Sistem Saluran pencernaan
Download
1 / 66

Sistem Saluran pencernaan - PowerPoint PPT Presentation


  • 582 Views
  • Uploaded on

Sistem Saluran pencernaan. Perbandingan Sistem Saluran Pencernaan. Apa itu Pencernaan?. Proses merubah makanan/pakan dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana agar dapat dicerna oleh mahluk hidup. Sistem Pencernaan. MONOGASTRIK UNGGAS POLIGASTRIK Sapi, Domba, Kambing

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Sistem Saluran pencernaan' - mostyn


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

Sistem Saluran pencernaan

Perbandingan Sistem Saluran Pencernaan


Apa itu Pencernaan?

Proses merubah makanan/pakan dari bentuk yang kompleks menjadi bentuk yang lebih sederhana agar dapat dicerna oleh mahluk hidup


Sistem pencernaan
Sistem Pencernaan

  • MONOGASTRIK

    • UNGGAS

  • POLIGASTRIK

    • Sapi, Domba, Kambing

  • MONOGASTRIK Mamalia

    • Kelinci, Kuda, Babi, anjing, kucing

  • Berdasar :

    • Saluran Makanan (Anatomi)

    • Makanan sumber energi

    • DLL


Berdasarkan susunan alat pencernaan
BERDASARKAN SUSUNAN ALAT PENCERNAAN :

  • RUMINANSIA  BERLAMBUNG JAMAK  (RUMEN, RETIKULUM, OMASUM, ABOMASUM)

  • NON RUMINANSIA  BERLAMBUNG TUNGGAL/ SEDERHANA


Pencernaan

SALURAN PENCERNAAN

PENCERNAAN

Syaraf Hormon

Mekanis Kimia

Gerakan Enzim/Non enzim



Pusat kontrol
Pusat Kontrol

  • APPETIK THERMOSFAR COUNTER= PUSAT LAPAR

  • SAFITELY THERMOSFAR COUNTER= PUSAT KENYANG


Pencernaan

Monogastrik Unggas

Known as a modified monogastric system


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Unggas (Monogastrik)

•Mulut/Mouth/Beak - break down feed

•Esophagus - tube from mouth to stomach that is open at the mouth end

•Crop - feed storage and moistening

•Proventriculus - glandular stomach (HCI and gastric juices); enzymatic

•Gizzard - muscular stomach; mechanical breakdown


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Unggas (Monogastrik)

•Small Intestine - enzymatic digestion and absorption

-Functions of the small intestine: digestion of proteins, carbohydrates, and fats; absorption of the end products of digestion

-Enzymes in the small intestine

•Ceca - essentially non functioning in monogastrics

•Large Intestine

-bacterial activity

-water absorption

-waste storage

•Cloaca - common chamber for GI and urinary tracts

•Vent - common exit for GI and urinary tracts


Ayam (Monogastrik)


Monogastric Mamalia (Monogastrik)


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Monogastrik mamalia

  • •Mouth

  • -gather and chew feed using tongue and teeth

    • -salivary glands moisten feed to aid in swallowing

    • -saliva begins the carbohydrate breakdown with salivary amylase

  • •Esophagus

  • -tube from mouth to stomach that is open at the mouth end

    • -separated from stomach by the esophageal sphincter

  • •Stomach

    • -muscular gland lined sac that receives ingesta from the esophagus and conducts both physical and chemical digestion

    • -primary secretions:

    • pepsin - enzyme that digests protein;

    • hydrochlorides - acids that aid in protein digestion


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Monogastrik mamalia continued…

  • •Small Intestine

  • -enzymatic digestion and absorption

  • -Functions of the small intestine: digestion of proteins, carbohydrates, and fats; absorption of the end products of digestion

    • 1. duodenum - most digestion occurs here

    • 2. jejunum - some digestion and some absorption occur

    • 3. ileum - mostly absorption

    • -Bile - made in liver, stored in gall bladder, active in the small intestine, emulsifies fat to aid in digestion


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Monogastrik mamalia continued…

  • Enzymes in the small intestine


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Monogastrik mamalia continued……

•Cecum - essentially non functioning in many monogastrics. Rabbits and horses have an enlarged cecum that acts like a rumen and is involved with microbial digestion (fermentation)

•Large Intestine

-bacterial activity

-water absorption

-waste storage


Babi pig
Babi / Pig mamalia continued…


Kelinci
Kelinci mamalia continued…


Ruminant/poligastric mamalia continued…

AndiMushawwir


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Ruminant mamalia continued…

Ruminants are characterized by having a stomach with four compartments

Rumination - the regurgitation,

rechewing and reswallowing of

ingested food

Cud - mass of regurgitated ingesta;

bolus

Process of rumination

1. regurgitate bolus from rumen

2. rechew and reinsalivate

3. reswallow

4. repeat with another bolus

  • Anus 7. Reticulum

  • Rectum 8. Esophagus

  • Cecum 9. Abomasum

  • Colon 10. Omasum

  • Duodenum 11. Small Intestine

  • Rumen


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Ruminant mamalia continued…continued…

•Mouth

-contains dental pad, teeth, tongue and saliva

-saliva contains no salivary amylase

•Esophagus

-tube from mouth to stomach

-tube from stomach to mouth


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Ruminant continued…

•Rumen - large fermentation vat; also called the "paunch"

-anaerobic

-Temperature = 39oC (103oF)

-saturated with gasses

-constant motion

Lining of the rumen


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Ruminant continued…

•Functions of Microorganisms

-digest roughages to make Volatile Fatty Acids

-make protein

-make vitamins K and B complex

(Very similar to cecum of rabbit and horse)

The function of the rumen is to house microorganisms.


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Ruminant continued…

•Reticulum - "honeycomb"

-houses microorganisms

-catches hardware (ingested by animal)

-houses the opening to the omasum

•Omasum - "manyplies“ or “book”

-full of folded tissue

-water absorption

•Abomasum - true stomach

-pepsin -HCl


Anatomi dan Fungsi Saluran Pencernaan Pada Ruminant continued…

  • Small Intestine

  • -enzymatic digestion and absorption

  • -Functions of the small intestine: digestion of proteins, carbohydrates, and fats; absorption of the end products of digestion

    • duodenum

    • jejunum

    • ileum

  • Cecum - some microbial fermentation

  • Large Intestine

  • -water absorption

  • -waste storage


  • Ruminant domba
    Ruminant / Domba continued…




    Pencernaan dalam lambung ruminansia

    PENCERNAAN continued…DALAM LAMBUNG RUMINANSIA


    Gerakan lambung ruminansia
    GERAKAN LAMBUNG RUMINANSIA continued…

    • FAKTOR YANG MEMPENGARUHI :

      • MEKANIS, dapat dipejari dengan :

        • FISTULA RUMEN

        • SINAR RONTGEN

        • MEMBUKA RONGGA DADA

        • (+ CAIRAN Na FISIOLOGIK  ORGAN TIDAK MATI)

      • KIMIAWI

        • BERKAITAN DENGAN AKTIVITAS MIKROORGANISME

      • MIKROBIOLOGIS

        • PROSES MENGUBAH ZAT/BAHAN MENJADI BERNILAI GIZI TINGGI


    Gerakan rumen retikulum
    GERAKAN RUMEN-RETIKULUM continued…

    • MAKANAN DITELAN  KANTUNG DORSAL ANTERIOR  YANG BERAT  MASUK RETIKULUM  RINGAN  BERCAMPUR DENGAN YANG LEBIH BERAT  BERKUMPUL DALAM RUMEN SECARA BERTAHAP

    • SIFAT BOLUS (FISIK) YANG DITELAN  BERVARIASI TERGANTUNG JENIS MAKANAN

    • HIJAUAN  RUMEN  PADAT BOLUS OVAL DAN TIDAK TERATUR

      • BOLUS RUMPUT KERING (HAY)  TERAPUNG

      • BOLUS KONSENTRAT  DASAR RUMEN


    • PADA SAPI continued… MAKANAN BAIK DAN SELALU TERSEDIA  BERCAMPUR LUMAT (TIDAK ADA CAIRAN BEBAS DIATAS B. M.)

    • PADA SAPI  DIPUASAKAN  TERDAPAT CAIRAN BEBAS DIANTARA BAHAN MAKANAN.

    • AGAR BAHAN MAKANAN TERENDAM BAIK  AIR   UNTUK PEMBENTUKAN SALIVA


    Fungsi gerakan rumen retikulum
    Fungsi Gerakan Rumen – Retikulum continued…

    • ISI RUMEN BERCAMPUR RATA

    • M. O. BERCAMPUR RATA  FERMENTASI MERATA

    • SALIVA MENYEBAR KESELURUH RUMEN

    • TERAPUNGNYA ZAT-ZAT PADAT SELAMA FERMENTASI TERHALANG

    • MEMBANTU PENGANGKUTAN DAN PERJALANAN DIGESTA DARI RUMEN DAN RETIKULUM KE ABOMASUM

    • PENCAMPURAN TERJADI KARENA KONTRAKSI RUMEN DAN RETIKULUM  ADANYA KOORDINASI DARI GERAKAN BAGIAN LAMBUNG LAIN


    Pengatur gerakan rumen retikulum
    PENGATUR GERAKAN RUMEN-RETIKULUM continued…

    • SYARAF VAGUS

    • SYARAF SYMPATIS

      • GERAKAN KUAT  SAAT MEMAMAH BIAK

      • PADA BAGIAN RUMEN VENTRAL  DIGESTA PADAT

      • PADA BAGIAN RETIKULUM  DIGESTA KURANG PADAT  BUTIR-BUTIR MAKANAN LEBIH HALUS


    Efisiensi gerakan rumen retikulum
    Efisiensi Gerakan Rumen-Retikulum continued… :

    • KONDISI FISIK ISI RUMEN

    • CAIRAN RUMEN

    • SUSPENSI M. O.

    • PARTIKEL-PARTIKEL MAKANAN  SEMAKIN BESAR  SEMAKIN LAMBAT BERCAMPUR

    • 85% ASAM LEMAK TERBANG DIABSORPSI MELALUI RETIKULORUMEN


    • RUMEN-RETIKULUM BERKONTRAKSI : continued…

      • PADA SAAT MAKAN : 79-100x/JAM

      • RUMINASI : 55-70x/JAM

      • ISTIRAHAT : 47-80x/JAM

    • OMASUM

      • MENGGILING PARTIKEL-PARTIKEL MAKANAN

      • ABSORPSI AIR + Na & K MENCEGAH pH PADA ABOMASUM TURUN

      • ABSORPSI VFA (ALT)  10%

    • ABOMASUM

      • PENCERNAAN  KIMIAWI

      • MIKROORGANISME YANG MASUK  DIBUNUH OLEH ASAM LAMBUNG  DICERNA


    Absorpsi dalam rumen retikulum
    ABSORPSI DALAM RUMEN-RETIKULUM continued…

    • VFA (VOLATILE FATTY ACIDS)

      • PENYERAPAN TERJADI SEBELUM DIGESTA MASUK KE AB-OMASUM

      • KONSENTRASI VFA  7-10 KALI LEBIH BESAR DARIPADA AB-OMASUM BUTIRAT > PROPIONAT > ASETAT

    • ASAM LAKTAT

      • ABSORPSI ASAM LAKTAT  1/10 KALI VFA

      • KECIL JIKA ADA PROPIONAT

      • BESAR PADA KONDISI ASAM

    • AMONIA (NH3)

      • DIABSORPSI > ION AMONIUM

      • ABSORPSI PADA pH : 6,5 > PADA pH 4,5

      • KERACUNAN UREA LEBIH BESAR PADA pH 6,5-7


    • RETIKULUM = PERUT JALA continued…

      • PROTEIN TINGGI  LANGSUNG MASUK KE RETIKULUM KARENA : M.O. MENJAUH (PADA RUMEN)

      • MAKANAN SUDAH DIREMASTIKASI DENGAN BAIK  MASUK KE RETIKULUM

      • ANTARA RUMEN-RETIKULUM TERDAPAT LIPATAN  MAMPU MENGATUR MASUKNYA MAKANAN HALUS DAN MAKANAN KASAR KEMBALI KE RUMEN (RUMINO RETICULARIS)

    • OMASUM = PERUT KITAB

      • MEMILIH BAHAN-BAHAN YANG DAPAT LANGSUNG MASUK AB-OMASUM

      • MENYERAP AIR, ASAM

    • ABOMASUM = PERUT KELENJAR

      • FUNDUS  MEMBRANA MUKOSE

      • PYLORIK  SEMPIT

      • FUNGSI : SAMA DENGAN PHLORISS PADA MONOGASTRIK. MAKANAN BELUM DICERNA DIRUMEN DICERNA DI AB-OMASUM

      • PENCERNAAN BERSIFAT : KIMIAWI

      • MUCUS, PEPSIN, HCl


    • SULCUS RETICULI continued…= OESOPHAGEAL GROOVE

      • “BY PASS” DARI RUMEN-RETIKULUM-OMASUM

      • PENTING PADA HEWAN MUDA MENYUSU

      • PADA HEWAN DEWASA  MENUTUP SULCUS

    • RETICULI PENTING  PADA SAAT PEMBERIAN OBAT AGAR TIDAK MELEWATI RUMEN

      • MISAL : PEMBERIAN ANTIBIOTIKA


    • RUMINASI continued…

      • PROSES MENGUNYAH KEMBALI MAKANAN

      • HEWAN MUDA  BELUM DIBERI HIJAUAN  BELUM RUMINASI


    Tahap ruminasi

    TAHAP RUMINASI continued…


    Tahap ruminasi1
    TAHAP RUMINASI continued…

    1. REGURGITASI

    • PENGELUARAN DIGESTA DARI RUMEN KE MULUT

    • PARTIKEL KASAR KONTAK DENGAN DINDING RUMEN & RETIKULUM

    • DAPAT DIRANGSANG  BAGIAN DINDING RUMEN & RETIKULUM DIGOSOK

    • RETIKULUM KONTRAKSI  DIGESTA NAIK SAMPAI CARDIA  CARDIA MEMBUKA  GLOTTIS MENUTUP DAN OSEOPHAGUS MENGEMBANG TEKANAN NEGATIF PADA OSEOPHAGUS

    • BOLUS LONCAT KE OSEOPHAGUS

    • TIMBUL ANTI PERISTALTIK  BOLUS MASUK MULUT


    2. REMASTIKASI continued…

    • PENGUNYAHAN KEMBALI

    • BOLUS MERANGSANG MULUT  REFLEKS MASTIKASI

    • PROSES LEBIH LAMA DARI MASTIKASI

    • PENAMBAHAN SEKRESI PAROTIS DAN SALIVA

      3. REGLUTISI

    • PENELANAN KEMBALI

    • PROSES =DEGLUTISI

    • BOLUS YANG DITELAN KEMBALI  TIDAK LANGSUNG MASUK KE OMASUM  SEBAGIAN KE RUMEN & RETIKULUM

    • MAKANAN HALUS  KE RETIKULUM  KONTRAKS  SEBAGIAN KE OMASUM


    Eruktasi sendawa
    ERUKTASI (SENDAWA) continued…

    • PENGELUARAN GAS DARI RUMEN MELALUI MULUT

    • DALAM RUMEN TERBENTUK GAS CO2, METHAN (CH4) DAN ASAM LEMAK

    • SEBAGIAN  DISERAP KEMBALI

    • SEBAGIAN LAGI  HARUS DIBUANG

    • CO2 DAN CH4  DIBUANG MELAUI PROSES ERUKTASI


    Mekanisme eruktasi
    MEKANISME ERUKTASI continued…

    • KONTRAKSI RUMEN BAGIAN DORSAL  KONTRAKSI RETIKULUM  CARDIA MEMBUKA

    • BILA GAS TERLALU CEPAT TERBENTUK  RUMEN MENGEMBANG TERJADI  RUMINAL TYMPANI (‘BLOAT”)

    • “BLOAT”  “DISTENSI YANG BERLEBIHAN ATAU PENGEMBANGAN RUMEN DAN RETIKULUM AKIBAT TIMBULNYA GAS BERLEBIH SEWAKTU FERMENTASI BAHAN MAKANAN”


    “BLOAT PRIMER” continued…

    • KEMBUNG AKIBAT MAKANAN DISEBABKAN OLEH:

      • RUMPUT TERLALU MUDA

      • LEGUMINOSA TERLALU CEPAT TUMBUH

      • LEGUM TERLALU BANYAK

      • PROTEIN TANAMAN TERLALU TINGGI : 10-15%

      • TERLALU BANYAK DIBERI MAKANAN HALUS

      • HEREDITAS.

        “BLOAT SEKUNDER”

      • OBSTRUKSI (TERSUMBAT)

      • STENOSIS (OESOPHAGUS MENYEMPIT)

      • HERNIA DIAFHRAGMA


    • TERJADINYA BLOAT continued…

      • GAS TERBENTUK TERLALU CEPAT

      • ERUKTASI KURANG

      • ANATOMI RUMEN

      • GAS BERCAMPUR DENGAN MAKANAN (TROUTHY-BLOAT) DALAM MAKANAN TERLALU BANYAK : PEPSIN, HEMISELULOSA, SAPONIN  GERAKAN RUMEN BERUBAH


    • PERTOLONGAN : BERI MINYAK KELAPA continued…

      • BLOAT PRIMER :

        • PEMBERIAN MINYAK KELAPA : 0,5-1 LITER UNTUK SAPI, 29-58 CC UNTUK DOMBA, DIMASUKKAN DENGAN “STOMACH TUBE”

        • UNTUK SAPI TROCOR/TUSUK

    • PENCEGAHAN :

      • PEMBATASAN GRAZING

      • PENGATURAN PADANG RUMPUT

      • PEMBERIAN ANTIBIOTIKA PER-ORAL, PENISILIN DAN TILOSIN


    Proses konsumsi pakan dan aliran digesta pada ruminansia

    PROSES KONSUMSI PAKAN DAN ALIRAN DIGESTA PADA RUMINANSIA continued…

    PENCERNAAN DALAM RONGGA MULUT


    1 prehensi
    1. PREHENSI continued…

    • PENARIKAN (PENGAMBILAN) MAKANAN KE DALAM MULUT

    • CARA TIAP SPESIES HEWAN BERBEDA.

      • DASARNYA BIBIR, GIGI, LIDAH

    • CARNIVORA  ANJING, KUCING

      • PENGAMBILAN MAKANAN DIBANTU KAKI DEPAN

  • KUDA  BIBIR ATAS (PALING SENSITIF)  KUAT DAN LINCAH  ORGAN POKOK PREHENSI


    • SAPI continued… LIDAH (POKOK)

      • BIBIR ATAS DAN BAWAH TERBATAS GERAKANNYA

      • LIDAH  PANJANG, KUAT, LINCAH BERGERAK, KASAR

    • DOMBA  LIDAH DAN GIGI SERI (POKOK)

      • LIDAH TIDAK DAPAT DIJULURKAN

      • BIBIR ATAS MEMPUNYAI CELAH

    • KAMBING BIBIR ATAS TIDAK BERCELAH


    • MINUM DAN MENETEK continued…

    • CARNIVORA DAN HERBIVORA BERBEDA

    • CARNIVORA (KUCING, ANJING) 

      • UJUNG LIDAH MEMBENTUK SENDOK

    • HERBIVORA  MENGHISAP

      • BIBIR TERTUTUP RAPAT

      • BAGIAN DEPAN SEDIKIT TERBUKA

      • BERHUBUNGAN LANGSUNG DENGAN AIR

      • SAAT MENETEK BIBIR YANG TERBUKA DIISI PUTTING SUSU INDUK

    • TEKANAN AMBING  TEKANAN NOL


    2 mastikasi
    2. MASTIKASI continued…

    • PENGHANCURAN BAHAN MAKANAN SECARA MEKANIK DALAM MULUT

    • GIGI INCISOR UNTUKMENARIK DAN MEMOTONG MAKANAN

    • GIGI MOLAR UNTUK MENGGILING BAG. KECIL

    • LAMA PENGUNYAHAN  JENIS MAKANAN

      • CARNIVORA SEBENTAR DAN SEMPURNA

      • HERBIVORA  LAMA & INTENSIF

    • PENGUNYAHAN  MEMPERLUAS PERMUKAAN BAHAN MAKANA  KERJA ENZIM INTENSIF

    • ARAH GERAKAN  LATERAL  PROSES MENGGILING


    Mekanisme pengunyahan
    MEKANISME PENGUNYAHAN continued…

    • SELAMA PENGUNYAHAN :

      • LIDAH DAN PIPI SELALU BERGERAK

      • MAKANAN  DIANTARA DERETAN GIGI DIKUNYAH TERUS PADA BAGIAN SISI HALUS TENGGOROKAN  DITELAN

    • SIFAT PROSES PENGUNYAHAN  VOLUNTAIR

      • GERAK DIKENDALIKAN OLEH KEMAUAN

      • DIKONTROL UNTUK “HIGHER COUNTER”

      • KEADAAN NORMAL  RAHANG TERTUTUP

      • U. D. PENGUNYAHAN TIDAK BEKERJA


    Mekanisme pengunyahan lanjutan
    MEKANISME PENGUNYAHAN (LANJUTAN) continued…

    • MAKANAN MASUK  U. D. PENGUNYAH RELAKSASI MULUT TERBUKA  KONTRAKSI U. D.  MULUT TERTUTUP

    • GERAKAN TERJADI SECARA RITMIS PADA RAHANG ATAS DAN BAWAH  GERAKAN MENGUNYAH

    • MASTIKASI  RANGSANGAN SENSORIS

    • SYARAF AFFERENT  SYARAF CRANIAL KE V (N. TRIGEMINUS)  RANGSANGAN DI TERUSKAN  SYARAF AFFERENT MELALUI “RADIX MOTORIS” SYARAF CRANIAL KE V  DI U. D. ELEVANTOR DAN MYLOHYOIDENS.


    Refleks mastikasi
    REFLEKS MASTIKASI continued…

    • REFLEKS MENGUNYAH (GNAWING REFLEKS)

      • TIMBUL SEBAGAI RESPONS TERHADAP RANGSANGAN DAERAH INCISIVUS  GERAKAN MENGUNYAH DARI RAHANG

    • REFLEKS MASTIKASI VERTIKAL (VERTICAL MASTICATING REFLEKS)

      • TIMBUL SEBAGAI RESPONS TERHADAP RANGSANGAN PADA MEMBRANA MUKOSA PADA DAERAH GIGI MOLAR TENGAH  RAHANG MEMBUKA DAN MENUTUP

    • MULUT TERTUTUP  “RUMINANT REFLEKS”

      • TERJADI STIMULASI TERHADAP RESEPTOR-RESEPTOR PADA MULUT OLEH MAKANAN  TIMBUL REFLEKS INHIBISI ALAT PENUTUP MULUT  RAHANG TERBUKA


    Urat daging yang terlibat proses mastikasi
    URAT DAGING YANG TERLIBAT PROSES MASTIKASI continued…

    • MUSCULUS MASSETER

    • MUSCULUS PTERYGOIDEA INTERNA DAN EKSTERNA

    • MUSCULUS TEMPORALIS

    • MUSCULUS MYOLOHGOIDEA

    • MUSCULUS GENIOHGOIDEA

    • MUSCULUS DIGESTRICUS PADA HERBIVORA  MUSCULUS MASSETER


    Fungsi mastikasi
    FUNGSI MASTIKASI continued…

    • MENGGILING MAKANANAN  LUNAK DAN HALUS

    • ENZIM BEKERJA LEBIH AKTIF MAKANAN HALUS PERMUKAAN MAKANAN RELATIF LUAS

    • MAKANAN HALUS BERCAMPUR SALIVA  MUDAH DITELAN

    • MASTIKASI  PROSES PENCERNAAN  MENGUBAH MAKANAN MENJADI HALUS DAN BERAIR PADA HERBIVORA


    Mastikasi pada
    MASTIKASI PADA : continued…

    • KUDA

      • 1 ½ JAM  BOLUS TERBENTUK 60 – 65

      • RUMPUT KERING : 70 – 80 KALI / MENIT

    • SAPI

      • BUTIRAN DAN SILAGE

      • MENGUNYAH : 94 KALI GERAKAN / MENIT

      • RUMPUT KERING  78 KALI / MENIT

    • SAPI PERAH

      • BUTIRAN  4700 KALI/ HARI

      • RUMPUT KERING  10.530 / HARI

    • SAPI JANTAN  1.4 – 11% WAKTU/HARI UNTUK MASTIKASI


    Salivasi
    SALIVASI continued…

    • KELENJAR AIR LUDAH DAN SEKRESINYA :

      • KEL. PAROTIS

      • KEL. SUB. MAXILALLIS (MANDIBULARIS)

      • KEL. SUB. LINGUALIS

      • PADA BEBERAPA SPESIES  KEL. BUCCALIS

    • SALIVA  CAMPURAN SEKRESI KELENJAR PAROTIS, SUB MAXILARIS DAN SUB LINGUALIS BERUPA LENDIR BERTIPE CAIR

    • BERDASARKAN SEKRESINYA  KEL. SALIVA DIBAGI 3 :

      • TIPE KEL. SEROSA

      • TIPE KEL. MUKUS

      • TIPE KEL. SEROSA DAN MUCUS (CAMPURAN)

    •  SERO MUCUS


    • SEKRESI KEL. SEROSA continued… CAIRAN CUCER

      • MENGANDUNG PROTEIN  TANPA MUCIN

    • SEKRESI KEL. MUKUS  AGAK KENTAL

      • MENGANDUNG GLYCOPROTEIN MUCIN

    • SEKRESI KEL. CAMPURAN  CAMPURAN SEROSA & MUCIN

    • PADA RUMINANSIA  SEKRESI PAROTIS TERJADI TERUS MENERUS  MAKANAN BASAH  ALKALIS

    • PADA RUMINANSIA  REFLEKS SEKRESI DAPAT SECARA MEKANIS  MERANGSANG BAG. CARDIA PADA AB-OMASUM

    • SALIVA  BUFFER ASAM-ASAM HASIL FERMENTASI MIKROBA RUMEN


    Fungsi saliva
    FUNGSI SALIVA continued…

    • MEMBASAHI MAKANAN

      • MASTIKASI DAN MENELAN  MUDAH

      • MELARUTKAN Z – H

    • LUBRIKASI

      • PELICIN  BOLUS MUDAH DITELAN  ADANYA MUCIN

      • BUTIR-BUTIR MAKANAN  MUDAH DIBENTUK BOLA

    • MENCERNA PATI

      • ADANYA AMYLASE

    • MEDIA UNTUK PERTUMBUHAN & AKTIFITAS BAKTERI

      • DALAM RUMEN  MENETRALKAN ASAM-ASAM ORGANIK YANG DIBENTUK MIKROBA  MENCEGAH TERJADI BUIH PADA ISI RUMEN

    • ELEKTROLIT PADA SALIVA :

      • Na, K, Ca, Mg, P DAN UREA YANG MEMPERTINGGI KECAP FERMENTASI MIKROBA


    Faktor faktor yang mempengaruhi sekresi saliva
    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SEKRESI SALIVA continued…

    • BENTUK FISIK PAKAN

    • KANDUNGAN BAHAN KERING

    • VOLUME CAIRAN ISI PERUT

    • STIMULASI PSIKOLOGIS

      • SALIVA PADA DOMBA DAN BABI  10 – 15 L / HARI

      • SALIVA PADA SAPI  75 – 100 L /HARI

      • RUMINANSIA  SERAT KASAR  SEKRESI SALIVA 

      • BIJIAN ENERGI TINGGI  SALIVA   BUFFER RUMEN 

      • BIJI-BIJIAN  ASAM LEMAK TERBANG  SALIVA 

      • PENEBALAN KERATIN MUKOSA RUMEN

      • ACIDURIA PHOSPHERUSA  BERI INFUS Na BICARBONAT KEDALAM RUMEN


    3 penelanan deglutisi
    3. PENELANAN (DEGLUTISI) continued…

    DIBAGI 3 STADIA

    • PENELANAN SECARA VOLUNTAIR

    •  DIKENDALIKAN OLEH KEMAUAN

    • STADIA PHARINX  INVOLUNTAIR  REFLEKS (CEPAT)

    • STADIA OESOPHAGUS  INVOLUNTAIR  REFLEKS (CEPAT)


    • GLUKOSTATIK continued…

      • PERBEDAAN KADAR GLUKOSA DARAH ARTERI DAN VENA KECIL  LAPAR

      • GLUKOSA DARAH VENA > DARAH ARTERI  KENYANG

    • TERMOSTATIK

      • ENERGI YANG MASUK CUKUP  LAPAR HILANG

    • KHEMOSTATIK

      • PADA RUMINANSIA (SAPI)  KONSENTRASI METABOLIT TERTENTU DALAM DARAH/RUMEN  MEMPENGARUHI NAFSU MAKAN

      • MISAL : INFUS ASAM LEMAK TERBANG

      • (ASETAT, PROPIONAT) KEDALAM DARAH /RUMEN

      •  NAFSU MAKAN TURUN

    • LIPOSTATIK

      • LEMAK DARAH VENA > DARAH ARTERI

      •  KENYANG

        • LEMAK  SUMBER ENERGI ESSENSIAL


    ad