limbah cair industri kakao sebagai bahan pembuat nata n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUAT NATA PowerPoint Presentation
Download Presentation
LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUAT NATA

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 10

LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUAT NATA - PowerPoint PPT Presentation


  • 368 Views
  • Uploaded on

LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUAT NATA. Nama : Tubagus Banurusman Bisva NIM :41612010039. Data Jurnal. Judul : LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUAT NATA Nama Penulis:YUNIANTA

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUAT NATA' - norina


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
limbah cair industri kakao sebagai bahan pembuat nata

LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUATNATA

Nama :TubagusBanurusmanBisva

NIM :41612010039

data jurnal
Data Jurnal
  • Judul :LIMBAH CAIR INDUSTRI KAKAO SEBAGAI BAHAN PEMBUATNATA
  • NamaPenulis:YUNIANTA
  • Sumber/Link Jurnal:http://ejournal.umm.ac.id/index.php/industri/article/view/537
abstrak
Abstrak
  • Penelitianiniditujukanuntukmemanfaatkanlimbahcairdariindustrikakaosebagaibahanpembuatannata.
  • Penelitiandibagidalamduatahapyaitutahappenjernihanlimbahcairindustrikakaodenganarangaktifpadatingkatpengenceranberbedasertastuditentangpengaruhkonsentrasisumberkarbon (gula) dankonsentrasisumber nitrogen yang ditambahkanterhadappembentukanpelikelnata. Konsentrasiarangaktifdanperlakuanpengenceranberpengaruhterhadap parameter yang terkaitdengankejernihanlimbah. Perlakuanterbaikdiperolehdariperlakuankonsentrasiarangaktif 5% denganpengenceran medium 1:3. Penelitianditahapkeduadenganperlakuanpengaruhkonsentrasisumber karbon (gula sukrosa) dan sumber nitrogen menunjukan perlakuan terbaik diperoleh dari kombinasi perlakuan konsentrasi sukrosa 4% dan konsentrasi (NH 4)2 SO 0,4%. Perlakuanterbaikinimemilikinilaikarakteristikproduknatameliputirendemen: 83,87%; kadar air: 95,23%; seratkasar: 4,22%; kecerahan (L*): 42,87; tekstur: 0,01 mm/g.dtdanketebalan: 2,42 cm.
pendahuluan
Pendahuluan
  • Proses fermentasi pulp adalah merupakan proses yang utama dalam industri pengolahan biji kakao dan menentukan kualitas produk akhir.
  • cairanpulp inimempunyai pH 3,4-7,0 danmenurut Effendi (1995) cairanpulp segarmengandung gula 12-15%, 5-7% pektin, 0,8-1,5% asam tidak menguap dan 0,1-0,5% protein. Cairan pulp dengan kandungan gula 12-15% berpotensi digunakansebagaibahandasaruntukproduksinata,.
  • Perlakuanpendahuluanadalahpenjernihandengancarapengencerandanpenyerapansenyawapenyebabwarnagelapdenganmenggunakanadsorban. Penjernihancairanpulp limbahindustrikakaodenganarangaktif, selainakanmampumenghilangkanzatwarnajugadapatmenyerapsenyawa-senyawa nitrogen. Adapunpengenceranakanberakibatberkurangnyakonsentrasisenyawawarna, guladansenyawanutrisisumber nitrogen yang sangatdibutuhkanuntukpertumbuhanbakteriAcetobacterxylinum.
metode
Metode
  • Penelitiantahap I dilakukandenganmetodeRancanganAcakKelompok (RAK) dengandua (2) faktor yang masing-masingfaktorterdiridaritiga (3) tingkat. Faktor 1 adalahkonsentrasiarangaktif yang terdiridari 3 tingkatkonsentrasiyaitu1%, 3% dan 5%. Faktor 2 adalah pengenceran yang terdiridaripengencerancairanpulp: air 3:1, 1:1 dan 1:3.
  • Penelitiantahap II dilakukandenganmetode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang masing-masingfaktorterdiridari 3 tingkat: Faktor 1: konsentrasi sukrosa 2,0%, 4,0%, 6,0%, sedangkan Faktor 2 adalah konsentrasi amoniumsulfat 0,2%, 0,3%, 0,4%. Semuaperlakuandiulangsebanyak 3 kali.
hasil dan pembahasan
HasildanPembahasan
  • Kekeruhanpadalimbahcairindustrikakaodipengaruhiolehsenyawa-senyawaalbuminoid, pektin, tannin, garam-garam mineral dan partikelpartikel pengotorsepertitanah, abudanlainnya yang tersuspensidalamlimbahcairkakao. Analisisragammenunjukkanadanyapengaruhnyata (a =0,05) dari interaksi kedua perlakuan konsentrasi yangaktifdanpengenceranterhadapkekeruhan.
  • Rerata kekeruhan semakin menurun dengan semakin meningkatnya konsentrasi arang aktif danpengenceran.
  • konsentrasiarangaktif 1% danpengenceran 3:1 memberikankekeruhantertinggiyaitu 42,446 ppm Si, sedangkanperlakuankonsentrasiarangaktif 5% danpengenceran 1:3 memberikankekeruhanterendahyaitu 33,308 ppmSiO 2
slide7

Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa perlakuankonsentrasiarangaktifdanpengenceranmemberikan pengaruh yang sangat nyata (a = 0,01) terhadapkadar tannin, sedangkaninteraksikeduaperlakuantidakberpengaruhnyata.

  • Korelasiantarakekeruhandankecerahan (L*), menunjukkanbahwasemakintinggikekeruhan maka kecerahannya semakin menurun dansebaliknya. Adapunkorelasikecerahandengankadar tannin menunjukkanbahwasemakintinggikadar tannin maka akan meningkatkan warna gelapdanberartisemakinrendahtingkatkecerahancairanlimbah.
  • Kadar gula total cenderungtetapdanhasilanalisisragammenunjukkanbahwatidakadapengaruh nyata dari perlakuan konsentrasi arang aktif.
slide8

limbahcaircoklat hasil penjernihan di tahap pertama yang mempunyaikadargulareduksi 11,476% digunakansebagai bahan baku dalam proses fermentasi dengan menggunakan A xylinum untuk mendapatkan produk nata.

  • Perlakuankonsentrasisukrosa 2%, 4% dan 6% berpengaruhsangatnyata (a = 0,01) padaketebalannata yang dihasilkanberturut-turut 1,71cm, 2,23cm b dan 1,92cm . Data ketebalannatatertinggidiperolehpadakonsentrasisukrosa 4%. Dalamprosesfermentasi tersebut, pertumbuhan bakteri A xylinum optimum memerlukan kadar gula reduksi kira-kira 19,48% denganasumsi 4% sukrosasetaradengan 8% gula reduksi ditambah dengan kadar gula reduksi awalfermentasi 11,48%.
  • Ketebalan dan kadar serat kasar terkait erat dengan rendemen nata. Kecenderungan kadar seratdanketebalansebagaiakibatdariperlakuankonsentrasi sukrosa dan konsentrasi sumber nitrogen juga ditemukan pada rendemen nata.
simpulan
Simpulan
  • Limbah industri kakao dalam bentuk cairan pulp dapatdimanfaatkansebagaibahandasarpembuatannata de cacao. Diperlukanpengencerandanpenjernihandenganmenggunakanarangaktifsebelum digunakan sebagai media fermentasi nata. Terdapatinteraksinyata (a = 0,05) antarperlakuankonsentrasiarangaktifdanpengenceranpadatingkat kekeruhan dan warna kuning (b*) cairan limbah. Perlakuan terbaik diperoleh dari perlakuan konsentrasiarangaktif 5% denganpengenceran medium 1:3. Perlakuankonsentrasisukrosadan (NH 4)2 SO memengaruhisecaranyataterhadapketebalan, rendemen, kadar serat, kadar air dan tekstur nata, namun interaksi dari kedua perlakuan tidakberpengaruhnyataterhadapparameterparametertersebut.
  • Perlakuanterbaikdiperolehdarikombinasiperlakuankonsentrasisukrosa 4% dankonsentrasi (NH 4)2 SO4 0,4%.
daftar pustka
DaftarPustka
  • Agyeman, K.O.G and Oldham, J.H., 1986. Utilization of Cacao By-product as an Alternatif Source of Energy Biomass. 10: 311–318.
  • Belitz, H.D. and Grosch, W., 1987.
  • Food Chemistry. Springer Verlag. Berlin Hendelberg.
  • Effendi, S., 1995. Utilization of Cacao Sweatings for Nata Production Using AcetobacterXylinum. Menara Perkebunan. 63(1): 23–26.
  • Lapuz, M.N., Bullardo, F.G. and Palo, M.A., 1967. The Nata Organism Cultural Requirment Characteristic and Identify. The Philipine Journal of Science. Vol. 9 (2).
  • Weber, J.T., 1977. Physicochemical Process for Water Quality Control. John Willey and Sons. New York.
  • Winarno, F.G., 1997. Kimia Pangan. GramediaPustakaUtama. Jakarta.
  • Zeleny, M., 1992. Multiple Kriteria Decision Making. McGraw-Hill. New York.