1 / 30

Kondisi masyarakat era kh dahlan

Pertemuan 2 Konsep-Konsep Kunci Pembaharuan : Ruju ’ Ila Qur’an dan Sunnah , Terbukanya Pintu Ijtihad dan Tajdid. Kondisi masyarakat era kh dahlan.

Download Presentation

Kondisi masyarakat era kh dahlan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Pertemuan 2Konsep-KonsepKunciPembaharuan:Ruju’ Ila Qur’an danSunnah, TerbukanyaPintuIjtihaddanTajdid

  2. Kondisimasyarakat era khdahlan • kondisimasyarakatsaatitu yang mulaijauhdarinilai-nilai Islam. Cara ibadahmerekamulaibercampurdengankemusyrikan, takhayul, bid’ah, dan lain sebagainya. Kemudiandalamhalpemikiran, umat Islam saatitucenderungtelahmengalamistagnasipemikiran. Polapikir yang dikedepankancenderungtaklid (mengikutisaja) tanpamaumencaridasarnya. Bahkan, mulaimunculkekhawatirandimasyarakatkarenaadanya fatwa yang menyatakanbahwapintuijtihadtelahtertutup. BagitokohpembarusepertiAbduh, Al-Afghani, danIbnuTaimiyah, halinidapatmenyebabkantaklidbutadanpemikiranumat Islam pun menjadijumud (stagnan).

  3. LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN • Pertama, Muhammadiyahsebagaigerakantajdidterusmendorongtumbuhnyagerakanpemurnianajaran Islam dalammasalah yang baku (al-tsawabit) danpengembanganpemikirandalammasalah-masalahijtihadiyah yang menitikberatkanaktivitasnyapadadakwahamarmakrufnahimunkar. Muhammadiyahbertanggungjawabatasberkembangnyasyiar Islam di Indonesia, dalambentuk: 1) makindipahamidandiamalkannyaajaran Islam dalamkehidupanbermasyarakat, berbangsa, danbernegara 2) kehidupanumat yang makinbermutu, yaituumat yang cerdas, berakhlakmulia, dansejahtera

  4. LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN • Kedua,Muhammadiyahsebagaigerakan Islam dengansemangattajdid yang dimilikinyaterusmendorongtumbuhnyapemikiran Islam secarasehatdalamberbagaibidangkehidupan. Pengembanganpemikiran Islam yang berwataktajdidtersebutsebagairealisasidariikhtiarmewujudkanrisalah Islam sebagairahmatanlil-alamin yang bergunadanfungsionalbagipemecahanpermasalahanumat, bangsa, negara, dankemanusiaandalamtataranperadaban global.

  5. LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN • Ketiga,sebagaisalahsatukomponenbangsa, Muhammadiyahbertanggungjawabatasberbagaiupayauntuktercapainyacita-citabangsadan Negara Indonesia, sebagaimanadituangkandalamPembukaanKonstitusi Negara. 

  6. LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN • Keempat,sebagaiwargaDunia Islam, Muhammadiyahbertanggungjawabatasterwujudnyakemajuanumat Islam disegalabidangkehidupan, bebasdariketertinggalan, keterasingan, danketeraniayaandalampercaturandanperadaban global.

  7. LATAR BELAKANG PEMBAHARUAN • Kelima, sebagaiwargadunia, Muhammadiyahsenantiasabertanggungjawabatasterciptanyatatanandunia yang adil, sejahtera, danberperadabantinggisesuaidenganmisimembawapesan Islam sebagairahmatanlil-alamin. Peran global tersebutmerupakankeniscayaankarenadisatupihakMuhammadiyahmerupakanbagiandaridunia global, dipihak lain perkembanganduniaditingkat global tersebutmasihditandaiolehberbagaipersoalandankrisis yang mengancamkelangsunganhidupumatmanusiadanperadabannyakarenakeserakahannegara-negaramaju yang melakukaneksploitasidibanyakaspekkehidupan.

  8. Ruju’ Ila Qur’an danSunnah, TerbukanyaPintuIjtihaddanTajdid • “Sesungguhnya Allah mengutusbagiumatinipadatiap-tiappenghujungabadseorang yang akanmemperbaruipemahaman agama bagiumattersebut”. Dari Hadisiniditarikkesimpulan, setiapabadakanmunculmujadid (reformer) Islam.

  9. Ijtihadadalahinstrumenutamadanpembimbinggerakantajdidsehinggatidakbisaterpisahdarinya.

  10. Pengertianijtihad • Secaraetimologi • Secaraterminologis

  11. Ijtihadsecaraetimologis • MenurutYusuf al-Qaradhawiakarkatanyasamadengnaakarkata jihad yaknija ha da.  • MenurutIbnuManzhur, kata yang berakardariketigahuruftadibisaberartikesulitan, kemampuan, kesanggupandantujuan. • Sedangkanjikatelahberubahwazanyadanmenjadilafalijtihadmakaartinyaadalahmengerahkankemampuan (Mandzur, 2003 : 239).  • Kataijithadhanyadigunakanuntukpekerjaan yang benar-benarsulit, sehinggakatainidigunakanuntukmenggambarkanseorang yang mengangkatbatu  yang beratdengankalimatijtahadafihamli al-hajri, dantidakdigunakanuntukmenggambarkanpekerjaan yang tidakmembutuhkantenagabanyaksepertimengangkatbijisawi (al-Ghazali, 1992 : 4).

  12. IjtihadSecaraterminologis • Secaraterminologisijtihadmenurut al-Ghazaliadalah : Pencurahankemampuanseorangmujtahiddalamrangkamemperolehpengetahuan (al-ilm)tentanghukum-hukumsyar’i.  (al-Ghazali, 1992 : 4). Rumusan al-Ghazalimasihumumdantidakmenjelaskanlapanganijtihad, meskipundemikiandarikalimatbadzlu al-mujtahidiwus’ahudapatdifahamibahwalapanganijtihadadalahmasalah-masalah yang zhannisaja, sedangkanmasalah-masalah yang sudahqath’itidakperlulagidilakukanijtihad.  Di dalamkitabal-Ihkam al-Amidimenyebutkannyasecaraeksplisitbahwa yang menjadilapanganijtihadadalahpermasalahan yang zhannisaja (al-Amidi, 1984 : 169)

  13. Secaraterminologis Ijtihadmenurut al-Ghazaliadalah : Pencurahankemampuanseorangmujtahiddalamrangkamemperolehpengetahuan (al-ilm)tentanghukum-hukumsyar’i.  (al-Ghazali, 1992 : 4). lapanganijtihadadalahmasalah-masalah yang zhannisaja, sedangkanmasalah-masalah yang sudahqath’itidakperlulagidilakukanijtihad. 

  14. Di dalamManhajTarjih yang merupakanhasilMunasTarjihke 25 disebutkanduapengertianijithad • Pengertianpertamaadalahijtihadsecaraumum, dimanadikatakanbahwaijtihadadalahmencurahkansegenapkemampuanberfikirdalammenggalidanmerumuskanajaran Islam baikbidanghukum, aqidah, filsafat, tasawwuf, maupundisiplinilmulainnyaberdasarkanwahyudenganpendekatantertentu . Padarumusaninidiakuiadanyaijtihadpadaranahaqidah, filsafat, dantasawwufsehinggapendapatparamutakallimintertampungdidalamnya. • Pengertianijithad yang keduadikhususkanpadabidanghukum, dimanadikatakanbahwaijtihadhukumadalahmencurahkansegenapkemampuanberfikirdalammenggalidanmerumuskanhukumsyar‘i yang bersifatzhannidenganmenggunakanmetodetertentu yang dilakukanoleh yang berkompetenbaiksecarametodologismaupunpermasalahan.

  15. PengertianTajdid • Pertama, mengandungpengertianpurifikasidanreformasi. Yaitupembaruandalampemahamandanpengamalanajaran Islam kearahkeasliandankemurniannyasesuaidenganAlqurandan As-Sunnah Al-Maqbulah.Dalampengertianpertamainiditerapkanpadabidangakidahdanibadahmahdhah.

  16. PengertianTajdid • Kedua, mengandungpengertianmodernisasiataudinamisasi ( pengembangan ) dalampemahamandanpengamalanajaran Islam sejalandengankemajuanilmupengetahuandanteknologisertaperubahanmasyarakat. Pengertian yang keduaditerapkanpadamasalahmuamalahduniawi.

  17. Dalamarti “pemurnian” tajdiddimaksudkansebagaipemeliharaanmatanajaran Islam yang berdasarkandanbersumberkepada al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shohihah. Dalamarti “peningkatan, pengembangan, modernisasidan yang semaknadengannya”, tajdiddimaksudkansebagaipenafsiran, pengamalan, danperwujudanajaran Islam dengantetapberpegangteguhkepada al-Qur’an dan As-Sunnah Ash-Shahihah.

  18. Tajdidsangatdiperlukan, terutamasetelahmemasuki era globalisasi, karenapada era inibangsa-bangsadiduniarnengalamiinteraksiantarbudaya yang sangatkompleks.

  19. Untukmelaksanakantajdiddalamkeduapengertianistilahtersebut, diperlukanaktualisasiakalpikiran yang cerdasdanfitri, sertaakalbudi yang bersih, yang dijiwaiolehajaran Islam. MenurutPersyarikatanMuhammadiyah, tajdidmerupakansalahsatuwatakdariajaran Islam.

  20. Rumusantajdîddiatasmengisyaratkan, bahwadalamMuhammadiyahijtihaddapatdilakukanterhadapperistiwaataukasus yang tidakterdapatsecaraeksplisitdalamsumberutamaajaran Islam, al-Qur’an danHadits, danterhadapkasus yang terdapatdalamkeduasumberitu. Ijtihaddalambentuknya yang keduadilakukandengancaramenafsirkankembali al-Qur’an danHaditssesuaidengankondisimasyarakatsekarangini.

  21. Syaratdanketentuantajdid • SeorangmujaddidharusdariAhlusSunnahwalJamaah yang bebasdarikebid’ahandanberjalandiatasmanhajRasulullahshallallahu ‘alaihiwasallamdanparasahabatnyadalamseluruhurusannya. Olehkarenaitu, tidakbolehmenetapkanahlubid’ahdantokohsektesesatsebagaimujaddid, walaupuntelahmencapaiketinggianderajatdalamilmu.

  22. Syaratdanketentuantajdid • Memilikisumberpengambilanilmudanmanhajistidlal(metodologipengambilandalil) yang benar. Hal inidilihatkepadametodologidalambelajardanpengambilandalil yang dibangundiatas al-Qur`an, sunnahRasulullahshallallahu ‘alaihiwasallam, ijma’, qiyas yang shahih (benar) dantinjauanmaslahat yang tidakbertentangandengannashsyariat.

  23. Syaratdanketentuantajdid • Memilikiilmusyar’iyang benar, halinikarenadiantaraaktivitastajdidadalahmengajarkan agama, menebarkanilmusyar’idanmembelasunnahdanahlinya, sertamenghancurkankebid’ahan. • Mampumenempatkandengan pas dantepatnash-nashsyariatpadarealitadanperistiwa yang terjadi. • Memilikimanhaj (metodologi) dankaidahnya yang jelas. Seorangmujaddidharusmenyertaidalamaktivitastajdid-nyadenganmanhajdankaidah yang jelasdalamsegalakeadaannya

  24. Ilmu, Amal, danAkhlak • Revitalisasitajdidsangatdiperlukan, dalamartikegiatanditingkatkan, pengengertiannyadikembangkan, danwilayahkajiandiperluas. Selamainikajianmasihberkutatpadabidangibadah. Makaperludiperluasuntukmembahasmasalahaktual yang dihadapiolehbangsa Indonesia danumatmanusiasecara global, meliputiteologi, ekonomi, politik, sosial, budaya, danisme-isme yang sedangngetren ( sekularisme, pluralisme, fundamentalisme, liberalisme) kaitannyadenganbidang agama

  25. Ilmu, Amal, danAkhlak Semboyaninimenjiwaietoskerjawarga, sehinggaMuhammadiyahseringdiidentikkansebagaiorganisasiamal. Takadaharitanpaberamal. Kenyataannyamemangdemikian, betapabanyaknyaamalusahaMuhammadiyahdalambidangpendidikan, kesehatan, pelayanansosial, danekonomi yang tersebardiseluruhwilayah Indonesia. Keikhlasandalammengabdidiorganisasisangatdiutamakan, sehinggamunculsemboyan “Hidup-hidupilahMuhammadiyah, danjanganmencarihidupdiMuhammadiyah”.

  26. Ilmu, Amal, danAkhlak • “Barangsiapa yang mengerjakanibadah yang tidakadaperintahnyadariaku, makatertolaklahibadahnya”. SesuaidenganisiHadistersebut, makaMuhammadiyahmenyerukankepadaumat Islam agar menjauhi TBC, singkatandaritakhayul, bid’ah, danchurafat. Dalamchurafatituterdapatunsursyirik, sehinggalebihlengkapnyaialah agar umat Islam menjauhitakhayul, bid’ah, churafat, dansyirik. Inilahbentukawaldaritajdidyang diserukanoleh KH Dahlan. KemudianolehparapemimpinMuhammadiyahperiodeberikutnya, pengertianitudikembangkan.

  27. Ranahtajdidzamankh.dahlan • bidangpendidikan • kesehatan • kesejahteraansosial

  28. bidangpendidikan • Pola yang dikembangkanMuhammadiyahberusahauntukmengadopsipendidikan Barat yang berbedadenganpahammasyarakat Indonesia saatitu.

  29. kesehatan • Berusahamendorongdidirikannyabalaipengobatanuntukrakyatmiskin. Sebab, waktuitubanyakmasyarakat Indonesia dengankondisiekonomi yang sangattertinggal, sangatkesulitanmendapatkanlayanankesehatan, kecualimereka yang berasaldarikalanganbangsawan.

  30. kesejahteraansosial • Dalambidangkesejahteraansosial, beliaumembentuklembagaamilzakat, lembagapeduliumat, dan lain sebagainya. Tujuannyaadalahuntukmembebaskanmasyarakatdarikemiskinan, kebodohan, ketertinggalan, dan lain sebagainya.

More Related