1 / 27

Bagaimana Membuat Buku yang “Bercahaya” atau “Bergizi”?

Bagaimana Membuat Buku yang “Bercahaya” atau “Bergizi”?. Hernowo Penulis 24 Buku dalam 4 Tahun Penulis Bestseller, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza Instruktur di Sekolah Menulis “Mengikat makna”.

kovit
Download Presentation

Bagaimana Membuat Buku yang “Bercahaya” atau “Bergizi”?

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bagaimana Membuat Buku yang “Bercahaya” atau “Bergizi”? Hernowo Penulis 24 Buku dalam 4 Tahun Penulis Bestseller, Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza Instruktur di Sekolah Menulis “Mengikat makna”

  2. “Buku yang kubaca, selalu memberi sayap-sayap baru,membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.” ABDURAHMAN FAIZ

  3. “Setiap kali aku membuka sebuah buku, aku menguak sepetak langit. Dan jika aku membaca sederetan kalimat baru, aku lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan luas.” Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup dalam Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

  4. “Buku yang baik adalah buku yang memperkaya diri dan memberikan pelbagai kemungkinan di dalam pikiran para pembacanya.” ANDRE HIRATA, Laskar Pelangi

  5. Buku CTL Karya Elaine B. Johnson, Ph.D.

  6. “Ketika para murid dapat mengaitkan isi (content) dari sebuah mata pelajaran—seperti matematika, ilmu pengetahuan alam, atau sejarah—dengan pengalaman mereka sendiri (context), mereka menemukan makna, dan makna memberi mereka alasan untuk belajar.” ELAINE B. JOHNSON, PH.D

  7. BUMI TELAH MENJADI VENUS • Bumi kini telah menjadi Venus. Dunia Venus adalah dunia yang lebih emosional dan interaktif. Di dunia itu, EQ lebih unggul ketimbang IQ atau—dalam bahasa yang lain—feel lebih penting dari think.

  8. CONTENT DAN CONTEXT • Untuk memenangkan persaingan di Venus, Anda harus lebih banyak bermain di context (how to offer). Content—what to offer—yang bagus adalah suatu keharusan. Namun, content yang bagus tidaklah cukup. Content hanyalah ‘tiket’ untuk masuk ke arena persaingan, bukan untuk memenangkan persaingan. Context-lah ‘tiket’ Anda untuk memenangkan persaingan di Venus. -HERMAWAN KARTAJAYA

  9. Content 1+1=2 (atau rumus lain) Perang Diponegoro terjadi pada… Hukum gravitasi Sesuai kurikulum LKS Peta Konsep, dll. Context 1 jagung+ 1 jagung= 2 jagung Apa makna Perang Diponegoro? …. Pengemasan buku …. …. CONTENT & CONTEXTBUKU PELAJARAN

  10. 1. Perlu Model • Model kemasan • Model penyajian • Model bahasa • Model ukuran/format • Model desain isi dan sampul • Model tipografi • Model “isi” (content), dll.

  11. Contoh

  12. 2. Perhatikan Bahasa Tulis • Sebuah buku tak akan memberikan manfaat apa-apa jika bahasa-ungkap tulisnya buruk (berantakan) • Bahasa tulis, pada saat ini, tidak hanya “menggerakkan” pikiran, tetapi juga menyentuh emosi • Bahasa tulis yang mudah dicerna adalah bahasa obrolan (mengalir)

  13. Contoh

  14. 3. Menokohkan dan Berkisah • Jadikan sebuah buku itu “tidak berjarak” dengan pembacanya • Ciptakan tokoh yang dapat mewakili diri sang pembaca • Buat sedemikian rupa sehingga buku itu, seakan-akan, mitra dialog pembaca • Sisipkan kisah-kisah yang menggugah dan “inspiring”

  15. Contoh

  16. 4. Garap Bahasa Rupa • Bahasa rupa=bahasa gambar • Bahasa rupa ini diakses oleh otak belahan kanan • Bahasa rupa merangsang asosiasi dan menggerakkan imajinasi (membayangkan) • Bahasa rupa yang sinergis dengan bahasa kata akan mengefektifkan pemahaman

  17. KANAN Bebas/ Spontan KIRI Teratur/ Menunggu Roger Sperry menemukan dua belahan otak manusia yang cara bekerjanya sangat berbeda. Otak kiri “otak logis” (suka mengoreksi) dan otak kanan “otak imajinatif” (suka mengacak). Sumber: Taufiq Pasiak, Revolusi IQ/EQ/SQ.

  18. irama imajinasi kein-dahan

  19. Peran “Corpus Calossum”Kreativitas muncul dari interaksi yang luar biasa antara “kedua belahan otak”. JOYCE WYCOFF

  20. 5. Upayakan Merangsang Seluruh Area Otak

  21. Menurut Gardner, kecerdasan merupakan kumpulan kepingan kemampuan yang ada di beragam otak. Semua kepingan ini saling berhubungan, tetapi juga bekerja sendiri-sendiri. Temuan Gardner ini didasarkan pada penelitian para pakar otak (neurolog) bahwa otak manusia itu terdiri atas area-area atau kepingan-kepingan. Dan yang terpenting, mereka tidak statis atau ditentukan saat lahir. Seperti otot, kecerdasan dapat berkembang sepanjang hidup asal terus dibina dan ditingkatkan.

  22. Contoh Merangsang Area Otak lewat Buku • Word smart: ciptakan kata-kata yang menggugah • Number smart: jaga alur logika • Picture smart: tampilkan gambar-gambar yang indah dan merangsang imajinasi • Body smart: aktifkan (gerakkan) pembaca untuk melakukan sesuatu

  23. Self smart: ciptakan kata-kata atau gambar yang mengajak pembaca merenungkan sesuatu yang tinggi dan dalam • People smart: ciptakan kata-kata atau gambar yang membuat seorang pembaca dapat “sharing” (berbagi) dan belajar dari pengalaman orang lain • Music smart: ciptakan kata-kata yang berirama

  24. “Buku yang kubaca, selalu memberi sayap-sayap baru,membawaku terbang ke taman-taman pengetahuan paling menawan, melintasi waktu dan peristiwa, berbagi cerita cinta, menyapa semua tokoh yang ingin kujumpai, sambil bermain di lengkung pelangi.” ABDURAHMAN FAIZ

  25. “Setiap kali aku membuka sebuah buku, aku menguak sepetak langit. Dan jika aku membaca sederetan kalimat baru, aku lebih banyak tahu dibandingkan sebelumnya. Dan segala yang kubaca membuat dunia dan diriku sendiri menjadi lebih besar dan luas.” Jostein Gaarder dan Klaus Hagerup dalam Perpustakaan Ajaib Bibbi Bokken

More Related