1 / 24

TATA CARA KAJIAN DAMPAK SOSIAL

Program CSP Proyek Rekompak JRF DIY, Jateng dan Jabar. TATA CARA KAJIAN DAMPAK SOSIAL. Latar Belakang.

Download Presentation

TATA CARA KAJIAN DAMPAK SOSIAL

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Program CSP Proyek Rekompak JRF DIY, Jateng dan Jabar TATA CARA KAJIAN DAMPAK SOSIAL

  2. Latar Belakang • Kajian dampak sosial proyek adalah suatu kegiatan pengkajian mengenai dampak-dampak sosial negatif maupun positif yang diprediksikan akan terjadi di saat dan setelah proyek dilaksanakan. Kegiatan ini penting dilaksanakan sebagai bagian dari upaya social safeguard (pengamanan sosial).

  3. ISU STRATEGIS • Pembebasan Lahan/Tanah Dalam perencanaan pembangunan dimungkinkan terdapat sebagian atau seluruhnya lahan/tanah milik perorangan atau kelompok (pemerintah/swasta) yang akan digunakan sebagai tapak pembangunan infrastruktur sehingga dalam implementasinya akan dilaksanakan pembebasan terhadap lahan/tanah tersebut. Dalam proses pembebasan lahan/tanah tersebut dimunginkan akan menimbulkan dampak terjadinya perselisihan yang membutuhkan penanganan secara komprehensif dengan melibatkan pihak-pihak terkait dengan suatu pendekatan dan cara yang manusiawi dan berkeadilan.

  4. ISU STRATEGIS • KonflikSosial Kegiatanpengambilan keputusan dalam penetapan program pembangunan, pengelolaankeuangandankegiatanpengadaan material merupakankegiatan yang sangatpotensialmenimbulkankonfliksosialbaikvertikalmaupunhorisontal. Konflikvertikalterjadiakibatketidaksepahamanantaraapa yang menjaditujuandarimasyarakatdengankebijakanproyek yang telahditetapkan, termasuk di dalamnya kuatnya intervensi pemerintah dan aparat desa/kelurahan. Konflikhorisontalterjadikarenaterjadinyasikap pro dankontradimasyarakatterhadaprencanapembangunan, selainitukarenaterjadinyapenyimpangan-penyimpangan yang dilakukanolehoknumataupunkelompokkepentingandidalammasyarakatitusendiri.

  5. ISU STRATEGIS • Sikap/PersepsiNegatifMasyarakat Sosialisasi yang tidakberjalansebagaimanamestinya, aturan main yang sepenuhnyatidakditegakkan, proseskegiatanpendampingan yang tidak optimal, akanmenimbulkansikapdanpersepsinegatifdimasyarakat. Masyarakattelahkehilangankepercayaanterhadapsegalakegiatan yang dilaksanakan. Potensimunculnyapersepsinegatifmasyarakatterutamaapabilakegiatanproyek Re-Kompakmenimbulkandampaknegatifterhadapaspekekonomi, budaya, kesehatandanlingkungan.   Sikap/persepsinegatif yang berakumulasidalamjangkawaktu lama akanmenimbulkankeresahandimasyarakatdanberpotensimenimbulkankonflikbaikvertikalmaupun horizontal.

  6. ISU STRATEGIS • Marginalisasi KelompokPerempuan dan Kelompok Rentan Lainnya Masih terdapat faktor sosial dan budaya yang menghambat kaum perempuan dan kelompok rentan lainnya (lansia, janda, difabel, dan anak-anak) untuk berpartisipasi aktif dalam perencanaan, implementasi, dan pelaksanaan kegiatan-kegiatan rekonstruksi dan rehabilitasi. Sering kali, para perencana bekerja melalui para elite laki-laki, yang tidak akan mewakili komunitas keseluruhannya, khususnya kaum perempuan. Oleh karena itu diperlukan upaya-upaya khusus untuk memastikan keterlibatan mereka dalam kegiatan-kegiatan tersebut.

  7. ISU STRATEGIS • LapanganPekerjaan (Temporer) Tahapankegiatanproyek Re-Kompak yang berpotensimenimbulkandampakterhadapterbukanyakesempatankerjadanusahaproduktifbagimasyarakatadalahtahappembangunan. Padatahapiniterdapatkegiatanmobilisasitenagakerja yang membutuhkansejumlahtenagakerjabaiktenagakerja yang memilikiketrampilankhususmaupununskilled. Peluangkerjainidapatdiisiolehpenduduk yang tinggaldisekitarkegiatanpembangunan. Selainpeluangkerja, kegiatan-kegiatantersebutjugadapatmenumbuhkanaktifitasusahamasyarakatbaik formal maupun informal.

  8. ISU STRATEGIS • Perubahan Pola Pemikiran dan Peningkatan Kapasitas SDM Kegiatanproyek Re-Kompak yang berpotensimelahirkandampakperubahanpolapemikirandanpeningkatankapasitas SDM dimasyarakatadalahkegiatanpengorganisasianmasyarakatdanpenguatankapasitaskelompokbaikpadatahappersiapan, perencanaanmaupuntahappembangunan.

  9. ISU STRATEGIS • Penguatan Organisasi Masyarakat Kegiatan proyek Re-Kompak melalui pendekatan berbasis komunitas berpotensi melahirkan dampak terhadap menguatnya organisasi-organisasi social yang ada di masyarakat. Penguatan organisasi ini dapat dilihat melalui proses pengorganisasian BKM dan TIP serta munculnya kelompok-kelompok relawan atau kelompok peduli dalam masyarakat.

  10. ISU STRATEGIS • Kearifan Lokal Kegiatanproyek Re-Kompakmelaluipendekatanberbasiskomunitasberpotensimelahirkandampakterhadapmenguatnyakearifan-kearifan lokal (local wisdom). Penguatankearifan lokal inidapatdilihatmelaluiproseskegiatan yang secarakonsistendilakukanmelaluipertemuan-pertemuanataurembug-rembugwarga, halinidapatmendorongmenguatnyanilai-nilaikegotongroyongan, solidaritas sosial, kejujuran, keterbukaan, demokrasi dan penghormatan atas perbedaan pendapat dan pandangan, dllsebagaidasarbangunankearifan lokal

  11. ISU STRATEGIS • KeterbukaandanDemokrasi Kegiatanproyek Re-Kompakmelaluipendekatanberbasiskomunitasberpotensimelahirkandampakterhadapterselenggaranyaprosesdemokratisasidanketerbukaanmasyarakat. Demokratisasidanketerbukaaninidapatdilihatdariprosesdandinamikawargamasyarakatdalamsetiappengambilankeputusan, baikdariproses paling awalsepertisaatperencanaanhinggakeprosespelaksanaanpembangunan.

  12. ISU STRATEGIS • TransparansidanAkuntabilitas Kegiatanproyek Re-Kompakmelaluipendekatanberbasiskomunitasberpotensimelahirkandampakterhadapterselenggaranyatransparansidanakuntabilitas, halinidapatdilihatterutamadalamtahapanperencanaandanpelaksanaanpembangunan (khususnyadalamkontekspengelolaandanapembangunan).

  13. ISU STRATEGIS • PerubahanPolaHidup/Kebiasaan Kegiatanproyek Re-Kompakberpotensimenimbulkandampakterhadappolahidup/kebiasaanmasyarakatdisekitarwilayahkegiatandarisejaktahappersiapan, perencanaansampaitahappembangunan. Perubahanpolahidup/kebiasaantidakterlepasdarikeberadaanmanusiasebagaimakhluksosial yang selalumelakukaninteraksibaikterhadapsesamanyamaupunterhadaplingkungandisekitarnya. Kegiatanpengorganisasianmasyarakatdanpenguatankapasitaskelompokdiperkirakanmenimbulkandampakterhadappolakebiasaanmasyarakat yang berhubungandengankonstruksirelasi sosialdancara-caramasyarakatmengambilkeputusan.

  14. TujuanKegiatan kajian Dampak Sosial • Mengidentifikasi dampak penting dari rencana kegiatan pembangunan yang berpotensi menjadi sumber dampak terhadap lingkungan sosial masyarakat. Dampak penting yang timbul dapat berupa dampak positif maupun negatif  baik langsung maupun tidak langsung. • Mengidentifikasi rona lingkungan sosial  terutama yang akan terkena dampak pada saat pembangunan dilaksanakan. Komponen lingkungan sosial yang akan diidentifikasi mencakup demografi, sosial ekonomi, dan budaya masyarakat. • Mendeskripsikan dan mengukur dampak penting dari kegiatan yang berpotensi  terhadap lingkungan sosial ekonomi dan sosial budaya masyarakat, baik positif maupun negatif.

  15. TujuanKegiatan kajian Dampak Sosial • Menganalisis kemungkinan pencegahan dan atau pengendalian terhadap dampak yang tidak dikehendaki dan meningkatkan dampak yang dikehendaki agar masyarakat mendapatkan manfaat dari perubahan yang terjadi. • Memantau pelaksanaan pembangunan (untuk memantau dampak yang nyata dan terjadi) maupun strategi mitigasinya (untuk menentukan efektivitasnya).

  16. Kegunaan Kegiatan kajian Dampak Sosial • Membantupengambilankeputusandalampemilihanalternatif yang layakbagipelaksanaanpembangunandarisegilingkungansosialekonomidanbudaya. • Mengintegrasikanpertimbanganlingkungansosialdalamsetiaptahapanrencanakegiatanpembangunan. • Sebagai pedoman untuk kegiatan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sosial. • Memberikan informasi bagi masyarakat untuk dapat memanfaatkan dampak positif dan menghindari dampak negatif yang  mungkin timbul dari  kegiatan pembangunan perumahan dan lingkungan.

  17. Metodologi • Kajian Dokumen Dalam rangka melakukan kajian dampak sosial proyek, perlu dilakukan kajian dokumen yakni dengan cara mempelajari dokumen perencanaan pembangunan yang telah disusun sebelumnya. Studi ini perlu dilakukan terutama untuk melihat berbagai potensi isu-isu sosial yang dimungkinkan muncul pada saat implementasi pembangunan.

  18. Metodologi • Observasi lapangan Observasi lapangan dilakukan dengan cara melihat secara langsung obyek yang menjadi point permasalahan (isu sosial) berdasarkan hasil kajian dokumen. Cara ini dilakukan untuk memastikan secara visual sejauhmana dampak yang diperkirakan muncul dapat atau tidak dapat diatasi.

  19. Metodologi • Wawancara Mendalam Selain observasi, wawancara dengan sumber-sumber terkait yang dianggap memahami point permasalahan (isu sosial) yang dihasilkan berdasarkan kajian dokumen yang telah dilakukan sebelumnya. Cara ini dilakukan untuk menggali pendapat dan pandangan warga terkait dengan dampak sosial yang diperkirakan muncul saat implementasi pembangunan.

  20. Metodologi • Focus Group Discussion (FGD) Untuk mendapatkan input secara lebih mendalam guna merumuskan kajian dampak sosial terhadap perencanaan pembangunan dapat dilakukan suatu diskusi kelompok terarah atau disebut FGD dengan melibatkan tokoh-tokoh lokal dan aparat setempat serta pihak-pihak lain yang dianggap berkompeten. FGD juga juga berguna untuk menjadi wadah pemecahan masalah jika dalam kajian dokumen, observasi dan wawancara ditemukan hal-hal yang penting untuk dirumuskan solusinya.

  21. Instrumen Yang Diperlukan • Kegiatan pemetaan sosial memerlukan beberapa instrumen sebagai berikut : • Panduan Teknis tentang Metode Pengumpulan Data (Wawancara Terstruktur, Wawancara Mendalam, Observasi, dan FGD) • Format isian data sesuai kebutuhan dalam proses kajian dampak sosial sosial.

  22. FORMAT A : KAJIAN DAMPAK SOSIAL Bila jawabannya ”YA” maka harus diuraikan pada kolom keterangan apa dampaknya dan berapa besar akibatnya (magnitude) serta bagaimana penanggulangannya. Kemudian dibuat daftar dengan menggunakan contoh format B.

  23. FORMAT B : PENGELOLAAN DAMPAK SOSIAL PROYEK

  24. MATUR TENGKYU!

More Related