Download
slide1 n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PRINSIP-PRINSIP STATISTIKA UNTUK PENELITIAN Sumber: DR Solimun, 2003 PowerPoint Presentation
Download Presentation
PRINSIP-PRINSIP STATISTIKA UNTUK PENELITIAN Sumber: DR Solimun, 2003

PRINSIP-PRINSIP STATISTIKA UNTUK PENELITIAN Sumber: DR Solimun, 2003

353 Views Download Presentation
Download Presentation

PRINSIP-PRINSIP STATISTIKA UNTUK PENELITIAN Sumber: DR Solimun, 2003

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PRINSIP-PRINSIP STATISTIKA UNTUK PENELITIAN Sumber: DR Solimun, 2003

  2. PENDEKATAN BIOMETRI Riset dilakukan untuk mengetahui kemampuan enceng gondok menyerap bahan pencemar di perairan. Riset dilakukan dengan percobaan, dengan perlakuan berupa populasi enceng gondok. Pendekatan BIOLOGI: diselidiki secara fisiologis bagaimana tumbuhan enceng gondok menyerap Pb dan CN, mulai dari mekanisme penyerapan melalui akar, didistribusikan ke seluruh organ dan dimanfaatkan untuk metabolisme apa saja dan sebagainya. Pendekatan BIOMETRI: diukur kosentrasi Pb dan CN pada media air sebelum dan sesudah perlakuan, serta diukur kadar Pb dan CN pada seluruh organ pada sebelum dan sesudah perlakuan, hasilnya diperbandingkan.

  3. PENDEKATAN BIOMETRI CONTOH KASUS: Mikoriza diharapkan dapat membantu menyuburkan tanah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik. Percobaan dilakukan pada tanaman paprika, dengan perlakuan berupa dosis dan waktu pemberian. Indikator keberhasilan paket teknologi ini adalah pertumbuhan dan hasil tanaman paprika. Pendekatan BIOLOGI: diselidiki secara biologi, kimiawi dan fisika tanah mengenai mekanisme mikoriza sehingga berefek menyuburkan tanah (pengaruhnya terhadap struktur, tekstur dan kandungan hara). Di samping itu, juga diselidiki bagaimana mikoriza dapat berefek terhadap tanaman melalui tinjauan fisiologis, ekologis, genetis dsb Pendekatan BIOMETRI: diamati struktur, tekstur dan kandungan hara tanah pada kontrol dan berbagai dosis mikoriza, serta diukur komponen vegetatif dan generatif tanaman paprika, hasilnya diperbandingkan.

  4. PENDEKATAN BIOMETRI Contoh Kasus: Waduk bermanfaat sebagai resevoir air, dan juga dapat menjadi suatu “media pengurangan” berbagai pencemar. Pendekatan BIOLOGI: diselidiki mengenai proses biologi, kimiawi dan fisika yang terjadi di dalam bendungan sehingga dapat diketahui mekanisme bendungan dalam mengurangi terjadinya cemaran. Misal secara kimiawi terjadi reaksi apa saja dan secara biologi terjadi penyerapan oleh oerganisme apa dan bagaimana penyerapannya, dsb. Pendekatan BIOMETRI: diamati dan diukur kualitas air pada inlet dan outlet, hasilnya diperbandingkan.

  5. PENDEKATAN BIOMETRI Pendekatan BIOMETRI: upaya menyelidiki fenomena biologi (BIO) dengan cara melakukan pengukuran (METRI) terhadap indikator yang relevan. Mekanisme yang terjadi secara biologis tidak dapat ditelusuri secara tuntas dengan pendekatan BIOMETRI Untuk membantu upaya penelusuran tsb, setelah dilakukan pengukuran, data yang diperoleh dianalisis Hasilnya akan memuaskan (baik) jika penelitian dilakukan sesuai dengan prosedut dan metode yg benar pengukurannya dilakukan secara akurat (valid dan presisi) analisis data dilakukan secara tepat

  6. METODE ANALISIS DATA STATISTIKA : Ilmu dan atau seni yang berkaitan dengan tata cara (metode) pengumpulan data, analisis data, dan interpretasi hasil analisis untuk mendapatkan informasi guna penarikan kesimpulan dan pengambilan keputusan

  7. S T A T I S T I K A METODE PENGUMPULAN DATA METODE ANALISIS DATA SUMBER DATA DATA EMPIRIK INFORMASI EMPIRIK AKURAT ! PERANAN STATISTIKA

  8. PENDEKATAN PENELITIAN Pengumpulan Data

  9. BACKGROUND KERANGKA TEORI / KONSEP LANDASAN ILMIAH SCIENTIFIC PROBLEM HIPOTESIS METODE PENELITIAN : .DATA COLLECTING . DATA ANALYSIS SARAN REKOMENDASI SIMPULAN HASIL DAN PEMBAHASAN KISI-KISI PENELITIAN

  10. PENELITIAN KUANTITATIF OBSERVASI-ONAL EXPERIMENTAL DESIGN PERLAKUAN Intervensi Peneliti Terhadap Obyek POPULASI KONSEPTUAL POPULASI NYATA UNIK Tidak Ada Populasi TEKNIK SAMPLING EXPERIMENTAL DESIGN JENIS PENELITIAN

  11. BATASAN POPULASI IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK POPULASI TEKNIK SAMPLING SAMPLE SIZE METODE ANALISIS DATA METODE PENGUMPULAN DATA INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA VARIABEL PENELITIAN PENELITIAN OBSERVASIONAL

  12. DEFINISI PERLAKU AN IDENTIFIKASI MEDIA, BAHAN, OBYEK EXPERI-MENTAL DESIGN REPLIKASI METODE ANALISIS DATA METODE PENGUMPULAN DATA INSTRUMEN PENGUMPULAN DATA VARIABEL PENELI-TIAN PENELITIAN EKSPERIMENTAL

  13. LANDASAN KONSEP / TEORI (STRUKTUR) SPESIFIKASI BAHAN, ALAT, KOMPONEN (FUNGSI) ATAU ANALISIS SISTEM DISKRIPSI PROSEDUR MODEL (Prototipe) SIMULASI ANALISIS DATA TDK MEMENUHI PEMBUATAN ALAT UJI COBA DATA TIDAK MEMENUHI ANALISIS MEMENUHI HASIL PENELITIAN : ALAT atau SISTEM INFORMASI PENELITIAN PERANCANGAN

  14. METODE PENELITIAN RISET EXPERIMENTAL Tetapkan : Perlakuan Pilih : Materi, media, obyek penelitian Identifikasi karakteristik: Materi, media, obyek penelitian Tetapkan : Rancangan Percobaan Hitung : Jumlah ulangan Rumus : dbgalat > 15 Buat : Prosedur pelaksanaan percobaa Identifkasi & definisikan: Variabel penelitian Pilih : Instrumen dan metode pengukuran yang akan digunakan Tentukan: Metode analisis data

  15. RANCANGAN PERCOBAAN Pengumpulan Data

  16. RANCANGAN PERCOBAAN • Rancangan Lingkungan • Ranc. Acak Lengkap • Ranc. Acak Kelompok • Ranc. Bujur Sangkar Latin • Ranc. Acak Petak Terbagi • Ranc. Blok Terbagi • Rancangan Perlakuan • Percobaan Faktorial • Percobaan Faktorial dalam Keterbauran • Percobaan Tersarang dan Faktorial Tersarang

  17. RANCANGAN LINGKUNGAN RANCANGAN ACAK LENGKAP (RAL) Pemakaian : Materi, media, obyek penelitian homogen Randomisasi : Acak keseluruhan (sempurna) pd seluruh unit percobaan (petak percobaan) Ulangan : Boleh sama atau tidak sama untuk setiap perlakuan Lokasi pnltan : Laboratorium atau lapang Analisis Data : Komparasi parametrik ANOVA (one way untuk faktor tunggal, two way untuk faktorial 2 faktor); Komparasi Non-parametrik KRUSKAL WALLIS Asosiasi Korelasi, Regresi, Diskriminan, Analisis Path, SEM, dll.

  18. RANCANGAN LINGKUNGAN RANCANGAN ACAK KELOMPOK (RAK) Pemakaian : Materi, media, obyek penelitian heterogen satu gradien (sisi) Randomisasi : Acak pada masing-masing kelompok Ulangan : sama dengan kelompok, sehingga harus sama Lokasi pnltan : Laboratorium atau lapang Analisis Data : Komparasi parametrik ANOVA (two way untuk faktor tunggal, three way untuk faktorial 2 faktor); Komparasi NOnparametrik FRIEDMAN Asosiasi Korelasi, Regresi, Diskriminan, Analisis Path, SEM, dll.

  19. RANCANGAN LINGKUNGAN RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN (RBSL) Pemakaian : Materi, media, obyek penelitian heterogen dua gradien (sisi) Randomisasi : Acak baris, kemudian kolom Ulangan : sama dengan perlakuan atau baris atau kolom, sehingga harus sama Lokasi peneltan : Laboratorium atau lapang Analisis Data : Komparasi parametrik ANOVA (three way untuk faktor tunggal) Asosiasi Korelasi, Regresi, Diskriminan, Analisis Path, SEM, dll.

  20. RANCANGAN LINGKUNNGAN RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN A B C D B C D A C D A B D A B C D A B C B C D A A B C D C D A B B D C A D B A C C A D B A C B D RANDOMISASI Misal 4 perlakuan : A, B, C dan D Acak baris Acak kolom

  21. METODE ANALISIS DATA RANCANGAN BUJUR SANGKAR LATIN Analisis Ragam (Faktor Tunggal) Uji Lanjutan

  22. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN FAKTORIAL Perlakuan : Dua Faktor atau lebih Setiap faktor memiliki level Contoh : • Rancangan Lingkungan yang digunakan • Ranc. Acak Lengkap • Ranc. Acak Kelompok • Ranc. Bujur Sangkar Latin

  23. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN FAKTORIAL Tujuan : Mengetahui pengaruh interaksi (ketergantungan pengaruh faktor satu atas faktor yang lain) Efisiensi (biaya, tenaga, waktu) • Analisis Ragam • Tergantung pada rancangan lingkungan yang dipakai, hanya perlakuan dibagi atas komponen : • - faktor utama • - interaksi

  24. METODE ANALISIS DATA PERCOBAAN FAKTORIAL Analisis Ragam CATATAN: bila pengaruh interaksi (dianggap) signifikan, maka tidak diperbolehkan melakukan interpretasi terhadap pengaruh utama

  25. METODE ANALISIS DATA PERCOBAAN FAKTORIAL Uji Lanjutan

  26. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI (SPLIT PLOT EXPERIMENT) Perlakuan : Dua Faktor atau lebih Setiap faktor memiliki level Prbedaan dg FAKTORIAL : Penempatan perlk ke dlm unit eksperimen Contoh : • Rancangan Lingkungan yang digunakan • Ranc. Acak Lengkap • Ranc. Acak Kelompok • Ranc. Bujur Sangkar Latin

  27. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI Tujuan : Mengetahui pengaruh interaksi (ketergantungan pengaruh faktor satu atas faktor yang lain) Efisiensi (biaya, tenaga, waktu) • Syarat pemakaian : level-level salah satu faktor memerlukan plot yang lebih banyak faktor satu lebih dipentingkan dari faktor yang lain kemudahan dalam pelasaknaan percobaan

  28. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI A = Perlakuan Utama (PU) B = Anak Perlakuan (AP) Penempatan Perlakuan :

  29. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI • Analisis Ragam • Tergantung pada rancangan lingkungan yang dipakai, hanya perlakuan dibagi atas komponen : • - Perlakuan Utama • - Anak Perlakuan • - Interaksi

  30. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI Analisis Ragam

  31. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI Analisis Ragam

  32. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN PETAK TERBAGI Uji Lanjutan

  33. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN KELOMPOK TERBAGI (SPLIT BLOCK) Tujuan : Mengetahui pengaruh interaksi (ketergantungan pengaruh faktor satu atas faktor yang lain) Efisiensi (biaya, tenaga, waktu) Perbedaan dg Split Plot : Pada SPLIT BLOCK yang dipecah Kelompok Syarat pemakaian : 1. Level-level salah satu faktor memerlukan plot yang lebih banyak 2. Faktor satu lebih dipentingkan dari faktor yang lain 3. Kemudahan dalam pelasaknaan percobaan 4. Rancangan lingkungan yang digunakan RAK

  34. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN KELOMPOK TERBAGI (SPLIT BLOCK)

  35. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN KELOMPOK TERBAGI (SPLIT BLOCK)

  36. RANCANGAN PERLAKUAN PERCOBAAN KELOMPOK TERBAGI (SPLIT BLOCK)

  37. TEKNIK SAMPLING Pengumpulan Data

  38. TEKNIK SAMPLING 1. Keterwakilan (representatifness) Bilamana populasinya homogen, maka teknik sampling yang cocok digunakan adalah Simple Sampling Bilamana keadaan populasi heterogen, maka diupayakan dibuat strata-strata, yang mana di dalam masing-masing strata kondisinya seragam. Jika hal ini dapat dilakukan, maka sampel dapat diambil secara acak dari masing-masing strata Teknik sampling yang digunakan Stratified Sampling. Apabila keadaan populasi heterogen, yang mana heterogenitasnya merata dan membentuk gerombol-gerombol, dimana karakteristik masing-masing gerombol dapat menggambarkan keadaan populasi, maka teknik sampling yang dignakan cluster sampling.

  39. TEKNIK SAMPLING 2. Ketelitian (precission) a). Random (ACAK), dilakukan bilamana dari segi pelaksanaannya (biaya, waktu, tenaga dan prosedur) layak untuk dilakukan. b). Sistematic (sistematik), dilakukan jika tidak tersedia sample frame, misalnya pengunjung supermaket, dering tilpun, dan lain sebagainya. c). SENGAJA atau purposive, dilakukan dengan pertimbangan jika cara random dan sistematik sudah tidak LAYAK. Kedua metode ini termasuk nonprobability sampling dan memerlukan justifikasi yang jelas, agar keterwakilan, presisi dan ketak-biasan data dapat terpenuhi. KETELITIAN SAMPLE sangat berkaitan dengan sample size

  40. Sample Size

  41. Sample Size

  42. DASAR-DASAR METODE STATISTIKA Analisis Data

  43. VARIABEL Variabel adalah karakteristik atau sifat dari obyek, yang mana data diamati atau diukur atau dicacah dari padanya. Tidak semua karakteristik dari obyek merupakan variabel penelitian, tetapi hanya yang relevan dengan permasalahan atau hipotesis penelitian. Diidentifikasi Didefinisikan secara tegas : Definisi operasional variabel

  44. Intervening (Mediating) Moderator Independen Dependen INTRANEOUS EXTRANEOUS Confounding Control Concomitant JENIS VARIABEL

  45. JENIS VARIABEL Variabel tergantung adalah variabel yang tercakup dalam hipotesis penelitian, keragamannya dipengaruhi oleh variabel lain Variabel bebas adalah variabel yang yang tercakup dalam hipotesis penelitian dan berpengaruh atau mempengaruhi variabel tergantung Variabel antara (intervene variables) adalah variabel yang bersifat menjadi perantara dari hubungan variabel bebas ke variabel tergantung. Variabel Moderator adalah variabel yang bersifat memperkuat atau memperlemah pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung

  46. JENIS VARIABEL Variabel pembaur (confounding variables) adalah suatu variabel yang tercakup dalam hipotesis penelitian, akan tetapi muncul dalam penelitian dan berpengaruh terhadap variabel tergantung dan pengaruh tersebut mencampuri atau berbaur dengan variabel bebas Variabel kendali (control variables) adalah variabel pembaur yang dapat dikendalikan pada saat riset design. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara eksklusi (mengeluarkan obyek yang tidak memenuhi kriteria) dan inklusi (menjadikan obyek yang memenuhi kriteria untuk diikutkan dalam sampel penelitian) atau dengan blocking, yaitu membagi obyek penelitian menjadi kelompok-kelompok yang relatif homogen.

  47. JENIS VARIABEL Variabel penyerta (concomitant variables) adalah suatu variabel pembaur (cofounding) yang tidak dapat dikendalikan saat riset design. Variabel ini tidak dapat dikendalikan, sehingga tetap menyertai (terikut) dalam proses penelitian, dengan konsekuensi harus diamati dan pengaruh baurnya harus dieliminir atau dihilanggkan pada saat analisis data, misalnya dengan ANCOVA atau MANCOVA

  48. INSTRUMEN PENGUKURAN VALID dan PRESISI : variabel fisik, misal berat kering tanaman, lingkar leher, besar sel dan lain sebagainya, dilakukan kalibrasi terhadap alat ukur standart. Spesifikasi dan merek alat harus dinyatakan secara eksplisit. Variabel kualitatif (uNObservable variable), misalnya sikap, motivasi, harapan : kuisioner atau daftar isian. VALID : Apabila korelasi antara skor item dengan skor total positif dan  0.30 (Masrun, 1979). PRESISI (REALIBEL) : Koefisien Alpha Cronbach, instrumen reliabel apabila koefifisien alpha sekitar 0.6 (Malthotra, 1996).

  49. DATA PENELITIAN DATA Data adalah kumpulan angka, fakta, fenomena atau keadaan yang merupakan hasil pengamatan, pengukuran, atau pencacahan terhadap karakteristik atau sifat dari obyek, yang dapat berfungsi untuk membedakan obyek yang satu dengan lainnya pada sifat yang sama