oleh wahyu wulandari 0910711020 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Oleh : Wahyu Wulandari 0910711020 PowerPoint Presentation
Download Presentation
Oleh : Wahyu Wulandari 0910711020

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 38

Oleh : Wahyu Wulandari 0910711020 - PowerPoint PPT Presentation


  • 246 Views
  • Uploaded on

Efek Pemberian Ekstrak Kedelai selama 3 Bulan pada Tikus ( Rattus norvegicus ) Strain Wistar Jantan Lepas Sapih terhadap Kadar Luteinizing Hormone (LH). Oleh : Wahyu Wulandari 0910711020. Pendahuluan. Latar Belakang. 50% faktor wanita. Infertil meningkat ( Kurniawan , 2009).

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

Oleh : Wahyu Wulandari 0910711020


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
oleh wahyu wulandari 0910711020

EfekPemberianEkstrakKedelaiselama 3 BulanpadaTikus(Rattusnorvegicus) Strain WistarJantanLepasSapihterhadap Kadar Luteinizing Hormone (LH)

Oleh :

WahyuWulandari

0910711020

latar belakang

Pendahuluan

LatarBelakang

50% faktorwanita

Infertilmeningkat (Kurniawan, 2009)

50% faktorpria(Trilsky, 2008)

WHY??

Kedelai

(Dickerson, 2007; Kandarakis, 2009)

Efektumbuhan (Brandell, 2000)

rumusan masalah

Pendahuluan

RumusanMasalah

Apakahpemberianekstrakkedelaiselama 3 bulanpadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantanlepassapihdapatmenurunkankadarluteinizing hormone (LH)?

tujuan penelitian

Pendahuluan

TujuanPenelitian

Untukmengetahuiefekpemberianekstrakkedelaiselama 3 bulanpadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantanlepassapihterhadappenurunankadarluteinizing hormone (LH).

slide5

TinjauanPustaka

Kedelai

  • Kingdom : Plantae
  • Subkingdom : Tracheobionta
  • Superdivision: Spermatophyta
  • Division : Magnoliophyta
  • Class : Magnolipisida
  • Subclass : Rosidae
  • Orde : Fabales
  • Family : Fabaceae
  • Genus : Glycine Wild
  • Species : Glicine Max

(USDA, 2010)

(Evalyanee, 2009)

slide6

TinjauanPustaka

KandunganKedelai

Sumber isoflavon(2-4 mg isoflavonsetiapgramnya) (Prawiroharsono, 1998).

  • Proteindanlemak yang berkualitastinggi (Suprapti, 2005).
  • Vitamin(terutama vitamin A, B kompleksdan E) serta mineral (kalsium, fosfordanzatbesi).
  • Sumber serat (Astawan, 2009).

2

1

isoflavon
Isoflavon

Senyawaflavonoid yang merupakansalahsatuanggotasenyawafitoestrogen.

Fitoestrogen=estrogen yang berasaldaritanaman (Winarsi, 2005; Astawan, 2009)

slide8

IsoflavonsebagaiEndocrine Disrupter

TinjauanPustaka

Isoflavonmemilikikemiripanstrukturkimiadengan estrogen padamamaliadanmampuberikatandenganreseptor estrogen, dengansifatnya yang agonismaupunantagonis(Setchelldkk., 1988;Schmidldkk., 2000).

kerangka konsep

KerangkaKonsep & Hipotesis

KerangkaKonsep

CNS

Ekstrakkedelai

Hipotalamus

GnRH

Isoflavon

Hipofisis anterior

LH

FSH

SelLeydig

Testis

Genestein

Estrogen

Testosteron

SelSertoli

: fokuspembahasan

Spermatogenesis

Infertil

: feed back negatif

Sperma

: bekerjasama

hipotesis

KerangkaKonsep & Hipotesis

Hipotesis

Pemberianekstrakkedelaiselama 3 bulanpadatikus (RattusNorvegicus) jantan strain wistarlepassapihdapatmenurunkankadarluteinizing hormone (LH)

definisi operasional

MetodePenelitian

DefinisiOperasional

Kedelai : kedelaikuningvarietasArgomulyo yang diproduksiolehBalaiPenelitianTanamanKacang-kacangandanUmbi-umbian (BLITKABI)

  • Pemberianekstrakkedelai: per oral dengansondekepadatikuswistarjantanusia 30-59 haridengandosisanak , dilanjutkandengandosisdewasapadatikususia 60-120 hari.
  • Dosisanak P1 : 0,13 mmol
  • Dosisanak P2 : 0,25 mmol
  • Dosisanak P3 : 0,51 mmol
  • Dosisdewasa P1 : 0,25 mmol
  • DosisdewasaP2 : 0.51 mmol
  • DosisdewasaP3 : 1,02 mmol
  • Hewancoba:
  • tikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantanlepassapihusia 30 hari
  • tikus(Rattusnorvegicus) strain wistarjantandewasa: usia 120 dandilakukanpengukurankadarLuteinizing Hormone (LH)
  • 4 kelompok: K, P1, P2, P3

Ekstrakkedelai: bijikedelai yang dimaserasi, diekstraksidenganmetanoldandievaporasi

prosedur penelitian

MetodePenelitian

ProsedurPenelitian

Seleksitikus

Analisis data

Adaptasiselama 1 minggupadatemperaturruangkonstan

Pengukurankadar LH denganmetode ELISA

Dibagi 4 kelompok

K

P1

P2

P3

Sentrifugasidarah

Pembedahantikusjantan

Pemberianekstrakkedelai

Pembuatanekstrakkedelai

Penentuandosisekstrakkedelai

analisis data

HasilPenelitian & Analisis Data

Analisis Data
  • Ujinormalitas: p = 0,108 (p > 0,05)
  • Ujihomogenitas: p = 0,171 (p > 0,05)
  • One Way Anova: p = 0,000 (p < 0,005)
  • Post Hoc Test
slide16

Dosisgenisteinpadaekstrakkedelaiinidapatdikonversikankedalamdosismanusiaberdasarkanrumus Laurence dan Bacharach,(1964) sehinggadidapatkanhasilyaitudosis 1 manusia 0,275 μg/kgBB/hari, dosis 2 manusia 0,55 μg/kgBB/hari, dandosis 3 manusia 1,1 μg/kgBB/hari. Batas aman yang dapatdikonsumsiolehmanusiaadalahkedelai yang mengandunggenistein 1,1 μg/kgBB/hari, sedangkanpadadosis 0,275 μgdan 0,55 μgakanmenyebabkanpenurunankadarluteinizing hormone.

kesimpulan

Kesimpulan

Kesimpulan
  • Pemberian 0,13 mMolekstrakkedelaiselama 1 bulandilanjutkandenganpemberian 0,25 mMolekstrakkedelaiselama 2 bulanpadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantanlepassapihdapatmenurunkankadarluteinizing hormone (LH) jikadibandingkandengankelompokkontrolwalaupun data tidakmenunjukkanpenurunan yang bermakna.
  • Pemberian0,25 mMolekstrakkedelaiselama 1 bulandilanjutkandenganpemberian 0,51 mMolekstrakkedelaiselama 2 bulanpadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantanlepassapihdapatmenurunkankadarluteinizing hormone (LH) jikadibandingkandengankelompokkontrolwalaupun data tidakmenunjukkanpenurunan yang bermakna.
  • Berbedadenganhipotesis, pemberian 0,51 mMolekstrakkedelaiselama 1 bulandilanjutkandenganpemberian 1,02 mMolekstrakkedelaiselama 2 bulanpadatikus (Rattusnorvegicus) strain wistarjantanlepassapihdapatmeningkatkankadarluteinizing hormone (LH) secarabermaknajikadibandingkandengankelompokkontrol.
persamaan regresi linier berganda
PersamaanRegresi Linier Berganda

Digunakanuntukmenghitungbesarnyapengaruhantaravariabelbebasyaitudosis (X) terhadapvariabelterikatyaitukadarluteinizing hormone (Y).HasilnyaadalahY = -1,812 + 9,798 X. Dari persamaan di atas dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

  • a = -1,812 artinya jumlah kadar luteinizing hormone rata – rata sebesar -1,812 satuan jika tidak ada variabel X (dosis).
  • b = 9,798 artinya jumlah kadar LH akanmeningkat sebesar 9,798 satuan untuk setiap tambahan satu satuan X (dosis ) dengan asumsi variabel yang lainnya konstan. Jadi apabila dosis mengalami peningkatan, maka jumlah kadar LH juga akan mengalamipeningkatan
koefisien determinasi dan korelasi
KoefisienDeterminasidanKorelasi
  • Koefisiendeterminasi (R²) = 0,877

Artinyabahwa 87,7% variabelkadarluteinizing hormoneakandipengaruhiolehvariabelbebasnya, yaitudosis.

  • Koefisienkorelasi (R) = 0,937

Artinyabahwahubunganantaravariabelbebasyaitudosisdenganvariabeltergantungtermasukkategorisangatkuatkarenaberadapadaselang 0,8 – 1.

Hubunganantaravariabelbebasdenganvariabeltergantungbersifatpositif, artinyajikadosisditingkatkankadarluteinizing hormoneakanmengalamipeningkatan.

f test
F Test

Nilai sig. F sebesar 0,000 (F < 0,05)  signifikan. Dapatdisimpulkanbahwakadarluteinizing hormonedapatdipengaruhisecarasignifikanolehvariabelbebasyaitudosis.

t test
T Test

Nilai sig. t sebesar 0,000 (t < 0,05)  signifikan. Dapatdisimpulkanbahwajumlah LH dapatdipengaruhisecarasignifikanolehdosispadatingkatkesalahan 5%.

mengapa kedelai
MengapaKedelai?

Kedelaimengandung protein danlemak yang berkualitastinggi, sertamerupakansumberserat (Suprapti, 2005; Astawan, 2009)

Kedelaidanprodukolahannyamerupakansumberpangan yang banyakdikonsumsiolehmasyarakat

SEHAT

fakta lain
Fakta Lain

Isoflavon paling banyakterdapatdalamkedelaidanprodukolahannya (Winarsi, 2005)

Isoflavonmerupakanendocrine disruptors (Dickerson, 2007; Kandarakis, 2009)

JumlahSperma

INFERTIL

penyebab infertilitas pada pria
PenyebabInfertilitaspadaPria

50 %  produksispermamenurun (Shamsiet al., 2008)

Kelainananatomispada penis

Tidakada semen

Testis tidakturun

Pencemaranlingkungan yang mempengaruhifungsi testis

Infeksi

Ejakulasibalik

Varicocele

Kelainangenetik

Sumbatandisaluranejakulasi

Antibodipembunuhsperma

Disfungsiereksi

kriteria inklusi dan eksklusi
KriteriaInklusidanEksklusi

Inklusi:

  • Tikus(rattusnorvegicus) strain wistarjantan
  • Usia 30 hari
  • BB 50-70 gram
  • Sehat, ditandaidengangerakanaktifdantidakcacat

Eksklusi:

  • Cacat
  • Selainkriteriainklusi
penentuan dosis ekstrak kedelai
PenentuanDosisEkstrakKedelai

Kadar genisteindigunakansebagaiacuanperhitungandosis

Diet rendahfitoestrogen: 53,5 µg genistein

Diet tinggifitoestrogen: 225 µg genistein

(Glover dan Assinder, 2006)

Pengukuran yang dilakukan di laboratorium kimia analisis dan instrumentasi Politeknik Negeri Malang: 1 mL ekstrak kedelai mengandung 137,76 µg genistein

Dosisdewasa 1: ½ ml ekstrakkedelai yang mengandung68,88 µg genistein (hampirsetaradengan diet rendahfitoestrogen)

Dosisdewasa 2: 1 ml ekstrakkedelai yang mengandung 137,76 µg genistein

Dosisdewasa 3: 2 ml ekstrakkedelai yang mengandung 275,52 µg genistein (hampirsetaradengan diet tinggifitoestrogen)

Dosisanak-anak = setengahdosisdewasa

konversi satuan molaritas
KonversiSatuanMolaritas

Dosis 2

mMol GEK = gram/berat molekul

=

=

= 0,00051 Mol/L

= 0,51 mMol/L

pembedahan tikus jantan
PembedahanTikusJantan

Pembedahandilakukandenganmemberikananestesiterlebihdahulu. Anestesidiberikan per inhalasidengankloroformdalamsuatuwadahtertutup (a). Tikus yang sudahdiberianestesidiletakkandiatasparafin block, difiksasi, laludibedahmulaidariperut (b). Darahdiambildarijantungnyaterlebihdahulusebanyak+ 3 cc (c).

(b)

(c)

(a)

pemisahan darah dan serum dengan sentrifugasi
PemisahanDarahdan SerumdenganSentrifugasi

Sampeldarahdisentrifugasiselama 10 menitdengankecepatan 3000 rpm untukdiambilserumnya (a). Serum darahdimasukkan eppendorf dandimasukkankedalamlemaripendingindengansuhu -20ºC (b).

(b)

(a)

pengukuran kadar lh dengan metode elisa
Pengukuran Kadar LHdenganMetode ELISA
  • Pastikanpemberiantandapada well sudahbenarsesuaidosisdan standard.
  • Isikan standard, kontroldanspesimenpada well sesuaidengantanda.
  • Teteskan 100 ulenzyme conjugatepadamasing-masing well yang sudahterisi. Kocokselama 30 detik.
  • Inkubasiselama 2 jam padasuhu 37°C.
  • Buangcairandalam well setelahdiinkubasi.
  • Bilas well denganwash buffer sebanyak 5x san buangcairannya.
  • Balik well dantepukperlahandiataskertastisuuntukmenghilangkancairan yang tersisa.
  • Teteskan 100 ulTMB color reagent padamasing-masing well yang terisi standard, kontroldanspesimen. Kocokselama 10 detik.
  • Inkubasiselama 20 menitdiruanggelappadasuhuruang.
  • Hentikanreaksidenganmenambahkan 50 ul 2NHCl padamasing-masing well yang terisi.
  • Kocokperlahanselama 30 detik. Perhatikanperubahanwarnadaribirumenjadikuning.
  • Baca hasilmenggunakanmicrotiter well readerdenganpanjanggelombang 450 nm.