stabilitas lereng slope stability n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Stabilitas Lereng (slope stability) PowerPoint Presentation
Download Presentation
Stabilitas Lereng (slope stability)

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 36

Stabilitas Lereng (slope stability) - PowerPoint PPT Presentation


  • 1193 Views
  • Uploaded on

Stabilitas Lereng (slope stability). Definisi. Gerakan tanah ( mass movement ) ialah perpindahan massa tanah/batu pada arah tegak, miring, atau mendatar dari kedudukan semula. Gerakan tanah mencakup gerak rayapan, aliran, dan longsoran (land slide) .

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Stabilitas Lereng (slope stability)' - lewis-whitehead


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
definisi
Definisi...
  • Gerakan tanah (mass movement) ialah perpindahan massa tanah/batu pada arah tegak, miring, atau mendatar dari kedudukan semula.
  • Gerakan tanah mencakup gerak rayapan,aliran, dan longsoran (land slide).
  • Menurut definisi ini maka longsoran adalah bagian dari gerakan tanah.
longsor
Longsor
  • Longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak kebawah atau keluar lereng.
  • Proses terjadinya longsor diawali oleh air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah. Jika air tersebut menembus sampai ke tanah kedap air yang berperan sebagai bidang gelincir, maka tanah menjadi licin dan tanah pelapukan diatasnya akan bergerak mengikuti lereng dan keluar lereng.
bentuk kelongsoran
Bentuk kelongsoran

Ada beberapa jenis bentuk kelongsoran, yaitu:

longsor translasi,

longsor rotasi,

pergerakan blok,

runtuhan batu,

rayapan tanah,

aliran bahan rombakan.

Di Indonesia jenis longsor yang paling sering terjadi adalah longsor translasi dan longsor rotasi.

Jenis tanah longsor yang paling banyak memakan korban jiwa adalah aliran bahan rombakan.

jenis jenis longsor
Jenis-jenis longsor

1.Longsor Translasi:

Longsor ini terjadi karena bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk rata atau menggelombang landai.

jenis jenis longsor1
Jenis-jenis longsor

2.Longsor Rotasi:

Longsoran ini muncul akibat bergeraknya massa tanah dan batuan pada bidang gelincir berbentuk cekung.

jenis jenis longsor2
Jenis-jenis longsor

3.Pergerakan Blok:

Pergerakan blok terjadi karena perpindahan batuan yang bergerak pada bidang gelincir berbentuk rata. Longsor jenis ini disebut juga longsor translasi blok batu.

jenis jenis longsor3
Jenis-jenis longsor

4.Runtuhan Batu:

Runtuhan batu terjadi saat sejumlah besar batuan atau material lain bergerak kebawah dengan cara jatuh bebas. Biasanya, longsor ini terjadi pada lereng yang terjal sampai menggantung, terutama di daerah pantai. Runtuhan batu-batu besar dapat menyebabkan kerusakan parah.

jenis jenis longsor4
Jenis-jenis longsor

5. Rayapan Tanah:

Longsor ini bergerak lambat serta serta jenis tanahnya berupa butiran kasar dan halus. Longsor ini hampir tidak dapat dikenal. Setelah beberapa lama terjadi longsor jenis rayapan, posisi tiang-tiang telepon, pohon-pohon, dan rumah akan miring kebawah.

jenis jenis longsor5
Jenis-jenis longsor

6.Aliran Bahan Rombakan:

Longsor ini terjadi ketika massa tanah bergerak didorong oleh air dan terjadi di sepanjang lembah yang mencapai ratusan meter jauhnya. Kecepatan bergantung pada kemiringan lereng, volume air, tekanan air dan jenis materialnya.

faktor faktor yang menyebabkan longsor
Faktor-faktor yang menyebabkan longsor
  • Tanah longsor terjadi bila:

gaya pendorong pada lereng > gaya penahan

  • Gaya pendorong dipengaruhi oleh:

- besarnya sudut kemiringan lereng,

- air,

- beban,

- berat jenis tanahataubatuan.

  • Gaya penahan dipengaruhi oleh:

- kekuatan batuan dan kepadatan tanah.

  • Faktor penyebab terjadinya gerakan pada lereng juga tergantung pada kondisi batuan dan tanah penyusun lereng, struktur geologi, curah hujan, vegetasi penutup dan penggunaan lahan pada lereng tersebut, namun secara garis besar dapat dibedakan sebagai faktor alam dan faktor manusia.
faktor alam
Faktor alam
  • Kondisi geologi : batuan lapuk, kemiringan lapisan, sisipan lapisan batu lempung, struktur sesar dan kekar, gempa bumi, stratigrafi, dan gunung berapi.
  • Iklim : curah hujan yang tinggi.
  • Keadaan topografi : lereng yang curam.
  • Keadaan air : kondisi drainase yang tersumbat, akumulasi massa air, erosi dalam, pelarutan dan tekanan hidrostatika. 
  • Tutup lahan yang mengurangi tahan geser, misalnya tanah kritis.
  • Getaran yang diakibatkan oleh gempa bumi, ledakan, getaran mesin, dan getaran lalu lintas kendaraan.
faktor manusia
Faktor manusia
  • Pemotongan tebing pada penambangan batu di lereng yang terjal.
  • Penimbunan tanah urugan di daerah lereng.
  • Kegagalan struktur dinding penahan tanah.
  • Penggundulan hutan.
  • Budidaya kolam ikan diatas lereng.
  • Sistem pertanian yang tidak memperhatikan irigasi yang aman.
  • Pengembangan wilayah yang tidak di imbangi dengan kesadaran masyarakat, sehingga RUTR tidak ditaati yang akhirnya merugikan sendiri.
  • Sistem drainase daerah lereng yang tidak baik.
gejala umum tanah longsor
Gejala umum tanah longsor
  • Munculnya retakan-retakan di lereng yang sejajar dengan arah tebing. Biasanya terjadi setelah hujan.
  • Munculnya mata air baru secara tiba-tiba.
  • Tebing rapuh dan kerikil mulai berjatuhan.
  • Jika musim hujan biasanya air tergenang, menjelang bencana itu, airnya langsung hilang.
  • Pintu dan jendela yang sulit dibuka.
  • Runtuhnya bagian tanah dalam jumlah besar.
  • Pohon/tiang listrik banyak yang miring.
  • Halaman/dalam rumah tiba-tiba ambles.
tujuan analisis stabilitas lereng
TujuanAnalisisStabilitasLereng

Mengetahui stabilitas jangka pendek dan jangka panjang

Mengetahui kemungkinan terjadinya longsor

Mengetahui cara untuk mendesain ulang lereng yang telah longsor

prinsip dasar analisa faktor aman lereng
Prinsip Dasar AnalisaFaktor Aman Lereng
  • = tahanan geser sepanjang L (t/m2)

c = kohesi massa lereng (t/m2)

L = panjang segmen bidang gelincir (m)

W = berat massa lereng di atas segmen

L (ton)

V = beban luar (ton)

  • = sudut yg dibentuk oleh bidang

gelincir dg bidang horisontal (derajat)

  • = tekanan pori (water x h x L)

ᶲ = sudut geser dalam massa lereng

(derajat)

S = gaya dorong geser (ton/m2)

F = faktor aman lereng (tanpa satuan)

beberapa cara melakukan analisis stabilitas lereng
Beberapa cara melakukan analisis stabilitas lereng

Secara garis besar dibagi 3 (tiga) kelompok:

Cara pengamatan visual yaitu dengan mengamati langsung di lapangan dengan membandingkan kondisi lereng yang bergerak atau diperkirakan bergerak dan yang yang tidak. Cara ini memperkirakan lereng labil maupun stabil dengan memanfaatkan pengalaman di lapangan. Cara ini kurang teliti, tergantung dari pengalaman seseorang. Cara ini dipakai bila tidak ada resiko longsor terjadi saat pengamatan.

Cara komputasi adalah dengan melakukan hitungan berdasarkan rumus (Fellenius, Bishop, Janbu, Sarma, Bishop modified ,dan lain-lain).

Cara grafik adalah dengan menggunakan grafik yang sudah standar (Taylor, Hoek & Bray, Janbu, Cousins dan Morganstren). Cara ini dilakukan untuk material homogen dengan struktur sederhana. Material yang heterogen (terdiri atas berbagai lapisan) dapat didekati dengan penggunaan rumus (cara komputasi).

data yang diperlukan untuk perhitungan faktor aman lereng
Data yang diperlukan untukperhitungan faktor aman lereng
  • Data lereng untuk membuat penampang lereng: sudut lereng, tinggi lereng, dan panjang lereng dari kaki lereng ke puncak lereng.
  • Data mekanika tanah

- sudut geser dalam (ᶲ; derajat)

- kohesi (c; kN/m2 atau ton/m2)

- berat isi tanah basah (wet; kN/m3 atau ton/m3)

- kadar air tanah (w; %)

stabilitas lereng menerus infinite slope tanpa rembesan air
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Tanpa rembesan air

L

W

Na

Ta

H

c

b

b

Tegangan normal (s) akibat berat W adalah

W = LH g

Na = LH g . cos b

Ta = LH g . sin b

Tegangan geser (t) akibat berat W adalah

stabilitas lereng menerus infinite slope tanpa rembesan air1
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Tanpa rembesan air

Tegangan geser (t) diimbangi/ ditahan oleh kuat geser tanah (tf)

tf = c + s tan f

tf = c + L H g cosb tan f

Stabilitas lereng :

stabilitas lereng menerus infinite slope tanpa rembesan air2
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Tanpa rembesan air

Pada kondisi kritis tf = td

c + g.H cos2 b tan f = g. H. cos b. sin b

1. Untuk tanah berbutir kasar, c = 0

g.H cos2 b tan f = g. H. cos b. sin b

tan f = tan b

2. Untuk tanah berbutir halus, f = 0

c = g. H. cos b. sin b

stabilitas lereng menerus infinite slope dengan rembesan air
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Dengan Rembesan Air

L

arah rembesan air

W

Na

H cos2 b

Ta

H cos b

H

c

b

b

b

tegangan normal (s) akibat berat W adalah

W = LH gsat

Na = LH gsat. cos b

Ta = LH gsat . sin b

tegangan geser (t) akibat berat W adalah

stabilitas lereng menerus infinite slope dengan rembesan air1
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Dengan Rembesan Air

Tegangan geser (t) diimbangi/ ditahan oleh kuat geser tanah (tf)

tf = c + s’ tan f

tf = c + (s-u) tan f

dimana

u = gw H cos2b

s = gsat H cos2b

tf = c + (gsatH cos2 b - gwH cos2 b) tan f

tf = c + (gsat- gw ) H cos2 btan f

tf = c + g’H cos2 btan f

stabilitas lereng menerus infinite slope dengan rembesan air2
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Dengan Rembesan Air

Pada kondisi kritis (seimbang),tf = td

c + g ’ .H cos2 b tan f = gsat. H. cos b. sin b

stabilitas lereng menerus infinite slope dengan rembesan air3
Stabilitas Lereng Menerus (infinite slope)Dengan Rembesan Air

1. Untuk tanah berbutir kasar, c = 0

g ‘.H cos2 b tan f = g sat. H. cos b. sin b

Kemiringan lereng maksimum adalah

atau

2. Untuk tanah berbutir halus, f = 0

c = g sat. H. cos b. sin b

stabilitas lereng tinggi terbatas finite slope dengan bidang longsor lurus

B

C

W

Na

H

Ta

b

q

A

Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas (finite slope) dengan Bidang Longsor Lurus

Berat massa ABC

Gaya normal (Na)

Gaya pendorong (Ta)

stabilitas lereng tinggi terbatas finite slope dengan bidang longsor lurus1
Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas (finite slope) dengan Bidang Longsor Lurus

Tegangan normal (s) adalah

Tegangan geser(t)adalah

stabilitas lereng tinggi terbatas finite slope dengan bidang longsor lurus2
Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas (finite slope) dengan Bidang Longsor Lurus

Tegangan geser akan ditahan (diimbangi) oleh kuat geser tanah

Stabilitas lereng ditentukan dari perbandingan kuat geser tanah (tf )

dengan tegangangeser tanah (t)

SF (safety factor) adalahfaktor keamanan. Lereng akan stabil bila SF bernilai 1 atau lebih

stabilitas lereng tinggi terbatas finite slope dengan bidang longsor lurus4
Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas (finite slope) dengan Bidang Longsor Lurus

Pada kondisi kritis SF = 1, atau tf = t, maka

Sehingga dengan penyederhanaan diperoleh

Tinggi maksimum lereng adalah

stabilitas lereng tinggi terbatas finite slope dengan bidang longsor melingkar
Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas (finite slope) dengan Bidang Longsor Melingkar

O

R

C

j

D

R

H

W1

R

L1

F

A

B

L2

W2

E

Berat tanah W1 = luas EFCDg

Kuat geser tanah akibat kohesi, c

Berat tanah W2 = luas ABFE g

Kemungkinan W1 mengalami kelongsoran ditahan oleh W2 dan c

stabilitas lereng tinggi terbatas finite slope dengan bidang longsor melingkar1
Stabilitas Lereng Tinggi Terbatas (finite slope) dengan Bidang Longsor Melingkar

Bila semua gaya dimomenkan ke titik O maka diperoleh:

Momen yang meruntuhkan Md = W1. L1

Momen penahan Mr = W2.L2 + c . (AED). R

maka momen keseimbangan di O adalah :

W1.L1 – W2. L2 = c. (AED). R

Bila busur AED = j. R maka

W1.L1 – W2. L2 = c. j. R . R

Untuk tanah lempung f = 0 , syarat stabil lereng adalah

c = (W1.L1 – W2.L2)/ j. R2

analisis stabilitas lereng menggunakan metode irisan slice method
Analisis stabilitas lereng menggunakan metode irisan (slice method)

7

6

5

4

Nai

5

3

W5

2

1

Tai

Fri

Dy

Nai = Wi cos a

Dx

a

a = tan-1 (Dy/Dx)

Tai = Wi sina

b

Fri=t . b

= (c + s tan f ) b

= c.b + bstan f

s=Nai/b atau Nai = s . b

= c.b + Nai tan f

= c (Dx/cos a)+ W . cos a tan f