1 / 63

PROLAPSUS ORGAN PELVIS

PROLAPSUS ORGAN PELVIS. Uretrokel Sistokel Sistouretrokel Prolapsus uteri Entrokel Rektokel. URETROKEL Penonjolan uretra ke lumen vagina Etio: kongenital, trauma partus Pengobatan  Operatif. Patologi terjadinya prolaps organ pelvik.

olathe
Download Presentation

PROLAPSUS ORGAN PELVIS

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. PROLAPSUS ORGAN PELVIS

  2. Uretrokel • Sistokel • Sistouretrokel • Prolapsus uteri • Entrokel • Rektokel

  3. URETROKEL Penonjolan uretra ke lumen vagina Etio: kongenital, trauma partus Pengobatan  Operatif

  4. Patologi terjadinya prolaps organ pelvik • Kelemahan otot levator ani dan levator plate • Kelemahan ligamentum endopelviks • Kelemahan otot-otot diafragma urogenitalia dan perineum

  5. Faktor resiko • Trauma persalinan • Paritas • Tekanan intra abdominal kronik • Usia • Kelainan bawahan • Ras

  6. Gejala • Sesuatu yang turun atau keluar dari liang kemaluan • Terasa atau teraba ada benjolan di liang kemaluan • Terasa pegal didaerah belakang atau punggung • Susah berjalan • Perdarahan pervaginam • Inkontinensia urin • Konstipasi • Gangguan bersenggama

  7. Klasifikasi • Stadium I bila bagian prolapsus masih diatas introitus vagina • Stadium II bila bagian prolapsus sudah mencapai introitus vagina • Stadium III bila bagian prolapsus sudah keluar dari introitus vagina

  8. Derajat Prolaps Uteri

  9. METODA • Penilaianpenurunanapeks vagina • Penilaiandindingdepan vagina • Penilaiandindingbelakang vagina • Penilaian Perineum • Pengukuranpanjang Vagina

  10. KLASIFIKASI • Sistem POP-Q • Yang dianjurkan dipakai ICS sejak 1996 • Agar komunikasi ≠ sulit  1 kata • Adaptasi sistem Baden & Walker • Kunci  Titik tertentu dengan patokan anatomi yang jelas

  11. ILUSTRASI POSISI ANATOMI TITIK-TITIK PADA SISTEM POP-Q

  12. Format numerik Pencatatan dari Sistem POP-Q (Tabel 3-3)

  13. KLASIFIKASI • Patokan : Himen • Diukur 6 titik , 2 ukuran eksterna & panjang total vagina • Struktur diatas himen : - cm • Struktur dibawah himen : + cm

  14. Diagram Posisi Normal genitalia dan Eversi komplit dari vagina

  15. Diagram defek dinding anterior vagina dan posterior vagina

  16. Sistem Nilai Gradasi Prolaps Genitalia menurut ICS Ket : x = Panjang total vagina

  17. Cara Mudah Patokan Himen • Di atas - 1cm Grade I • 1 cm sp +1cm Grade II • Di bawah + 1cm Grade III • Eversi komplit Grade IV

  18. PROSEDUR PEMERIKSAAN • Hasil tergantung pengetahuan & pengalaman • Abnormal  Harus tahu normal • Pemeriksaan : Inspeksi, Palpasi, Penilaian Apeks – Perineum • Alat : Spekulum Graves Spekulum Sims Sonde

  19. PROSEDUR PEMERIKSAAN • Posisi : Berdiri Berbaring • Posisi berdiri : • Penilaian lebih baik Posisi aktif normal • Gejala timbul bila duduk/berdiri • Saat Penilaian • Istirahat • Peregangan : Manuver Valsalva Tarikan dengan Tenakulum

  20. PENATALAKSANAAN • Pencegahan : • Penanganan persalinan yang baik • Terapi hormon pengganti • Latihan otot dasar panggul

  21. PENATALAKSANAAN • Konservatif • Penggunaan pesarium vagina • Indikasi penggunaan: • Kontra indikasi operasi • Menunggu operasi (mengurangi simptom) • Masih ingin hamil • Trimester pertama kehamilan • Pemeriksaan diagnostik memastikan koreksi sistouretrokel besar bukan penyebab stres inkontinensia urin

  22. Smith (silicone, folding) • Hodge without support (silicone. folding) • Hodge with support (silicone, folding) • Gehrung with support (silicone, folding) • Risser (silicone, folding) • Ring with support (slllcone, folding) • Ring without support (slllcone, folding) • Cube (silicone, flexible) • Tandem-Cube (silicone, flexible) • Rigid Gellhom (acrylic, multiple drain) • 95% Rigid Gellhom (silicone, multiple drain) • Flexible Gellhom (silicone, multiple drain) • Ring incontinence (silicone) • Shaatz (silicone. folding) • Incontinence dish (silicone, folding) • Inflate Ball (latex) • Donut (silicone)

  23. PENATALAKSANAAN • Pembedahan

  24. MASALAH REKURENSI • Prolaps puncak vagina akan terjadi bila puncak vagina tidak dijahit pada ligamenta sakro uterina • Perbaikan bisa dikerjakan pervaginam atau suprapubik • Prosedur sederhana seperti kolpokleisis bisa dikerjakan (khususnya pada wanita yang tidak aktif seksual)

  25. Fiksasi sakrospinosus dapat dikerjakan dengan menjahit puncak vagina pada ligamentum sakrospinosus tanpa mengurangi kapasitas vagina dengan angka penyembuhan selama 1tahun sebesar 90% • Tindakan sakrokolpopeksi melalui abdomen, puncak vagina dijahit dengan proline mesh pada promotorium dengan angka penyembuhan 1-10 tahun sebesar 88-97%

  26. KESIMPULAN • Mengerti tentang pato anatomi prolaps genitalia akan memberikan hasil yang lebih baik dalam tatalaksana prolapsus genitalia • Angka rekurensi sesudah pembedahan vagina perlu mendapat perhatian terutama dalam mengantisipasi berbagai defek yang mungkin terjadi

  27. Vagina Normal

  28. Perubahan dinding anterior vagina paska persalinan

  29. Prolaps Uteri Grade III Dengan Penonjolan Dinding Depan Vagina Yang Dominan

  30. Prolaps Uteri Grade IV Dengan Kehilangan Penunjang Dinding Anterior Vagina Komplit

  31. Dinding Vagina Posterior Wanita Yang Pernah Melahirkan

  32. Rektokel Grade III

  33. Rektokel Grade IV

  34. Dinding Vagina Posterior Wanita Yang Pernah Melahirkan

  35. Prolaps Puncak Vagina

  36. Prolaps Genitalia Dan Prolaps Rekti

  37. Fistula Urogenital Terdapathubunganbanormalanataratraktusurinarius ( uretra, vesica, ureterdan uterus, cervik vagina

  38. Fistula Vesikovaginalis

More Related