1 / 7

MK PENGELOLAAN LANSKAP FISIK TAMAN  Hard element – elemen keras: elemen

MK PENGELOLAAN LANSKAP FISIK TAMAN  Hard element – elemen keras: elemen taman bersifat keras  bangunan taman (misal shelter, gazebo, pergola, bangku, jembatan, pagar, lampu, jalan setapak, plaza, kolam, sistem kabel/perpipaan, dll.  Soft element – elemen lunak: elemen

Download Presentation

MK PENGELOLAAN LANSKAP FISIK TAMAN  Hard element – elemen keras: elemen

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. MK PENGELOLAAN LANSKAP FISIK TAMAN Hard element – elemen keras: elemen taman bersifat keras  bangunan taman (misal shelter, gazebo, pergola, bangku, jembatan, pagar, lampu, jalan setapak, plaza, kolam, sistem kabel/perpipaan, dll. Soft element – elemen lunak: elemen taman bersifat lembut dan lunak  flora dan fauna BANGUNAN FASILITAS PELAYANAN Kantor Administrasi Taman, Pusat Informasi, pos penjagaan, pos kesehatan, toilet, kantin/café, gudang, musholla, dll. Pemeliharaan kebersihan dan kerapihan gedung/bangunan, penyucian/penyikatan dan pengecatan dinding, dll Pengecekan kondisi bangunan minimal setahun sekali KOLAM TAMAN  Macam-macam kolam: disain bersifat alami hingga buatan  Kolam taman  jika sumber air berlimpah.  Frekuensi pemeliharaan tergantung dari ketersediaan air.  Sistem distribusi air: inlet dan outlet  Sistem air bersih: pompa air/pompa deepwell, hydrofor, dan pompa air  Sistem filtrasi berfungsi membantu memperingan pekerjaan pemeliharaan kolam. Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, MS M.K. PENGELOLAAN LANSKAP (ARL 412) DEPARTEMEN ARSITEKTUR LANSKAP FAPERTA – IPB 2009 SHELTER, GAZEBO & PERGOLA  Bangunan taman untuk tempat berteduh sementara  Bahan: kayu-ijuk-sirap; bahan beton maupun logam  Pemeliharaan: pengecatan, pembersihan atap dan penggantian bahan jika rusak (atap dari genting, asbes, seng, fiberglass lebih awet daripada dari ijuk atau sirap)  Penggantian atap ijuk: 2-3 tahun  Penggantian atap sirap: 4-6 tahun  Pengecekan beban berat tanaman pergola  Bahan dari kayu lebih rumit pemeliharaannya daripada bahan logam. KERAMIK & PERKERASAN  Keramik  material alas untuk jalan setapak, plaza, atau lantai bangunan taman.  Taman-taman intensif  keramik dipelihara setiap hari  Pemeliharaan: penyampuan sampah, pengepelan noda keramik, penyikatan dan pembersihan dengan mesin jika keramik kotor berat (lobby cluster machine).  Pembilasan dengan air  Penggosokan dengan sabun jika ditemui kotoran yang melengket 1

  2. MK PENGELOLAAN LANSKAP PEMELIHARAAN KOLAM (DARI KERAMIK)  Pencucian filter kolam (tergantung kejernihan kolam  Penggunaan bahan kaporit  Pembersihan kotoran yang mengapung  Pembersihan bibir kolam secara rutin  Penyikatan dinding kolam, setiap hari sebelum vacuuming.  Vacuuming: pemeliharaan yang bertujuan untuk menjernihkan air kolam dan membersihkan lantai, dilakukan seminggu sekali. JARINGAN PERPIPAAN  Plumbing System  saluran air, kabel telepon, listrik dan pipa gas.  Pemeliharaan taman mengacu pada peta utilitas.  Pemeliharaan: pengecekan kondisi plumbing (di atas/di dalam tanah); penggantian pipa jika perlu karena karat, keropos, bocor, dll  Perpindahan saluran harus diikuti dengan perbaikan peta utilitas agar tidak ada kesalahan di masa yang akan datang Maintenance Standards Routine Maintenance Procedures for Maintaining Example for Baseball Field Tasks Maintenance Routine Procedures for “Standards” must be clearly and accurately describe condition that should exist following maintenance work Examples for building housekeeping : Wastebaskets and ash trays - empty and clean. Radiators, desks, cabinets, louvers, exhibit cases, panels, displays - clean and dusted. Examples for restrooms, washrooms : Restroom and washroom area - free of odors and clean. Soap, paper, and towel racks - filled. Mirrors - clean of finger print : shelves - clean, polished, and free “ Procedures” are descriptions of How To Do the Maintenance “ Tasks” and should cover such things as : Soil and turf improvement: care of lawns, trees, shrubs, indoor and outdoor recreation surfaces, floors, walls, windows, roofs. Housekeeping tasks. Information source : observations of several workers doing some tasks, consultation with experienced colleagues in the field, job sampling, or time motion study. Standards Fields, outfields, dugouts, and spectator areas free of debris and trash. Replenish skinned infield soil lost during previous season with adequate slope (150) for drainage away from pitchers mound. Eliminate holes on infield surface. Smooth infield surface. Wet infield to minimize dust and loss of soil due to wind. Maintenance Tasks Remove debris and trash. Truck in soil from storage yard. Fill holes. Drag infield. Wet infield. Maintaining Pick up debris and trash by systematically walking the area. Empty all trash containers. Dump soil at pitchers mound, and drag spread toward base lines. Anchor pitchers rubber at proper height. Add extra soil, rake, and tamp firm. Drag infield by circling pitchers mound and rotating in from base lines. Dampen infield surface with hose spray or broadcast Use terms such as the following to describe “tasks” : Cleaning, lubricating, adjusting, painting, litter and trash removal, planting, fertilizing, watering, mowing, etc. calcium chloride. of debris. Example for Baseball Field Materials and Consumable Supplies Approx. 10 yards 60% - 40% sand/soil mixture. Extra soil Tools and Equipment 2 stick punches, 2 shoulder bags. Tractor with box trailer. Dump truck, tractor with blade, drag mat, rake hoe, shovel. Tractor with box trailer, shovel, rake, tamper. Tractor with drag mat. Task Time Estimate 1 M/H ( 75 M/H) 1 M/H (120 M/H) 24 M/H (24 M/H) ½ M/H (75 M/H) ½ M/H (75 M/H) Calcium Chloride Hose nozzle, broadcast ½ M/H (75 M/H) spreader. 2

  3. MK PENGELOLAAN LANSKAP MESIN vs MANUAL PERALATAN PEMELIHARAAN  Beberapa tahun yang lampau  taman- taman dikelola dan dipelihara secara manual  Parit digali dengan cangkul; rumput di bahu jalan dikored; sampah dedaunan disapu dan dipungut dengan tangan; pasir di bunker dan traps lapangan golf diratakan dengan tangan; tanaman disiram dengan gayung, gembor atau selang plastik; lubang tanam dibuat dengan cangkul dan linggis, dll.  Akhir-akhir ini  kemajuan teknologi: pengelolaan dan pemeliharaan taman dengan menggunakan alat mesin-mesin mekanisasi. PERTIMBANGAN PILIHAN ALAT MESIN-MESIN MEKANIK Alat Mesin Investasi awal besar Kapasitas kerja tinggi Penggunaan intensif Efektifitas kerja tinggi Tenaga terampil khusus Tingkat resiko tinggi Pemeliharaan alat sulit Biaya pemeliharaan mahal Alat Manual tidak besar rendah ekstensif rendah tidak khusus rendah mudah murah Luasan taman besar Standar kualitas taman tinggi (misal lapangan golf) Mereduksi biaya tenaga kerja BAGAIMANA DI INDONESIA??? KENDARAAN PEMELIHARAAN  Kendaraan pemeliharaan: truk, jeep, traktor dll.  transportasi personel, bahan dan alat ke lokasi dalam taman dimana sistem pemeliharaan akan dilakukan.  Jenis kendaraan pemeliharaan taman dipilih berdasarkan fungsi yang akan dibutuhkan oleh unit pemeliharaan khusus.  Kendaraan pemeliharaan taman bisa yang listrik atau dengan bahan bakar minyak (bensin/solar). SURVAI PERALATAN ALAT PEMANGKAS  Alat pemangkas area berumput merupakan item yang mahal dalam budget pemeliharaan dari Dinas Pertamanan  Alat pemangkas harus dipilih yang dapat mengatasi efisiensi kerja  Contoh: 18 inch hand-operated power mower  memerlukan 5 jam untuk memangkas rumput 1 acre dalam kondisi normal; 30 inch cukup 3 jam; tetapi tractor-drawn 80 inch rotary mower dapat memangkas rumput seluas 1 acre dalam waktu 45 menit. 3

  4. MK PENGELOLAAN LANSKAP Empat Tipe Alat Pemangkas:  Rotary: pemangkas yang digunakan untuk tujuan pemotongan rumput secara umum  baik untuk rumput kasar dan gulma dengan hasil potongan > 1 inch.  Reel: menghasilkan potongan rumput berkualitas, potongan pendek dan halus (0.5 -2.5 inches)  efektif jika permukaan terrain halus.  Flail: lebih luas digunakan untuk pemangkasan umum (bedanya dengan rotary  flail didisain khusus tidak akan melemparkan benda asing yang mungkin dapat melukai operator)  Sickle bar (cutter bar): pemangkas yang digunakan untuk rumput yang sangat tinggi yang ada di pinggir jalan atau tebing-tebing. ALAT PENYEMPROT  Ketika memilih alat penyemprot bahan kimia  terpenting adalah memilih alat yang efektif digunakan untuk dosis yang lebih ringan dan dapat mengurangi sisa-sisa bahan yang mengapung dan berbahaya.  Penggunaan bahan kimia (sebaiknya dihindari untuk pemeliharaan yang ramah lingkungan), akan tetapi masih digunakan  cara tercepat untuk mengatasi hama, penyakit, dan gulma.  Operator harus terlatih dalam penggunaan alat  di negara maju, diperlukan sertifikasi ketrampilan.  Sprayer  storage tank (mechanical/hydraulic system), pump, power source, pressure regulator, spray nozzles. ALAT-ALAT KECIL Hand-held power equipment  dirancang untuk digunakan pada area yang jauh dimana mesin-mesin mekanik besar tidak praktis digunakan untuk pekerjaan kecil karena mesin besar sulit dipraktekkan. Jenis alat kecil: alat penggali lubang (cangkul, garpu, linggis), gergaji dan chainsaw, spayer gendong, gunting pangkas, pangkas rumput mesin (listrik/bensin), alat penyemprot cat, dll. ALAT PEMELIHARAAN RUMPUT  Alat pemangkas merupakan satu jenis dari tipe- tipe lain peralatan yang diperlukan untuk pemeliharaan yang layak khusus bagi padang rumput: termasuk aerifiers (aerator), spikers (paku pelubang)  digunakan pada tanah padat.  Renovator  alat yang digunakan untuk menyiapkan padang rumput existing untuk ‘reseeding’.  Top dresser & fertilizer spreader  alat untuk yang digunakan untuk menebar pupuk.  Tipe alat lainnya: rollers, sod cutter, shredders, seeders, hydroseeders, mulchers, edgers. Empat Tipe Sprayer  Fogging units: pengkabutan  atomized aerosol dengan thermal atau mekanis, untuk pengendalian serangga di area luas (camp site, picnic area, dll.)  Boom-type: dioperasikan dengan tekanan rendah (40-100psi) ditarik oleh traktor atau kendaraan lainnya  untuk di padang rumput mengendalikan HPT & gulma  High-pressure  mirip dgn boom type, menggunakan unit hydraulic: tekanan tinggi 400- 800psi, pada area rumput dan semak yang lebih sempit  Mist sprayer  untuk menyemprot pohon dengan jarak yang lebih besar, tiupan angin tidak kencang. BAHAN PEMELIHARAAN Bahan untuk pemeliharaan umumnya bahan habis pakai Pupuk (elemen makro & mikro), pestisida (insektisida, fungisida, rodentisida, bakterisida, herbisida, dll), kapur pertanian Air (sungai/danau/situ, sumur/mata air, PAM) Bahan bakar mesin pemeliharaan Cat dan bahan lain 4

  5. MK PENGELOLAAN LANSKAP TINGKAT TENAGA KERJA & JAM KERJA  Faktor musim: kemarau dan penghujan  sebaran jam kerja serta intensitas kerja.  Pada musim kemarau tanaman harus sering disiram, sebaliknya pada musim hujan pertumbuhan tanaman lebih cepat maka frekuensi pemangkasan menjadi lebih sering.  Secara umum untuk iklim di Indonesia, faktor musim tidak signifikan berpengaruh pada jam kerja. Kalkulasi Keperluan Tenaga Kerja Penghitungan tenaga kerja meliputi: berapa jumlah taman diharapkan dapat dikerjakan oleh grup pekerja? Berapa pegawai diperlukan dalam satu grup? Tergantung: Laju kerja pegawai (di atas atau di bawah waktu standar) Jumah jam kerja produktif pegawai yang dicapai dalam rata-rata mingguan. Waktu Produktif & Tidak Produktif  Normal jam kerja: 40/minggu  Pengurangan: - waktu basah 5% - istirahat 5% - sakit 2-5% - perbaikan mesin 5% - latihan 1-2% - hari libur 8%  Sub-total 18-30%  Jadi Jam Produktif 32.8 – 28 per minggu Tingkat ketenagakerjaan & jam kerja Organisasi ketenagakerjaan & motivasi kerja Keamanan & kesejahteraan tenaga kerja Kalkulasi Beban Kerja Tergantung pada: Standar pemeliharaan yang akan dicapai  frekuensi pengoperasian pekerjaan utama Panjang atau luas area yang akan dikerjakan Waktu rata-rata per unit area yang diperlukan untuk tugas pemeliharaan. Contoh Kalkulasi Beban Kerja Operasi Pemeliharaan: misal pangkas rumput, pangkas dahan pohon besar, pengendalian hama dll. Panjang/Luas Area Taman: misal …. m jalan setapak, …. m2 Unit Waktu: jam/100 unit Waktu per Pekerjaan: … jam Frekuensi: Berapa kali pekerjaan dalam satu period Total Waktu per Period: … jam 5

  6. MK PENGELOLAAN LANSKAP Waktu Lembur Kebutuhan Tenaga Kerja Pada saat padat pekerjaan, maka tugas- tugas tidak dapat diselesaikan pada waktunya  diperlukan waktu lembur. 120 jam standar/minggu 30 jam produktif/minggu 100 80 performance X = 5 pegawai Umumnya waktu lembur maksimum pegawai adalah 10% dari total jam kerja  Atau, jika pegawainya fit, sehat dan motivasinya baik: 4 jam/minggu. Jam lembur umumnya dibayar 1.5 x jam 120 jam standar/minggu 32 jam produktif/minggu 100 110 performance X = 3.4 pegawai normal; pada hari Minggu dibayar 2x ORGANISASI STAF/PEGAWAI & MOTIVASI KERJA Penggunaan Tenaga Terampil dan Kerjasama  pemanfaatan/penggunaan waktu yang baik, keterampilan pribadi pegawai, penggunaan alat-mesin dan bahan secara efisien. Tenaga yang kurang terampil  di-upgrade dengan pelatihan/training KESEJAHTERAAN & KEAMANAN PEGAWAI Keamanan kerja  dapat menyelamatkan kehidupan, menghindari bahaya serta mencegah hilangnya produksi. Paket kesejahteraan  dapat meningkatkan moral yang tinggi dan produktifitas yang tinggi. Diatur oleh perundang-undangan ketenagakerjaan serta standar peraturan daerah, misal penetapan UMR. Pegawai Sementara Secara teori, penggunaan pegawai sementara (bersifat musiman) lebih menguntungkan dengan memberlakukan kerja lembur  secara finansial lebih menarik daripada kerja lembur; tersedia pegawai terampil, pengaturan waktu lebih ideal. Potensi tenaga sementara (musiman) adalah mahasiswa, para pensiunan. Supervisi, pemantauan foreman, supervisor, mandor  mengawasi setiap pekerjaan dan setiap individu pegawai. Mandor mempersiapkan daftar pekerjaan pada lembar instruksi harian. Bonus & Incentive  sistem target kerja, pengawasan/supervisi dan kerjasama adalah bagian dari proses memotivasi pegawai; Motivasi lain adalah pemberian BONUS/ INCENTIVE 6

  7. MK PENGELOLAAN LANSKAP 7

More Related