ringkasan materi n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
RINGKASAN MATERI PowerPoint Presentation
Download Presentation
RINGKASAN MATERI

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 75

RINGKASAN MATERI - PowerPoint PPT Presentation


  • 176 Views
  • Uploaded on

RINGKASAN MATERI. BAHASA INDONESIA MKU. Resmi. ». Lisan. Tidak. Resmi. Ragam. Bahasa. Resmi. ». Tulis. Tidak. Resmi. Ragam Bahasa. 1. Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa. yang. baik. adalah. yang. sesuai. dengan. situasi. komunikasi. Bahasa. yang. benar.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'RINGKASAN MATERI' - madaline-ewing


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
ringkasan materi
RINGKASAN MATERI
  • BAHASA INDONESIA MKU
ragam bahasa

Resmi

»

Lisan

Tidak

Resmi

Ragam

Bahasa

Resmi

»

Tulis

Tidak

Resmi

Ragam Bahasa

1

slide3

Bahasa Indonesia yang baik dan benar

Bahasa

yang

baik

adalah

yang

sesuai

dengan

situasi

komunikasi

Bahasa

yang

benar

adalah

yang

sesuai

dengan

kaidah

Bahasa

yang

baik

dan

benar

adalah

yang

sesuai

dengan

situasi

dan

sekaligus

sesuai

pula

dengan

kaidah

2

slide4

Kaidah

Bahasa

1.

Tata

Tulis

(

Ejaan

)

2.

Tata

Bentukan

Kata

3.

Tata

Kalimat

4.

Tata

Paragraf

3

slide5

Ejaan

(EYD)

adalah

kaidah

bahasa

yang

mengatur

penulisan

huruf

,

penulisan

kata

,

dan

penggunaan

tanda

baca

.

Misalnya

,

penempatan

tanda

baca

pada

kalimat

berikut

akan

mempengaruhi

informasi

yang

disampaikan

.

Menurut

kabar

burung

Pak

Amat

mati

EJAAN BAHASA INDONESIA

4

slide6

1.

Huruf

Miring

a.

Untuk

menuliskan

judul

buku

,

nama

majalah

,

dan

nama

surat

kabar

yang

dikutip

di

dalam

teks

;

b.

Untuk

menuliskan

huruf

,

kata

,

atau

istilah

yang

dikhususkan/ditegaskan

;

c.

Untuk

menuliskan

kata

atau

istilah

asing

,

termasuk

istilah

ilmiah

,

dan

kata

atau

istilah

dari

bahasa

daerah

.

Penulisan Huruf

5

slide7

2.

Huruf

Kapital

Huruf

kapital

seluruhnya

digunakan

untuk

menuliskan

a.

judul

utama

,

b.

judul

bab

,

c.

judul

kata

pengantar

,

daftar

isi,

dan

daftar

pustaka

.

6

slide8

Huruf Kapital Awal Kata

pada

setiap

awal

kata

Huruf

kapital

digunakan

untuk

menuliskan

a.

judul

-

judul

subbab

,

kitab

b.

nama

Tuhan

,

nabi

, agama,

dan

suci

c.

nama

diri

,

d.

nama

tahun

,

bulan

,

dan

hari

,

e.

nama

gelar

,

jabatan

,

dan

pangkat

,

f.

nama

-

nama

geografi

dan

sapaan

.

7

slide9

Penulisan Kata

Penulisan

Gabungan

Kata

1.

a.

Gabungan

kata

ditulis

serangkai

jika

mendapat

awalan

dan

akhiran

sekaligus

atau

salah

satu

unsurnya

berupa

unsur

terikat

.

b.

Gabungan

kata

ditulis

terpisah

jika

tidak

berimbuhan

atau

hanya

mendapat

imbuhan

awalan/akhiran

.

2.

Penulisan

Bentuk

dan

di

, per,

pun

3.

Penulisan

Bentuk

Ulang

Bentuk

ulang

ditulis

ulang

dengan

menggunakan

tanda

hubung

.

8

slide10

Penulisan Unsur Serapan

1.

Penerjemahan

shophouse

---

ruko (rumah toko)

à

industrial estate

---

kawasan industri

à

balanced budget

---

anggaran

à

berimbang

2.

Penyesuaian

ejaan

energy

---

energi

à

standardization

---

standardisasi

à

3.

Penerjemahan

dan

Penyerapan

subdivision

---

subbagian

à

inflation rate

---

laju inflasi

à

9

slide11

Penulisan Singkatan

Singkatan

ialah

kependekan

yang

berupa

huruf

atau

gabungan

huruf

,

baik

yang

dilafalkan

huruf

demi

huruf

maupun

dilafalkan

sesuai

dengan

bentuk

lengkapnya

.

Misalnya

:

a.

LHP [el

-

ha

pe

]

b.

sdr

.

[saudara]

PT

[pe

te]

dst.

[dan seterusnya]

ka]

BPK [be-

-

pe

-

dsb.

[

dan

sebagainya

]

c.

a.n

.

[

atas

nama

bukan

a/n

],

perhatian

u.p

.

[

untuk

],

bukan

u/p

d.a

.

[

alamat

],

bukan

d/a

dengan

s.d

.

[

sampai

dengan

bukan

s/d

],

10

slide12

Penulisan

Akronim

ialah

kependekan

Akronim

yang

berupa

gabungan

huruf

awal

,

suku

kata

,

atau

huruf

awal

dan

suku

kata

yang

ditulis

dan

dilafalkan

seperti

kata

biasa

.

Misalnya

:

a.

raker

b.

SIM

rapim

FISIP

taplus

IKIP

b.

Bappenas

Depdiknas

Kadin

11

slide13

BENTUK KATA

1.

Kata Dasar

2.

Kata Bentukan

a. Penggabungan kata dasar dan

kata dasar

b. Penggabungan unsur terikat dan

kata dasar

c. Pengulangan

d. Pengakroniman

e. Pengimbuhan

12

slide14

PILIHAN KATA

Kriteria

Pemilihan

Kata

1.

Ketepatan

2.

Kecermatan

3.

Keserasian

13

slide15

Ketepatan

Agar pilihan kata yang digunakan tepat, hal-hal berikut perlu dipahami

  • Perbedaan makna denotasi dan konotasi
  • Perbedaan makna kata-kata yang bersinonim
  • Penggunaan kata atau ungkapan eufisime
  • Penggunaan kata-kata generik dan spesifik
  • Penggunaan kata-kata konkret dan abstrak, baik yang spesifik maupun yang spesifik

14

slide16

Kecermatan

Agar cermat dalam pemilihan kata, penyebab kemubaziran kata berikut ini perlu dipahami

a.

Penggunaan kata yang bermakna jamak

secara ganda

b.

Penggunaan kata yang fungsi dan

maknanya bermiripan secara ganda

c.

Penggunaan kata yang bermakna saling

secara ganda

d.

Konteks kalimatnya

15

slide17

Agar pilihan kata yang digunakan serasi, hal-hal berikut perlu dipahami

a.

P

enggunaan bentuk gramatikal suatu kata

b.

P

enggunaan idiom

c.

P

enggunaan kata atau ungkapan

idiomatik

d.

P

enggunaan majas

e.

P

enggunaan kata atau ungkapan

yang

lazim

f.

Penggunaan

kata

yang

sesuai

dengan

konteksnya

Keserasian

16

slide18

Pengertian Kalimat

Penanda

Informasi

Kalima

t

S

ruk

r

t

tu

17

slide19

Penanda

Kalimat (dalam ragam tulis)

diawali dengan huruf kapital dan

diakhiri dengan tanda titik, tanda

tanya, atau tanda seru.

Informasi

Kalimat merupakan rangkaian

kata yang mengandung informasi

relatif lengkap

18

slide20

Contoh Kasus

1.

Surat tugas itu sudah ditandatangani.

2.

Surat tugas yang sudah ditandatangani itu

Catatan

Rangkaian kata (1) sudah merupakan kalimat karena informasinya sudah lengkap, sedangkan (2) belum menjadi kalimat karena informasinya belum lengkap

19

slide21

Struktur

Kalimat sekurang-kurangnya mengandung dua unsur, yaitu subjek dan predikat. Namun jika predikatnya berupa kata kerja transitif, sebuah kalimat selain memerlukan unsur subjek dan predikat juga memerlukan unsur lain, yaitu objek, misalnya:

PT Sekar Ayu memproduksi jamu cap Kelinci

20

slide22

O

S

P

Pel

K

UNSUR-UNSUR KALIMAT

21

slide23

Ciri-Ciri Unsur Kalimat

1.

Subjek

(S)

merupakan

jawaban

pertanyaan

apa

atau

siapa

.

2.

Predikat

(P)

merupakan

jawaban

pertanyaan

bagaimana

atau

apa

yang

dilakukan

(

oleh

S).

3.

Objek

(O)

keberadaannya

bersifat

wajib

dan

dapat

menjadi

S

dalam

kalimat

pasif

.

4.

Pelengkap

(

Pel

.)

keberadaannya

bersifat

wajib

dan

tidak

dapat

menjadi

S

dalam

kalimat

pasif

.

5.

Keterangan

(K)

keberadaannya

bersifat

opsional

(

tidak

wajib

)

dan

posisinya

dapat

dipindah

-

pindah

tanpak

mengubah

informasi

.

22

slide24

Contoh

Kasus

1.

Dalam bab ini akan membahas metode pengumpulan data.

2.

Pembangunan itu untuk menyejahterakan masyarakat

Kalimat

(1)

tidak

lengkap

karena

,

tidak

ada

subjeknya

sedangkan

(2)

tidak

ada

predikatnya

.

Perhatikan

Perbaikannya di bawah ini

1a.

B

ab ini

akan membahas metode pengumpulan data.

1b.

Dalam bab ini akan dibahas

metode pengumpulan data.

2a.

Pembangunan itu

bertujuan

menyejahterakan masyarakat

23

slide25

Pola

Dasar

Kalimat

1.

Pola

SP

Hasil

pemeriksaan

itu

sudah

dilaporkan

.

2.

Pola

SPO

Auditor BPK

sedang

melakukan

pemeriksaan

.

3.

Pola

SPPel

.

Mantan

direktur

bank

itu

sekarang

menjadi

auditor.

4.

Pola

SPOPel

.

Amerika mengirimi Indonesia bantuan tenaga ahli.

24

slide26

Jenis-Jenis Kalimat

-

1.

Kalimat

Tunggal

2.

Kalimat

Majemuk

a.

Majemuk

Setara

b.

Majemuk

Tidak

Setara

c.

Majemuk

Campuran

25

slide27

Majemuk Setara

Kalimat

majemuk

setara

ditandai

dengan

penggunaan

kata

penghubung

sebagai

berikut

.

dan

tetapi

atau

sedangkan

lalu

melainkan

kemudian

26

slide28

Contoh

Kasus

1.

Jenis

KKP

Indeks

B

hasil

pemeriksaan

proyek

irigasi

terdiri

atas

dokumen

pembangunan

dam.

Sedangkan

KKP

Indeks

B

hasil

pemeriksaan

di

BUMN

terdiri

atas

dokumen

kegiatan

produksi

.

1a.

Jenis

KKP

Indeks

B

hasil

pemeriksaan

proyek

irigasi

terdiri

atas

dokumen

pembangunan

dam,

sedangkan

KKP

pemeriksaan

BUMN

Indeks

B

hasil

di

terdiri

atas

dokumen

kegiatan

produksi

.

27

slide29

Majemuk Bertingkat

Penanda Ketidaksetaraan

Jika agar meskipun

Kalau supaya walaupun

Apabila sebab akibat

Andaikata akibat sesudah

Seandainya karena setelah

Bahwa sehingga seusai

28

slide30

Contoh

Kasus

1.

Karena

biaya produksinya tinggi

sehingga

perusahaan itu sering rugi

.

Struktur

kalimat

majemuk

tersebut

tidak

tepat

di

dalamnya

terdapat

dua

kata

penghung

yang

fungsinya

sama

.

Kata

penghubung

tersebut

seharusnya

satu

saja

yang

digunakan

,

seperti

pada

perbaikannya

berikut

ini

.

1a.

Karena

biaya produksinya tinggi

,

perusahaan

itu sering rugi

.

1b. B

iaya produksinya tinggi

sehingga

perusahaan

itu sering rugi

.

29

slide31

PENGERTIAN PARAGRAF

Rangkaian

beberapa

kalimat

yang

mengandung

satu

kesatuan

gagasan

.

30

slide32

PENANDA

1.

Bertakuk

…………………

……………………

..

……………………

..

2.

Merenggang

………………………

………………………

…………

………………………

………………

.

31

slide33

PARAGRAF YANG BAIK

1.

Kesatuan

2.

Kepaduan

3.

Ketuntasan

4.

Konsistensi

sudut

pandang

5.

Keruntutan

32

slide34

KESATUAN

Sebuah paragraf yang baik harus memiliki satu gagasan utama sebagai pengikat kalimat dalam paragraf tersebut. Artinya, dalam paragraf mungkin terdapat beberapa gagasan tambahan, tetapi gagasan tambahan itu harus terfokus pada satu gagasan utama sebagai pengendali

33

slide35

KEPADUAN

Untuk

mendukung

satu

kesatuan

gagasan

utama

,

kalimat

-

kalimat

di

dalam

sebuah

paragraf

harus

terpadu

dan

berkaitan

satu

sama

lain.

Sarana

Pemadu

Kalimat

dalam

Paragraf

1.

Pengulangan

(

kata

kunci

)

2.

Penggantian

3.

Penghubung

antarkalimat

4.

Keparalelan

struktur

34

slide36

Pengulangan

Kepaduan paragraf dapat dibangun dengan

mengulang kata yang sama yang merupakan

kata kunci. Kata atau ungkapan yang sama itu

sesekali dapat diulang kembali dalam kalimat

berikutnya.

Misalnya:

Minggu lalu kami mengadakan rapat. Dalam

rapat itu ada berbagai hal yang kami bicarakan.

Salah satu di antaranya adalah masalah

pemeriksaan yang telah dilakukan di PT Agung

Sedayu.

35

slide37

Penggantian

Selain dengan mengulang kata kunci,

kepaduan paragraf juga dapat dibangun

dengan menggunakan penggantian atau

kata lain yang bersinonim dengan kata

kunci, misalnya

virus HIV

sesekali dapat

disebut

virus itu, virus penyebab AIDS,

virus tersebut,

atau

virus yang mematikan

itu.

Penggantian dapat pula dilakukan

dengan menggunakan kata ganti dan kata

penunjuk.

36

slide38

Penghubung

Antarkalimat

Selain dengan menggunakan pengulangan kata kunci dan

penggantian, kepaduan paragraf juga dapat dibangun

dengan menggunakan penghubung antarkalimat.

Misalnya:

Oleh karena itu,

Oleh sebab itu,

Dengan demikian,

Meskipun demikian,

Jadi,

Namun,

Akan tetapi,

Di samping itu.

Selain itu,

Dengan kata lain,

dsb.

37

slide39

Keparalelan

Keparalelan yang dimaksud adalah adanya kesejajaran

bentuk atau struktur pengungkapannya. Jika pada

bagian yang satu bentuknya aktif, bagian yang lain pun

harus demikian. Begitu pula sebaliknya, jika bagian yang

satu berbentuk pasif, agar sejajar, bagian yang lain pun

harus berbentuk pasif, seperti yang tampak pada contoh

berikut.

Misalnya

:

Setelah mendapat izin dari pemerintah daerah, warga mulai membangun fasilitas umum di lahan itu. Konon untuk membangun fasilitas umum yang berupa gedung olah raga itu, warga harus mengeluarkan tidak kurang dari 500 juta rupiah yang digali dari dana swadaya murni

38

slide40

KETUNTASAN

Sebuah paragraf yang baik juga harus dapat mengungkapkan

gagasan secara tuntas. Artinya, paragraf itu harus dapat menyaji

kan

informasi secara lengkap sehingga pembaca tidak dibuat bertanya

-

tanya tentang kelanjutannya. Sebagai contoh, kalau dalam perinci

an

atau penjelasan digunakan kata

berarti sekurang

-

pertama,

kurangnya harus ada

dan bisa juga ada

tidak seperti

kedua,

ketiga,

pada paragraf berikut: ada kata

tetapi kata

tidak

pertama,

kedua

ada.

Misalnya

:

Ada beberapa cara yang dapat mencegah penyebaran demam

berdarah. Pertama, memberantas tempat berkembang biak

nyamuk penyebar demam berdarah. Seperti kita ketahui

bersama, nyamuk demam berdarah biasanya berkembang biak

di air yang menggenang

39

slide41

KONSISTENSI SUDUT PANDANG

S

udut pandang adalah cara yang digunakan penulis untuk

menempatkan diri di dalam tulisannya. Sudut pandang itu

harus konsisten, termasuk dalam pelibatan pembaca. Sebagai

contoh, kalau penulis mewakili dirinya dengan menggunakan

kata

peneliti

atau

penulis

, kata itu hendaknya tetap digunakan

secara konsisten sampai dengan akhir tulisannya. Sebaliknya,

dengan maksud melibatkan

kalau ia menggunakan kata

kita

pembaca dalam tulisannya

kata itu pun sebaiknya digunakan

secara konsisten sampai pada akhir tulisannya. Begitu pula,

untuk menjaga objektivitas

kalau penulis tidak ingin

menampilkan dirinya dalam tulisan

bentuk pasif dapat

digunakan secara konsisten sampai dengan selesai.

40

slide42

KERUNTUTAN

Informasi disajikan secara runtut dalam

Informasi disajikan secara runtut dalam

pola urutan yang mudah diikuti pembaca.

pola urutan yang mudah diikuti pembaca.

Ada beberapa model urutan penyajian

Ada beberapa model urutan penyajian

informasi dalam paragraf, dan tiap model

informasi dalam paragraf, dan tiap model

mempunyai kelebihannya masing

-

masing.

mempunyai kelebihannya masing

-

masing.

Model yang dimaksud, antara lain, adalah

Model yang dimaksud, antara lain, adalah

model urutan waktu, urutan tempat, urutan

model urutan waktu, urutan tempat, urutan

umum

-

khusus atau khusus

-

umum, urutan

umum

-

khusus atau khusus

-

umum, urutan

pertanyaan dan jawaban, serta urutan

pertanyaan dan jawaban, serta urutan

sebab

-

akibat.

sebab

-

akibat.

41

slide43

:

JENIS PARAGRAF

Berdasarkan

Fungsinya

Paragraf

Pengantar

Paragraf

pengantar/pembuka

merupakan

jenis

paragraf

yang

berfungsi

mengantarkan

pembaca

pada

pokok

persoalan

yang

akan

dikemukakan

.

Sebagai

pengantar

,

paragraf

ini

hendaknya

dibuat

semenarik

mungkin

agar

dapat

memikat

perhatian

atau

minat

pembaca

.

Di

samping

itu

,

paragraf

ini

hendaknya

juga

mempunyai

kemampuan

menghubungkan

pikiran

pembaca

dengan

pokok

masalah

yang

akan

disajikan

selanjutnya

.

42

slide44

Paragraf

Pengembang

Paragraf

pengembang

merupakan

jenis

paragraf

yang

berfungsi

mengembangkan

pokok

persoalan

yang

telah

ditentukan

.

Di

dalam

paragraf

ini

pula

penulis

menyatakan

pokok

pikiran

yang

akan

disampaikan

dan

sekaligus

menerangkan

atau

mengembang

-

kannya

.

Pengembangan

itu

dapat

dilakukan

dengan

cara

menganalisis

permasalahan

yang

dikemukakan

dan

sekaligus

dapat

pula

memberikan

bukti

-

buktinya

.

43

slide45

Paragraf

Penutup

Paragraf

penutup

merupakan

jenis

paragraf

yang

berfungsi

mengakhiri

tulisan

atau

sebagai

penutup

karangan

.

Isinya

dapat

berupa

suatu

simpulan

atau

rangkuman

yang

menandai

berakhirnya

suatu

bahasan

.

44

slide46

Berdasarkan

Struktur

Informasinya

Paragraf

Induktif

Paragraf induktif adalah suatu jenis paragraf yang menempatkan

informasi utama

yang terkandung pada kalimat topik

pada akhir

paragraf. Dengan demikian, struktur paragraf ini diawali dengan

beberapa kalimat penjelas yang mendukung informasi utama. Setelah

itu, baru informasi utama ditampilkan pada bagian akhir. Paragraf

ini

sering disebut sebagai paragraf yang diawali dengan informasi yang

umum ke informasi yang khusus. Sebagai contoh, perhatikan paragraf

berikut.

Komputer dapat dijadikan alat hiburan. Banyak komputer yang

dilengkapi dengan fasilitas gambar tiga dimensi dan tata suara yang

memukau. Hal itu sejalan dengan perkembangan dunia internet. Oleh

beberapa komputer kini dirancang dengan mutu dan

karena itu,

fungsi yang makin meningkat sesuai dengan aplikasinya.

45

slide47

Paragraf

Deduktif

Paragraf deduktif boleh dikatakan sebagai kebalikan dari

paragraf induktif. Kalau paragraf induktif menampilkan

informasi utama pada akhir paragraf, paragraf deduktif

menampilkan informasi utama pada awal paragraf.

Informasi utama itu kemudian diikuti dengan informasi

penjelas yang terungkap pada kalimat

-

kalimat pengembang.

Orang sering menyebut paragraf ini diawali dengan hal yang

umum ke hal yang bersifat khusus. Sebagai contoh,

perhatikan paragraf berikut.

Kondisi kebun binatang Taru, Solo, makin

memprihatinkan.

Koleksi satwa di objek wisata tepian

Bengawan Solo itu banyak yang tidak terawat. Beberapa

binatang di sana tampak kurus. Kemarin seekor komodo

bantuan Presiden pun mati.

46

slide48

Berdasarkan

Gaya

Penyajiannya

Paparan/Eksposisi

Paparan merupakan corak tulisan yang bertujuan menginformasikan,

menerangkan, dan menguraikan suatu gagasan. Oleh karena itu, par

ragraf

menerangkan, dan menguraikan suatu gagasan. Oleh karena itu, par

agraf

eksposisi harus dapat memberikan tambahan pengertian dan

eksposisi harus dapat memberikan tambahan pengertian dan

pengetahuan pembacanya.

pengetahuan pembacanya.

Obat ini mengandung bahan

-

bahan yang secara klinis telah terbukti

Obat ini mengandung bahan

-

bahan yang secara klinis telah terbukti

mempunyai khasiat tinggi dan efektif untuk mengatasi flu dan sin

usitis.

Di

mempunyai khasiat tinggi dan efektif untuk mengatasi flu dan sin

usitis.

Di

samping

itu

,

obat

yang

dimaksud

juga

tidak

efek

samping

bagi

kesehatan

.

samping

itu

,

obat

yang

dimaksud

juga

tidak

efek

samping

bagi

kesehatan

.

47

slide49

Kisahan/Narasi

Kisahan merupakan corak tulisan yang bertujuan

menceritakan peristiwa atau pengalaman manusia

berdasarkan perkembangannya dari waktu ke waktu

agar pembaca terkesan.

Gadis itu bernama Ratih Kulitnya kuning langsat Rambutnya dipotong pendek ala Demi More. Setiap pagi kulihat ia lewat di depan rumahku. Setiap kali kusapa, ia tampak enggan di depan rumahku. Setiap kali kusapa ia tampak enggan menjawab. Meskipun begitu, senyumnya merekah di bibir mungilnya yang indah.

.

48

slide50

Pemerian/Deskripsi

Pemerian atau deskripsi merupakan gaya tulisan yang

bertujuan menggambarkan sejelas

-

jelasnya suatu

objek sehingga pembaca seolah

-

olah mengalami

sendiri sesuatu yang digambarkan itu.

Sebuah mobil bercat biru yang ditumpangi oleh

sepasang muda

-

mudi meluncur dengan pelan

menyusuri jalan kampung. Kondisi jalan sudah sepi.

Sesekali saja ada truk yang lewat. Udara di sekitar

jalan itu masih terasa lembab dan basah akibat hujan

sore tadi.

49

slide51

Bahasan/Argumentasi

Bahasan

atau

argumentasi

merupakan

corak

tulisan

yang

bertujuan

membuktikan

penulis

dan

meyakinkan

atau

mempengaruhi

pembaca

agar

menerima

pendapatnya

.

Perbedaannya

dengan

eksposisi

adalah

bahwa

argumentasi

berusaha

meyakinkan

pembaca

,

sedangkan

eksposisi

berusaha

menjelaskan

sesuatu

kepada

pembaca

.

Kedisiplinan berlalu lintas masyarakat Jakarta cenderung

menurun. Hal itu terbukti pada bertambahnya jumlah

pelanggaran yang tercatat di kepolisian. Selain itu, jumlah

korban yang meninggal akibat kecelakaan pun makin

meningkat. Oleh karena itu, kesadaran masyarakat

terhadap kedisiplinan berlalu lintas perlu ditingkatkan.

50

slide52

KRITERIA SURAT

YANG

BAIK

1.

Surat sebaiknya ditulis dalam bentuk dan isi yang menarik

serta disusun secara sistematis sesuai dengan aturan

yang berlaku dalam penyusunan surat.

2.

Surat sebaiknya disusun secara sederhana dan tidak

terlalu panjang karena surat yang panjang dan bertele

-

tele dapat menjemukan pembacanya.

3.

Surat sebaiknya disusun secara jelas, lugas, dan

komunikatif agar dapat dipahami secara tepat sesuai

dengan maksud yang dikehendaki oleh penulis.

4.

Surat sebaiknya mencerminkan sikap yang adab dan

sopan.

5.

Surat sebaiknya bersih dan rapi.

51

slide53

BAHASA SURAT

1.

A

gar pesan atau informasi

yang

disampaikan

mudah

dipahami, surat hendaknya ditulis dengan menggunakan

bahasa efektif

,

yaitu

jelas

, lugas, dan

komunikatif

.

dapat

mengungkapkan pesan secara tepat sesuai dengan

maksud yang ingin dikemukakan oleh penulis.

2.

Bahasa s

urat dikatakan

jika isi atau informasi yang

jelas

disampaikan mudah dipahami dan unsur

-

unsurnya pun

dinyatakan secara tegas atau eksplisit.

3.

Bahasa s

urat dikatakan

jika

kata

-

kata

yang

lugas

digunakan langsung mengungkapkan pokok persoalan

yang akan disampaikan, tidak berbunga

-

bunga atau

berbasa

-

basi.

4.

Bahasa s

urat dikatakan

jika

mudah

dipahami

komunikatif

dan

mampu menimbulkan pemahaman yang sama pada

pikiran pembacanya.

52

slide54

BAGIAN

-

BAGIANSURAT

1.

Kepala surat/kop surat

2.

Tanggal surat

3.

Nomor surat

4.

Lampiran

5.

Hal/Pokok surat

6.

Alamat yang dituju

7.

Salam pembuka

8.

Paragraf pembuka

9.

Paragraf isi

10.

Paragraf penutup

11.

Salam penutup

12.

Tanda tangan

13.

Nama jelas

14.

Nama jabatan

15.

Tembusan

16.

Inisial

53

slide55

Kepala

Surat

/Kop

Surat

Kepala surat berfungsi untuk memberikan

informasi kepada penerima surat mengenai

nama, alamat, nomor telepon, faksimile, dan

keterangan lain yang berkaitan dengan

instansi pengirim surat. Di samping itu, kepala

surat sekaligus berfungsi pula sebagai sarana

untuk memperkenalkan atau mempromosikan

instansi pengirim surat.

54

slide56

Contoh

Kepala

Surat

BADAN PEMERIKSA KEUANGAN

REPUBLIK INDONESIA

PUSAT PENDIDIKAN DAN PELATIHAN PEGAWAI

Jalan Bina Warga 2, Kalibata Raya, Jakarta

Telepon (021) 79190864, 791960885, 79182720

Faksimile (021) 79190868

55

slide57

Tanggal

Surat

1.

Tanggal surat perlu dicantumkan pada setiap surat dinas.

2.

Fungsinya adalah untuk memberitahukan kepada penerima

surat tentang waktu penulisan surat itu.

Contoh yang tidak tepat:

Tanggal 25 Bulan Juni Tahun 2010

Bandung, 31

-

08

-

2010

24 Sept. ‘10

Contoh yang tepat:

25 Juni 2010

31 Agustus 2010

Bandung, 24 September 2010

56

slide58

Lampiran

Lampiran

digunakan untuk memberitahukan kepada

penerima surat bahwa ada sesuatu yang disertakan

bersama surat. Oleh karena itu, jika memang tidak

ada sesuatu yang disertakan, kata

lampiran

tidak

perlu dicantumkan.

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Lampiran: 5 (lima) lembar

Lampiran: Satu (1) berkas

Lampiran:

-

Contoh penulisan yang tepat:

Lampiran: Lima lembar

Lampiran: Satu berkas

57

slide59

Hal

Surat

Hal surat atau pokok surat berfungsi untuk

memberitahukan kepada penerima surat tentang

pokok masalah yang ditulis di dalam surat. Agar

efektif, hal surat sebaiknya tidak ditulis terlalu panjang,

tetapi jelas dan dapat mencakup seluruh isi surat.

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Hal: Undangan untuk menghadiri Rakernas

tanggal 5 Oktober 2010

Contoh penulisan yang tepat:

Hal: Undangan

58

slide60

Alamat

yang

Dituju

Alamat yang dituju berfungsi sebagai petunjuk langsung mengenai

pihak

yang harus menerima surat. Untuk itu, unsur hendaknya ditulis lengkap

-

tidak disingkat.

unsur alamat yang digunakan

Contoh penulisan yang tidak tepat:

Kepada Yth. Bapak Kepala Pusat Bahasa

Jl. Daksinapati Barat IV

Rawamangun

JAKARTA

Contoh penulisan yang tepat:

Yth. Kepala Pusat Bahasa

Jalan Daksinapati Barat IV

Rawamangun

Jakarta 13220

59

slide61

Salam

Pembuka

Salam pembuka selain merupakan tanda hormat penulis surat

kepada penerima surat, juga merupakan salah satu penanda

surat yang sopan dan beradab. Salam itu dapat diibaratkan

sebagai ketukan pintu atau ucapan salam ketika seseorang

akan bertamu ke rumah orang lain. Pencantuman salam

pembuka itu dianjurkan pada sebelah kiri sejajar dengan

margin kiri.

Misalnya:

Dengan hormat,

Bapak ... yang terhormat,

Salam sejahtera,

Asalamualaikum w.w.,

60

slide62

Paragraf

Pembuka

Paragraf pembuka merupakan bagian pengantar yang

berfungsi untuk mengantarkan pembaca pada permasalahan

utama yang ditulis. Dengan demikian, fungsi utama paragraf

pembuka adalah untuk menghubungkan pikiran pembaca

dengan pokok masalah yang disampaikan.

Misalnya:

(1)

Sehubungan dengan surat Saudara No.

005/1180/I/Bangda, tanggal 25 Juni 2006, kami beri

tahukan hal

-

hal berikut.

(2)

Melalui surat ini kami beri tahukan bahwa ....

(3)

Surat Saudara No. 005/1180/I/Bangda, tanggal 25 Juni

2006, sudah kami terima dengan baik. Sehubungan

dengan

itu, kami beri tahukan bahwa ....

61

slide63

Paragraf

Isi

Paragraf isi dapat dipandang sebagai bagian inti dari

sebuah surat. Pada paragraf ini penulis

mengemukakan pokok persoalan yang ingin

disampaikan. Pokok persoalan itu diharapkan

memperoleh tanggapan, jawaban, atau reaksi yang

positif sesuai dengan harapan penulis surat.

Sehubungan dengan itu, paragraf isi hendaknya

hanya mengungkapkan satu masalah. Oleh karena

itu, jika ada dua masalah atau lebih, masing-masing

-

hendaknya diungkapkan dalam paragraf yang

berbeda.

62

slide64

Paragraf

Penutup

Paragraf penutup merupakan bagian akhir dari sebuah surat.

Paragraf ini berfungsi untuk menyatakan bahwa pembicaraan

sudah selesai. Oleh karena itu, paragraf ini biasanya

mengungkapkan harapan dan ucapan terima kasih.

Misalnya:

(1)

Atas perhatian Saudara, kami ucapkan terima kasih.

(2)

Atas kesediaan Saudara, kami ucapkan terima kasih.

(3)

Atas perhatian dan kerja sama Bapak, kami sampaikan

terima kasih.

(4)

Mudah

-

mudahan jawaban kami bermanfaat bagi Saudara.

63

slide65

Contoh

yang

Tidak

Tepat

(1)

Atas perhatiannya, diucapkan terima

kasih.

(2)

Demikian atas bantuan Saudara, kami

ucapkan terima kasih.

(3)

Demikian harap maklum, dan atas

perhatian dan kerja samanya,

diucapkan terima kasih.

(4)

Harap maklum adanya.

64

slide66

Salam

Penutup

Salam penutup dicantumkan di pojok kanan bawah,

tepatnya di antara paragraf penutup dan tanda tangan

pengirim surat. Salam ini dapat diibaratkan sebagai

ucapan permisi atau pamitan setelah seseorang

bertamu atau berkomunikasi dengan orang lain.

Misalnya:

Salam kami,

Hormat kami,

Salam takzim,

Wasalam,

65

slide67

Tanda

Tangan

Tanda tangan merupakan pelengkap surat

dinas yang bersifat wajib karena sebuah

surat belum dapat dianggap sah jika

belum ditandatangani oleh pejabat yang

berwenang. Untuk surat

-

surat dinas di

Indonesia, tanda tangan penulis surat

lazimnya juga dilengkapi dengan cap atau

stempel instansinya sebagai penanda

keresmian.

66

slide68

Nama

,

Jabatan

,

dan

NIP

Nama penanda tangan surat dinyatakan secara jelas di bawah tanda

tangan, tepatnya sejajar di bawah salam penutup. Nama penanda ta

tangan

surat hanya huruf awal tiap unsur nama yang ditulis kapital, bukan

kapital

seluruhnya. Selain itu, nama penanda tangan surat juga tidak perlu

diapit

tanda kurung ataupun digarisbawahi. Nomor induk pegawai atau NIP

dapat

pula disertakan di bawah nama penanda tangan surat.

Misalnya:

(Tanda tangan)

Drs. Hartono, M.Hum.

NIP 19660605 199303 1 006

atau:

(Tanda tangan)

Dr. Awaluddin, M.Hum.

Kepala

67

slide69

Tembusan

Tembusan berfungsi untuk memberitahukan kepada penerima surat ba

hwa surat yang sama

juga dikirimkan kepada pihak lain yang dipandang perlu mengetahui

isi surat yang

bersangkutan. Jika tidak ada pihak lain yang diberi tembusan, kata tembusan tidak perlu

dicantumkan. Dalam hubungan itu, jika pihak yang diberi tembusan lebih dari satu,

pencantumannya disertai dengan nomor urut. Namun, jika pihak yang ditembusi hanya satu

nomor urut itu tidak perlu dicantumkan.

Misalnya:

Tembusan:

D

aerah

1. Direktur Jenderal Pembangunan

2. Kepala Biro Organisasi

3. Kepala Biro Keuangan

Contoh yang tidak tepat:

Tembusan

1. Kepada Yth. Direktur Jenderal Pembangunan daerah (sebagai laporan)

2. Kepada Yth. Kepala Biro Organisasi

3. Kepada Yth. Kepala Biro Keuangan

4. Arsip.

68

slide70

Inisial

Inisial adalah tanda atau kode pengenal yang berupa

singkatan, yaitu singkatan nama pengonsep surat dan

pengetik surat. Inisial ini bermanfaat untuk

mengetahui nama pengonsep dan pengetik surat

sehingga

jika terjadi kekeliruan dalam surat itu

pimpinan dengan mudah dapat mengecek dan

mengembalikannya kepada yang bersangkutan untuk

diperbaiki. Penempatan inisial biasanya di pojok kiri

bawah, tepatnya di bawah tembusan (jika surat yang

bersangkutan ada tembusannya).

Misalnya:

AM/ra

69

slide71

Komunikasi

Lisan

1.

Pengertian

K

omunikasi lisan

adalah suatu bentuk komunikasi atau

penyampaian pesan dari pembicara kepada lawan bicara

yang dilakukan dengan menggunakan alat

-

alat bicara

(mulut) manusia.

Komunikasi

lisan

dapat

bersifat

langsung

(

hadir

di

tempat

yang

sama

)

dan

dapat

pula

bersifat

tidak

langsung

,

yaitu

melalui

media

tertentu

,

misalnya

telepon

.

2.

Ciri

-

Ciri

Komunikasi

Lisan

a.

Komunikasi

dilakukan

dengan

menggunakan

alat

-

alat

bicara

manusia

.

b.

Ada

pembicara

dan

lawan

bicara

.

c.

Kedua

pihak

berhadapan

langsung

atau

menggunakan

media

bicara

tertentu

.

70

slide72

TeknikKomunikasi Lisan dalam Pemeriksaan

1.

Teknik membuka dan menutup percakapan,

2.

Teknik meminta dan menyatakan pendapat,

3.

Teknik mengatur pembicaraan,

4.

Teknik menanyakan dan mengklarifikasi maksud,

5.

Teknik memberi komentar,

6.

Teknik menyela percakapan,

7.

Teknik mengecek pemahaman dan menghapus

kesalahpaman,

8.

Teknik topik percakapan: mencegah perubahan topik dan

mengembalikan topik ke topik percakapan semula, dan

9.

Teknik menawarkan ide dan menambah hal

-

hal yang

terkait

71

slide73

Komunikasi

Melalui

Telepon

1.

G

unakan bahasa atau tutur kata dan

nada suara yang sopan serta bersikap

ramah

;

2.

Awali

pembicaraan

dengan

salam

;

3.

Sampaikan

maksud

dengan

baik

,

sopan

,

dan

ramah

;

4.

Akhiri

pembicaraan

dengan

ucapan

terima

kasih

dan

tutup

dengan

salam

.

72

slide74

Komunikasi Lisan dalam Pertemuan Resmi

1.

Pertemuan

resmi

:

rapat

, seminar,

lokakarya

,

,

kongres

,

simposium

,

konferensi

dsb

.;

2.

Awal

dan

akhiri

pembicaraan

dengan

salam

;

3.

Gunakan

bahasa

lisan

yang

resmi/baku

;

4.

Ucapkan

kata

-

kata

dengan

jelas

dan

fasih

;

5.

Gunakan

intonasi

dan

jeda

dengan

tepat

.

73