1 / 25

G L A D I O L U S

G L A D I O L U S. ( Gladiolus hybridus ). GLADIOLUS ( Gladiolus hybridus ) - Terdapat > 800 SD , y ang di Indonesia terutama tanaman hybrida - Dikatakan berasal dari Persia, tetapi ditemukan di Afrika Selatan - Gladiolus berasal dari kata Gladius (latin) → pedang

lottie
Download Presentation

G L A D I O L U S

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. GLADIOLUS (Gladiolus hybridus)

  2. GLADIOLUS (Gladiolus hybridus) - Terdapat > 800 SD, yang di Indonesia terutama tanaman hybrida - Dikatakan berasal dari Persia, tetapi ditemukan di Afrika Selatan - Gladiolus berasal dari kata Gladius (latin) → pedang Bentuk daun panjang-panjang seperti pedang Famili Iridaceae (semua kelipatan 3)

  3. MORFOLOGI • Tinggi tanaman 80-150 cm • Daun berbentuk pedang warna hijau • Panjang 50-80 cm • Kelipatan 2 x 3 → 6 helai Spesifik bunga 3 helai sepal bunga Berbentuk corong 3 helai petal 8-18 kuntum/ Ø 5-15 cm 3 helai benang sari tangkai 3 helai putik

  4. Buah berkelipatan 3 Mempunyai prospek baik sebagai bunga potong, diutamakan selain anggrek, sebetulnya permintaan mawar > banyak, tetapi budidayanya susah PROSPEK YANG BAIK DARI GLADIOLUS Pemanfaatan • Bunga : Sangat mudah disusun Tempat Komponen pelengkap Jumlah

  5. BUDIDAYA: • Tidak sulit tumbuh Tumbuh di dataran rendah – tinggi Juga masalah HPT – tidak • Cukup lama dikenal masyarakat • Harga relatif rendah • Musim tanam bisa musim hujan ataupun musim kemarau • Aneka ragam warna • Pemeliharaan – mudah → dilapang sebelum pasca panen • Pasca panen bisa tahan 5-10 hari (air)

  6. TETUA Gladiolus psitacinus x Gladiolus cardinalis Gladiolus gandavensis YANG DIGUNAKAN UNTUK BUDIDAYA • Gladiolus tritis Linn • Gladiolus oppositiflorus Herlo • Gladiolus porporeo-auruntus Hook • Gladiolus biflorus Klah • Gladiolus sulfureus Baker • Gladiolus floribundus Jac.

  7. YANG SUDAH DIKEMBANGKAN DIINDONESIA • Putih la Huna : putih • Peach Blanche: putih • Wild Rose, Myrtle, Panama :pink atau merah muda • Francis King: merah → Pak Mansyur • Baron Joseph Hulet: ungu • Empress of India: merah tua

  8. HH Groff → Canada berjasa menyumbangkan varietas-varietas baru • Luther burbank • Hallock → 400 spesies IKLIM MIKRO • Tanah gembur • pH 5,5-6 • Tumbuh pada 250-1.500 m dpl → optimal 900-1.000 m dpl • Memerlukan 4.000-7.000 fc → terbuka • Dibudidayakan di lapang • Suhu → sesuai elevasi • Temperatur malam – siang ↑ 5 °C

  9. PERSIAPAN TANAM Pengolahan tanah • Untuk tanah baru dibuka → dibera selama 6 minggu • Untuk beri kesempatan dekomposisi sisa tanaman • Beri keadaan baik Jika tanah kaya lempung • Tanam dangkal dengan memakai top soil dari daerah lain

  10. Jarak tanam : antara baris 10-15 cm • Tetapi 20-30 cm → cukup baik • Petani : 40-60 cm • Pupuk : 4-8-8 waktu tanam ½ dosis 6-8-8 menjelang minggu ke 6 ½ dosis

  11. PEMELIHARAAN • Penopang jala/kawat ↓ Harus kuat, tangkai bunga agak lemah • Gulma 30-40 cm dari tanaman bebas gulma → ada hubungan dengan perkembangan umbi • Panen bunga sebelum umbi, panen bunga 50-70 hari, tetapi di Indonesia 80 hari

  12. Dua kuntum bunga mekar, kuntum bunga bisa mencapai 12-14 (maksimal) Panen umbi → ditandakan daun → kuning ~ coklat • Diperlukan waktu 3-4 minggu dari panen bunga • Ada – translok fotosintat (inisiasi tunas baru) ke umbi ~ daun senesen • Umbi → induk → dibiarkan kering → cut→ curing

  13. Hardening ← kem. simpan awal 21 °C → 15 °C → 10 °C → 5 °C • Curing : penyembuhan kembali → 2 minggu • Hardening : penyesuaian untuk tempat selanjutnya → 1 bulan • Penyimpanan : 3 bulan HAMA PENYAKIT TANAMAN • Penyakit karat tetapi tidak terlalu besar

  14. TANAMAN HIAS DAUN • Suplir Gambaran umum – prinsip ↓ Home gardening • Tanaman hias daun : bentuk daun = memberikan penampilan yang tidak kalah indah dengan bunga • Hampir semua vegetasi dikelompokkan kedalam tanaman hias daun →bisa digunakan sebagai tanaman hias

  15. Mengapa suplir digemari → dikembangkan karena punya prospek baik • Penampilan → alami indah, tidak perlu pengaturan • Mudah tumbuh • Mudah didapat → diseluruh dunia terutama yang mempunyai iklim hutan hujan tropis • Mudah diperbanyak

  16. Tidak memerlukan ruang yang luas → merunduk • Kerugian : Tidak bisa digunakan sebagai komponen pelengkap (dalam karangan bunga) • Untuk batang – sangat halus • Cepat layu setelah dipotong

  17. Ad.1. Penampilan yang indah menyangkut : Bentuk Tekstur → termasuk soft (lembut) Warna → bervariasi dalam gradasi warna hijau • Ad.2. Mudah tumbuh di dataran tinggi dan dataran rendah • Ad.3. Spora, split (pemisahan)

  18. Kelas : Filicineae • Famili : Polypodiaceae • Daerah asal : daerah hutan hujan tropis • Berkembang di dataran rendah – tinggi, di daerah sub tropik – tropik • Terdapat (yang sudah dikenal) + 200 jenis • Yang telah dibudidayakan di Indonesia = 8 jenis. Di IPB : 5 jenis • Tempat tumbuh : Epifit, tanah

  19. Ciri-ciri : (morfologi) • Tangkai daun → batang (diatas permukaan tanah) • Akar → batang yang dibawah tanah (rhizome) ↓ Tempat persediaan makanan • Akar dilindungi bulu-bulu akar → dalam menyerap • Pucuk → tumbuh melingkar langsung dari rhizome, keluar sedikit-sedikit membentuk daun muda (perubahan warna dari coklat (pucuk) → hijau muda (daun muda))

  20. Daun : tunggal ↓ • Majemuk tunggal ~ majemuk ganda • Helai secara keseluruhan → ental • Dibawah daun ada spora } keadaan yang subur (fertil) → untuk hibrid • Warna daun → gradasi hijau muda, hijau kekuningan ~ tua • Spora → ada dibawah permukaan daun, menyebar mengikuti garis tepi • Tangkai daun : → 15 cm, patokan untuk mempunyai nilai estetis ukuran tanaman pot untuk yang microphylum 30 cm, untuk macrophyllum

  21. IKLIM MIKRO • Kelembapan 70-80 %, 100 % juga bisa cahaya : sukulensi → harus dibawah naungan 50-70 % • Tetapi secara keseluruhan memerlukan cahaya antara jam 9-10 → terbuka intensitas cahaya yang diinginkan 2.000 fc • Cahaya neon 2.000-4.000 lux

  22. Temperatur yang diinginkan 18-24 °C • Ada yang tumbuh > 25 °C • Daun mempunyai kutikula yang cukup tebal • Sulit untuk diberi pupuk daun oles sebab itupemupukan dilakukan lewat tanah

  23. Tanah : Utami (1983) • 3 spesies → 7 kombinasi perlakuan • Pasir – kompos – tanah (v/v) • → terbaik : 2 bagian tanah → latosol 1 bagian pasir 1 bagian kompos Zuhaeti, 1984 • Penggunaan 3 spesies yang sama • Pupuk lepas terkendali • Pupuk regwar yang langsung diberi

  24. Nitrogen • Pemberian dekostar dan urea tidak berbeda nyata • Tetapi pemberian dekostar kelihatan lebih baik untuk • Bahwa tanaman yang digunakan • Stagnasi → curing ↑ • Membutuhkan pupuk terbatas • Kemungkinan lain pupuk dasar – belum mencukupi

  25. Air : Belatrix, 1985 • 3 sp. yang sama • Waktu penyiraman • Kesimpulan ? dari sp. – • Daur ? larutan – dengan transpirasi • Dalam langkah terkendali → dapat • Siram 3 hari /1x 50 mL • Untuk tanah dan daun • Petani suplir → anjurkan setiap hari, ada hubungan dengan kapasitas lapang

More Related