1 / 16

Oleh : TRI ADHIE SATIVA 3333071279

TUGAS SEBELUM UTS RESUME JURNAL An Investigation on Supplier Delivery Performance by using SPC Techniques for Automotive Industry. Oleh : TRI ADHIE SATIVA 3333071279. PENDAHULUAN. A. Statistical Process Control (SPC).

mercia
Download Presentation

Oleh : TRI ADHIE SATIVA 3333071279

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. TUGAS SEBELUM UTS RESUME JURNALAn Investigation on Supplier Delivery Performance by using SPCTechniques for Automotive Industry Oleh : TRI ADHIE SATIVA 3333071279

  2. PENDAHULUAN A. Statistical Process Control (SPC) SPC berawal dari tahun 1920. Dr Walter A Shewhart dari laboratorium bell telepon adalah salah satu pelopornya. SPC adalah seperangkat alat pemecahan masalah yang bisa diterapkan untuk berbagai proses. • (Montgomery et al, 2007).

  3. PENDAHULUAN B. Supply Chain Management (SCM) • Kinerja SCM (supply chain management), pemilihan suplier, kualitas SCM, kepuasan pelanggan dan sebagainya merupakan bahasan yang paling diteliti dalam lingkup manajemen rantai pasok semenjak 1980. • Banyak Penelitian yang telah dilakukan dalam ruang lingkup pemilihan dan evaluasi pemasok. • Saat ini, industri otomotif menerapkan sistem penerimaan tepat waktu kepada pemasok mereka, sehingga perusahaan ini menerapkan sistem produksi tepat waktu.

  4. Lanjutan • Sistem Produksi Tepat Waktu ( Just In Time) adalah sistem produksi yang pergerakan barang selama produksi dan pengiriman dari pemasok sangat diperhatikan waktunya sehingga diperoleh komponen yang tepat, dalam kuantitas yang tepat dan dalam waktu yang tepat. • Keberhasilan JIT tergantung pada kemampuan pemasok perusahaan untuk memenuhi beberapa kriteria pada kualitas, kuantitas dan kinerja pengiriman. • Berdasarkan Quality Management System (QMS), perusahaan harus mengevaluasi dan memilih pemasok berdasarkan kemampuannya dalam memenuhi kebutuhan perusahaan agar bisa memenuhi ISO 16949.

  5. STUDI LITERATUR • Manajemen rantai pasok dapat dilihat sebagai pengelolaan strategis proses pengadaan, pergerakan, dan penyimpanan bahan, komponen, serta persediaan akhir dan juga terkait alur informasi dan pemasaran sehingga kemungkinan pengeluaran biaya saat ini dan kemudian menjadi efektif. (Rahul andAltekar, 2005). PSA PEOGEOUT CITROEN menyatakan bahwa kualitas dari kendaraan mereka 70% tergantung pada kualitas pemasok. Sebuah studi juga dilakukan di PROTON. PROTON menerapkan skema rating pemasok dari segi manajemen, kemampuan keuangan, teknis, kualitas, pengiriman, pelayanan, harga, dll

  6. Lanjutan • Keterkaitan antara pemasok dan departemen internal mempunyai dampak signifikan pada kinerja manajemen rantai pasok keseluruhan. • Pengiriman tepat waktu, mengurangi waktu respon, menentukan kebutuhan pelanggan di masa depan juga sangat memiliki pengaruh yang besar terhadap kinerja manajemen rantai pasok. • Komunikasi yang baik antara pemasok dan perusahaan perlu dijalin dengan baik, agar tidak ada ketidakpuasan yang tidak tersalurkan. Untuk itu penting sekali melakukan pemilihan dalam menentukan pemasok untuk sebuah perusahaan. Dan salah satu alatnya adalah Statistical Process Control (SPC).

  7. Lanjutan • SPC menawarkan teknik penyelidikan dari dinamika kegagalan kinerja pemasok. • Hubungan antara QMS, SPC, dan SCM

  8. METODOLOGI Model konseptual untuk memonitor kinerja pengiriman

  9. Lanjutan • Pengukuran pengiriman dirumuskan : • Keterangan :OTD = On Time Delivery • UCL : Batas Kontrol Atas ; LCL : Batas Kontrol bawah

  10. STUDI KASUS • Berdasarkan persamaan dan sesuai dengandiusulkan model konseptual, vendor otomotifdipilih sebagai studi kasus dengan 4 subgrup. • Berikut adalah data pengiriman yang telah diolah secara statistik

  11. Lanjutan

  12. Lanjutan

  13. Lanjutan

  14. Lanjutan • Hasil : • Investigasi terhadap kinerja pengiriman dapat dimonitor dengan peta kendali. • Hasil penelitian menunjukkan bahwa data OTD mendekati distribusi nilai terkecil ekstrim. • Tindakan korektif untuk pemasok : • Mengurangi penyimpangan dan jangkauan pengiriman • Menyesuaikan rata- rata pengiriman dengan target dan meeningkatkan rata – pengiriman.

  15. KESIMPULAN • Kinerja pengiriman adalah salah satu indikator yang paling penting dalam pengukuran kinerja pemasok. • Peta kendali dapat digunakan untuk memantau kinerja pengiriman. • Perusahaan bisa mengambil tindakan berdasarkan hasil pantauan tersebut.

  16. SEKIAN TERIMA KASIH

More Related