1 / 36

HIPERTENSI dalam KEHAMILAN

HIPERTENSI dalam KEHAMILAN. Rhaina Khairani Farah Nasyitah M Bina Muntafia Vidya Cahyaningrum Selfiana Y Tasman Hesti Fuspita Sari Rahmawati KD Ainu Amri Tanjung. Terminology dan Klasifikasi. Gestational Hypertension Preeclampsia Eclampsia

nicole
Download Presentation

HIPERTENSI dalam KEHAMILAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. HIPERTENSI dalam KEHAMILAN Rhaina Khairani Farah Nasyitah M Bina Muntafia Vidya Cahyaningrum Selfiana Y Tasman Hesti Fuspita Sari Rahmawati KD Ainu Amri Tanjung

  2. Terminology dan Klasifikasi • Gestational Hypertension • Preeclampsia • Eclampsia • Preeclampsia superimposed pada hipertensi kronis • Hipertensi kronis

  3. Monitor yang Dilakukan

  4. 1. Gestational Hypertension (GH) • GH juga sering disebut transient hypertension • Tekanan darah ≥140/90 mmHg • yang terjadi hanya pada saat kehamilan • Tekanan darah akan kembali menjadi normal sekitar 12 minggu setelah persalinan • Manajemen : observasi dan stabilisasi tekanan darah dengan antihipertensi -> nifedipin 30 mg p.o

  5. 2. Preeklamsia • merupakan penyulit kehamilan akut dan dapat terjadi ante, intra dan postpartum. • Hipertensi timbul pada umur kehamilan > 20 minggu dan disertai dengan proteinuria • Preeklamsia dibagi menjadi 2 : - preeklamsia ringan - preeklamsia berat

  6. 2.1. Preeklamsia Ringan • Definisi : suatu sindroma spesifik kehamilan dengan menurunnya perfusi organ yang berakibat terjadinya vasospasme pembuluh darah dan aktivasi endotel • Diagnosis : - umur kehamilan >20 minggu - hipertensi : sistol/diastol ≥140/90 mmHg - proteinuria ≥ 300 mg/24 jam atau ≥ 1+ dipstik

  7. Manajemen : - tujuan dari manajemen PER adalah : a. Mencegah:kejang, predarahan intakranial, gangguan fungsi organ vital b. Tirah baring total

  8. 2.2. Preeklamsia Berat • Definisi : preeklampsia dengan tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg dan diastolik ≥ 110 mmHg disertai proteinuria lebih 5g/24 jam • Preeklampsia digolongkan berat bila ditemukan : - oliguria : produksi urin < 500 cc/24 jam - kenaikan kadar kreatinin plasma - gangguan visus dan serebral - edema paru - hemolisis mikroangiopati

  9. - pertumbuhan janin intrauterine yang terhambat - sindrom HELLP • Pembagian preeklampsia berat : - PEB tanpa impending eclampsia - PEB dengan impending eclampsia • Manajemen: - segera mondok RS - stabilisasi dan monitoring cairan - pemberian obat anti kejang : MgSO4

  10. Cara pemberian MgSO4 regimen : loading dose/initial dose -> 4 gr MgSO4 20% iv pelan dalam 15 menit 5cc MgSO4+5cc RL = 2x10 cc 20cc MgSO4 20% maintenance dose -> diberikan infus 6gr dalam RL/6 jam • Syarat pemberian MgSO4: harus tersedia antidotum MgSO4 yaitu kalsium glukonas 10% = 1 gr (10% dlm 10 cc) IV 3 menit refleks patella (+ kuat RR >16x/menit, tidak ada tanda-tanda distres napas urin output 1cc/kg BB

  11. - pemberian diuretik tidak rutin diberikan, kecuali ada edema paru, payah jantung - pemberian antihipertensi : nifedipin 10-20 mg p.o max 120mg/24 jam - terhadap kehamilannya : • aktif/agresif : terminasi kehamilan bersamaan dg medikamentosa • Konservativ : mempertahankan kehamilan bersamaan dengan pemberian medikamentosa

  12. Pencegahan • Primer • Modifikasi gaya hidup  olahraga / perbanyak aktifitas • Pengaturan makan dan nutrisi  diet rendah garam, pemberian suplemen Calsium 1 gr / hari, dan antioksidan ( vitamin C dan E ) • Obat-obatan  antiplatelet ( aspirin dosis rendah  75 mg/hari pada wanita resiko tinggi)

  13. Sekunder • Pemberian obat antihipertensi  methyldopa, labetolol, atau ca channel blocker

  14. 3. Eklampsia • Definisi : merupakan kasus akut pada preeklampsia yang disertai dengan kejang menyeluruh dan koma. • Hal tersebut bisa terjadi sebelum,saat atau pasca persalinan

  15. manajemen : • Perawatan eklampsia : terapi suportif untuk stabilisasi fungsi vital (ABC), mengatasi dan mencegah kejang, mengatasi hipoksia dan asidemia, mencegah trauma saat terjadi kejang, mengendalikan tekanan darah, melahirkan janan pada waktu yang tepat dan cara yang tepat.

  16. Pengobatan medikamentosa : • Obat anti kejang : MgSO4, jika kejang tidak teratasi, dipilih tiopental. • MgSO4 : pemberiannya pada dasarnya sama seperti pemberian pada PEB • Perawatan pd waktu koma : menjaga patensi jalan napas. Pada pasien koma reflek muntah tidak ada, kemungkinan terjadi aspirasi maka perlu dilakukan suction

  17. Pengobatan obstetrik : semua kehamilan dengan eklampsia harus diakhiri tanpa memandang umur kehamilan dan keadaan janin. Persalinan diakhiri jika sudah mencapai stabilisasi hemodinamika dan metabolisme ibu.

  18. 4. Preeclampsia superimposed pada hipertensi kronis • Definisi : hipertensi kronis disertai dengan tanda-tanda preeklampsia atau hipertensi kronik disertai proteinuria

  19. 5. Hipertensi gestational • Definisi : hipertensi yang terjadi pada kehamilan > 20 minggu tanpa disertai proteinuria, dan hipertensi membaik 3 bulan pasca persalinan

  20. Patofisiologi • Penyebab hipertensi dalam kehamilan belum diketahui secara jelas. Banyak teori yang telah menjelaskan akan hal tersebut, namun tidak ada satu teori pun yang dianggap benar. • Teori kelainan vaskularisasi placenta • Teori iskemia placenta, radikal bebas, dan disfungsi endotel • Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin • Teori adaptasi kardiovaskularori genetik • Teori defisiensi gizi • Teori inflamasi

  21. a. Teori Kelainan Vaskularisasi • Pada hamil normal, dg sebab yang belum jelas terjadi invasi trofoblas ke dalam lapisan otot a.spiralis yg menimbulkan degenerasi lapisan otot arteri tersebut shg terjadi vasodilatasi. Vasodilatasi tsb memberi dam[pak menurunkan tekanan darah, penurunan resistensi vaskular dan peningkatan aliran darah uteroplasenta. • Pada hipertensi pada kehamilan, tidak terjadi invasi sel-sel trofoblas pada lapisan otot a.spiralis, shg otot arteri menjadi kaku.

  22. b. Teori iskemia placenta, radikal bebas, dan disfungsi endotel • Iskemia plasenta dan pembentukan oksidan/radikal bebas • Merupakan sequel dari kelainan vaskularisasi yg berakibat iskemia. • Placenta yang iskemia dan hipoksia akan menghasilkan oksidan (radikal bebas) • Oksidan penting yg dihasilkan plasenta iskemia adl radikal hidroksi yg sangat toksis khususnya terhadap sel endotel • Reaksi hidroksil akan merusak membran sel yang mengandung banyak asam lemak tidak jenuh menjadi peroksida lemak, peroksida lemak tsb yang akan merusak membran sel .

  23. Peroksida lemak sebagai oksidan pada hipertensi dalam kehamilan - Pd hipertensi kehamilan peroksida lemak meningkat sedangkan antioksidan spt vit.E menurun - Peroksida lemak beredar keseluruh tubuh mll aliran darah dan merusak membran sel endotel.

  24. Disfungsi sel endotel - Sel endotel yang terpapar peroksida lemak menjadi rusak sehingga terjadi disfungsi endotel

  25. c. Teori intoleransi imunologik antara ibu dan janin • Pada kehamilan normal, respon imun tidak menolak adanya hasil konsepsi sbg benda asing krn adanya human antigen protein G(HLA-G) yg berperan penting memodulasi respon imun shg ibu tidak menolak hasil konsepsi (plasenta). • Selain itu HLA-G mempermudah invasi trofoblas • Pada hipertensi terjadi penurunan HLA-G

  26. d. Teori adaptasi kardiovaskularori genetik • Pada hamil normal pembuluh dara refrakter (tidak peka) terhadap rangsangan vasopresor. • Hal tersebut terjadi krn dilindungi oleh adanya sintesis prostaglandin pd sel endotel • Pada hipertensi dalam kehamilan kehilangan daya refrakter terhadap bahan vasokonstrikstor sehingga sangat peka terhadap bahan vasopresor.

  27. Belum jelas • Tetapi, beberapa penelitian menemukan Ada faktor keturunan dan familial dengan model gen tunggal. Genotipe ibu lebih memnentukan terjadinya hipertensi scr familial jika dibandingkan dg genotipe janin • Ibu yg mengalami preeklampsia 26% anak perempuannya akan mengalami preeklampsia pula

  28. e. Teori defisiensi gizi • Belum jelas mekanismenya.

  29. f. Teori inflamasi • Lepasnya debris trofoblas dalam sirkulasi darah merupakan rangsangan utama terjadinya proses inflamasi. • Terjadinya disfungsi endotel pada preeklampsia akibat produksi debris trofoblas berlebihan mengakibatkan aktivitas leukosit yang sangat tinggi pada ibu, sehingga terjadi reaksi sistemik inflamasi yang menimbulkan gejala-gejala preeklampsia.

  30. TERIMAKASIH....

More Related