1 / 27

SELAMAT DATANG DALAM KELAS PERKULIAHAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

SELAMAT DATANG DALAM KELAS PERKULIAHAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA. Garis-garis Besar Perogram Pembelajaran GBPP. MATA KULIAH : HUKUM ADMINISTRASI NEGARA KODE MATA KULIAH : HKA 201 BEBAN STUDI : 3 SKS PENEMPATAN : SEMESTER 3.

kirti
Download Presentation

SELAMAT DATANG DALAM KELAS PERKULIAHAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. SELAMAT DATANG DALAM KELAS PERKULIAHAN HUKUM ADMINISTRASI NEGARA

  2. Garis-garis Besar Perogram Pembelajaran GBPP MATA KULIAH : HUKUM ADMINISTRASI NEGARA KODE MATA KULIAH : HKA 201 BEBAN STUDI : 3 SKS PENEMPATAN : SEMESTER 3

  3. DESKRIPSI MATA KULIAH Memberikanpengetahuankepadamahasiswa/iperihalhukumadministrasinegarakhusus, yakni yang terkaitdenganhukum-hukumBidang-bidangpemerintahantertentu, sepertihukumkepegawaian, hukumkeuangannegara, hukumpajak, hukum LLAJ, sertabidang-bidangpemerintahanlainnyasesuaidenganperkembangan. Materiinidiberikanlebihdititikberatkanpadakebutuhanpraktis yang dikaitkandenganhukumpositifdengantidakmeninggalkananalisissecarateoritis. Denganmateriinidiharapkanmahasiswa/imemilikikemampuanmengerti, memahami, sertamengembangkanhukumadministrasinegara yang lebihbaik.

  4. TUJUAN PEMBELAJARAN 1). Mengetahui konsep Hukum Administrasi Negara. 2). Mengetahui perangkat/alat-alat perlengkapan negara apa saja yang masuk dalam kajian HAN. 3). Mengetahui batasan kekuasaan dan wewenang yang dimiliki oleh HAN. 4). Mengetahui cara-cara pendekatan Ilmu Hukum Administrasi Negara dalam pelaksanaannya dilapangan.

  5. PROSES PEMBELAJARAN Dilaksanakan di kelas dengan menggunakan ceramah, diskusi, seminar dan penugasan

  6. EVALUASI NILAI UTS 30% UAS 30% Penugasan 30% Kuis 10% Persentase: 1) UTS 30%, 2) UAS 30%, 3) Penugasan 30%, 4) kuis 10%

  7. BukuUtama 1. Ridwan HR.2006. Hukum Administrasi Negar. Jakarta.PT. Rajagrafindo Persada 2. Sadjiono, 2008. MemahamiBeberapaBabPokokHukumAdministrasi. Yogyakarta Laks Bang. 3. M.Hardjon, Philipus. 2005. PengantarHukumAdministrasiIndonesia.Yogyakarta.GajahMada University. BukuAnjuran, 1. Hanif Nurcholis.2005. TeoridanPraktikPemerintahandanOtonomiDaerah,Jakarta.Grasindo,gramediawidiasarana Indonesia. 2. Manan, Bagir, 2005. MenyongsongFajarOtonomi Daerah. Yogyakarta. PusatStudiHukum. UII. 3.. Soejito, Irwan. 1990. Hubungan Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah.Jakarta.Rineka Cipta. BUKU SUMBER BacaanArtikel, Blog : http://blog.unila.ac.id/satriaprayoga Email : ala2yoga@yahoo.com

  8. KONSEP HUKUM ADMINISTRASI NEGARA HUKUM Hukum Administrasi Negara diartikan juga sebagai sekumpulan peraturan yang mengatur hubungan antara administrasi Negara dengan warga masyarakat, dimana administrasi Negara diberi wewenang untuk melakukan tindakan hukumnya sebagai implementasi dari policy suatu pemerintahan. HUKUM ADMINISTRASI NEGAR ADMINISTRASI NEGARA

  9. PERANGKAT/ ALAT PERLENGKAPAN NEGARA DLM KAJIAN HAN • teori Trias Politica • John Locke dan Montesquieu • pemisahan kekuasaan • lapangan administrasi Negara, Yaitu • eksekutif sebagai pelaksanakan undang-undang. Kemudian negara mengalami perkembangan yang pesat. Dan hanya negara yg menganut sistem • Negara hukum modern yg memakainya (moderneechsstaat) EKSEKUTIF LAPANGAN KAJIAN HAN LEGISLATIF YUDIKATIF

  10. BATASAN KEKUASAAN DAN KEWENANGAN HAN HUKUM PUBLIK HUKUM PRIVAT HTN HAN Hk.Pidana -HAPTUN Hukum Perdata (Civil Law) -Hk.Adm.Pertanahan -Hk.Adm.Keuangan Negara (Hk.Pajak) -Hk.Adm.Daerah -Hk.Adm.Kepegawaian -Hk.Adm.Lingkungan -Hk.Adm.Tenaga Kerja -Hk.Adm.Perizinan

  11. PENDEKATAN ILMU HAN DI LAPANGAN Freies ermessen/ diskresi Menteri Koordinator Membawahi Departemen/Hal2 yg Khusus PemerintahPusat Pemerintah Provinsi Peraturan pengganti UU Pem Kabupaten/Kota

  12. MATERI BAHASAN ORGANISASI ADMINISTRASI NEGARA

  13. Pengertian Pemerintahan Istilah “Pemerintahan” yang digunakan HAN menunjukkan pada arti pemerintahan dalam arti sempit, yakni di luar kekuasaan pembentukan peraturan perundang-undangan dan kekuasaan peradilan Istilah “Pemerintah” menunjuk kepada subjek yang melaksanakan urusan pemerintahan dalam makna “jabatan”, seperti Presiden, Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Bupati/Walikota dan jabatan struktural lainnya.

  14. Istilah wewenang dan kewenangan Istilah wewenang seringkali dipertukarkan penggunaannya dengan istilah kewenangan yang disejajarkan dengan istilah “bevoegdheid” Menurut konsepsi hukum publik, istilah wewenang merupakan suatu konsepsi inti dalam hukum tata negara dan hukum administrasi

  15. Lanjutan…. Dalam Hukum Tata Negara, wewenang (bevoegdheid) dideskripsikan sebagai kekuasaan hukum (rechtsmacht). Dengan demikian wewenang dalam konteks hukum publik selalu berkaitan dengan Kekuasaan. Dalam hukum publik, sekurang-kurangnya ada tiga komponen yang terdapat dalam muatan wewenang : (1) pengaruh; (2) dasar hukum; (3) konformitas hukum.

  16. Lanjutan… Komponen pengaruh merupakan penggunaan wewenang dimaksudkan untuk mengendalikan perilaku subjek hukum Komponen dasar hukum merupakan keabsahan bertindak, yakni wewenang itu selalu harus dapat ditunjuk dasar hukumnya Komponen konformitas hukum, mengandung makna adanya standar umum wewenang untuk semua jenis wewenang dan standar khusus untuk jenis wewenang tertentu

  17. Sumber kewenangan • Atribusi • Delegasi Selain itu dua sumber kewenangan di atas, juga ada kewenangan “mandat”, namun bukan menyebabkan orang yang menerima mandat menjadi berwenang, melainkan hanya melaksanakan urusan dari pemberi mandat.

  18. Atribusi Cara normal untuk memperoleh wewenang Wewenang untuk membuat keputusan (besluit) yang langsung bersumber kepada UU dalam materiil Merupakan pembentukan wewenang tertentu dan pemberiannya kepada organ tertentu

  19. Delegasi Penyerahan wewenang untuk membuat keputusan (besluit) oleh Pejabat TUN kepada pihak lain dan wewenang tertentu Syarat delegasi : (1) definitif; (2) hrs didsarkan peraturan per-UU-an; (3) tidak diperkenankan kepada bawahan; (4) kewajiban memberikan penjelasan; (5) beleidsregels

  20. Mandat Tidak bermaksud memberi wewenang kepada bawahan Tidak terjadi peralihan wewenang Tanggung jawab ada pada pemberi mandat

  21. Organisasi Pemerintahan • Susunan pemerintahan dibedakan atas susunan vertikal dan susunan horizontal • Susunan pemerintahan secara vertikal, dapat berupa: • Presiden/Wakil Presiden • Menteri • Gubernur • Bupati/Walikota • Susunan pemerintahan secara horizontal dapat berupa : • Sesama menteri atau setingkatnya • Sesama Lembaga Pemerintah Non Departemen • Sesama Lembaga Perangkat Daerah yang se eselon

  22. Organisasi Pemerintah Pusat Presiden/Wakil Presiden Menteri : (1) Menteri Koordinator; (2) Menteri yang memimpin Departemen; (3) Menteri Negara (Non Departemen); (4) Jaksa Agung (setingkat Menteri) Lembaga Pemerintah Non Departemen Kantor Wilayah Departemen/ Lembaga Pemerintah Non Departemen

  23. Lembaga Pemerintah Non Departemen Badan Kepegawaian Negara (BKN) Badan Pertanahan Nasional (BPN) Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Badan Atom Nasional (BATAN) Biro Pusat Statistik (BPS); dll

  24. Organisasi Pemerintah Daerah • Kepala Daerah/Wakil KDH (Gubernur/Wagub, Bupati/Wabup, Walikota/Wawako) • Perangkat Daerah (Propinsi/Kabupaten/Kota) • Sekretariat Daerah, dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Propinsi Eselon Ib, Kabupaten Kota Eselon IIa) • Sekretariat DPRD • Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), Inspektorat, Dinas Daerah • Lembaga Teknis Daerah (Badan, Kantor, Rumah Sakit Umum Daerah • Camat • Sekretaris Kecamatan/Lurah/Wali Nagari • Sekretaris Lurah/ Sekretaris Nagari

  25. KonsekuensidariOrganisasiPemerintahanVertikal • Susunan pemerintahan yang bersifat vertikal, menimbulkan konsekuensi hubungan hukum adminisrasi berupa pengawasan • Bentuk-bentuk pengawasan, berupa: • Pengawasan represif • Pengawasan preventif • Pengawasan positif • Kewajiban memberitahu • Konsultasi • Hak Banding Administratif

  26. KonsekuensiOrganisasiPemerintahan Horizontal • Menimbulkan hubungan hukum administrasi, berupa koordinasi dan kerjasama • Bentuk-bentuk kerjasama dapat berupa: 1. Fungsi yang dipusatkan 2. Badan/lembaga untuk bersama 3. Badan hukum untuk bersama

More Related