1 / 24

Ibadah adalah segala perilaku kehidupan m uslim mengikuti petunjuk Allah , yaitu :

Saya – Indro Saksono – merenung : “ Apakah shiroothol Mustaqiim itu ? ’ Jawabnya bermula dari QS Adz Dzariyat : 56. Ibadah adalah segala perilaku kehidupan m uslim mengikuti petunjuk Allah , yaitu : menjalankan perintah-perintah Allah dan

padma
Download Presentation

Ibadah adalah segala perilaku kehidupan m uslim mengikuti petunjuk Allah , yaitu :

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Saya – Indro Saksono – merenung : “Apakah shiroothol Mustaqiim itu ?’Jawabnya bermula dari QS Adz Dzariyat : 56

  2. Ibadah adalah segala perilaku kehidupan muslim mengikuti petunjuk Allah , yaitu : menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan Allah, sesuai dengan kemampuan masing-masing. • Hasil dari beribadah adalah bertaqwa : (QS Al Baqarah : 21 – methode umum) dan (QS Al Baqarah : 183 – methode khusus) • Kesimpulan : beribadah adalah perilaku menuju bertaqwa, sedangkan letak taqwa adalah di dalam hati muslim.

  3. QS Al Fushilat : 6. Katakanlah: "Bahwasanya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasanya Tuhan kamu adalah Tuhan yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepadaNya dan mohonlah ampun kepadaNya. Dan kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-Nya,

  4. Misi Hidup - QS Adz Dzaariyaat : 56 Petunjuk Hidup QS Al Baqarah : 185 QS An Naml : 77 Tujuan Hidup QS Al Fajr : 27 – 30 Shiroothol Mustaqiim : Beribadah hanya kepada Allah untuk menggapai ridho Allah,disertai daya dan kekuatan Allah dan dilaksanakan dengan ikhlas karena Allah QS Al Hujuraat : 7 + QS Yaasiin : 61 QS Al Hijr : 39 – 41 Kendaraan = Wasiilah QS An Nisaa’ : 68 – 69 QS Al Faatiĥah : 5 QS Al Jinn : 16QS An Nisaa’ : 69 QS Al Maa-idah : 35QS Al Maa-idah : 56 QS At Taubah : 128 QS Al Ahzaab : 56 + QS Al Isra’ : 1 PERIKSA ‘TEKNO QUR-AAN”

  5. DARI CATATAN KAKI PENJELASAN MAKNA SURAT AL BAQARAH : 2 • Kitab11 (Al Qur-aan) Ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertaqwa12, • [11] Tuhan menamakan Al Quran dengan Al Kitab yang di sini berarti yang ditulis, sebagai isyarat bahwa Al Quran diperintahkan untuk ditulis. • [12] takwa yaitu memelihara diri dari siksaan Allah dengan mengikuti segala perintah-perintah-Nya; dan menjauhi segala larangan-larangan-Nya sesuai dengan kemanpuan masing-masing.

  6. ﻭﺃﻥﻟﻮﺍﺳﺘﻘﺎﻣﻮﻋﻠﻰﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔﻷﺳﻘﻴﻨﻬﻡﻣﺎﺀﻏﺪﻗﺎﻭﺃﻥﻟﻮﺍﺳﺘﻘﺎﻣﻮﻋﻠﻰﺍﻟﻄﺮﻳﻘﺔﻷﺳﻘﻴﻨﻬﻡﻣﺎﺀﻏﺪﻗﺎ QS Al Jinn : 16 (QS 72 : 16) Wa al-lawis taqoomuu ‘alaath thoriiqoti la asqoinaahum maa-an ghodaqoo. Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas thoriqoh (jalan) itu, benar- benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar.

  7. 1 : 6. Tunjukilah kami jalan yang lurus, • 1 : 7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

  8. QS An Nisaa’ : 68. dan pasti Kami tunjuki mereka kepada jalan yang lurus. • 04 : 69. Dan barangsiapa yang menta`ati Allah dan Rasul (Nya), mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi ni`mat oleh Allah, yaitu: Nabi-nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itulah teman yang sebaik-baiknya.

  9. Shiroothol Mustaqiim ? • QS Yaasiin : 61 • QS Maryam : 36

  10. QS Al An‘aam : 162 - 163 162. Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matikuhanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam, 163. tiada sekutu bagi-Nya; dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah)".

  11. QS Al Maa-idah : 44. Sesungguhnya Kami telah menurunkan Kitab ………………... Dan janganlah kamu menukar ayat-ayat-Ku dengan harga yang sedikit. Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.

  12. kafir : ﻋﻠﻴﻪﻭﺳﻠﻡﻗﺎﻝﺭﺳﻮﻝﺍﷲﺻﻠﻰﺍﷲ ﺟﻬﺎﺭﺍﻛﻘﺮﺓﻣﺘﻌﻤﺪﺍﻓﻘﺪﻣﻦﺗﺮﻭﻙﺍﻟﺼﻼ ﺭﻭﺍﻩﺍﻟﻂﺒﺮﺍﻧﻰﰱﺍﻻﻭﺳﻂ(ﻋﻦﺍﻧﺲ) • Qoola Rasuulullaah SAW : “Man tarokash sholaata muta’ammidan faqod kafaro jiharon”. (‘An Anas bin Malik ) Rowahu Thobroni fii Ausath. • Bersabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa meninggalkan shalat (fardhu lima) maka sungguh menjadi kafir yang nyata-nyata”.

  13. QS Al Maa-idah : 47. Dan hendaklah orang-orang pengikut Injil ( jugaQur-aan ) memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah di dalamnya. Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.

  14. QS Al Ahzaab : 36 Dan tidaklahpatut bagi laki-laki yang mukmin dan tidak (pula) bagi perempuan yang mukmin, apabila Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka. Dan barangsiapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya maka sungguhlah dia telah sesat, sesat yang nyata.

  15. Menurut Allah dalam QS Yaasin : 61 dan QS Al Hijr : 39 - 41 • Jalan yang lurus adalah beribadah kepada Allah dengan ikhlas !

  16. Membaca buku : Pedoman Shalatedisi lengkap - Teungku Muhammad Hasby ash Shiddieqy – 1950 Pada halaman 51 – 53 , diperoleh definisi IKHLASsebagai berikut : Menurut Abdul Qasim Abdul karim Al Qusyairi dalam risalahnya : “Ikhlas adalah menentukan taat (ibadah) untuk Tuhan yang haq saja (Membulatkan tujuan dalam beribadah kepada-Nya saja)”. Maksudnya : Ikhlas adalah mengerjakan ibadah semata-matakarena hendak mendekatkan diri kepada Allah, bukan karena mendhohirkan taat di hadapan umum, bukan pula karena mengharapkan puja dan sanjung sayang dan perhatian masyarakat. Ikhlas adalah membersihkan amal dalam beribadah dari perhatian umum. Menurut Ali Ad Daqqaq : “ Ikhlas-ialah memelihara ibadah dari perhatian manusia. Dan benar -ialah bersih hati dari mengikuti hawa nafsu”. Tegasnya, Ikhlas adalah perbuatan kita yang dhohir sama dengan yang diniatkan oleh bathin kita ( Re : Majma’al Bahroini / QS Al Kahfi :60 )

  17. QS Al Hijr : 39 - 41 39. Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, 40. kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka". 41.Allah berfirman: "Ini adalah jalan yang lurus; kewajiban Aku-lah (menjaganya)”.

  18. BAGAIMANA CARANYA AGAR DAPAT BERIBADAH KEPADA ALLAH SEMATA DENGAN IKHLAS ? • kita harus dengan memohon agar diberi daya dan kekuatan dari Allah SWT untuk beribadah secara ikhlas kepada Allah semata. Perhatikan Al Faatihah : 5

  19. Dan mutlak harus ingat pada :Laa ĥaula wa laa quwwata illa billaah ﻻﺣﻮﻝﻭﻻﻗﻮﺓﺇﻻﺑﺎﷲ

  20. QS Al Kahfi (18) : 39 Dan mengapa kamu tidak mengucapkan tatkala kamu memasuki kebunmu "MAA SYAA ALLAH, LAA QUWWATA ILLAA BILLAH" (Sungguh atas kehendak Allah semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah). Sekiranya kamu anggap aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan,

  21. Shiroothol Mustaqiim Adalah : Beribadah kepada Allah semata dengan niat karena Allah, disertai dengan daya dan kekuatan Allah, dengan meluruskan ketaatan (ikhlas) kepada Allah semata. Kesimpulannya ada 4 point : # Beribadah kepada Allah untuk menggapai ridha Allah # Lillah (Lillaahi ta’alaa) – iyyaaka na’budu # Billah ( bi ĥaulillah wa bi quwwatillah) – iyyaaka nasta’iin # ikhlas karena Allah

  22. Tujuan hidup : lihat QS Al Fajr27. Hai jiwa yang tenang.28. Kembalilah kepada Tuhanmudenganridha(ikhlas) lagi diridhai-Nya.29. Maka masuklah ke dalam jama'ah hamba-hamba-Ku,(Periksa juga QS An Nisaa’ : 68 – 69)30. dan masuklah ke dalam surga-Ku.

  23. Wallaahu a’lam !

More Related