1 / 26

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP KEBERHASILAN KKN

Filosofi Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (PPM) Oleh Dr. Ir. Wayan Sukarya D.,MS LPPM-UNDIP Disampaikan P ada Training of Trainer (TOT) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Diponegoro 13 Juni 201 1. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP KEBERHASILAN KKN.

kendis
Download Presentation

FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP KEBERHASILAN KKN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Filosofi Pengabdian dan Pemberdayaan kepada Masyarakat (PPM)OlehDr. Ir. Wayan Sukarya D.,MSLPPM-UNDIPDisampaikan Pada Training of Trainer (TOT) Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Universitas Diponegoro13 Juni 2011

  2. FAKTOR-FAKTOR YANG BERPERAN TERHADAP KEBERHASILAN KKN • FAKTOR MAHASISWA, KESIAPAN MAHASISWA BER-KKN (FISIK & MENTAL) • PENGELOLA KKN, MEMILIKI RENCANA DAN PERSONIL YG SIAP MELAKSANAKAN TUGAS KKN • LATIHAN PEMBEKALAN: KURIKULUM DAN MATERI PEMBEKALAN YG RELEVAN DGN TUGAS DI WILAYAH KERJA KKN

  3. DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN (DPL), REKRUTING DAN PENYIAPAN DOSEN PEMBIMBING LAPANGAN (DPL) • PENETAPAN LOKASI KKN: PENETAPAN LOKASI/WILAYAH KKN UNTUK JANGKA WAKTU TERTENTU • KERJASAMA DGN PEMDA DAN INSTANSI TERKAIT LAINNYA • KEBIJAKAN PIMPINAN PERGURUANTINGGI

  4. LANDASAN HUKUM • UU Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2003, pasal 20, ayat 2 dinyatakan Perguruan Tinggi berke wajiban menyelenggarakan Tri Dharma Perguruan Tinggi yaitu Pendidikan, Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat. • Dengan dilaksanakannya Tri Dharma Perguruan Tinggi, diharapkan ada keterkaitan ataupun kemang nunggalan antara Perguruan Tinggi dengan masyarakat. • Perguruan Tinggi dikenal oleh masyarakat, tidak hanya sebagai lembaga pendidikan tinggi semata, tetapi sebagai salah satu pusat atau sumber IPTEKS yang diperlukan untuk masyarakat.

  5. 4. Dilain pihak kita mengetahui bahwa IPTEKS hanya akan mempunyai makna bagi masyarakat luas, bila dapat digunakan secara praktis untk usaha memenuhi berbagai kebutuhan dan memecahkan berbagai masalah nyata yang dihadapi masyarakat. 5.Perguruan Tinggi merupakan investasi masyarakat yang diharapkan mempunyai nilai tambah dari hasil investasi tersebut untk pengembangan sumber daya manusia (SDM).

  6. Sejarah KKN Mahasiswa 19 Desember 1949 UGM berdiri sebagai  Univ. Perjuangan dg. Gd. Panca Darma 1951-1962 : UGM mengerahkan mahasiswa untuk mengisi kekurangan guru di Sekolah Lanjutan di luar pulau Jawa  Program PTM. 1971: Dir.Pend.Tinggi, Depdikbud (Prof. Koesnadi Hardjosoemantri-UGM) mengusulkan Program KKN mahasiswa sbg kegiatan intra-kurikuler bersifat pilihan  3 universitas yaitu: Un-And (wil. barat), UGM (wil. tengah) dan Un-Has (wil. timur). 1972: KKN diperluas di 13 Universitas: Un-Syah, USU, Un-And, Un-Sri, Un-Pad, UGM, Un-Dip, Un-Bra, Un-Ud, Un-Lam, Un-Has, Un-SamRat dan Un-Pattim. 1979: KKN di UGM bersifat wajib dengan paradigma “Development”. 1999: Lahir KKN Tematik sebagai respon thd dampak krisis ekonomi 2000 – 2004: KKN dianggap tidak bermanfaat bagi masyarakat yang ditempati dan ada anggapan KKN memperlama masa studi 2005: UGM sebagai perintis KKN memperbaiki citra dan mutu KKN 2006: Konsep KKN PPM dipresentasikan di forum UNESCO (University Leadership Forum) 2006: Lahir KKN PPM (Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat) UGM dengan paradigma “Empowerment” dan berbasis riset. 2007: KKN PPM dipresentasikan di depan Mendiknas dan dirjen dikti di Jakarta 2007 : UGM ditunjuk DP2M dikti untuk menjadi koordinator hibah KKN PPM di Perguruan Tinggi di Indonesia 2007: KKN PPM UGM dipresentasikan di Unesco International Conference mendapat pengakuan dari UN dan UNESCO sebagai salah satu RCE di dunia 6

  7. Tridharma Perguruan Tinggi • Pendidikan • Penelitian • Pengabdian kepada • Masyarakat • Dharma pendidikan masih • mendominasi dharma • penelitian dan pengabdian Tridharma dilaksanakan lebih seimbang untuk mendukung : Tekanan Globalisasi dan perubahan menjadi PT-BHMN • Peningkatan mutu Perguruan Tinggi • melalui peningkatan kinerja Riset • Penguatan Nation Competitiveness • melalui pengabdian berbasis Riset

  8. Program Pengembangan Pengabdian kepada Masyarakat • Peningkatan & Penjaminan Mutu program KKN • KKN-PPM Mencetak lulusan yang berjiwa pemimpin sejati dengan peningkatan empati dan peduli pada problematika di masyarakat • Pembakuan melalui prinsip: • Paradigma Development menjadi Empowerment • Prinsip: Win-win solution, co-creation, co-funding, sustainable, flexible, research-based • Networking, • promosi yang elegan, • riset yang aplikabel

  9. Tujuan Pokok KKN-PPM “Meningkatkan kepedulian mahasiswa kepada Masyarakat yang lemah secara multidisipliner  Membentuk Calon Pemimpin Sejati” PT-BHMN dan Universitas Riset REKONTEKSIALISASI • Personal Empowerment • Community empowerment • Institutional development • Personal development • Community development • Institutional development

  10. Perubahan paradigma KKN • Tekanan globalisasi  hidup makin kompleks • Perubahan PT menjadi PT-BHMN • Tekad PT menjadi Universitas Riset Kontektualisasi KKN menjadi KKN-PPM • Personality development • Community development • Institutional development • Personality empowerment • Community empowerment • Institutional development

  11. Tujuan KKN-PPM • Meningkatkan empati dan kepedulian masyarakat lemah • Melakukan terapan IPTEKS secara teamwork dan multi-/interdisipliner  Merupakan kegiatanberbasis Riset • Menanamkan nilai-nilai kepribadian: • Nasionalisme dan jiwa Pancasila • Keuletan, etos kerja, dan tanggungjawab • Kemandirian, kepemimpinan dan kewirausahaan • Meningkatkan daya saing nasional • Menanamkan jiwa peneliti: • Eksploratif dan analisis • Mendorong learning community dan learning society

  12. Prinsip Pelaksanaan KKN-PPM • Mampu mencapai beberapa tujuan KKN-PPM • Merupakan aktifitas yang bersifat win-win: • Mempunyai tema (core activity) yang jelas • Merupakan bentuk co-creation (dosen, mahasiswa, pemerintah, industri/pengusaha, stakeholders lain) • Merupakan kegiatan keberlanjutan (sustainable ) melalui skema co-financing. • Merupakan kegiatan yang terukur hasil dan dampaknya(outcome dan impact), termasuk berlangsungnya proses pembelajaran dan pemberdayaan • Memberikan fleksibilitas bagi mahasiswa (menentukan tema yang dipilih, penyesuaian waktu, melihat nilai dll.) Program KKN On Line

  13. Prinsip pelaksanaan KKN-PPM (Lanjutan) • Temaberbasis Riset • Bagi mahasiswa, merupakan kegiatan kombinasi antara Learning process dan Problem solving • Meskipun yang mendasari kegiatan adalah penyiapan the art of the use of knowledge, tetapi yang diutamakan adalah pada the strategic action for community services

  14. KKN-PPM bukanlah PKL • PKL merupakan kegiatan ‘monodisiplin’ untuk peningkatan relevansi mahasiswa memasuki pasar kerja  menyiapkan calon pekerja(Job Seeker) • KKN-PPM meningkatkan empati/kepedulian, nilai kepribadian, serta kontribusi dan daya saing daerah/nasional, bekerja secara multidisiplin, mendorong learning community/society. • KKN-PPM merupakan kegiatan berbasis riset • KKN-PPM dilaksanakan secara co-creation, co-financing, sustainable, dan flexible  menyiapkan calon pemimpinyg mampu Job creater

  15. FENOMENA PERGURUAN TINGGI SAAT INI • Perguruan Tinggi saat ini berlomba-lomba berusaha untuk mengejar ranking World Class University. • Perguruan Tinggi tidak Link and Macth dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) • Perguruan Tinggi kurang peka, tidak merespon terhadap kebutuhan masyarakat sebagai menara gading (Ivory Tower) • Perguruan Tinggi dianggap pencetak pengang guran daya serap kerja rendah. • Perguruan Tinggi dianggap terlalu komersial dan mahal.

  16. HAKEKAT PERGURUAN TINGGI • Adanya keberadaan Perguruan Tinggi adalah merupakan tuntutan masyarakat. • Perguruan Tinggi yg sdh maju atau tinggal landas, jangan sampai masyarakatnya ditinggal dilan dasan atau bahkan dijadikan landasan. • Setinggi-tinggi ilmu yang kita tuntut hendaknya kita abdikan kepada masyarakat.(Ilmu Amaliah dan Amal Ilmiah) • Perguruan Tinggi yg baik adalah Perguruan Tinggi yg mampu mengangkat kesejahteraan masyara katnya, baik masyarakat internal maupun masy. eksternal kampus.

  17. 5.Keberadaan Perguruan Tinggi dapat diterima dan dicintai oleh masyarakatnya apabila Perguruan Tinggi tersebut dapat mangayomi masyarakatnya. 6.Seberapa banyak Perguruan Tinggi sudah mengaplikasikan IPTEKS nya kepada masyarakat atau sebaliknya berapa banyak masyarakat yang sudah datang ke Perguruan Tinggi untuk berkonsultasi.

  18. Learning Outcome MAHASISWA 1. Memperdalam pengertian, penghayatan, dan pengalaman mahasiswa tentang: • a).Cara berfikir dan bekerja interdisipliner dan • lintas sektoral. • b).Kegunaan hasil pendidikan dan penelitian • bagi pembangunan pada umumnya dan • pembangunan daerah pedesaan pada • khususnya. • c).Kesulitan yang dihadapi masyarakat dalam • pembangunan serta keseluruhan konteks masalah • pembangunan pengembangan daerah.

  19. d).Mendewasakan alam pikiran mahasiswa dalam setiap penelaahan dan pemecahan masalah yang ada di masyarakat secara pragmatis ilmiah. • e).Membentuk sikap dan rasa cinta, kepedulian sosial, dan tanggung jawab mahasiswa terhadap kemajuan masyarakat.

  20. F).Memberikan ketrampilan kepada mahasiswa untuk melaksanakan program-program pengembangan dan pembangunan. • G).Membina mahasiswa agar menjadi seorang innovator, motivator, dan problem solver. • H).Memberikan pengalaman dan ketrampilan kepada mahasiswa sebagai kader pembangunan.

  21. MASYARAKAT (DAN PEMERINTAH) • 1.Memperoleh bantuan pikiran dan tenaga untuk merencanakan serta melaksanakan program pembangunan. • 2.Meningkatkan kemampuan berfikir, bersikap dan bertindak agar sesuai dengan program pembangunan. • 3.Memperoleh pembaharuan-pembaharuan yang diperlukan dalam pembangunan di daerah. • 4.Membentuk kader-kader pembangunan di masyarakat sehingga terjamin kesinambungan pembangunan.

  22. PERGURUAN TINGGI • 1.Perguruan tinggi lebih terarah dalam mengembangkan ilmu dan pengetahuan kepada mahasiswa, dengan adanya umpan balik sebagai hasil integrasi mahasiswa dengan masyarakat. Dengan demikian, kurikulum perguruan tinggi akan dapat disesuaikan dengan tuntutan pembangunan. 2.Link & mach Tenaga pengajar memperoleh berbagai kasus yang dapat digunakan sebagai contoh dalam proses pendidikan.

  23. 3.Perguruan tinggi dapat menjalin kerjasama dengan instansi pemerintah atau departemen lainnya dalam melaksanakan pembangunan dan pengembangan IPTEKS. • 4.Perguruan tinggi dapat mengembangkan IPTEKS yang lebih bermanfaat dalam pengelolaan dan penyelesaian berbagai masalah pembangunan.

  24. Thank you for your attention

  25. PERKEMBANGAN KEBIJAKAN PROGRAM KKN TAHUN 1971 -2007 25

  26. 26

More Related