Download
teknologi informasi dan komunikasi tik untuk pendidikan n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Pendidikan PowerPoint Presentation
Download Presentation
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Pendidikan

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Pendidikan

186 Views Download Presentation
Download Presentation

Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Pendidikan

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) Untuk Pendidikan Oleh: Zainal A. Hasibuan Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia Website E-Learning Fasilkom http://scele.cs.ui.ac.id

  2. Agenda • Trend Perkembangan TIK • Legalitas Penggunaan TIK untuk Pembelajaran • Aplikasi TIK untuk Pendidikan • Sistem E-Learning • Learning Management System • Content Development • Contoh-2 Penggunaan E-learning • Kualitas Pembelajaran • Potensi Penghambat E-learning • Penutup

  3. Trend TIK untuk Pembelajaran • Infrastruktur • High Internet Bandwidth • DSL (Digital Subscriber Line), WiMAX (wireless broadband access sebagai alternatif atas kabel dan DSL) • INHERENT • Mobile Technology • Portable Device: Mobile phone, PDA • Web Applications • Vendor-based • BlackBoard, WebCT • Open source • Moodle, Sakai, Claroline

  4. Legalitas Penggunaan TIK untuk Pembelajaran • Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional (SK Mendiknas) tertanggal 24 September 2001mendorong perguruan tinggi konvensional untuk menyelenggarakan pendidikan jarak jauh (dual mode). • Dengan iklim yang kondusif ini, beberapa perguruan tinggi telah melakukan berbagai persiapan, seperti penugasan para dosen untuk (a) mengikuti pelatihan tentang pengembangan bahan belajar elektronik, (b) mengidentifikasi berbagai platform pembelajaran elektronik yang tersedia, dan (c) melakukan eksperimen tentang penggunaan platform pembelajaran elektronik tertentu untuk menyajikan materi perkuliahan.

  5. Lanjutan…Legalitas • Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional • Bab I Ketentuan Umum Pasal 1 No. 15 • Pendidikan jarak jauh adalah pendidikan yang peserta didiknya terpisah dari pendidik dan pembelajarannya menggunakan berbagai sumber belajar melalui teknologi komunikasi, informasi, dan media lain. • Pasal 35 Ayat 1 • Standar sarana dan prasarana pendidikan mencakup ruang belajar, tempat berolahraga, tempat beribadah, perpustakaan, laboratorium, bengkel kerja, tempat bermain, tempat berkreasi dan berekreasi, dan sumber belajar lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran, termasuk penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.

  6. Aplikasi TIK untuk Pendidikan • Distance Education is instructional delivery that does not constrain the student to be physically present in the same location as the instructor (Ornager, UNESCO, 2003). • Distance Learning is a type of education where students on their own at home or at the office and communicate with faculty and other students via e-mail, electronic forums, videoconferencing and other forms of computer-based communication (Webopedia, 2003).

  7. Lanjutan…Aplikasi TIK • Collaborative Learning(CL) is a learning method with mutual engagement of participants in a coordinated effort to solve a problem together. • Problem-Based Learning(PBL) is a learning method based on the principle of using problems as a starting point for the acquisition and integration of knowledge.

  8. Lanjutan…Aplikasi TIK.. • Web-based courses:courses available in the Web that can be accessed anytime, anywhere via internet and web browser (Cathy A. Sympson, Northern Virginia Community College, 2003). • E-Learningis learning facilitated and supported through the use of information and communications technology (ICT) (Martin Jenkins and Janet Hanson, Generic Center, 2003).

  9. The teacher and learner are separated in space and time during the main teaching activities The teaching and learning activities are conducted via educational media DISTANCE EDUCATION (DE) A pro-active teaching and learning support mechanism is provided by the institution or organisation This is TRUE for all settings…FT, OL, DL, FL, CL, AL..

  10. Same time Different time Same place Classroom teaching, face-to-face tutorials and seminars, workshops and residential schools (Program Reguler) Learning resource centres, which learners visit at their leisure. (Program Reguler + Internet) Different place Audio conferences and video conferences; television with one-way video, two-way audio; radio with listener– response capability; and telephone tutorials (Program Reguler + GDLN) Home study, computer conferencing, tutorial support by e-mail and fax communication. (Program Reguler + Internet, CD, dll) Scenarios for learning facilitation … E-Learning

  11. Waktu Yang sama Waktu berbeda Tempat yang sama Pembelajaran di ruang kelas, seminar atau tutorial tatap muka, workshop and sekolah fisik (Program Reguler) Pusat data/bahan studi, dimana siswa bisa mengunjungi pada waktu senggang. (Program Reguler + Internet) Tempat berbeda Konferensi video dan suara; televisi dengan video satu arah, audio dua arah; radio dimana pendengar bisa merespon (mis. lewat telepon); dan and tutorial lewat telepon (Program Reguler + GDLN – Global Distance Learning Network (Jaringan Terpadu Pembelajaran jarak jauh)) Belajar Mandiri, konferensi leata komputer, tutorial yang didukung oleh komunikasi email dan. (Program Reguler + Internet, CD, dll) Scenarios for learning facilitation … E-Learning

  12. Kebutuhan TIK dalam Pendidikan • Up-skilling and re-skilling • Lifelong learning • Development • Sharing • Competition • Content creation by • teacher and student • Quality and relevant content • Anywhere, anytime learning

  13. Sistem E-Learning • Pelajar dapat mengakses materi ajar: • tanpa dibatasi waktu • tanpa dibatasi ruang & tempat • Dukungan komunikasi: • synchronous • asynchronous • dapat direkam • Jenis materi ajar: • multimedia (teks, gambar, audio, video, animasi) • Paradigma pendidikan “learning-oriented”: • asumsi: setiap pelajar ingin belajar dengan sebaik-baiknya • pelajar akan secara aktif terlibat dalam membangun pengetahuannya dan mengaitkannya dengan apa-apa yang telah diketahuinya atau dialaminya

  14. Bagaimana “anytime anywhere environment” dicapai?” Environmental Setting Learning Environment • silabus • materi pembelajaran • metode pembelajaran • partisipan • tugas • metode evaluasi • dll jaringan pengetahuan aktivitas aktivitas interface LMS mahasiswa dosen siap di lingkungan “dimana saja dan kapan saja”

  15. Waktu yang sama “SYNCHRONOUS” Waktu yang berbeda “ASYNCHRONOUS” • ruang kelas • Pusat Studi • Laboratorium • Perpustakaan Tempat yang sama “CO-LOCATED” • Konferensi video/audio (Fasilitas GDLN) • Chat (teks, suara) • Lewat satelit • Forum Online • File video/audio online langsung (live) • Email • CD-ROM • Forum Diskusi • WWW (JUITA UI) • Video/audio tape • Arsip File video/audio online Tempat berbeda “DISTANCE” Komunikasi Dalam E-Learning

  16. E-Learning bukan hanya sekedar proses mendownload materi yang sudah disediakan di internet, tetapi harus memberikan sebuah lingkungan untuk melakukan proses pembelajaran seperti halnya pembelajaran melalui kelas konvensional (tatap muka)

  17. Komponen Sistem e-Learning *IEEE P1484.1/D9, 2001-11-30

  18. Akses Students Teachers Administrators Experts Web Browser, CD ROM Client eCommerce : eCommerce eCommerce : : Storefront, Portal, Web Servers, Procurement Storefront, Portal, Web Servers, Procurement Storefront, Portal, Web Servers, Procurement eCommerce : eCommerce eCommerce : : Portal Portal , Web Servers , Web Servers , , Client/Server Client/Server Portal , Web Servers , Client/Server Portal , Web Servers Client/Server Portal Portal , Web Servers , Web Servers Client/Server Client/Server Chosen e-Learning Solution Government Industry Messaging & E - Government Messaging & Messaging & E E - - Government Government Messaging & Multimedia Knowledge Messaging & Messaging & Course Multimedia Knowledge Content Intelligence: Intelligence: Applications: Applications: Evaluation Intelligence: Applications: Collaboration Collaboration Applications: Applications: Collaboration Applications: Application Other Modules Other Modules Other Modules Collaboration Management Management System Management System Data Telco, Data Data Telco, Telco, Collaboration Management eMail , Doc ERP, eMail eMail , Doc , Doc ERP, ERP, E - mail, E Content - mail, Knowledge Content Knowledge Warehouse, Warehouse, Finance, Finance, Warehouse, Finance, Mgt. & Search Supply Chain Mgt. & Search Mgt. & Search Supply Chain Supply Chain Account dsb Management Management Mapping LCMS Mapping LMS SFA Manufacturing SFA SFA Manufacturing Manufacturing Management: Management: Systems, Application, Network, Security Systems, Application, Network, Security Infrastruktur TI Platforms : Platforms : Servers, Storage, OS, Middleware, Availability Servers, Storage, OS, Middleware, Availability Networks Networks : : Telcom Telcom , Devices, IP/Multimedia Capability , Devices, IP/Multimedia Capability Arsitektur Sistem e-Learning *Model of e-Learning Solution Application, White Paper by Cisco

  19. Arsitektur Sistem e-Learning: Metode Akses • Kategori Pengguna sistem e-Learning: • Siswa: sebagai subyek yang belajar • Pengajar: sebagai subyek yang mengajar/mengarahkan • Administrator: pengelola proses administrasi • Nara sumber: pihak lain yang dijadikan sebagai sumber informasi • Media pengaksesan: • Computer dengan web browser: netscape, explorer, dll • Mobile device: Handphone PDA • Penerapan Level Pengaksesan Sistem

  20. Arsitektur Sistem e-Learning: Infrastruktur Jaringan TI • Merupakan lapisan paling bawah tempat dijalankannya aplikasi e-Learning • Beberapa hal yang harus diperhatikan: • mendukung terhadap pengiriman data dalam multi format baik teks, audio maupun video • kekuatan e-Learning terletak pada content yang terdiri dari berbagai macam format. • Availability, scalability dan performance dari jaringan • format data tertentu seperti gambar dan video membutuhkan bandwidth yang sangat besar

  21. Arsitektur Sistem e-Learning: Aplikasi • Merupakan lapisan yang menjadi environment bagi pihak-pihak yang terlibat untuk melakukan segala aktifitas yang berkaitan dengan e-Learning, termasuk proses pembuatan content, pembelajaran, penyampaian materi dan administrasi • Ada 4 komponen dalam lapisan aplikasi ini, yaitu: • Layanan bisnis operasi(BOS) • Layanan Pengaturan Pembelajaran (LMS) • Layanan Pengaturan materi Pembelajaran (LCMS) • Layanan Pengaturan Pengantaran (DMS)

  22. Business Operation Services • Merupakan komponen aplikasi yang mendukung semua kegiatan operasional dari e-Learning • Layanan ini meliputi sistem, tool, maupun aplikasi yang memiliki fungsi sbb: • Security: menjamin semua keamanan sistem • Online Help desk: layanan bantuan pemakaian aplikasi • E-Learning support: termasuk email, FAQ, dll • Reporting: pengelolaan laporan yang berkaitan dengan e-Learning dan hasil-hasilnya • Requirements Repository: pusat penyimpanan data business requirement dari e-Learning

  23. Learning Management Sistem (LMS) • LMS merupakan lingkungan pembelajaran yang digunakan oleh pembelajar • LMS mengatur semua interaksi termasuk navigasi, pemilihan pembelajaran yang ditawarkan, dsb • Fungsi-fungsi yang disediakan • Pengaturan siswa • Pengaturan Studi • Peningkatan Keahlian • Dukungan bersama • Berbasis ilmu pengetahuan • Personalisasi &Sistem terkait • Registrasi • Contoh: Blackboard, WebCT, Moodle Source: Dunn & Bradstreet MDR, 2002, Higher Education Findings. UK – UCISA 2003 Report

  24. Learning Content Management Services (LCMS) • Menyediakan layanan untuk pengelolaan materi pembelajaran dalam berbagai format, gambar, animasi, video, audio, teks, dll, termasuk pengelolaan content provider • Terdapat banyak standar yang harus dipenuhi untuk content seperti standar IEEE, SCORM, dll • Beberapa hal yang diatur oleh LCMS: • Authoring tool integration: membolehkan pembuat materi menuliskan obyek2 pembelajaran • Registry services: menyimpan lokasi, penjelasan dan metadata struktural suatu materi • Object mining services: materi pembelajaran yang teratur lokasinya • Content storage services: pengontrolan versi, riwayat akses, locking, etc • Publishing services: assign the offering a release version number

  25. Delivery Management System • Menentukan cara terbaik penyampaian content ke pihak terkait seperti siswa, dosen, dll baik yang sifatnya internal maupun eksternal • Delivery Management System terdiri dari sistem, aplikasi, dan tool yang digunakan untuk mendukung layanan seperti: • Content presentation yang disesuaikan dengan profile dan preferensi siswa • Distribution management untuk mengelola distribusi content termasuk mencarikan resource yang terdekat dengan lokasi siswa • Interaction result management untuk mengelola hasil interaksi siswa termasuk mencatat dalam history aktifitas siswa

  26. Content Development • Business goals • Schedule • Costs Economics • Theories • Strategies • Methodologies Software engineering Instructional Design • Objects • Usability • Rapid prototyping Media design • Selection • Sequencing • Synchronization Sumber: Horton ‘06

  27. Content Leveling • Level 1 • Materi yang sama dengan materi pembelajaran konvensional, misalnya dalam format File PowerPoint • Level 2 • Materi berbasis Multimedia (audio, video, animasi) dan Interaktif • Level 3 • Bahan Pengayaan dan Bank Soal

  28. Mekanisme Pengembangan • Studi karakteristik mahasiswa • Studi kesulitan yang dihadapi mahasiswa Perencanaan Pembuatan SAP Diawali dengan pemilihan teknologi Perancangan & Pembuatan Materi Sample mahasiswa Uji Coba Sistem dan Content Evaluasi

  29. Prinsip Pembuatan Materi Belajar Berbasis TIK Multimedia Mahasiswa belajar lebih baik dari kata-kata dan gambar daripada hanya dari kata-kata. Spatial contiguity Mahasiswa belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan diletakkan berdekatan di layar. Temporal contiguity Mahasiswa belajar lebih baik ketika kata-kata dan gambar yang berhubungan ditampilkan simultan, tidak berurutan. Coherence Mahasiswa belajar lebih baik dengan multimedia yang menghindari materi yang berlebihan dan tumpang tindih. Modality Mahasiswa belajar lebih baik dari animasi & narasi (audio) daripada dari animasi & teks pada layar. Redundancy Mahasiswa belajar lebih baik dari animasi dan narasi sekaligus daripada dari animasi, narasi dan teks.

  30. Implementasi E-Learning di Luar Negeri

  31. School of Education Universiti Sains Malaysia • http://el.pppjj.usm.my/lms • Pusat  Pengajian Pendidikan Jarak Jauh (PPPJJ), Universiti Sains Malaysia (USM), didirikan pada tahun 1971 dengan tujuan utama memberi peluang kepada masyarakat untuk memperoleh ijazah pertama di universitas. • PPPJJ merupakan pelopor program  pendidikan jarak jauh di Malaysia.

  32. School of Education Universiti Sains Malaysia • Pendekatan pendidikan yang inovatif  digunakan yang menggabungkan modul pembelajaran kendiri dan teknologi pengajaran berbasis ICT.  • Saat ini terdapat empat program ijazah pertama ditawarkan yaitu Sarjana Muda Sains, Sarjana Muda Sains Kemasyarakatan, Sarjana Muda Sastera dan Sarjana Muda Pengurusan. • PPPJJ juga menawarkan program ijazah tinggi secara full-time dan part-time melalui metode riset untuk Ijazah-ijazah Sarjana Sains, Sarjana Sastera, Sarjana Sains Kemasyarakatan dan Kedoktoran.

  33. School of Education Universiti Sains Malaysia

  34. Distance Education University of Waterloo • http://de.uwaterloo.ca/index.html • Through distance education student can complete credit courses without attending on-campus classes. • Using well-designed course materials prepared by a UW instructor, student can study when and where it's most convenient for student. • Student can take a few courses or complete an entire degree.

  35. Distance Education University of Waterloo • a major is available through distance education in these subjects: • Economics • English • Philosophy • Religious Studies • French Studies • Social Development Studies

  36. Distance Education University of Waterloo

  37. Implementasi E-Learning di Dalam Negeri

  38. BinusMaya Universitas Binus • http://binusmaya.binus.ac.id • In Globalization where everything grows very fast, we can not fall behind in mastering new knowledge. Based on these needs, Bina Nusantara announces flexible learning method that called BiNusMaya. With BiNusMaya, student can learn anytime by using Internet connection from anywhere. • Binus’ motto is "Learning anytime, anywhere and by anyone".

  39. BinusMaya Universitas Binus • With BiNusMaya student can pursue their education and enhance their knowledge from whenever they are using the internet application. • Some of the study material is complete with tutorials and animation for good quality instruction and explanation. • Student can ask any question to your instructors directly using e-mail and discussion room, without having to wait for their turn. Unlike an ordinary course, student can interact with their instructors whenever they wish to.

  40. BinusMaya Universitas Binus

  41. Universitas Terbuka • ut.ac.id • UT-Online adalah Layanan Mahasiswa Terintegrasi dimana mahasiswa bisa mendapatkan informasi akademik (Sejarah Nilai, LKAM-Online, Bahan Ajar Audio Video / Suplemen) dan layanan pendukung lainnya. • Untuk tutorial elektronik, Mahasiswa hanya bisa mengikuti tutorial sesuai dengan mata kuliah yang diregistrasikan pada semester berjalan. Dan proses registrasi tutel dilakukan secara otomatis jika data registrasi mahasiswa telah tersimpan dalam database UT-pusat.

  42. Universitas Terbuka

  43. Kualitas Pembelajaran e-Learning • Persyaratan e-Learning (kualitas input) • Ketersediaan infrastruktur • Ketersediaan tutor lokal • Kualitas Proses • Interaksi dosen-mahasiswa • Format pembelajaran • Budaya belajar • Isi materi dan tujuan pembelajaran • Keluaran (output/outcome quality) • Kompetensi • Profesionalisme

  44. Potensi Penghambat • Disiplin pelajar & pengajar • Pembuatan materi dalam bentuk elektronik • cenderung membebani pengajar • Materi khususnya audio dan video umumnya berukuran besar • cenderung membebani pelajar bila akses Internet tidak memadai • Kultur dan kebiasaan pelajar di Indonesia • pasif, kurang inisiatif, kurang bisa menuliskan konsep/diskusi

  45. Kendala Pelaksanaan dari Sudut Pandang Mahasiswa • Tidak semua daerah memiliki infrastruktur internet yang memadai • Tidak semua siswa memiliki komputer dengan spesifikasi yang cukup baik • Biaya yang cukup mahal (telepon) agar bisa online secara terus-menerus

  46. Penutup: Membang e-Learning • Persiapan teknologi pendukung • hardware (server, videoconference, komputer, dll) dan software (LMS, LCMS, Authoring Tool, dll) • Persiapan SDM pendukung • sistem administrator, instructional designer, tim teknis content (perekam, pembuat animasi, dll) • Kebijakan dan Quality Assurance • mekanisme evaluasi, kebijakan sampai tingkat universitas, dll

  47. “The question is no longer whether organizations will implement e-learning, but whether they will do it well.” (Kaur, 2006)

  48. Terima Kasih atas Perhatiannya... Semoga Bermanfaat