuatnyamenundauntukmenikah.
determinant of marriage prevalece
DETERMINANT OF MARRIAGE PREVALECE
  • Ketikabanyakorang yang menundapernikahan, makaangkaprevalensiterhadappernikahanrendah.
  • Hajnal, 1965 menyimpulkanbahwamodernisasimengurangiorang yang hiduptanpamenikah (selibat).
slide19

Dixon (1979, 1978) memberikanempatalasaneksplisit yang menjelaskanhubunganantaraumurpertamamenikahdenganprevalensipernikahan.

  • Kelayakanekonomidianggappentingdalamsistemkeluarga, danperkawinandiharapkansebagaiawaluntukmencapaikelayakanekonomitersebut.
  • Keadaandi mana pernikahan sangat diinginkan (sebagian karena tidak adanya alternatif sosial atau ekonomi yang menarik terutama untuk perempuan ) makaprevalensiperkawinanmenjaditinggi.
  • ketikajumlahlawanjenissangatterbatasdalamwaktu yang lama, makaprevalensipernikahanmenjadisangatrendah
  • ketikakeputusanpernikahandikendalikanolehorangtua, makaprevalensipernikahanmenjadilebihtinggi.
conclution
Conclution
  • Peningkatan rata-rata usiapernikahandanjumlahwanita yang masihlajangberhubunganeratdenganpenurunanfertilitas. (Late Marriage Low Birth Rate)
  • Determinant of Marriage Timing : Demografi, Sosialekonomi, Urbanisasi, Pendidikan, danPasartenagaKerja
  • Ketikabanyakorang yang menundapernikahan,

maka a prevalensiterhadappernikahanrendah