shu s liau n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
The Comparation of alternative income concepts: a comment PowerPoint Presentation
Download Presentation
The Comparation of alternative income concepts: a comment

play fullscreen
1 / 15
Download Presentation

The Comparation of alternative income concepts: a comment - PowerPoint PPT Presentation

kristy
104 Views
Download Presentation

The Comparation of alternative income concepts: a comment

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. Shu S. Liau The Comparation of alternative income concepts: a comment

  2. Kajian jurnal • Kratchman,Malcolm dan Twark (1974) menyajikan analisis empiris dampak dari konsep dasar laba dalam evaluasi pada satu perusahaan terhadap perusahaan lain dalam industrinya.

  3. Konklusi paper • Net Income/Total Asset  sebagai pengukuran kinerja  tiap income dapat menjadi wakil untuk konsep lain. • Net income / Owners’ equity  sebagai pengukuran kinerja  harus lebih hati-hati menggunakan satu konsep sebagai wakil.

  4. Perbedaan pandangan penggunaan Konsep • Lihat Tabel 1 hal 860

  5. Konsep Kratchman et.al diuji • Metode statistik • Komponen laba bersih • Dampak rangking urutan perubahan.

  6. Metode Statistik • Ranking urutan objek sudah dikeluarkan oleh peneliti lain dalam beberapa kriteria. Koefisien korelasi rangking adalah untuk mengukur kemampuan untuk diputuskan dalam standar yang dibentuk peneliti. • Objek yang dirangking tidak diketahui urutan intrinsik yang dinyatakan dalam beberapa kriteria.

  7. Penggunaan Kendall’ W oleh KMT Penggunaannya kurang cukup dengan alasan: • Koefisien Kendal digunakan dalam esensi opini dan nilai putusan atas kebijakan yang berbeda.  Sementara bentuk KMT bukan hal ini. • Dalam Kendal tingginya nilai W mengindikasikan perbedaan kebijakan yang esensi aplikasinya pada standar yang sama atas objek yang dirangking.  sementara KMT studinya adalah untuk menentukan persetujuan dalam rangking.

  8. Asumsi • Asumsi dasar koefisien indeks analisis sama dengan interval antar rangking (Togerson, 1985)  dengan demikian tidak benar untuk studi KMT.

  9. Contoh • Lihat Tabel 2 hal 861 • Peningkatan yang cukup besar dalam laba belum tentu merubah posisi rangking dalam industri.

  10. Tujuan Praktis • Apabila kegunaan studi KMT adalah untuk mempelajari dampak praktis, sebenarnya akurasi lebih diperlukan daripada hubungannya.  menggunakan Kendall’s W tidak cukup dalam studi ini.

  11. Bentuk pengukuran • Bentuk pengukuran kendal adalah kualitatif  observasi atau stimulus  studi KMT mengukur langsung atas tingkat pengembalian (REITs).  penggunaan Kendall’s W tidak cukup.

  12. KOMPONEN INCOME • Net Income/Total Asset vs Net Income/Owners’ Equity • Model pertama dikatakan KMT dapat digunakan untuk mewakili konsep lain. Namun pada model kedua dikatakan perlu dipertimbangkan secara hati-hati.  terdapat kontradiksi .

  13. Return on Total Assets • ROA normalnya digunakan untuk mengukur efisiensi operasi perusahaa  menggunakan income before interest charges bukan net income.

  14. Pengujian Pengaruh • Pertanyaan sepertinya adalah: apakah konsep dasar laba digunakan oleh perusahaan membuat perbedaan dalam kebijakan perusahaan itu dengan yang lainnya?  Sebenarnya yang penting dalam akuntansi adalah kebijakan oleh pengguna informasi. • Kekurangan dalam KMT adalah tujuan kebijakan oleh pengguna informasi

  15. Saran • Dalam membandingkan dampak praktis atas konsep laba alternatif, perlu perhatian khusus dalam memilih metode statistik. • Data yang disusun dalam basis alternatif konsep laba adalah tidak independen karena data dihasilkan dari aturan pengukuran yang dibentuk dalam perusahaan. • KMT memilih data dalam grup yang homogen