1 / 44

Obat Antiadrenergik

Obat Antiadrenergik. Kelompok 3 Pengampu : dr Danu Lestariyanto. Anggota Kelompok. Ade Rista S (P.174.24.212.001) Amalia Hikmah N (P.174.24.212.002) Amelia Desi R (P.174.24.212.003) Andesta Dewi P ( P.174.24.212.004) Anick Sefira (P.174.24.212.005) Ayu Restuti (P.174.24.212.006).

ledell
Download Presentation

Obat Antiadrenergik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Obat Antiadrenergik Kelompok 3 Pengampu : dr Danu Lestariyanto

  2. Anggota Kelompok • Ade Rista S (P.174.24.212.001) • Amalia Hikmah N (P.174.24.212.002) • Amelia Desi R (P.174.24.212.003) • Andesta Dewi P (P.174.24.212.004) • Anick Sefira (P.174.24.212.005) • Ayu Restuti (P.174.24.212.006)

  3. Penghambat adrenergik ialah golongan obat yang menghambat perangsangan adrenergik. Berdasarkan cara kerjanya obat ini dibedakan menjadi 1. Penghambat adrenoseptor (adrenoseptor bloker) Yaitu obat yang menduduki adrenoseptor baik alfa (a) maupun beta (b) sehingga menghalanginya untuk berinteraksi dengan obat adrenergik.

  4. Alfa Blocker • Alfa bloker menduduki adrenoseptor alfa sehingga menghalangi untuk berinteraksi dengan obat adrenergik atau rangsangan adrenergik • Efek vasodilatasi → TD turun, dan terjadi reflek stimulasi jantung • Efek samping: hipotensi postural

  5. Indikasi alfabloker hipertensi, feokromositoma, fenomen Raynaud dan syok. • Penggunaan klinis: feokromositoma (tumor anak ginjal → sekresi NE dan epi ke sirkulasi), BPH → menghambat dihidrotestosteron yang merangsang pertumbuhan prostat • Sediaan : derivat haloalkilamin (dibenamid dan fenoksibenzamin), derivat imidazolin (tolazolin, fentolamin), prazosin dan alfa bloker lain misalnya derivat alkaloid ergot dan yohimbin.

  6. Alfa bloker ada 3 kelompok yaitu : • Derivat haloalkilamin • Derivat imidazolin •  Alkaloid ergot

  7. 1. Derivat haloalkilamin • MekanismeKerja: Ikatan kovalen yang stabil dengan adrenoreseptor α dan menghasilkan hambatan yang ireversibel. Disebut juga α bloker yang  nonkompetitif dan kerja yang panjang. • Efek vasodilatasi → TD turun, dan terjadi reflek stimulasi jantung • Efek samping: hipotensi postural

  8. Karakteristik Derivat Haloalkamin • diabsorbsidenganbaikdarisemuatempat, • tetapikarenaefekiritasilikalnyahanyadiberikansecara oral atau IV. • Fenoksibenzamin per oral diabsorbsidalambentukaktifsebanyak 20-30% saja. • Fenooksibenzamin per oral mudahlarutdalamlemakdanpemberiandosisbesardapatterjadipenumpukandalamlemak. • Padapemberian IV mulaikerjanya 1-2 jam. • Waktuparuhhambatansekitar 24 jam danmasihterlihatefekhambatannyasetelah 3-4 hari.

  9. Indikasi Hipertensi ringan sampai dengan sedang, hiperplasia prostatik jinak. Hiperplasia prostatik jinak diterapi dengan pembedahan atau menggunakan alfa bloker atau dengan anti androgen finasteride • Kontra Indikasi Alfabloker harus dihindari pada pasien dengan riwayat hipotensi postural dan micturition syncope

  10. Farmakodinamik Fenoksibenzelamin bekerja dengan mengurangi jumlah adrenoreseptor α yang tersedia untuk dirangsang • Farmakokinetika fenoksibenzamin  diabsorbsi hanya 20-30%  dengan waktu paruh kurang dari 24 jam • Penggunakan terapi : pengobatan feokromositoma • Sediaan : dalam bentuk kapsul 10 mg untuk pemberian oral.

  11. 2. Derivat imidazolin • Fentolamin dan tolazolin adalah α bloker nonselektif yang kompetitif. Obat obat ini menghambat reseptor serotonin , melepaskan histamin dari sel mast , meragsang reseptor muskarinik di saluran cerna , merangsang sekresi asam lambung , saliva air mata dan keringat. • efek samping : hipotensi

  12. Penggunaan terapi : mengatasi episode akut hipotensi, mengatasi pseudo-obstruksi usus, nekrosis kulit, disungsi eksresi • Fentolamin tersedia dalam vial 5 mg untuk pemberian IV atau IM, sedangkan tolazolin dalam kadar 25 mg/ml untuk suntikan IV

  13. 3. Alkaloid ergot • Adalah α bloker yang pertama ditemukan , sebagai agonis atau antagonis parsial pada reseptor α adrenergik, reseptor dopamin, dan reseptor serotonin • Dalam golongan ini termasuk derivat kuinazolin dan beberapa obat lain ex. indoramin dan urapidil Derivat kuinazolin • yang temasuk : prazosin, terasozin, doksazosin, alfulozin, tamsulozin. Semuanya merupakan antagonis kompetitif.

  14. Farmakodinamik: Vasodilatasi • Farmakokinetik : Absorbsi baik pada pemberian oral • Efek samping: Pusing, sakit kepala, ngantk, palpitasi, edema perifer dan mual • Terapi: Hipertensi gagal jantung sistolik, penyakit vaskuler perifer, BPH • Sediaan: Semua derivat kuinazolindiberikan dalam bentuk oral. Prazosin dalam bentuk tablet 1 mg dan 2 mg. tamsulozin kapsul 0,2 mg, sedangkan alfuzosin tablet ER 10 mg.

  15. Beta Blocker • Menghambat secara kompetitif obat adrenergik NE dan Epi (eksogen dan endogen) pada adrenosptor beta • Asebutolol, metoprolol, atenolol dan bisoprolol → beta bloker kardioselektif (afinitas lebih tinggi pada reseptor beta1 daripada beta2) • Efek: denyut dan kontraksi jantung ↓, TD ↓,

  16. Efek samping: gagal jantung, bradiaritmia, bronkospasme, gangguan sirkulasi perifer, gejala putus obat (infark, aritmia), hipoglikemia, gangguan tidur, mimpi buruk, insomnia • Sediaan: propanolol, alprenolol, oksprenolol, metoprolol, bisoprolol, asebutolol, pindolol, nadolol, atenolol • Penggunaan klinis: mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas miokard, antihipertensi, bronkodilator, menghambat glikogenolisis di sel hati dan otot rangka, menhambat lipolisis menghambat sekresi renin.

  17. Farmakodinamik Β-bloker menghambat secara kompetitif efek obat adrenergic, bai NE dan Epi endogen maupun obat adrenergic eksogen, pada adrenoseptor β. Sifat kardioselektif artinya memiliki afinitas yang lebih tinggi terhadap reseptor β1 daripada reseptor β2 .Sifat nonselektif artinya mempunyai afinitas yang sama terhadap kedua reseptor β1 dan β2.tetapi, sifat kardioselektivitas ini relative,artinya pada dosis yang lebih tinggi β-bloker yang kardioselektif juga memblok reseptor β2

  18. Aktivitas agonis parsial artinya, jika berinteraksi dengan reseptor β tanpa adanya obat adrenergic seperti epinefrin atau isoproterenol. • Pada β-bloker bekerja juga pada organ sebagai berikut : sistem kardiovaskular :efek terhadap kardiovaskular merupakan efek β-bloker yang terpenting terutama akibat kerjanya pada jantung yaitu dengan mengurangi denyut jantung dan kontraktilitas jantung.

  19. Farmakokinetik • Terbagi atas 3 golongan : 1. žβ-bloker yang mudah larut dalam lemak • Semuanya diabsorbsi dengan baik disaluran cerna, tetapi memiliki bioavailabilitas rendah(>50%). Eliminasinya melalui metabolism di hati dan diekresikan di gijal dalam jumlah yang sedikit (10%). Contohnya propranolol,metoprolol,oksprenolol,labetalol dan karvedilol. 2. β-bloker yang mudah larut dalam air. • Contohnya sotalol,nadolol dan atenolol.sotanol diabsorbsi dengan baik di saluran cerna dan memiliki bioavaibilitas tinggi.sedangkan nadolol dan atenolol kurang baik di absorbs di saluran cerna dan memiliki bioavaibilitas rendah.ketiga obat ini tidak mengalami metabolism sehingg seluruhnya dieksresi utuk melalui ginjal. 3. β-bloker yang kelarutannya terletak diantara golongan 1 dan 2. • di absorbsi baik disaluran cerna.eliminasi melalui hati dan ginjal.contohnya timolol, bisoprolol, betaksolol, pindolol dan karteolol.

  20. Sediaan… 1. Propraanolol : tablet 10 dan 40 mg 2. Metoprolol : tablet 50 dan 100 mg 3. Karvedilol : tablet 6,25 mg dan 25 mg 4. Betaksolol : tetes mata 0,5 % 5. Timolol : tetes mata 0,5 % 6. Bisoprol : tablet 2,5mg dan 5 mg 7. Asebutulol : kapsul 200 mg dan tablet 400 mg 8. Pindolol : tablet 5 mg dan 10 mg 9. Karteolol : tablet 5 mg 10. Sotalol : tablet 80 mg 11. Nadolol : tablet 40 dan 80 mg 12. Atenolol : tablet 50 dan 100 mg

  21. 2. penghambat saraf adrenergik Yaitu obat yang mengurangi respons sel efektor terhadap perangsangan saraf adrenergik. Obat ini bekerja dengan cara menghambat sintesis, penyimpanan, dan pelepasan neurotransmitter. Obat yang termasuk penghambat saraf adrenergik adalah guanetidinbetanidin, guanadrel, bretilium, dan reserpin. Semua obat golongan ini umumnya dipakai sebagai antihipertensi.

  22. Indikasi:Untuk mengobati tekanan darah tinggi (hipertensi). Dosis: Dosis awal: 50-100 mcg melalui mulut (per oral), 3 kali sehari, atau 75-150 mcg melalui mulut (per oral), 2 kali sehari. Dosis rumatan: 300-1200 mcg/hari melalui mulut, dalam dosis yang dibagi. Dosis maksimum: 2.4 mg/hari Efek Samping: Efek CNS (keadaan mengantuk, kepeningan, sakit kepala, depresi, kecemasan, kelelahan, gangguan tidur, impotensi); Efek GI (mulut kering, konstipasi, mabuk, anoreksia); Efek GU (sulit buang air kecil, incontinece); Efek CV (hipotensi ortostatik, penyimpanan cairan). Efek lainnya yang tidak umum: Bradycardia, gangguan ECG, gagal jantung, halusinasi, dan lain-lain.

  23. Resepsin Sediaan: Tablet 0,25 mg Cara KerjaObat: Reserpinmerupakanobatantihipertensi yang bekerjadenganmendeplesisimpanankatekolamindan 5-hidroksitriptamin padaberbagai organ, sepertiotakdanmedula adrenal. Sebagianefekfarmakologiknyadisebabkanmekanismeini. Efeksedatifdanpenenangakibatreserpindidugaberhubungandenganprosesdeplesidalamotak.

  24. Indikasi:Hipertensiesensialringan, jugadigunakansebagaiterapitambahandenganobathipertensi lain padakasushipertensi yang lebihberat. Kontraindikasi : Riwayatdepresi mental, ulkuspeptikumaktif, kolitisulseratif, hamil, menyusui.

  25. Dosis: 0,25 – 0,5 mg seharidibagidalam 2-3 dosis. PeringatandanPerhatian : -     Reserpindapatmenyebabkandepresi mental. Obatiniharusdihentikanbilaadatanda-tandadepresisepertidespondensi, insomnia dinihari, kurangnafsumakan, impotensi, ataumerasadiritakberguna. -     Karenareserpinmeningkatkanmotilitasdansekresisalurancerna, iaharusdigunakandenganhati-hatipadapasiendenganriwayattukakpeptik, kolitisulserativaataubatuempedu (kolikempedudapatterjadi). -     Pemberianobatpadapasienhipertensidenganinsufisiensiginjalharusdilakukandenganhati-hati, karenasulitterjadipenurunantekanandarah.

  26. EfekSamping: -   Salurancerna : muntah, diare, mual, anoreksia, mulutkering, hipersekresi. -   Kardiovaskular : aritmia (terutamajikadiberikanbersama-sama digitalis dankuinidin), sinkop, gejalamenyerupai angina, bradikardi, edema. -   Salurannapas : dispne, epistaksis, kongesti nasal. -   Neurologik : sindromaparkinsondangejalaekstrapiramidalbersifatjarang, pusing, sakitkepala, ansietas, depresi, gelisah, mengantuk. -   Muskuloskeletal : nyeriotot. -   Metabolik : peningkatanberatbadan. -   Pancaindera : tuli, glaukoma, uveitis, injeksikonjungtiva. -   Reaksihipersensitivitas : purpura, ruamkulit, pruritus. -   Lain-lain: pseudolaktasi, impotensi, disuri, ginekomastia, penurunan libido.  

  27. 3. Penghambat adrenergik sentral atau adrenolitik sentral Yaitu obat yang menghambat perangsangan adrenergik di SSP. Obat penghambat adrenergik sentral atau adrenolitik sentral yaitu klonidin dan metildopa yang dipakai sebagai obat antihipertensi.

  28. NamaDagang- Clonidine - Catapres Dosis Anak : Oral : • Hipertensi: Awal : 5-10 mcg/kg/haridalamdosisterbagisetiap 8-12 jam, tingkatkansecaraperlahanpada interval harike 5 dan 7 menjadi 25 mcg/kg/haridalamdosisterbagisetiap 6 jam, maksimum 0.9 mg/hari. • Testoleransiklonidin (tespembebasanhormonpertumbuhandaripituitari ) : 0.15 mg/m² atau 4 mcg/kg sebagaidosistunggal. •  ADHD (attention deficit/hiperactiity disorder)-unlabeled use:dosisawal 0.005 mg/hari, ditingkatkansetiap 3-7 hari 0.05 mg/harimenjadi 3-5 mcg/kg/haridiberikandalam 3-4 kali/hari (dosismaksimum : 0.3-0.4 mg/hari).

  29. Dewasa : Oral : • Hipertensiakut : dosisawal : 0.1-0.2 mg, dapatdiikutidenganpenggunaandosis 0.1 mg setiap jam, jikadiperlukan; dinaikkansampaidosismaksimum 0.6 mg. • Sublingual klonidin : 0.1-0.2 mg dua kali sehari; efektifuntukpasien yang tidakbisamenggunakanobat oral. • Hipertensi: dosisawal 0,1 mg dua kali sehari (rekomendasidosismaksimum : 2.4 mg/hari), rentangdosisumum : 0.1-0.8 mg/hari. • Hipertensi: berikansekalisetiap 7 hari; untukdosisawal, mulaidengan 0.1 mg dantingkatkandengan 0.1 mg pada interval 1-2 minggu. • Rentangdosisumum : 0.1-0.3 sekalidalamseminggu.Oranglanjutusia : 0.1 mg, sekaliseharisebelumtidur, tingkatkanbertahapjikadiperlukan. • Penyesuaiandosispadagangguanginjal : Clcr<10 mL/menit : gunakan 50-75% dosisawal normal.

  30. Indikasi Pengobatanhipertensiringanhinggasedang, bisadigunakansebagaiobattunggalataupunkombinasidenganobatantihipertensi lain. Kontraindikasi Penghentianpenggunaanklonidinsecaratiba-tiba, tanpamemperhatikanrutepemberiandapatmencetuskansindrompenghentian, terjadinyapeningkatankatekolamin serum danurin. Jikaharusmenghentikanpenggunaanklonidin,dosisseharusnyaditurunkanbertahapdalam 2-4 hariuntukmenghindarisindrompenghentian. Pasien yang menerimaterapiklonidinlebihdari 4 minggu,memerlukanpenurunandosislebih lama (misalnyapenurunandosissetiap 3 hari).  Klonidinseharusnyatidakdigunakanolehibumenyusuikarenaadanyapotensireaksiefeksampingpadabayi.Konsentrasiklonidinpada air susudiperkirakandua kali lipatdibandingdalam plasma ibu

  31. EfekSampingLethargi, sedasi, konstipasi dab xerostomia.,sakitkepala, pusing, fatigue dan rasa lemahselamaterapiklonidin. Efeksampinginiakanmenurundenganterapikontinyu.Terapitransdermalmenyebabkanefeksampingyglebihringandaripadapenggunaansistemik.Efeksampingkardiovaskular : hipotensi,hipotensiortostatik,palpitasi,sinustrakikardiadan sinus bradikardia. Efeksamping non kardiovaskuler: ansietas, asthenia, sakit dada, konfusi, diaforesis, pusing, mengantuk, dispnea, demam, mual, muntah. Hipertensidapatkambuhkembaliselamapenghentianterapiklonidin. Reaksiiniterjadijikaterapiklonidindihentikansecaratiba-tiba,tanpamemperhatikanrutepemberian.

  32. Gejalaygtimbul: hipersalivasi,cemas,sakitkepala,sinustakikardia,palpitasi,agitasi,ansietas,diaforesis,mual,sakitotot & sakitperut.Efekiniditimbulkankrnpeningkatan level sirkulasikatekolaminsetelahpenghentianterapiklonidinsecaratiba-tiba. Penghentianterapisecaraperlahan,dalambeberapahariakanmencegahterjadinyahalinidanpengguanaanklonidinkembaliakanmengurangikeparahanefeksamping. Terapiklonidinjangandihentikankarenaoperasi, gunakansediaantransdermalselamaoperasi.

  33. InteraksiDenganObat Lain : • Antipsikotik : penggunaanbersamadenganantipsikotik (khususnya yang berpotensirendah) ataunitroprusiddapatmenghasilkanefekhipotensitambahan. • Beta bloker : potensiasibradikardiapadapasien yang menerimaklonidindandapatmemperparahkambuhnyahipertensisetelahpenghentianterapi; penghentian beta bkokerdilakukanbeberapaharisebelumpenurunandosisklonidin. • Depresan SSP : efeksedatifmungkinmeningkat; monitor untukkenaikanefekini; yang menyebabkanefekinitermasukbarbiturat, benzodiazepin,opiod, analgesik, etanoldangolongansedatiflainnya.

  34. Siklosporin : klonidindapatmeningkatkankonsentrasi serum siklosporin (jugatakrolimus), penyesuaiandosissiklosporinharusdilakukan. Obathipoglikemik : klonidindapatmenurunkangejalahipoglikemia, monitor pasien yang meminumobat diabetes. • Anestesilokal : klonidin epidural dapatmemperpanjangblokadesensoridanmotorikanestesilokal. Analgesiknarkotik ; akanmempotensiasiefekhipotensifklonidin. • Antidepresantrisiklik : efekantihipertensiklonidindiantagonisolehantidepresantrisiklik. • Antidepresantrisiklindapatmempengaruhiresponhipertensi yang berhubungandenganpenghentiansecaratiba-tibaterapiklonidin; hindaripenggunaankombinasiinidanpertimbangkanalternatif lain. • Verapamil :penggunaanbersamaandapatmenyebabkanhipotensidanblok AV padabeberapapasien (dokumentasiterbatas);monitor pasien. Etanol : dapatmenyebabkandepresi SSP.

  35. DenganMakanan : Hindari dong quai, jikaklonidindiindikasikansebagaiantihipertensi (aktivitasestrogenik). Hindariefedra, yohimbe, ginseng (memperparahhipertensi). MekanismeKerja Menstimulasiadrenoreseptor alfa-2 stem otak, sehinggamengaktivasipenghambatan neuron, menghasilkanpenurunanaliransimpatetikdari SSP, penurunkanresistensiperifer, resistensivaskuler, resistensivaskuler renal, denyutjantungdantekanandarah. PenggunaanKlonidin epidural ditujukanuntukmenguranginyeridenganmencegahtransmisisinyalnyeri. BentukSediaanTablet, Injeksi

  36. Klonidin Clonidine merupakan obat jenis alpha agonist. Clonidine menurunkan tekanan darah dengan cara mengurangi kadar kimia tertentu dalam darah. Hal ini membuat pembuluh darah mengendur dan jantung berdetak dengan lebih lambat dan mudah. Obat ini dapat digunakan bersamaan dengan obat tekanan darah lainnya.

  37. Instruksi Khusus: Gunakan dengan hati-hati pada pasien dengan penyakit cerebrovaskuler, kerusakan ginjal, penyakit jantung isemik, MI (myocardial infarction), penyakit vaskular perifer oklusif atau pada mereka yang memiliki riwayat depresi. • Pasien yang menjalani pengobatan jangka panjang tidak boleh berhenti secara tiba-tiba.

  38. THANK YOU

More Related