manajemen ketersediaan layanan ti n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Manajemen Ketersediaan Layanan TI PowerPoint Presentation
Download Presentation
Manajemen Ketersediaan Layanan TI

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 34

Manajemen Ketersediaan Layanan TI - PowerPoint PPT Presentation


  • 170 Views
  • Uploaded on

Manajemen Ketersediaan Layanan TI. Teknologi Infrastruktur. Sasaran. Memahami konsep Manajemen Ketersediaan ( Availability Management ) menurut IT Infrastructure Library . Mengenal teknik-teknik Manajemen Ketersediaan layanan TI. Ketersediaan.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Manajemen Ketersediaan Layanan TI' - naiara


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
manajemen ketersediaan layanan ti

Manajemen Ketersediaan Layanan TI

Teknologi Infrastruktur

sasaran
Sasaran
  • Memahami konsep Manajemen Ketersediaan (Availability Management) menurut IT Infrastructure Library.
  • Mengenal teknik-teknik Manajemen Ketersediaan layanan TI.
ketersediaan
Ketersediaan
  • Ketergantungan bisnis modern pada TI menuntut ketersediaan layanan TI yang tinggi.
  • Fleksibilitas bisnis berkat teknologi internet menuntut ketersediaan layanan TI setiap saat.
  • Availability Management berorientasi kepada kebutuhan bisnis dan pengguna akan ketersediaan layanan TI.
ketersediaan1
Ketersediaan
  • Availability: kemampuan untuk menjalankan fungsi pada saat dibutuhkan atau dalam suatu periode waktu.
  • Ketersediaan layanan TI tergantung pada:
    • Ketersediaan komponen pendukung.
    • Ketahanan terhadap gangguan.
    • Kualitas pemeliharaan dan dukungan teknis.
    • Kualitas proses-proses dan prosedur pengelolaan.
    • Keamanan, integritas, dan ketersediaan data.
ketersediaan2
Ketersediaan
  • Faktor-faktor pendukung ketersediaan:
    • Keandalan (reliability)
      • Keandalan komponen dan adanya mekanisme penanggulangan gangguan.
    • Kemudahan pemeliharaan (maintainability)
      • Pemeliharaan untuk mencegah terjadinya gangguan. Termasuk deteksi tanda-tanda kerusakan.
    • Kemudahan perbaikan (servicability)
      • Adanya perjanjian/kontrak dukungan perbaikan dengan vendor atau pihak ketiga.
availability management
Availability Management
  • Tujuan:
    • Mendukung pencapaian tujuan bisnis dengan mengoptimasi pengerahan infrastruktur, layanan, dan SDM dalam menyediakan dan mempertahankan tingkat ketersediaan secara efisien.
  • Aktivitas utama:
    • Identifikasi persyaratan ketersediaan bisnis.
    • Menselaraskannya dengan kemampuan infrastruktur, layanan, dan SDM: identifikasi opsi-opsi penyempurnaan dan biayanya.
    • Mengukur/monitor realisasi ketersediaan layanan TI.
ruang lingkup
Ruang Lingkup
  • Lingkup Availability Management:
    • Semua layanan TI yang dikenai SLA atau SLR (Service Level Agreement & Requirement)
    • Layanan TI vital (tanpa SLA formal sekalipun).
    • Layanan pendukung layanan-layanan diatas yang disediakan oleh unit kerja internal maupun vendor.
    • Hal-hal lain yang memiliki dampak pada ketersediaan layanan-layanan diatas, seperti training, keahlian SDM, SOP, dan tools.
prinsip manajemen ketersediaan
Prinsip Manajemen Ketersediaan
  • Prinsip 1: Ketersediaan adalah inti dari (persepsi) kepuasan pengguna dan bisnis.
prinsip manajemen ketersediaan1
Prinsip Manajemen Ketersediaan
  • Prinsip 2: Kecepatan menanggulangi gangguan ketersediaan berdampak besar pada kepuasan bisnis dan pengguna.
    • Menuntut adanya proses, prosedur, dan mekanisme penanggulangan gangguan.
  • Prinsip 3: Manajemen Ketersediaan yang efektif menuntut pemahaman tentang fungsi layanan TI dalam proses-proses bisnis.
    • Dapat memahami sumber gangguan dengan lebih baik dari pola utilisasi komponen-komponen sistem.
peran manajemen ketersediaan

Kerawanan kapasitas

akibat gangguan

Capacity

Management

Service Level

Management

SLA final

Availability

Management

Usulan SLA

Rencana kapasitas

Kerugian akibat

ketidak-tersediaan

Usulan mekanisme

minimasi dampak gangguan

IT Financial

Management

Service Continuity

Management

Pembiayaan perbaik-

an ketersediaan

Hasil analisa

kevitalan layanan

Peran Manajemen Ketersediaan
  • Sebagai penanggung-jawab dan pengambil keputusan yang berhubungan dengan tingkat ketersediaan.

C

B

D

A

Peran AM sering di-bypass

a biaya ketersediaan
A: Biaya Ketersediaan
  • Biaya investasi TI meningkat dengan dinaikannya tingkat ketersediaan.
tingkat ketersediaan optimal

Biaya redesign infrastruktur (termasuk dukungan teknis).

Tingkat Ketersediaan Optimal
  • Idealnya: disesuaikan dengan kebutuhan dan biayanya setimpal dengan potensi kerugian.
  • Kebutuhan akan ketersediaan yang melebihi tingkat ketersediaan optimal infrastruktur dapat melambungkan biaya.
biaya ketersediaan
Biaya Ketersediaan
  • Prinsip: merencanakan ketersediaan sejak awal (dilibatkan dalam perancangan sistem) akan lebih murah.
    • Availability Management mengusulkan opsi-opsi pemenuhan persyaratan ketersediaan beserta biayanya.
  • Tidak semua masalah ketersediaan adalah masalah teknologi.
    • Faktor prosedur operasional dan pemeliharaan mungkin sangat berpengaruh.
biaya ketidak tersediaan
Biaya Ketidak-tersediaan
  • Mengetahui biaya kerugian akibat ketidak-tersediaan penting dalam memutuskan tingkat investasi TI untuk memenuhi persyaratan ketersediaan.
  • Perkiraan dampak ketidak-tersediaan:
    • Jumlah layanan/transaksi bisnis yang terkena dampak.
      • Mudah dihitung tapi kurang bermanfaat.
    • Perkiraan nilai kerugian moneter akibat terhentinya layanan bisnis.
      • Kerugian tangible dan intangible.
biaya ketidak tersediaan1
Biaya Ketidak-tersediaan
  • Permasalahan:
    • Banyaknya faktor yang harus masuk dalam perhitungan.
    • Sulit mengkuantifikasi biaya intangible.
    • Data sulit diperoleh.
b perencanaan ketersediaan
B: Perencanaan Ketersediaan
  • Ketersediaan umumnya adalah salah satu komponen utama SLA.
  • Availability Management merumuskan:
    • Kriteria layanan-layanan TI yang vital.
    • Kriteria “ketidak-tersediaan” (downtime).
    • Dampak ketidak-tersediaan pada bisnis.
    • Kebutuhan ketersediaan kuantitatif: batas toleransi bisnis terhadap downtime.
    • Jam-buka layanan yang diinginkan.
    • Prioritas waktu layanan (jam-jam sibuk, dsb.)
    • Kebutuhan spesifik lainnya (jika ada).
perencanaan ketersediaan
Perencanaan Ketersediaan
  • Evaluasi biaya untuk memenuhi kebutuhan akan ketersediaan:
    • Kuantifikasi dampak ketidak-tersediaan (nilai kerugian bisnis).
    • Identifikasi persyaratan ketersediaan, keandalan, dan kemudahan perawatan komponen-komponen yang terlibat.
    • Identifikasi kemudahan perbaikan komponen-komponen dari vendor eksternal.
    • Kalkulasi total biaya untuk memenuhi kebutuhan diatas.
    • Negosiasikan tingkat ketersediaan dengan biaya dan potensi kerugian yang berimbang.
c rancangan proaktif
C: Rancangan Proaktif
  • Tujuan: menghindari terjadinya ketidak-tersediaan layanan TI yang berdampak kerugian.
  • Prinsip: kegiatan yang tidak terencana (darurat) akan lebih besar biayanya.
perancangan infrastruktur
Perancangan Infrastruktur
  • Availability Management merumuskan:
    • Spesifikasi keandalan dan serviceability komponen infrastruktur (hardware & software).
      • Baik yang menjadi tanggung-jawab internal maupun pihak eksternal (vendor).
    • Lokasi dan cara pengukuran ketersediaan.
    • Usulan perbaikan struktur dan prosedur pengelolaan sistem.
    • Validasi rancangan akhir mengenai terpenuhinya persyaratan minimum ketersediaan.
      • Analisa dengan model atau melalui testing/benchmarking.
analisis infrastruktur
Analisis Infrastruktur
  • Analisa SPOF (single point of failure) dengan CFIA (component failure impact analysis)
    • Tabulasi layanan dan komponen-komponen infrastruktur atau CI (configuration item).
    • Tandai ketergantungan layanan terhadap tiap CI:
      • Kosong jika tidak tergantung pada CI tsb.
      • X jika tergantung sepenuhnya pada CI tsb.
      • A jika tergantung tapi dapat dialihkan ke CI lain.
      • B jika dapat dialihkan ke CI lain tapi harus ada kegiatan perbaikan (recovery).
  • CI dengan banyak X adalah komponen kritis.
  • Layanan dengan banyak X adalah layanan kompleks: potensi keandalannya rendah.
slide23
CFIA
  • CI yang kritis harus:
    • Memiliki cadangan atau alternatif.
    • Memiliki prosedur pemulihan (recovery).
slide24
CFIA
  • Teknik lain: orientasi pada jumlah user yang terkena dampak.

VBF: vital business function (proses bisnis vital)

  • Dapat ditambahkan kolom:
    • Kode CI-CI lain yang tergantung padanya.
      • Kerusakan pada CI akan berdampak pada CI-CI lain tsb.
      • Semakin banyak semakin kritis CI tsb.
cfia lanjut
CFIA Lanjut
  • … kolom-kolom tambahan:
    • Probabilitas kerusakan (dari statistik MTBF) atau dengan label kualitatif: rendah/sedang/tinggi.
    • Perkiraan waktu perbaikan:
      • Dari data perbaikan masa lalu, atau
      • Dari hasil uji-coba prosedur perbaikan.
fault tree analysis
Fault Tree Analysis
  • Struktur rantai penyebab ketidak-tersediaan layanan TI
    • Untuk mengidentifikasi mekanisme pencegahan.

conditional event

conditional gate

resulting events

OR gate

basic events

d rancangan reaktif
D: Rancangan Reaktif
  • Elemen kunci:
    • Manajemen Insiden yang mapan
      • Prosedur eskalasi yang ketat.
      • Definisi peran dan tanggung-jawab dari tim penanggulangan gangguan yang jelas.
      • Adanya prosedur komunikasi yang jelas jika terjadi gangguan besar.
    • Fasilitas manajemen sistem
      • Tools untuk mendeteksi, mendiagnosa, dan memulihkan dampak gangguan sistem.
    • Prosedur pengumpulan data (log) untuk diagnosa yang efisien.
rancangan reaktif
Rancangan Reaktif
  • … elemen kunci:
    • Identifikasi kebutuhan backup & recovery
      • Untuk data, software, maupun hardware (spare).
    • Pengembangan dan testing prosedur backup & recovery.
    • Waktu pemulihan (recovery) yang sesuai target dan predictable.
tingkatan investasi ketersediaan
Tingkatan Investasi Ketersediaan
  • Base product & components
    • Paling mendasar: komponen-komponen yang memenuhi persyaratan keandalan.
  • Effective service management processes
    • Terselenggaranya Availability Management, Manajemen Insiden/Problem, dan Manajemen Perubahan.
tingkatan investasi ketersediaan1
Tingkatan Investasi Ketersediaan
  • System management
    • Mekanisme monitoring, deteksi, dan pemulihan gangguan otomatis.
  • High availability design
    • Eliminasi SPOF (titik rawan), penyediaan komponen alternatif/cadangan, dan mekanisme untuk mempersingkat downtime akibat kerusakan.
  • Full redundancy
    • Fasilitas dual/mirror site.
rencana peningkatan ketersediaan
Rencana Peningkatan Ketersediaan
  • Alasan peningkatan ketersediaan:
    • Seringnya pelanggaran SLA ketersediaan.
    • Seringnya terjadi gangguan (downtime).
    • Hasil pengukuran ketersediaan menunjukkan trend penurunan.
    • Waktu perbaikan kerusakan yang melebihi batas toleransi.
    • Permintaan pengguna/bisnis untuk meningkatkan ketersediaan.
    • Gangguan ketersediaan akibat pertumbuhan/pengembangan bisnis.
    • Bagian dari rencana strategis TI.
rencana peningkatan ketersediaan1
Rencana Peningkatan Ketersediaan
  • Garis besar isi rencana:
    • Tingkat ketersediaan aktual saat ini (dalam bahasa pengguna/bisnis) dan tingkat ketersediaan ideal menurut SLA.
    • Aktivitas-aktivitas perbaikan yang sedang dilaksanakan dengan pertimbangan biaya/manfaat masing-masing.
    • Perubahan tingkat layanan beserta alasannya, dan opsi-opsi untuk memenuhinya beserta biayanya.
    • Rencana kegiatan analisa pencarian penyebab gangguan-gangguan ketersediaan atau SOA (system outage analysis).
    • Sosialisasi tentang potensi teknologi baru atau versi baru (upgrade) dalam memperbaiki tingkat ketersediaan layanan TI.
system outage analysis
System Outage Analysis
  • SOA: kegiatan analisa dengan melibatkan berbagai data dari log-log proses (termasuk aktifitas dukungan teknis) untuk mencari penyebab gangguan.
  • Pelaksanaanya melibatkan administrator sistem & jaringan, staf dukungan teknis, user/ operator, analis sistem, vendor, manajemen bisnis.
  • Hasilnya dilaporkan beserta rekomendasi langkah-langkah perbaikan.
system outage analysis1
System Outage Analysis
  • Struktur kegiatan SOA: