Tbt tahunan semusim
Download
1 / 109

TBT TAHUNAN & SEMUSIM - PowerPoint PPT Presentation


  • 319 Views
  • Uploaded on

TBT TAHUNAN & SEMUSIM. KONTRAK PERKULIAHAN. Metode perkuliahan : Ceramah; Diskusi; Tugas kelompok; Tugas mandiri. . 2. Rencana pembelajaran, waktu dan materi :. 2. Rencana pembelajaran, waktu dan materi : (Lanjutan). 3. Tugas :. a. Tugas Kelompok:. a. Tugas Kelompok: (Lanjutan).

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' TBT TAHUNAN & SEMUSIM' - nasya


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Kontrak perkuliahan
KONTRAK PERKULIAHAN

  • Metode perkuliahan :

  • Ceramah;

  • Diskusi;

  • Tugas kelompok;

  • Tugas mandiri.




3 tugas
3. Tugas :

a. Tugas Kelompok:




Tbt semusim
TBT SEMUSIM

I. PENDAHULUAN

A. Prospek Komoditas Tanaman Semusim

Proyeksi Kebutuhan Pangan di Indonesia versi Departemen Pertanian RI



Produksi, Konsumsi, EkspordanImporBeras Indonesia (ribu ton)

Sumber : FAO






Penyebab krisis pangan
PENYEBAB KRISIS PANGAN

  • PERTAMBAHAN PENDUDUK

  • KERUSAKAN LINGKUNGAN

  • KONVERSI LAHAN & PENURUAN KUALITAS LAHAN PERTANIAN

  • TINGGINYA HARGA BAHAN BAKAR FOSIL (Transportasi & PerdaganganGandumAntar Negara melalui 3885 Km ataumendekati 4 kali panjangPulauJawa)

  • PERUBAHAN POLA KONSUMSI

  • PEMANASAN GLOBAL & PERUBAHAN IKLIM

  • KEBIJAKAN LEMBAGA KEUANGAN INTERNASIONAL & NEGARA MAJU.


Kebijakan negara maju
KEBIJAKAN NEGARA MAJU

  • Tahun 2003, subsidi yang diberikan pemerintah AS kepada petaninya sebesar US$ 1,7 Milyar atau rata-rata US$ 232/hektar.

  • Pada 30 negara terkaya, subsidi pertanian menyumbang 30 % pendapatan petani dengan total nilai subsidi mencapai US$ 280 Milyar.

  • Kebijakan bantuan pangan untuk melayani kepentingan raksasa agrobisnis & perusahaan perkapalan (bantuan pangan diproduksi, diproses, dan dikapalkan oleh perusahaan AS).

  • GMO (Genetically Modified Organism) yang disalurkan pada petani miskin. Kasus di Ethiophia.


UU No. 7 Th. 1996 tentangKetahanPangan

1. Keamananpangan : sanitasipangan, bahantambahanpangan, rekayasagenetikadaniradiasipangan, kemasanpangan, jaminanmutupangandanpemeriksaanlaboratorium, pangantercemar

2. Mutudangizipangan : mutupangan, gizipangan,

3. Label daniklanpangan

4. Pemasukandanpengeluaranpangan

5. Tanggungjawabindustripangan

6. Ketahananpangan

7. Peransertamasyarakat

8. Pengawasan

9. Ketentuanpidana


Kedaulatan pangan
KEDAULATAN PANGAN

  • Organisasi dunia buruh tani dan petani dunia La Via Campesina mengeluarkan konsep alternatif yang disebut kedaulatan pangan (food sovereignty). Kedaulatan pangan didefinisikan sebagai hak sebuah negara dan petani untuk menentukan kebijakan pangannya dengan memprioritaskan produksi pangan lokal untuk kebutuhan sendiri, menjamin ketersediaan tanah subur, air, benih, termasuk pembiayaan untuk para buruh tani dan petani kecil serta melarang adanya praktek perdagangan pangan dengan cara dumping.

  • Hak menentukan kebijakan pangan sendiri yang dimaksud oleh kedaulatan pangan adalah bahwasanya para buruh tani dan petani itu sendiri yang menentukan pemilihan cara produksi, jenis teknologi, hubungan produksi, distribusi hingga menyangkut masalah keamanan pangan. Karena itu melalui kedaulatan pangan semua jenis aktivitas produksi pangan harus dikerjakan oleh para petani itu sendiri, sehingga yang dinamakan kedaulatan pangan tersebut dimiliki oleh petani bukan oleh pengusaha.


Visi pemenuhan pangan
VISI PEMENUHAN PANGAN

  • Agrikulturdimaksudkanuntukmemenuhikebutuhanpanganseluruhumatmanusia. Tetapikenyataannyapangansekedarkomoditidimanafaktor-faktorpenyetirnyaadalahfungsiekonomi.

  • Pangansebagaihakdasarsehinggakelaparanharusdihilangkanmenjadivisi yang ditinggalkan. Kelaparan modern pasca 1700 memperlihatkanbahwakelaparanjustrudisebabkankarenakebijakan yang tidakmemprioritaskankeselamatanrakyatnya. Kelaparandi Irlandia 1845-1849 terjadisetelahmakanandikirimkeInggris yang mampumembayarlebih, begitujugadengankelaparan 1973 di Ethiopia. Kelaparanterbesardalamabad 20 terjadidi China padatahun1958-1961 dimana 20 jutaorangmeninggal, daninidisebabkankebijakan China untukmeninggalkanpertaniandanberalihsebagiankeindustribaja. (Walhi Report)


Kondisi saat ini di indonesia
KONDISI SAAT INI DI INDONESIA

  • Kemampuan pertanian untuk memenuhi kebutuhan pangan kita sendiri, relatif telah dan sedang menurun dengan sangat besar.

  • Pada waktu ini Indonesia berada dalam keadaan "Rawan Pangan" bukan karena tidak adanya pangan, tetapi karena pangan untuk rakyat Indonesia sudah tergantung dari Supply Luar Negeri, dan ketergantungannya semakin besar.

  • Pasar pangan amat besar yang kita miliki diincar oleh produsen pangan luar negri yang tidak menginginkan Indonesia memiliki kemandirian di bidang pangan.


Kesepakatan internasional kedaulatan pangan
KESEPAKATAN INTERNASIONAL & KEDAULATAN PANGAN

  • Agreement on Agriculture (AoA) Tahun 1995.

  • AFTA TAHUN 2003 (beras, gula, produk daging, gandum, bawang putih, cengkeh )

  • ASIA PASIFIK TAHUN 2010

  • PASAR BEBAS DUNIA TAHUN 2020


Data konversi lahan pertanian produktif
DATA KONVERSI LAHAN PERTANIAN PRODUKTIF

  • LAHAN PERTANIAN YANG TERSEDIA SEKITAR 7,7 JUTA HEKTAR. (KEBUTUHAN 11-15 JUTA HEKTAR).

  • KECEPATAN KONVERSI LAHAN PERTANIAN 100-110 RIBU HEKTAR / TAHUN.

  • PRODUKSI PER HEKTAR 4,6 TON

  • POTENSI KEHILANGAN PRODUKSI PADI 506.000 TON / TAHUN


  • Sekitar 60% penduduk Indonesia tinggal di pedesaan.

  • 70% dari total penduduk di pedesaan yang berjumlah 21.141. 273 rumah tangga hidup dari pertanian. Sebagian besar adalah petani pangan berupa padi dan holtikultura. Sebagian lain di perkebunan, peternakan, hasil hutan dan perikanan.

  • Setengah dari petani itu, 50% adalah petani yang memiliki lahan yang sempit, kurang dari 0,5 ha bahkan tuna kisma, sehingga sebagian besar bekerja sebagai buruh tani dan buruh perkebunan.


Program peningkatan ketahanan pangan
PROGRAM PENINGKATAN KETAHANAN PANGAN

Program ini bertujuan untuk memfasilitasi peningkatan dan keberlanjutan ketahanan pangan sampai ke tingkat rumah tangga sebagai bagian dari ketahanan nasional. Kegiatan pokok yang dilakukan dalam program ini meliputi :

1. Pengamanan ketersediaan pangan dari produksi dalam negeri, antara lain melalui pengamanan lahan sawah di daerah irigasi, peningkatan mutu intensifikasi, serta optimalisasi dan perluasan areal pertanian;

2. Peningkatan distribusi pangan, melalui penguatan kapasitas kelembagaan pangan dan peningkatan infrastruktur perdesaan yang mendukung sistem distribusi pangan, untuk menjamin keterjangkauan masyarakat atas pangan;

3. Peningkatan pasca panen dan pengolahan hasil, melalui optimalisasi pemanfaatan alat dan mesin pertanian untuk pasca panen dan pengolahan hasil, serta pengembangan dan pemanfaatan teknologi pertanian untuk menurunkan kehilangan hasil (looses);

4. Diversifikasi pangan, melalui peningkatan ketersediaan pangan hewani, buah dan sayuran, perekayasaan sosial terhadap pola konsumsi masyarakat menuju pola pangan dengan mutu yang semakin meningkat, dan peningkatan minat dan kemudahan konsumsi pangan alternatif/pangan lokal; dan

5. Pencegahan dan penanggulangan masalah pangan, melalui peningkatan bantuan pangan kepada keluarga miskin/rawan pangan, peningkatan pengawasan mutu dan kemanan pangan, dan pengembangan sistem antisipasi dini terhadap kerawanan pangan.


Dampak tidak terpenuhinya kedaulatan pangan di indonesia
DAMPAK TIDAK TERPENUHINYA KEDAULATAN PANGAN DI INDONESIA

  • Balita Kurang Gizi 4,1 juta

  • Balita Gizi buruk di Indonesia 700 ribu

  • Kemampuan pemerintah untuk menangani balita gizi buruk 39.000 balita / tahun


B. Pengertiantanamansemusim (annual plant)

  • Merupakanistilahagrobotanibagi tumbuhan yang dapat dipanen hasilnya dalam satu musim tanam

  • Dalam pengertian botani, tumbuhan yang menyelesaikanseluruh siklus hidupnya dalam rentang setahun

  • Istilah dalam bahasa Inggris, annual plant, menunjukkan bahwa yang dimaksud "satu musim" adalah satu tahap dalam setahun

  • Bagi pertanian di daerah beriklim sedangseringkali yang dimaksud semusim adalah apabila tanaman yang dimaksud tidak perlu mengalami musim dingin bagi pembungaannya (vernalisasi)


  • Sejumlah tumbuhan dari daerah beriklim sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem.

  • Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam waktu sangat singkat (4 hingga 8 minggu)

  • Tumbuhan seperti narsisus, yang dikenal sebagai spring plants (tumbuhan musim semi), mengeluarkan daun di akhir musim dingin (musim salju) lalu berbunga dan kemudian layu kembali hanya dalam waktu sekitar 3 bulan, untuk kemudian kembali beristirahat dalam bentuk umbi

  • Perilaku musiman ini diatur secara hormonal dan dipengaruhi oleh suhu udara, panjang hari, serta ketersediaan air di tanah


Berikut adalah beberapa ilustrasi. gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem.

  • Bagi petani di wilayah beriklim tropika, jagung adalah tanaman semusim karena ia ditanam dan dipanen masih pada musim yang sama. Bagi petani daerah beriklim sedang, jagung disebut tanaman semusim karena ia ditanam pada pertengahan musimsemi dan dipanen pada pertengahan hingga penghujung musim gugur


II. FAKTOR-FAKTOR PERTUMBUHAN TANAMAN gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem.

  • TANAH

  • CAHAYA

  • SUHU

  • KELEMBABAN/ CURAH HUJAN


A hubungan air tanah tanaman
A. gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem. Hubungan Air-Tanah-Tanaman

  • Tanaman memerlukan air

  • Tanah menyimpan air yang dibutuhkan tanaman

  • Atmosfer menyediakan energi yang diperlukan tanaman untuk mengambil air dari tanah


Siklus air di alam
Siklus Air di Alam gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem.


  • Air gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem. diperlukantanamanuntuk:

    • Pencernaan

    • Fotosintesis

    • Transport mineral danhasilfotosintesis

    • Penunjangtubuh

    • Pertumbuhan

    • Transpirasi

  • Sebagianbesar (99%) air dipergunakanuntuktranspirasi

  • Transpirasi: prosesevaporasidaribagiantanaman

    • Terjadibilatekananuapdidaunlebihbesardaripadadiudara

    • Terjadibila stomata daunterbuka



  • Tanah terdiri dari: menuju bagian tubuh tanaman dan daun

    • Mineral dan bahan organik

    • Udara dan air yang mengisi pori-pori antar butiran tanah

  • Butiran tanah diklasifikasikan menurut ukuran  pasir, debu, lempung  tekstur tanah

  • Kandungan air dan udara dalam tanah berubah-ubah  lengas tanah


Air tanah dan lengas tanah
Air tanah dan Lengas Tanah menuju bagian tubuh tanaman dan daun

  • Sesudah hujan

    • air bergerak ke bawah melalui zone aerasi dan mengisi pori‑pori yang kecil serta tetap tinggal disitu ditahan oleh gaya‑gaya kapiler ataupun oleh gaya‑gaya tarik molekuler disekeliling butir‑butir tanah  lengas tanah

    • Bila kapasitas tanah menahan air pada zone aerasi telah dipenuhi, air akan bergerak ke bawah menuju zone saturasi  air tanah


Lengas tanah
Lengas tanah menuju bagian tubuh tanaman dan daun

  • Air tersimpan dalam tanah dalam bentuk lengas tanah

    • Kandungan lengas tanah

    • Status lengas dalam tanah (jenuh, kapasistas lapang, titik layu permanen, kering mutlak)

  • Bentuk lengas tanah

    • Air gravitasi

    • Air kapiler

    • Air higroskopis

  • Water holding capacity


B suhu
B. Suhu menuju bagian tubuh tanaman dan daun

  • Suhu merupakan faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman

  • Suhu berkorelasi positif dengan radiasi mata hari

  • Suhu: tanah maupun udara disekitar tajuk tanaman

  • Tinggi rendahnya suhu disekitar tanaman ditentukan oleh radiasi matahari, kerapatan tanaman, distribusi cahaya dalam tajuk tanaman, kandungan lengas tanah


  • Suhu mempengaruhi beberapa proses fisiologis penting: bukaan stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi

  • Peningkatan suhu sampai titik optimum akan diikuti oleh peningkatan proses di atas

  • Setelah melewati titik optimum, proses tersebut mulai dihambat: baik secara fisik maupun kimia, menurunnya aktifitas enzim (enzim terdegradasi)


Pengaruh suhu terhadap lengas tanah
Pengaruh suhu terhadap lengas tanah stomata, laju transpirasi, laju penyerapan air dan nutrisi, fotosintesis, dan respirasi

  • Peningkatan suhu disekitar iklim mikro tanaman akan menyebabkan cepat hilangnya kandungan lengas tanah

  • Peranan suhu kaitannya dengan kehilangan lengas tanah melewati mekanisme transpirasi dan evaporasi

  • Peningkatan suhu terutama suhu tanah dan iklim mikro di sekitar tajuk tanaman akan mempercepat kehilangan lengas tanah terutama pada musim kemarau


  • Pada musim kemarau, peningkatan suhu iklim mikro tanaman berpengaruh negatif terhadap pertumbuhan dan perkembangan tanaman terutama pada daerah yang lengas tanahnya terbatas

  • Pengaruh negatif suhu terhadap lengas tanah dapat diatasi melalui perlakuan pemulsaan (mengurangi evaporasi dan transpirasi)


  • Penelitian dengan cara mengerudungi tanah menggunakan mulsa plastik ternyata dapat mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan suhu tanah, dan mengurangi evaporasi yang berlebihan

  • Air tanah tidak banyak yang terbuang atau hilang karena menguap

  • Kelembaban tanah merupakan faktor penting bagi peningkatan penyerapan unsur hara


  • Keuntungan plastik ternyata dapat mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan suhu tanah, dan mengurangi evaporasi yang berlebihanpemakaianmulsa: meningkatkanpenyerapan air olehtanah, mempebaikisifatfisiktanah, mengurangi

    kisaransuhutanah,

    dapatmengendalikan

    pertumbuhangulma

  • Salahsatudampak

    pemulsaanterhadap

    perbaikansifatfisiktanah:

    memperbaikiaerasitanah

    sehinggaakardapat

    berkembangdenganbaik,

    pertumbuhantanaman

    akanlebihsubur


Pemberian mulsa dan produktifitas tanaman
Pemberian mulsa dan produktifitas tanaman plastik ternyata dapat mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan suhu tanah, dan mengurangi evaporasi yang berlebihan

  • Mulsa plastik dengan warna tertentu mampu meningkatkan produktifitas tanaman

  • Mulsa plastik menyebabkan suhu iklim mikro lebih stabil (tidak naik turun)

  • Proses fisiologis terutama fotosintesis akan meningkat, produksi bahan kering meningkat

  • Di samping itu, pemberian mulsa plastik dengan warna tertentu menyebabkan distribusi cahaya di dalam tajuk tanaman lebih merata (mengurangi kasus mutual shading)


Suhu iklim global
Suhu Iklim Global plastik ternyata dapat mempertahankan kelembaban tanah, mengendalikan suhu tanah, dan mengurangi evaporasi yang berlebihan

  • Saatiniterjadipeningkatansuhuiklim global

  • Efek gas rumahkaca, meningkatnyakonsentrasi CO2 diatmosfer

  • Meningkatnyakonsentrasi CO2 diatmosfersebenarnyaberdampakpositifterhadapprosesfisiologistanaman, tetapipengaruhpositif CO2 dihilangkanolehpeningkatansuhuatmosfer yang cenderungberdampaknegatifterhadapprosesfisiologistersebut


  • Pengaruh positif peningkatan CO2 atmosfer : merangsang proses fotosintesis, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi).

  • Pengaruh negatif peningkatan CO2: meningkatnya suhu iklim global, berdampak pada peningkatan respirasi, menurunkan produktifitas tanaman. Peningkatan suhu menghilangkan pengaruh positif dari peningkatan CO2


C cahaya
C. Cahaya proses fotosintesis, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi).

  • Faktor esensial pertumbuhan dan perkembangan tanaman

  • Cahaya memegang peranan penting dalam proses fisiologis tanaman, terutama fotosintesis, respirasi, dan transpirasi

  • Fotosintesis : sebagai sumber energi bagi reaksi cahaya, fotolisis air menghasilkan daya asimilasi (ATP dan NADPH2)


  • Cahaya proses fotosintesis, meningkatkan pertumbuhan tanaman dan produktivitas pertanian tanpa diikuti oleh peningkatan kebutuhan air (transpirasi).matahariditangkapdaunsebagaifoton

  • Tidaksemuaradiasimataharimampudiseraptanaman, cahayatampak, dg panjanggelombang 400 s/d 700 nm

  • Faktor yang mempengaruhijumlahradiasi yang sampaikebumi: sudutdatang, panjanghari, komposisatmosfer

  • Cahaya yang diserap

    daun 1-5% untuk

    fotosintesis,

    75-85% untuk

    memanaskan

    daundantranspirasi


  • Peranan cahaya dalam respirasi, fotorespirasi, menaikkan suhu

  • Peranan cahaya dalam transpirasi, transpirasi stomater, mekanisme bukaan stomata

  • Kebutuhan intensitas cahaya berbeda untuk setiap jenis tanaman, dikenal tiga tipe tanaman C3, C4, CAM

  • C3 memiliki titik kompensasi cahaya rendah, dibatasi oleh tingginya fotorespirasi


  • C4 memiliki titik kompensasi cahaya tinggi, sampai cahaya terik, tidak dibatasi oleh fotorespirasi

  • Besaran yang menggambarkan banyak sedikitnya radiasi matahari yang mampu diserap tanaman:ild

  • ILD kritik dan ILD optimum, ILD kritik menyebabkan pertumbuhan tanaman 90% maksimum. ILD optimum menyebabkan pertumbuhan tanaman (CGR) maksimum


  • ILD optimum setiap jenis tanaman berbeda tergantung morfologi daun

  • Faktor eksternal juga mempengaruhi nilai ild optimum, misalnya jarak tanam (kerapatan tanaman) maupun sistem tanam

  • Faktor eksternal mempengaruhi radiasi yang diserap dan nilai ILD optimum, melalui efek penaungan (mutual shading)

  • Penaungan: distribusi cahaya dalam tajuk tidak merata, ada daun yang bersifat parasit terhadap fotosintat yang dihasilkan daun yang lain, NAR rendah, CGR rendah, telah tercapai titik kompensasi cahaya, ILD telah melampaui nilai optimumnya


  • Kaitannya dengan ILD optimum setiap jenis tanaman perlu dilakukan kajian mengenai jarak tanam yang menyebabkan tercapainya ILD optimum tersebut. Pengaturan jarah tanam ditentukan oleh tingkat kesuburan lahan maupun habitus tanaman (morfologi tanaman)

  • Penentuan kerapatan tanaman dipengaruhi juga oleh hasil ekonomis yang akan diambil dari pertanaman.


  • Hasil ekonomis tanaman berupa biji (produk reproduktif yang lain). Kalo dibuat grafik hub antara kerapatan dengan hasil, kurve berbentuk parabolik, ada nilai LAI optimum. Peningkatan kerapatan tanaman setelah LAI optimum, menimbulkan penurunan hasil. Hasil fotosintesis digunakan lebih banyak untuk keperluan vegetatif

  • Hasil ekonomis tanaman berupa bagian vegetatif tanaman, grafik hub antara kerapatan dengan hasil berbentuk asimtotik. Jarak tanam dibuat serapat mungkin supaya penyerapan radiasi maksimum cepat tercapai, dapat dikatakan tidak ada LAI optimum


Faktor yang menentukan besarnya radiasi matahari ke bumi
Faktor yang Menentukan Besarnya Radiasi Matahari ke Bumi lain). Kalo dibuat grafik hub antara kerapatan dengan hasil, kurve berbentuk parabolik, ada nilai LAI optimum. Peningkatan kerapatan tanaman setelah LAI optimum, menimbulkan penurunan hasil. Hasil fotosintesis digunakan lebih banyak untuk keperluan vegetatif

  • Sudut datang matahari (dari suatu titik tertentu di bumi)

  • Panjang hari

  • Keadaan atmosfer (kandungan debu dan uap air)


  • Panjang hari sering menjadi faktor pembatas pertumbuhan di daerah sub-tropik

  • Keberadaan radiasi, sering terbatas di sub-tropik pada musim tertentu, sehingga kekurangan radiasi matahari merupakan kendala utama pertanian di sub-tropik

  • Panjang hari di daerah tropik tidak terlalu menimbulkan masalah (bukan faktor pembatas), relatif konstan, 12 jam/hari

  • Yang sering menjadi faktor pembatas adalah masalah kelebihan radiasi (intensitas matahari)


Naungan
Naungan daerah sub-tropik

  • Merupakan salah satu alternatif untuk mengatasi intensitas cahaya yang terlalu tinggi.

  • Pemberian naungan dilakukan pada budidaya tanaman yang umumnya termasuk kelompok C3 maupun dalam fase pembibitan

  • Pada fase bibit, semua jenis tanaman tidak tahan IC penuh, butuh 30-40%, diatasi dengan naungan


  • Pada tanaman kelompok C3, naungan tidak hanya diperlukan pada fase bibit saja, tetapi sepanjang siklus hidup tanaman

  • Meskipun dengan semakin dewasa umur tanaman, intensitas naungan semakin dikurangi

  • Naungan selain diperlukan untuk mengurangi intensitas cahaya yang sampai ke tanaman pokok, juga dimanfaatkan sebagai salah satu metode pengendalian gulma


  • Di pada fase bibit saja, tetapi sepanjang siklus hidup tanamanbawahpenaung, bersihdarigulmaterutamarumputan

  • Semakinjauhdaripenaung, gulmamulaitumbuhsemakincepat

  • Titikkompensasigulmarumputandapatditentukansamadengan IC padabatasmulaiadapertumbuhangulma

  • Tumbuhantumbuhditempat dg IC lebihtinggidarititikkompensasi (sebelumtercapaititikjenuh), hasilfotosintesiscukupuntukrespirasidansisanyauntukpertumbuhan

  • Naunganmengurangi volume kecepatanaliranpermukaandanmeningkatkan air tersediabagitanaman


Dampak pemberian naungan terhadap iklim mikro
Dampak pada fase bibit saja, tetapi sepanjang siklus hidup tanamanpemberiannaunganterhadapiklimmikro

  • Mengurangi IC di sekitar sebesar 30-40%

  • Mengurangi aliran udara disekitar tajuk

  • Kelembaban udara disekitar tajuk lebih stabil (60-70%)

  • Mengurangi laju evapotranspirasi

  • Terjadi keseimbangan antara ketersediaan air dengan tingkat transpirasi tanaman


  • Naungan dapat menghindari fluktuasi temperatur yang tinggi dan kadar air tanah

  • Naungan dapat digunakan sebagai saranan konservasi tanah, karena meningkatkan jumlah pori penyedia air tanah (melalui pengaturan temperatur dan evaporasi)

  • Besar kecilnya fotosintesis tergantung pada temperatur, suplai air, unsur-unsur hara, sifat morfologis tanaman. Puncak fotosintesis terkait dengan besarnya sinar dan temperatur


Hasil penelitian pada tembakau
Hasil penelitian pada tembakau dan kadar air tanah

Dampak pemberian naungan pada pertanaman tembakau :

  • Laju transpirasi tanaman tembakau menurun sebesar 45,6%

  • Evapotranspirasi tanah menurun sebesar 60%

  • Kadar air daun meningkat

  • Total luas daun tembakau meningkat 40%


Tanaman belum menghasilkan tbm
Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dan kadar air tanah

  • Memerlukan intensitas cahaya relatif rendah

  • IC terlalu rendah aktifitas fotosintesis menurun, suplai KH dan auxin untuk pertumbuhan akar menurun, bibit yang kekurangan IC memiliki perakaran yang tidak berkembang

  • IC terlalu tinggi : fotooksidasi meningkat, suhu tinggi, kelembaban rendah, kematian daun (daun terbakar)


  • Penelitian pada penyetekan kakao: stek kakao mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan intensitas cahaya 20% lebih rendah dari IC penuh (stek kakao diberi naungan dengan intensitas sedang)

  • Penelitian pada pembibitan karet: bibit karet mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan IC 50%

  • Penelitian pada penyetekan vanili: bibit vanili mampu berakar dengan baik kalau mendapatkan IC 30%-50%



Cara Pembudidayaan Tanaman Semusim Terhadap Faktor Lingkungan

  • PersiapanLahandanpengolahantanah

  • Pengolahantanahbertujuanmengubahkeadaantanahpertaniandenganalattertentuhinggamemperolehsusunantanah ( strukturtanah ) yang dikehendakiolehtanaman. Pengolahantanahsawahterdiridaribeberapatahap :

  • a. Pembersihan

  • b. Pencangkulan

  • c. Pembajakan

  • d. Penggaruan


2. Terhadap Faktor LingkunganPersiapanbahantanamandanpembibitan

  • Persiapanlahan

  • Mutubenih/ bibit

  • Umurbibit


3. Penanaman Terhadap Faktor Lingkungan

a. cara tanam : langsung

dan pembibitan

b. Memindahkan bibit

c. Menanam:

  • Cara tanam

  • Jarak tanam

  • Hubungan tanaman

  • Jumlah tanaman tiap lobang

  • Kedalaman menanam bibit


4. Pemeliharaan Terhadap Faktor Lingkungan

a. Penyulaman dan

penyiangan

b. Pengairan

c. Pemupukan

d. Pengendalian

Hama penyakit


5. Panen Terhadap Faktor Lingkungan

a. kriteria panen : masak agronomis dan masak fisiologis

b. cara panen : manual,

mesin


6 penanganan pasca panen
6. Penanganan pasca panen Terhadap Faktor Lingkungan

  • Pengangkutan

  • Prosesing

  • Pengemasan

  • Penggudangan


The End Terhadap Faktor Lingkungan

TanamanSemusim


Tbt tahunan i pendahuluan
TBT TAHUNAN Terhadap Faktor LingkunganI. PENDAHULUAN

A. ProspekKomoditasTanamanTahunan

  • luas daratan Indonesia sekitar 188,20 juta ha, lahan yang sesuai untuk pengembangan pertanian mencapai 100,80 juta ha, baik untuk lahan basah (sawah, perikanan air payau atau tambak) maupun lahan kering (tanaman pangan, tanaman tahunan/ perkebunan, dan padang penggembalaan ternak)


  • Luas Terhadap Faktor Lingkungan areal Perkebunan (th. 2008)


Perkembangan luas areal beberapa komoditas perkebunan Indonesia,1986 - 2006.

  • Sumber : Jurnal Litbang Pertanian, 27(1), 2008



  • Produksi Indonesia,1986 - 2006.Tanaman Perkebunan (th. 2008)




  • Perkembangan pada tahun 2002 hanya mencapai 6,3 juta ton atau sekitar 32,64% lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai 11,2 juta ton atau sekitar 57,28% dari total ekspor dunia Rata-rata PangsaPasar Negara PenegekspordiPasar Kopi Dunia (%)


Produksi Karet Alam Negara Produsen Utama pada tahun 2002 hanya mencapai 6,3 juta ton atau sekitar 32,64% lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai 11,2 juta ton atau sekitar 57,28% dari total ekspor dunia

Indonesia memiliki luas lahan karet terbesar di dunia dengan luas lahan mencapai 3,4 juta hektar di tahun 2007


Manfaat hasil tanaman perkebunan
Manfaat pada tahun 2002 hanya mencapai 6,3 juta ton atau sekitar 32,64% lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai 11,2 juta ton atau sekitar 57,28% dari total ekspor duniaHasilTanaman Perkebunan


B pengertian tanaman tahunan
B. pada tahun 2002 hanya mencapai 6,3 juta ton atau sekitar 32,64% lebih rendah dibandingkan Malaysia yang mencapai 11,2 juta ton atau sekitar 57,28% dari total ekspor duniaPengertianTanamanTahunan

  • Tanaman tahunan (perennial plants) adalah tumbuhan yang siklus hidupnya memerlukan waktu lebih dari dua tahun dan tumbuhan tersebut dapat meneruskan kehidupannya setelah bereproduksi.

  • Banyak tanaman tahunan (perennial plants) berupa pohon, meskipun terdapat pula terna ataupun semak



III. CARA PEMBUDIDAYAAN TANAMAN TAHUNAN mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

  • PersiapanLahandanpengolahantanah

PERSIAPAN KEBUN

a. Jaringan Jalan

b. Pembibitan

c. Saluran Air

d. Afdeling & Blok


2. PEMBUKAAN LAHAN DI TANAH MINERAL mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Rintisan Areal

b. PembukaanLahandengan Cara Bakar

c. PembukaanLahanHutanTanpaBakar

d. PembukaanLahan Areal Alang-Alang

e. PembukaanLahanPembibitan & Infrastruktur


3. PEMBUKAAN LAHAN TANAH GAMBUT mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Pembangunan Saluran Atas

b. Pembukaan Hutan


4. PENGAWETAN TANAH mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Pengawetan Tanah secara Fisik

b. Rorak / Benteng

c. Pembuatan Parit Drainase

d. Pengawetan Tanah

Secara Biologi


5. PEMBUATAN JALAN, JEMBATAN & GORONG-GORONG mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Jalan

b. Jembatan & Gorong-gorong


B persiapan bahan tanaman dan pembibitan
B. Persiapan bahan tanaman dan pembibitan mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Pemahaman Dokumen Persilangan/ Klon

b. Strategi Penanganan Bahan Tanaman di Pembibitan Awal

c. Strategi Penanganan di Pembibitan Utama

d. Strategi Penanganan Pada Saat Penanaman


Pembibitan
Pembibitan mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

  • PERSIAPAN PEMBIBITAN

    a. Pemilihan Lokasi

    b. Luas Pembibitan

    c. Bahan Tanaman

    d. Sistem Pembibitan

    e. Media Tanam

    f. Kantong Plastik (Polibeg)


2. PEMBIBITAN AWAL mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Bedengan

b. Naungan

c. Penanaman Kecambah


3. PEMELIHARAAN PEMBIBITAN AWAL mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Penyiraman

b. PengendalianGulma

c. Pemupukan

d. Pengendalian Hama & Penyakit

e. SeleksiBibit

f. Pemindahan & PengangkutanBibit


4. PEMBIBITAN UTAMA mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Persiapan & Pengolahan Tanah

b. Kebutuhan Air & InstalasiPenyiraman

c. PemasanganPipaUntukPenyiramanSistemGembor

d. Penyiramandengan Sprinkler

e. Tata Letak Sprinkler

f. Pemancangan

g. Pengisian Tanah KePolibeg

h. PembuatanLubangPadaPolibeg

i. PenanamanBibit

j. PemeliharaanPembibitanUtama


C pemeliharaan tbm
C. PEMELIHARAAN TBM mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

  • KONSOLIDASI TANAMAN

  • PENYISIPAN TANAMAN

  • PEMELIHARAAN PIRINGAN POHON

    a. Cara Manual

    b. Cara Kimia

    4. PEMELIHARAAN PENUTUP TANAH


5. PEMUPUKAN mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Persiapan

b. Perlengkapan

c. Organisasi Kerja

d. Cara Memupuk

e. Pengawasan


6. PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

a. Hama

b. Penyakit

c. Gulma

7. PERSIAPAN SARANA PANEN

a. Jalan Pemanenan

b. Tempat Pengumpulan Hasil


D pemeliharaan tm
D. PEMELIHARAAN TM mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

1. PENGENDALIAN GULMA

a. PengendalianGulmadiPiringan

b. PengendalianGulmadiJalanPanen

c. PengendalianGulmadiGawangan

2. PENGENDALIAN HAMA & PENYAKIT

3. PENGAWETAN TANAH & AIR

4. PEMUPUKAN

a. JenisPupuk

b. DosisPupuk

c. Cara, WaktudanFrekuensiPemupukan

d. OrganisasiPemupukan

e. PeralatanPemupukan

5. PEMELIHARAAN JALAN


Teknologi pemupukan
Teknologi Pemupukan mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

1. JENIS PUPUK

a. Pupuk Tunggal

b. Pupuk Campuran

c. Pupuk Majemuk/ Tablet

d. Rekomendasi Jenis Pupuk Oleh PPKS


2. METODE PEMUPUKAN mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem


3. DOSIS, WAKTU, & FREKUENSI PEMUPUKAN mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

4. PERSIAPAN & PELAKSANAAN PEMUPUKAN

a. Persiapan

b. Pelaksanaan

c. Pengawasan

d. Keamanan


5. PEMUPUKAN TBM mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

6. PEMUPUKAN TM

8. PENGGUNAAN LIMBAH/

PupukOrganik SEBAGAI PUPUK


E panen
E. PANEN mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem

PERSIAPAN PANEN

a. Kriteria Panen


b. mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstremRotasiPanen


c. Cara Panen mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem


THE END mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem


ad