1 / 9

PENGERTIAN

PENGERTIAN. Partikel padat yg terjadi krn proses mekanis (pemecahan dan reduksi) terhadap massa padat, dimana ia masih dipengaruhi oleh gaya gravitasi (Ryadi, 1982)

ovidio
Download Presentation

PENGERTIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PENGERTIAN • Partikel padat yg terjadi krn proses mekanis (pemecahan dan reduksi) terhadap massa padat, dimana ia masih dipengaruhi oleh gaya gravitasi (Ryadi, 1982) • Partikel zat padat yg disebabkan oleh kekuatan alami/mekanis spt pengolahan, penghancuran, pelembutan, pengepakan yg cepat, peledakan dll dr bhn2 organik m.p anorganik mis. batu, kayu, biji, logam, batu arang, butir2 zat dsb (Suma’mur, 1967)

  2. SIFAT • Settling Rate Mengendap krn gaya grafitasi • Wetting Basah krn dilapisi air yg sangat tipis • Floculation Menggumpal krn basah • Electrical Listrik statis  menarik partikel berbeda muatan • Optical properties Memancarkan sinar dalam kamar gelap

  3. MACAM DEBU 1. FARIDA BEY (1983) - Db organik (kapas, abu, daun, tbk)  efek pathofisiologis  efek fibrosis paru - Db mineral (SiO3, SiO2, arang batu)  juga disebut debu inorganik  tidak menimb. efek fibrosis paru - Db metal, (Pb, Hg, Cd, As)  keracunan umum akibat absorbsi tubuh melalui kulit, lambung, trachespiratory

  4. MACAM DEBU 2. Waskerville (1972) - Db organik (kayu, kapas, sari bunga) - Db anorganik yg tdk larut dl air partikel debu logam, bahan galian, mineral) 3. Sayers (1960) - Db organik hidup (bakteri, jamur) & organik tak hidup (selulosa, tepung) - Db anorganik beracun (logam berat)

  5. MEKANISME PERJALANAN DEBUDALAM PARU-PARU Menarik nafas  udara mengandung debu  hidung  farink  trakea  bronkius  bronkioli  alveoli (F. Bey, 1983) - 5 - 10  : ditahan jalan nafas atas - 1 - 3  : langsung ke perm. alveoli - 0,1 - 1  : keluar masuk alveoli akibat gerakan Brown

  6. MEKANISME PERJALANAN DEBUDALAM PARU-PARU Suma’mur (1995) : •  5  : jatuh krn gravitasi, bila terhirup jatuh pd jalan nafas atas, dpt menyebabkan iritasi dan radang • 3 - 5  : jatuh pada broncheolus/ bronchus • 1 - 3  : jatuh pada alveoli, disebut respirabledust, paling berbahaya karena tertimbun mulai bronciolus sampai alveoli • 0,1 - 1  : berdifusi mengikuti gerak brown keluar masuk alveoli. Dapat tertimbun bila membentur alveoli

  7. REAKSI TUBUH TERHADA DEBU • Cough reflect Reflek batuk akibat adanya iritasi • Cillia movement Peranan cillia pada sel mukosa membantu pergerakan debu ke atas  keluar bersama dahak • Fagositer Debu yg masuk jaringan paru difagosit oleh makrofage, atau difiltrasi lewat dinding alveoli masuk ke dalam saluran limfe

  8. PENGARUH DEBU ORGANIK • Keracunan Lokal Debu allergen  alergi, asma, bronchitis • Pneumokoniosis Akibat penimbunan debu dlm paru2  batuk2 kering, sesak nafas, kelelahan umum, susut BB, dahak dll • Alveolitis allergie Disebabkan faktor udara luar akibat menghirup debu organik (spora, jamur, jerami, ampas tebu yg berjamur)  gangg. Nafas, sesak nafas, demam, batuk-batuk.

  9. PENGARUH DEBU ORGANIK • Asma akibat kerja Akibat sensitisasi zat perangsang dl lingk. Kerja (padi, debu yg mgd zat putih telur)  sesak nafas, nafas bunyi, waktu keluar nafas lbh lama • Grain Asma Akibat alergi thd butir-butir beras, gandum  bengek

More Related