1 / 14

Pengendalian Limbah B 3 di Daerah Aliran Sungai (DAS)

Pengendalian Limbah B 3 di Daerah Aliran Sungai (DAS). Oleh : HA Latief Burhan MP 62811339051 Email: burhanltf@yahoo.com. PROPER LH = program penilaian peringkat kinerja perusahan dalam PLH, berupa pola insentif dan disintensif reputasi. PROPER LH. LIMBAH B3. Pertambangan. Pertamanan.

maxim
Download Presentation

Pengendalian Limbah B 3 di Daerah Aliran Sungai (DAS)

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pengendalian Limbah B3di Daerah Aliran Sungai (DAS) Oleh : HA Latief Burhan MP 62811339051 Email: burhanltf@yahoo.com PLH-ALB

  2. PROPER LH = program penilaian peringkat kinerja perusahan dalam PLH, berupa pola insentif dan disintensif reputasi PROPER LH LIMBAH B3 Pertambangan Pertamanan Energi&migas Kehutanan Prasarana Jasa PLH-ALB

  3. Proper LH terdiri atas • Proper kuning emas • Proper hijau • Proper biru • Proper merah • Proper hitam PLH-ALB

  4. GOOD ENVIRONMENTAL GOVERNANCE (= GEG) • Prinsip GEG dalam Proper LH, yaitu: • > Transparansi • > Akuntabilitas publik & stakeholder • > Sharing Resources, dalam penilaian • > Konsistensi pada ‘rule of game’ • > Berkelanjutan PLH-ALB

  5. Dasar Hukum Proper LHada 12 buah ( UULH, 2 buah PP, dan 8 Kept. Bapedal ) • Ketaatan & penegakan hukum • Konsitensi pelaksanaan & pengendalian • Kelengkapan SOP atau Prosedur Tetap • Batasan pelimpahan wewenang legal • Dukungan infrastruktur teknis operasional • Sosialisasi & peranserta publik • Kompetensi SDM terhadap LH PLH-ALB

  6. KLASIFIKASI BAHAN BERBAHAYA & BERACUN (= B-3) • Mudah meledak • Pengoksidasian • Menyala (sangat mudah sekali, sangat mudah, mudah) • Beracun (amat sangat, sangat, beracun) • Berbahaya • Korosif • Iritasi • Karsinogenik • Teratogenik • Mutagenik • Berbahaya bagi lingkungan PLH-ALB

  7. Pengelolaan LH (PLH) dalam Proper LH • Bentuk komitmen global : Pembangunan Berkelanjutan • Melaksanakan GEG dalam Proper • Mempunyai akuntabilitas publik & stakeholder • Pentaantan hukum, dng instrumen Proper • Kebijakan, manajemen dan pengambilan keputusan publik • Fungsi ‘Public Information Disclosure’ (pentaatan & kinerja perusahaan) PLH-ALB

  8. PERUSAHAAN WAJIB PROPER • Mempunyai Dampak Penting terhadap LH • Berpotensi mencemari & merusak LH • Perusahaan publik terdaftar (DN & LN) • Berorientasi ekspor • Mempunyai keuntungan bgai Pemerintah, Perusahaan, Publik/masyarakat umum • Bentuk implementasi akuntabilitas publik & stakeholder PLH-ALB

  9. PENTAATAN PERUSAHAAN • Peraturan Perundang-undangan PLH • Baku Mutu Lingkungan (BML) • Perizinan – melaksanakan RKL/RPL • Insentif reputasi (ke arah emas) & dis insentif reputasi (ke arah hutan) • Responsibilitas terhadap sikap publik & stakeholder  kredibilitas lembaga PLH-ALB

  10. Identifikasi Limbah B3 • Sumber : • Spesifik • Tidak spesifik • Kadaluarsa • Karakteristik : ~ Mudah meledak ~ beracun ~ Mudah terbakar ~ infeksius ~ Reaktif ~ korosif • Uji toksik : • Menetukan sifat akut dan/atau kronis PLH-ALB

  11. Dasar penilaian PROPER-LH • Result oriented (1 sd 4 : biru-merah-hitam, dan 5 sd 7 : hijau-emas) • Sistem gugur Ada 7 area penilaian : • Pengelolaan polusi air • Pengelolaan polusi udara • Pengelolaan limbah B3 • Persyaratan AMDAL • Penerapan EMS • Pengelolaan & pemanfaatan sumber daya • CD – Community Participation & Relation PLH-ALB

  12. Persoalan dasar • Validitas data PROPER LH menjadi masalah utama • Batasan pengolahan limbah B3 yang harus diolah – konsentrasi/volume • Batasan “izin” memanfaatkan limbah (sistem perizinan) • Melaksanakan minimasi limbah (15-75% dengan pola 4-R), merecovery dan zonasi lokasi PLH-ALB

  13. TINDAK LANJUT & REKOMENDASI 1. Kriteria dan jenis limbah B3 dirumuskan secara jelas penggolongan dan persyaratan teknisnya (disusun daftar jenis limbah berbahaya & jenis limbah beracun) 2, Status pencemaran akibat limbah B3 diberikan batasan teknis & rumusannya 3. Penilaian sistem gugur dalam Proper ditinjau lagi karena perlu kepastian sumber limbah B3 4. Teknik analisis laboratorium limbah B3 dirumuskan prosedur baku dan tolok ukurnya PLH-ALB

  14. TINDAK LANJUT & REKOMENDASI (2) 5. BML limbah padat belum ada, perlu penanganan/ treatment terpisah, jangan dimasukkan IPAL 6. Penanganan limbah B3 (hulu-hilir di dalam pabrik) digunakan untuk mengukur peringkat Proper 7. Penetapan penggolongan definisi B3 berdasarkan jumlah/konsentrasinya perlu dibuat rumusan teknis operasional agar mudah digunakan 8. Sistem perizinan limbah B3 diperbaiki berdasarkan prinsip 4R, lokasi pemanfaatan & dampak yang ditimbulkannya PLH-ALB

More Related