slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Prinsip dan kode etik dalam bisnis ETIKA BISNIS PowerPoint Presentation
Download Presentation
Prinsip dan kode etik dalam bisnis ETIKA BISNIS

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 18

Prinsip dan kode etik dalam bisnis ETIKA BISNIS - PowerPoint PPT Presentation


  • 1090 Views
  • Uploaded on

Prinsip dan kode etik dalam bisnis ETIKA BISNIS MERUPAKAN SISTEM NILAI YANG DIJABARKAN DARI FILOSOFI PERUSAHAAN, PARADIGMA BISNIS, DAN BUSSINESS VALUES YANG DIANUT OLEH PERUSAHAAN SEBAGAI ACUAN UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

Prinsip dan kode etik dalam bisnis ETIKA BISNIS


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
    Presentation Transcript
    1. Prinsipdankodeetikdalambisnis ETIKA BISNIS • MERUPAKAN SISTEM NILAI YANG DIJABARKAN DARI FILOSOFI PERUSAHAAN, PARADIGMA BISNIS, DAN BUSSINESS VALUES YANG DIANUT OLEH PERUSAHAAN SEBAGAI ACUAN UNTUK BERHUBUNGAN DENGAN LINGKUNGAN INTERNAL MAUPUN EKSTERNAL. • MENGATUR HUBUNGAN ANTARA PERUSAHAAN  (DI DALAM PENGERTIAN INI ADALAH PERUSAHAAN SEBAGAI SUATU ENTITAS) DENGAN PELANGGAN, PEMEGANG SAHAM, INDIVIDU DALAM PERUSAHAAN, PETANI PLASMA, PEMASOK, KREDITUR, KOMUNITAS (PUBLIK), PEMERINTAH, AUDITOR, MEDIA MASSA, PESAING. • MENJELASKAN BAGAIMANA PERUSAHAAN (SEBAGAI SUATU ENTITAS) BERETIKA, BERSIKAP DAN BERTINDAK DALAM UPAYA MENYEIMBANGKAN KEPENTINGAN PERUSAHAAN DENGAN SELURUH STAKEHOLDER LAINNYA.

    2. PRINSIP ETIKA BISNIS SONNY KERAF (1998) • PRINSIP OTONOMI, adalahsikapdankemampuanmanusiauntukmengambilkeputusandanbertindakberdasarkankesadarannyatentangapa yang dianggapnyabaikuntukdilakukan. • PRINSIP KEJUJURAN, terdapattigalingkupkegiatanbisnis yang bisaditunjukkansecarajelasbahwabisnistidakakanbisabertahan lama danberhasilkalautidakdidasarkanataskejujuran. • PERTAMA, jujurdalampemenuhansyarat-syaratperjanjiandankontrak. • KEDUA, kejujurandalampenawaranbarangataujasadenganmutudanharga yang sebanding. • KETIGA, jujurdalamhubungankerja intern dalamsuatuperusahaan

    3. PRINSIP KEADILAN, menuntut agar setiaporangdiperlakukansecarasamasesuaidenganaturan yang adildansesuaikriteriarasionalobyektif, sertadapatdipertanggungjawabkan. • PRINSIP SALING MENGUNTUNGKAN (MUTUAL BENEFIT PRINCIPLE), menuntut agar bisnisdijalankansedemikianrupasehinggamenguntungkansemuapihak. • PRINSIP INTEGRITAS MORAL, terutamadihayatisebagaituntutan internal dalamdiripelakubisnisatauperusahaan, agar perlumenjalankanbisnisdengantetapmenjaganamabaikpimpinan/orang- orangnyamaupunperusahaannya

    4. PRINSIP-PRINSIP ETIKA BISNIS BAGAIMANA MENERAPKANNYA AGAR BENAR-BENAR DAPAT OPERASIONAL • MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN (CORPORATE CULTURE) • MENENTUKAN VISI SEBAGAI SIKAP DAN PERILAKU ORGANISASI • MEMBANGUN ETOS BISNIS ETOS BISNIS DITENTUKAN OLEH GAYA KEPEMIMPINAN

    5. PERAN PEMIMPIN DALAM MEMBENTUK BUDAYA KERJA KORPORATIF, yaitu: • FIRST ADAPTER,penerimadanpelaksanapertamadaribudayakerja • MOTIVATOR,untukmendoronginsanorganisasi/ korporasimelaksanakanbudayakerjasecarakonsistendankonsekuen • ROLE MODEL,teladanbagiinsankorporasiterhadappelaksanaanbudayakerja PENCETUS DAN PENGELOLA,strategidan program budayakerjasesuaikebutuhankorporasi

    6. BISNIS YANG BAIK -SESUNGGUHNYA TIDAK BISA DILEPASKAN DARI KEHIDUPAN KITA SEBAGAI MANUSIA -SANGAT ERAT TERKAIT DENGAN SISTEM NILAI YANG DIANUT OLEH MASING-MASING MASYARAKAT PEMBENTUKAN BUDAYA KORPORATIF YANG BAIK PALING MENENTUKAN:ORANG-ORANGNYA TANGGUNG JAWAB SOSIAL • KETERLIBATAN PERUSAHAAN DALAM BERBAGAI KEGIATAN SOSIAL MERUPAKAN SUATU NILAI YANG SANGAT POSITIF BAGI PERKEMBANGAN DAN KELANGSUNGAN PERUSAHAAN DALAM JANGKA PANJANG.

    7. TANGGUNG JAWAB SOSIAL • KETERLIBATAN SOSIAL PERUSAHAAN DI MASYARAKAT AKAN MENCIPTAKAN SUATU CITRA YANG SANGAT POSITIF. • BEBERAPA AKADEMISI DAN PRAKTISI BISNIS MELIHAT ADANYA HUBUNGAN SINERGIS ANTARA ETIKA DAN LABA. • DI ERA KOMPETISI YANG KETAT INI, REPUTASI BAIK MERUPAKAN SEBUAH COMPETITIVE ADVANTAGE YANG SULIT DITIRU. • KUNCI UTAMA KESUKSESAN ADALAH REPUTASINYA SEBAGAI PENGUSAHA YANG MEMEGANG TEGUH INTEGRITAS DAN KEPERCAYAAN PIHAK LAIN. • BERETIKA DALAM BISNIS TIDAK AKAN MEMBERI KEUNTUNGAN SEGERA  PARA PENGUSAHA DAN PRAKTISI BISNIS HARUS BELAJAR UNTUK BERPIKIR JANGKA PANJANG.

    8. ETIKA DAN LABA DALAM BISNISBISNIS • BIAYA SOSIAL YANG DIKELUARKAN DIANGGAP SEBAGAI INVESTASI JANGKA PANJANG. • USAHA2 IKUT MELESTARIKAN LINGKUNGAN, PERBAIKAN PRASARANA UMUM, PENYULUHAN, PELATIHAN, DAN PERBAIKAN KESEHATAN LINGKUNGAN WALAUPUN MEMERLUKAN BIAYA SOSIAL YANG SIGNIFIKAN, NAMUN SECARA JANGKA PANJANG SANGAT MENGUNTUNGKAN PERUSAHAAN • BIAYA SOSIAL TERSEBUT BISA MENCIPTAKAN IKLIM SOSIAL POLITIK YANG KONDUSIF BAGI KELANGSUNGAN BISNIS PERUSAHAAN TERSEBUT.

    9. BIAYA SOSIAL DAN KELANGSUNGAN USAHA • HUBUNGAN ANTAR INDIVIDU (DEWAN KOMISARIS, DIREKSI, DAN KARYAWAN) DALAM PERUSAHAAN. • HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN PERUSAHAAN. • HUBUNGAN INDIVIDU DENGAN STAKEHOLDER LAINNYA.

    10. ETIKA KERJA DI PERUSAHAAN MERUPAKAN S ISTEM NILAI Y ANG MENGATUR PELANGGAN : PEMILIK(PemegangSaham) KOMUNITAS(Publik)AUDITORPEMERINTAHPERILAKU PERUSAHAANPEMERINTAHINDIVIDU(dalamPerusahaan)PEMASOKPETANI PLASMAPESAINGMEDIA MASSA

    11. CONTOH: STAKEHOLDER MAP USAHA PERKEBUNAN PRINSIP-PRINSIPGOOD CORPORATE GOVERNANCE ( CONTOH ETIKA BISNIS DALAM BUMN) (KEP. MENEG. BUMN No. 117/M-MBU/2002, tgl 31 Juli 2002) TRANSPARANSI, yaituketerbukaandalammelaksanakanprosespengambilankeputusandanketerbukaandalammengemukakaninformasimateriildanrelevanmengenaiperusahaan. KEMANDIRIAN, yaitusuatukeadaandimanaperusahaandikelolasecaraprofesionaltanpabenturankepentingandanpengaruh/tekanandaripihakmana pun yang tidaksesuaidenganperaturanperundang-undangan yang berlakudanprinsipkorporasi yang sehat. AKUNTABILITAS, yaitukejelasanfungsi, pelaksanaandanpertanggungjawaban organ (RUPS, KomisarisdanDireksi) sehinggapengelolaanperusahaanterlaksanasecaraefektif. PERTANGGUNGJAWABAN, yaitukesesuaiandidalampengelolaanperusahaanterhadapperaturanperundang-undangan yang berlakudanprinsipkorporasi yang sehat. KEWAJARAN (FAIRNESS), yaitukeadilandankesetaraandidalammemenuhihak-hak stakeholder yang timbulberdasarkanperjanjiandanperaturanperundang-undangan yang berlaku.

    12. INTERAKSI PERUSAHAAN DENGAN PELANGGAN • PERUSAHAAN MENGHORMATI HAK-HAK PELANGGAN SESUAI DENGAN PERATURAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU. • PERUSAHAAN MEMENUHI KOMITMENNYA DARI SEGI HARGA, KUALITAS, WAKTU PENGIRIMAN, JAMINAN PRODUK MAUPUN LAYANAN PURNA JUAL SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUSAHAAN, PERATURAN DAN PERUNDANGAN YANG BERLAKU. • PERUSAHAAN MEMBERIKAN LAYANAN YANG SAMA KEPADA SEMUA PELANGGAN. • MANAJEMEN PERUSAHAAN TIDAK DIPERKENANKAN MEMBERI ATAU MENERIMA SEGALA BENTUK IMBALAN BAIK LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG. • PERUSAHAAN MENJAGA KERAHASIAAN INFORMASI MENGENAI PELANGGAN.

    13. INTERAKSI DENGAN PEMEGANG  SAHAM • PERUSAHAAN MEMPERLAKUKAN PEMEGANG SAHAM SESUAI DENGAN ANGGARAN DASAR PERUSAHAAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. • PERUSAHAAN MEMBERIKAN KINERJA YANG OPTIMAL DAN MENJAGA CITRA YANG BAIK UNTUK MENINGKATKAN NILAI BAGI PEMEGANG SAHAM. • PERUSAHAAN MEMEGANG TEGUH PERUNDANG-UNDANGAN MENGENAI INFORMASI ORANG DALAM (INSIDER INFORMATION) TERHADAP PERMINTAAN AKSES ATAS INFORMASI TERTENTU YANG SENSITIF DAN ATAU RAHASIA.

    14. INTERAKSI DENGAN MASYARAKAT (3) • PERUSAHAAN TURUT MEMELIHARA LINGKUNGAN HIDUP YANG BERSIH DAN SEHAT DI SEKITAR PERUSAHAAN. • PERUSAHAAN BESERTA UNIT-UNIT KERJANYA MEMBANGUN DAN MEMBINA HUBUNGAN YANG SERASI DAN HARMONIS SERTA BERUPAYA MEMBERI MANFAAT MELALUI PROGRAM PEMBERDAYAAN. • PERUSAHAAN MENGHORMATI HAK ASASI MANUSIA, SERTA ASPEK SOSIAL, BUDAYA, ADAT ISTIADAT DAN AGAMA.

    15. INTERAKSI DENGAN PESAING (4) • PERUSAHAAN MENJAGA TERCIPTANYA PERSAINGAN YANG ADIL, SEHAT DAN TRANSPARAN SESUAI DENGAN KETENTUAN PERUSAHAAN DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. • PERUSAHAAN TIDAK DIBENARKAN UNTUK MENGEMBANGKAN KERJASAMA DENGAN PESAING YANG DAPAT MERUGIKAN PELANGGAN. • PERUSAHAAN TIDAK DIBENARKAN MENDISKREDITKAN PESAING. • PERUSAHAAN DAPAT MENCARI INFORMASI MENGENAI PESAING SEJAUH TIDAK MELANGGAR PERUNDANGAN YANG BERLAKU. • SELURUH INDIVIDU DALAM PERUSAHAAN TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK IKUT SERTA BAIK SECARA LANGSUNG MAUPUN TIDAK LANGSUNG DALAM KEPEMILIKAN DAN KEPENGURUSAN PERUSAHAAN PESAING.

    16.  INTERAKSI DENGAN PEMERINTAH (5) • SEBAGAI REGULATOR • PERUSAHAAN MENJALIN HUBUNGAN YANG BAIK DAN KONSTRUKTIF ATAS DASAR KEJUJURAN DAN SALING MENGHORMATI. • PERUSAHAAN BERUPAYA MENDUKUNG PROGRAM NASIONAL MAUPUN REGIONAL KHUSUSNYA DI BIDANG PENDIDIKAN, SOSIAL, EKONOMI DAN BUDAYA.

    17. INTERAKSI DENGAN MEDIA MASSA (6) • PERUSAHAAN BERPEGANG PADA KEBENARAN DAN KETERBUKAAN INFORMASI SESUAI KODE ETIK JURNALISTIK DAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG BERLAKU. • PERUSAHAAN MENEMPATKAN MEDIA MASSA SEBAGAI MITRA KERJA YANG SEJAJAR, KARENA ITU PERLU DIBANGUN KERJA SAMA YANG POSITIF, SALING MENGHARGAI DAN SALING MENGUNTUNGKAN. • MANAJEMEN PERUSAHAAN TIDAK DIPERKENANKAN MEMBERI ATAU MENERIMA IMBALAN DALAM BENTUK APAPUN BAIK LANGSUNG ATAUPUN TIDAK LANGSUNG.

    18. ETIKA KERJA( INDIVIDU DALAM PERUSAHAAN ) • MENGATUR HUBUNGAN INDIVIDU DALAM PERUSAHAAN BERSIKAP, BERPERILAKU, BERINTERAKSI DAN MELAKUKAN PROSES KERJA DENGAN PIHAK-PIHAK DI DALAM DAN DI LUAR PERUSAHAAN DALAM MEMBANGUN BUDAYA KERJA DAN BUDAYA PERUSAHAAN