1 / 61

AVERTEBRATA ‘ Moluska /Mollusc’

AVERTEBRATA ‘ Moluska /Mollusc’. Defri Yona , SPi . MSc.Std PS. Ilmu Kelautan PSPK-UB. Phylum-Moluska. Kingdom: Animalia Phylum: Mollusca Mollusca = Mollis (Romawi) = Soft = Lunak 110.000 species hidup; ½ marine 35.000 species fosil 99% adalah Gastropoda dan Bivalvia

kyle
Download Presentation

AVERTEBRATA ‘ Moluska /Mollusc’

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. AVERTEBRATA ‘Moluska/Mollusc’ DefriYona, SPi. MSc.Std PS. IlmuKelautan PSPK-UB

  2. Phylum-Moluska • Kingdom: Animalia • Phylum: Mollusca Mollusca = Mollis (Romawi) = Soft = Lunak • 110.000 species hidup; ½ marine • 35.000 species fosil • 99% adalah Gastropoda dan Bivalvia • ½ yang telah teridentifikasi • Ukuran bervariasi microscopic-giant squid

  3. Monoplacophora (mainly fossil) Aplacophora 2 Subclass: Neomeniomorpha Chaetodermomorpha 3. Polyplacophora Scaphopoda Rostroconchia (fossil only) Gastropoda 3 Subclass: Prosobranchia Opisthobranchia Pulmonata 7. Bivalvia/Pelecypoda 3 Subclass: Protobranchia Lamellibranchia Septibranchia 8. Cephalopoda 3 Subclass: Nautiloidea Ammonoidea (fossil only) Coleoidea 8 Class

  4. Morphology (After W. D. Russell-Hunter, A Life of Invertebrates, Macmillan, 1979)

  5. Shell/Cangkang • Made of calcium carbonat crystal • Bervariasi bentuk dan ukuran, correlated to habitat types Terdiri dari: • Periostracum/Outer layer  lapisan tipis dari zat organik yang disebut conchiolin • Prismatic Layer  berupa CaCO3 yang tersusun dari kristal vertikal • Innermost/Nacreous Layer  berupa CaCO3 yang berkilau yang disebut juga lapisan mutiara

  6. Feeding & Digestive Tract • Herbivora, carnivora, parasit, scavenger, cilliary feeder • Foregut region: esophagus & mouth cavity Radula = gigi Fungsi: scraping, grazing Jumlah & bentuk bervariasi Modification (ex. poisonuous) Stomach = perut Kompleks Bervariasi tergantung feeding habit

  7. Locomotion • Some swim, some mobile, some sedentary • Some gastropod glide (gerakan yang luwes) upon cilia • Burrowing (meliang) • Twist (melintir) or jump for some bivalves • Buoyancy floating and jet propulsion (mendorong) for cephalopoda • Crawling (merangkak)for octopus • Bore into hard substrates

  8. Circulatory & Nervous Systems • Sirkulasi darah melalui gill filaments • Proses pertukaran antara CO2 & O2 terjadi pada permukaan insang • Darah mengandung respiratory pigment yang disebut hemocyanin, tidak banyak yang memiliki hemoglobin • Sirkulasi darah melalui jantung (peredaran darah terbuka) • Well developed sensory organs

  9. Reproduction • Sexual  simple or complex • External fertilization • Hermaprhodites (successive & simultaneous) Life cycle/Siklus hidup: Fertilised eggstrochopore larvaveliger larvaadult

  10. Spat/muda

  11. Respiration • Prosesnya melalui insang yg disebut “ctenidia” - bervariasi sesuai dengan habitat • Estuarine species: harus mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan (pasang surut) • Excretion melalui metanephridia, body, gill surface

  12. Characteristic

  13. Habitat • From deep ocean-shallow water-humid land • Mostly marine • Can be found at depth over 9000m in the sea (ex. Bivalvia-protobranchia) • Cannot cope with very dry regions /tidak bisa hidup di tempat yg sangat kering

  14. Manfaat Moluska • Sumber makanan (ex. clams,mussels, octopus, squid, oyster) • Perhiasan (pearl oyster Pinctada margaritifera and Pinctada mertens ) • Sebagai mata (uang jaman dulu/ daerah terpencil, sbg alat musik dll)

  15. Bahaya Moluska • Food poisoning • Gigitan dari blue-ringed octopus dapat berakibat fatal • Sengatan dari beberapa species seperti cone shell dapat mematikan • Snails & slugs (siput)  serious agricultural pests

  16. Measurement method

  17. Cara mengukur umbo apex

  18. Assignment Paper dgn topik (pilih salah satu): • Morphology • Zonasi habitat • Manfaat • Bahaya Ketentuan paper: • Maks 2 hal kwarto • Tulis tangan rapi • Min 5 references • Due date: tanggal UTS

  19. Figure from D. R. Prothero, 1998, Bringing Fossils to Life, McGraw-Hill

  20. Class Monoplacophora • Primitive mollusc characteristic  genus Neopilina • Cap-like shell/weak foot structure (struktur kaki lunak) • Less than 3 cm • Tidak banyak dikenal

  21. Monoplacophora Sejak 1952 :11 sp hdp telah teridentifikasi dari jurang samudra pasifik di lepas pantai Costa Rica pd kedalaman 2000-7000 m sebelumnya hanya ditemukan sbg fosil Dlm rongga mantel tdpt 5-6 ps ctenidia & 5-6 ps ginjal, Kepala jelas, sal pencernaan lengkap,mulut dg radula deposit feeder, reproduksi seksual/external fertilisation, dioecious.

  22. Monoplacophora Kaki datar & bundar Tubuh spt siput kecil 3 mm-3 cm. di bag posterior dpt rongga mantel yg luas

  23. Aplacophora :100 species wormlike/ silindris Chaetodermomorpha • Deepwater marine habitat • Tidak mempunyai cangkang, pelindung tubuh adalah mantel yang berisi spikula kapur/ spt sisik • Tidak memiliki kaki • Panjang tbh 2-14 mm • sbg benthos dlm liang Bag posterior Tdpt insang Kepala dibwh

  24. Aplacophora Neomineomorpha 180 sp all hermaprodit • Bentuk masih spt cacing, agak pipih secara lateral, no shells • panjang tubuh 1mm – 30 cm (tergantung species) • kepala tidak jelas & Bbrp sp tanpa radula • Tanpa alat ekskresi & gonoduct • Tubuh tertutup mantel tanpa ctenidia di rongga mantel • Tdpt insang sekunder dg bentuk lipatan kulit/papila Hdpdilautbiasatdptdlmkolonicoelenteratakrnmemakanpolip-polipnya Dibagidlm 2 ordodidsrkanpadajmllapisankapur & adatdknyapapila epidermis

  25. Polyplacophora • 600 living species, 100 fossil species • Sedentary • Shallow water to depth about 400 m, primarily rocky intertidal • Ex. Chiton broad foot (untuk menempel pada substrat), shell consisting of 8 overlapping plates (protection&flexibility) • Feed on algae on the rocks • Hewan nokturnal  merayap di malam hari untuk mencari makan

  26. Polyplacophora

  27. Scaphopoda • 200 species, burrowing • Disebut juga tusk atau tooth shells • Cangkangnya panjang, cylindrical dan terbuka pada kedua ujungnya • Kepala dan kaki terletak di ujung yang lebih besar • Memiliki tentakel seperti benang di bagian kepala yang digunakan untuk menyaring makanan (microcospic organisms) • Habitat  shallow & deep waters

  28. Scaphopoda

  29. Klasifikasi Kingdom: AnimaliaPhylum: Mollusca Class: ScaphopodaOrdo: DentaliidaFamily: DentaliidaeGenus: DentaliumSpesies: Dentalium Vulgare hidup di laut dalam pasir atau lumpur Sirkulasi air untuk pernafasan tjd krn gerakan kaki dan silia, pertukaran gas terjadi di mantel

  30. Beberapa Ciri Fisik Dentalium vulgarememiliki cangkok yang berbentuk silinder yang kedua ujungnya terbuka

  31. Panjang tubuhnya sekitar 2,5 s.d 5 cm Dekat mulut terdapat tentakel kontraktif bersilia, yaitu alat peraba; Fungsinya untuk menangkap mikroflora dan mikrofaunaHewan ini mempunyai kelamin terpisah.

  32. Manfaat • Konsumsi karena mengandung cukup banyak protein dalam tubuhnya • Pernak pernik untuk interior, asesoris maupun perhiasan wanita

  33. Gastropoda • “bellyfoot” • 35.000 living species, 15.000 fossil species • the largest & most diverse • Wide variety of habitat, primarily marine • Mostly mobile, some sedentary • Three-layered shells, spiral whorl of calcium carbonat

  34. Herbivores/plant eaters Carnivorous/ani-mal eaters Complex nervous system  ganglia Modification of radula Gastropoda

  35. Gastropoda Reproduction • variable: separate sexes, hermaphrodites, protandric hermaphrodites • pembuahan telur terjadi di air • larva mengalami perputaran 180o dimana organ bagian belakang (mantle cavity, gills & anus) berpindah posisi ke bagian depan  torsi

  36. Subclass Prosobranchia snail/keong abalone/mata7 limpet cone shell

  37. Subclass Prosobranchia • Majority of gastropods • Bernapas dengan menggunakan insang dan rongga mantel • Insang dan anus terdapat di bagian anterior • Rongga mulut memiliki probosis untuk makan

  38. Subclass Opistobranchia • Sea hares & sea slugs • Mengalami detorsi • Cangkang kecil atau tidak ada sama sekali • Bernapas dengan insang sekunder; nudibranchia bernapas dengan permukaan tubuh

  39. Subclass Pulmonata • Land snails • Rongga mantel berfungsi sebagai paru-paru

  40. Bivalvia/Pelecypoda • 20.000 species (ex. clams, oyters, mussels) • Two pieces shells (valves), puncak cangkang disebut ‘umbo’ • Mostly valves is similar in size • Sedentary species  different size of valves • Abductors  two large muscles that hold the valves • Kaki termodifikasi menjadi alat untuk menggali (burrowing) • Tidak punya radula dan juga kepala

  41. Bivalvia/Pelecypoda • Memiliki sepasang insang untuk proses respirasi dan menyaring makanan • Proboscis  to feed on bottom detritus • Mekanisme pencernaan: mulut-oesophagus-perut-usus-anus • Simple nervous system  tiga pasang ganglia & dua pasang long nerve cord • Organ keseimbangan  statocyst • Separate sexes, fertilization in seawater

  42. Bivalvia/Pelecypoda

  43. Bivalvia/Pelecypoda Oysters-attached surface dwellers Clams-soft bottom burrowers Shipworms- hard bottom burrowers Scallops-unattached surface dwellers

  44. Bivalvia/PelecypodaLife Style Attached surface dwellers Unattached surface dwellers Hard-bottom burrowers Soft-bottom burrowers

  45. The mouth of pelecypoda Ul = bibir atas m = mulut ll = bibir bawah h = pelindung lg = alur lateral rop = Palp kanan luar rip = Palp kanan dalam Gambar 3. Mulut tiram (Galtsoff, 1964)

More Related