Free Powerpoint Templates - PowerPoint PPT Presentation

slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Free Powerpoint Templates PowerPoint Presentation
Download Presentation
Free Powerpoint Templates

play fullscreen
1 / 34
Free Powerpoint Templates
1193 Views
Download Presentation
phylicia-fauna
Download Presentation

Free Powerpoint Templates

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. HALOGEN Oleh : Rahmi Rachmawati 0806502 Free Powerpoint Templates

  2. Halogen Halogen Halogen Halogen DaunDewa Halogen

  3. HALOGEN • Berasal dari kata halos=garam, genes=pembentuk. • Merupakan unsur nonlogam paling reaktif. • Tidak ditemukan di alam dalam keadaan bebas, melainkan dalam bentuk garamnya. • Yang termasuk ke dalam golongan Halogen yaitu Fluorin (F), Klorin (Cl), Bromin (Br), Iodin (I), dan Astatin (At).

  4. KELIMPAHAN DI ALAM • Terdapat sebagai molekul diatom, yaitu F2, Cl2, Br2, dan I2. • Fluorin dan klorin merupakan unsur halogen yang melimpah di alam. • Fluorin terdapat dalam mineral fluorapatit, 3Ca3(PO4)2.CaF2 dan mineral fluorit, CaF2. • Klorin melimpah dalam bentuk NaCl terlarut di lautan maupun sebagai deposit garam.

  5. KELIMPAHAN DI ALAM con’t • Bromin kurang melimpah, terdapat sebagai ion Br-dalam air laut. • Iodin terdapat dalam jumlah sedikit sebagai NaI dalam air laut dan sebagai NaIO3 bersama-sama garam nitrat. • Astatin tidak dijumpai di alam sebab bersifat radioaktif sehingga mudah berubah menjadi unsur lain yang lebih stabil.

  6. SIFAT-SIFAT HALOGEN

  7. SIFAT-SIFAT HALOGEN

  8. SIFAT-SIFAT HALOGEN Titik Didih dan Titik Leleh • Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin. • Panjang ikatan dalam molekul halogen (diatomik) meningkat. • Besar gaya London makin meningkat dengan bertambahnya panjang ikatan. • Titik didih dan titik leleh dari fluorin sampai iodin bertambah besar.

  9. SIFAT-SIFAT HALOGEN Kereaktifan • Jari-jari atom unsur halogen bertambah dari fluorin sampai astatin. • Gaya tarik inti terhadap penerimaan (afinitas) elektron makin lemah • Afinitas elektron unsur-unsur halogen makin kecil dari fluorin sampai astatin. • Kereaktifan unsur-unsur halogen dari flourin sampai astatin berkurang.

  10. SIFAT-SIFAT HALOGEN Kelarutan • Kelarutan fluorin, klorin, dan bromin dalam air besar atau mudah larut • Kelarutan iodin larut dalam air dalam jumlah kecil (sukar larut). • Iodin mudah larut dalam KI dan pelarut organik seperti alkohol, eter, kloroform (CHCl3), dan karbon tetraklorida (CCl4).

  11. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Gas Hidrogen • Semua halogen (X2) dapat bereaksi dengan gas hidrogen. • Membentuk hidrogen halida (HX). • H2 + X2 2HX Contoh: H2 (g) + Cl2 (s)  2HCl (g) H2 (g) + I2 (s)  2HI (g)

  12. REAKSI-REAKSI HALOGEN • Halogen dapat bereaksi dengan hampir semua unsur, baik unsur logam maupun nonlogam. • Dengan sesama halogen dapat membentuk senyawa antarhalogen.

  13. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Logam • Halogen bereaksi dengan semua logam membentuk halida logam. • Terbentuk halida berupa senyawa ion • Halogen bersifat sebagai oksidator dan unsur yang bereaksi dengan halogen bersifat reduktor. Contoh: 2Na (s) +Br (l) 2NaBr (s) 2Fe (s) +3Cl2 (g) 2FeCl3 (l)

  14. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Nonlogam • Kereaktifannya berkurang dari fluorin sampai iodin. • Fluorin bereaksi langsung dengan semua unsur nonlogam kecuali nitrogen, helium, neon, dan argon. • C (s) + 2F2 (g)  CF4 (s) • Xe (g) + 2F2 (g)  XeF4 (s) • Fluorin dapat juga bereaksi dengan kaca, kuarsa, dan silica. • SiO2 (s) + 2F2 (g)  SiF4 (s) + O2 (g)

  15. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Nonlogam con’t • Klorin dan Bromin tidak dapat bereaksi langsung dengan gas mulia, karbon, nitrogen dan oksigen. • Iodin tidak bisa bereaksi dengan unsur-unsur tersebut, tetapi dapat bereaksi langsung dengan fosfat. • P4 (s) + 6I2 (s)  4PI3(s) • Halogen membentuk senyawa baru dengan nama halida.

  16. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Air • Semua halogen larut dalam air. • Unsur halogen yang dapat mengoksidasi air adalah fluorin dan klorin (berlangsung lambat). • Disebabkan potensial oksidasi air -1.23 V, fluorin -2.87 V, dan klorin -1.36 V.

  17. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Air con’t • Fluorin dalam air • 2F2 (g)+4e-4F- (aq) E0 = +2.67 V • 2H2O (l) 4H+ (aq)+O2 (g)+4e-E0= -1.23 V • 2F2 (g)+2H2O (l) 4F- (aq)+4H+ (aq)+O2(g) E0 = +1.64 V • Klorin dalam air • 2Cl2 (g)+4e- 4Cl-(aq)E0 = +1.36 V • 2H2O (l) 4H+ (aq)+O2 (g)+4e-E0 = -1.23 V • 2Cl2 (g)+2H2O (l)  4Cl- (aq) + 4H+ (aq)+O2 (g) E0 = +0.13 V

  18. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Air con’t • Cobalah hitung berapa E0 dari reaksi antara • Bromin dalam air, dan • Iodin dalam air • Berikan kesimpulanmu!

  19. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Basa • Klorin, bromin, dan iodin dapat bereaksi dengan basa • Pada temperatur 150C, halogen (X2) dengan basa membentuk campuran halida (X-) dan hipohalit (XO-). Contoh : Cl2 (g)+OH- (aq) Cl- (aq) + ClO- (aq)+H2O (l)

  20. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Hidrokarbon • Dikenal dengan halogenisasi. • Daya reduksi halogen yang berkurang dari fluorin ke iodin. • Fluorin bereaksi dahsyat, sedangkan iodin tidak bereaksi. • Reaksi klorin dan bromin dapat berlangsung karena pemanasan atau pengaruh sinar matahari.

  21. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen dengan Hidrokarbon con’t • Reaksi subsitusi (penggantian gugus H) • C2H6+Cl2C2H5Cl+HCl • Reaksi adisi (pemecahan ikatan rangkap) • C2H4+ Br2C2H4Br2

  22. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen antar halogen • Reaksi antarhalogen ini dapat disamakan dengan proses redoks. • Unsur yang lebih reaktif merupakan oksidator • Unsur yang kurang reaktif merupakan reduktor. Persamaan reaksi yang terjadi : • X2 + Y2 2XY • X, Y = unsur- unsur halogen (F, Cl, Br, I)

  23. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen antar halogen con’t • Disebut dengan istilah reaksi pendesakan, • Reaksi terjadi jika halogen yang terletak lebih atas dalam keadaan diatomik mampu mendesak ion halogen dari garamnya yang terletak dibawahnya. • Berlangsung atau tidaknya suatu reaksi dapat dilihat dari reaksi pendesakan halogen.

  24. REAKSI-REAKSI HALOGEN Reaksi Halogen antar halogen con’t Contoh : F2 + 2KCl  2KF + Cl2 2Br- + Cl2 Br2 + 2Cl- Br2 + 2I- 2Br- + I2 Br2 + Cl- (tidak bereaksi) I2 + Br- (tidak bereaksi)

  25. PEMBUATAN HALOGEN Fluor (F2) • Flourin diperoleh melalui proses elektrolisis garam kalium hidrogen flourida (KHF2) dilarutkan dalam HF cair (bebas air), ditambahkan LiF 3% untuk menurunkan suhu sampai 1000C. • Elektrolisis dilakukan dalam wadah baja dengan katode baja dan anode karbon. • Campuran tersebut tidak boleh mengandung air karena F2 yang terbentuk akan mengoksidasinya.

  26. PEMBUATAN HALOGEN Fluor (F2) con’t • Dalam elektrolisis dihasilkan gas H2 di katoda dan gas F2 di anoda

  27. PEMBUATAN HALOGEN Klor (Cl2) • Gas Cl2 dibuat melalui elektrolisis lelehan NaCl, reaksinya: • Anode : Cl– (l)  Cl2 (g) + e- • Katode : Na+ (l) + e-  Na (s)

  28. PEMBUATAN HALOGEN Brom (Br2) • Gas Br2 dibuat dari air laut melalui oksidasi dengan gas Cl2. • Secara komersial, pembuatan gas Br2 sebagai berikut : • Air laut dipanaskan kemudian dialirkan ke tanki yang berada di puncak menara. • Uap air panas dan gas Cl2 dialirkan dari bawah menuju tanki.

  29. PEMBUATAN HALOGEN Brom (Br2) con’t • Setelah terjadi reaksi redoks, gas Br2 yang dihasilkan diembunkan hingga terbentuk lapisan yang terpisah. • Bromin cair berada di dasar tangki, sedangkan air di atasnya. • Selanjutnya bromin dimurnikan melalui distilasi. • Reaksi yang terjadi : • Cl2 (g) + 2Br– (aq)  Br2 (g) + 2Cl– (aq)

  30. PEMBUATAN HALOGEN Iodin (I2) • Gas I2 diproduksi dari air laut melalui oksidasi ion iodida dengan oksidator gas Cl2. • Iodin juga dapat diproduksi dari natrium iodat melalui reduksi ion iodat oleh NaHSO3. • Endapan I2 yang didapat, disaring dan dimurnikan. • Reaksi yang terjadi adalah : • 2NaIO3 + 5NaHSO3 NaHSO4 + 2Na2SO4 + H2O + I2

  31. KEGUNAAN HALOGEN Fluor (F2) • CCl2F2 (freon-12), digunakan sebagai zat pendingin pada lemari es dan AC. • Na2SiF6, bila dicampur dengan pasta gigi akan berfungsi untuk menguatkan gigi. • Teflon, bahan plastik tahan panas. • Asam fluorida, digunakan untuk mengukir (mensketsa) kaca karena dapat bereaksi dengan kaca.

  32. KEGUNAAN HALOGEN Klor (Cl2) • NaCl, digunakan sebagai garam dapur. • KCl, digunakan untuk pupuk. • NH4Cl, digunakan sebagai elektrolit pengisi batu baterai. • NaClO, digunakan sebagai bleaching agent, yaitu pengoksidasi zat warna. • Kaporit (Ca(OCl)2), digunakan sebagai disinfektan pada air. • ZnCl2, sebagai bahan pematri atau solder. • Kloroform (CHCl3), digunakan sebagai pelarut dan obat bius pada pembedahan.

  33. KEGUNAAN HALOGEN Brom (Br2) • NaBr, sebagai obat penenang saraf. • AgBr, untuk film fotografi. • CH3Br, sebagai bahan campuran zat pemadam kebakaran. • C2H4Br2, ditambahkan pada bensin agar timbal (Pb) dalam bensin tidak mengendap karena diubah menjadi PbBr2.

  34. KEGUNAAN HALOGEN Iodin (Br2) • I2 dalam alkohol, digunakan sebagai antiseptik luka agar tidak terkena infeksi. • KIO3, sebagai tambahan yodium dalam garam dapur. • NaI, bila ditambahkan pada garam dapur dapat digunakan untuk mengurangi kekurangan yodium yang akan menyebabkan penyakit gondok. • Iodoform (CHI3), sebagai disinfektan untuk mengobati borok.