slide1 n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat PowerPoint Presentation
Download Presentation
Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 45

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat - PowerPoint PPT Presentation


  • 321 Views
  • Uploaded on

KEBIJAKAN P ERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BIDANG KESEHATAN TA 2013 UNTUK MENCAPAI TARGET RPJMN 2009 - 2014. Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat. Disampaikan d a l a m Rapat Koordinasi Teknis Tahun Anggaran 2012 Ditjen Bina Gizi dan KIA Surabaya, 15-18 Juli 2012. Outline. I. Pendahuluan.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about 'Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat' - keelia


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
slide1

KEBIJAKAN PERENCANAAN DAN PENGANGGARAN BIDANG KESEHATAN TA 2013 UNTUK MENCAPAI TARGET RPJMN 2009 - 2014

Direktur Kesehatan dan Gizi Masyarakat

Disampaikandalam RapatKoordinasiTeknis Tahun Anggaran 2012 Ditjen Bina Gizi dan KIA

Surabaya, 15-18 Juli 2012

outline
Outline

I. Pendahuluan

II. Hasil Evaluasi RPJMN

III. RKP 2013

IV. Program Strategis

V. Penganggaran 2013

prioritas nasional
PRIORITAS NASIONAL

1

8

Unsur – unsur pokoktemainiadalah:

  • Daya Saing
  • Daya Tahan Ekonomi (resilience)
  • Peningkatan dan PerluasanKesejahteraan Rakyat
  • Stabilitas Sosial dan Politik

2

9

3

10

RPJMN 2010-2014

4

11

5

12

6

13

7

14

TEMA PEMBANGUNAN NASIONAL 2013

MEMPERKUAT PEREKONOMIAN DOMESTIK BAGI PENINGKATAN DAN PERLUASAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

isu strategis nasional

Peningkatan iklim investasi dan usaha (Ease of Doing Bussiness)

  • Percepatan pembangunan infrastruktur : Domestic Connectivity
  • Meningkatnya pembangunan industri di berbagai Koridor Ekonomi
  • Penciptaankesempatankerjakhususnyatenagakerjamuda
  • Ketahanan pangan : menuju pencapaian surplus beras 10 juta ton
  • Peningkatanrasioelektrifikasidankonversi energi
  • Peningkatan pembangunansumberdayamanusia
  • Percepatan pengurangan kemiskinan : sinergi klaster 1-4
ISU STRATEGIS NASIONAL

PENINGKATAN DAYA SAING

PENINGKATAN DAYA TAHAN EKONOMI

PENINGKATAN DAN PERLUASAN KESRA

  • Persiapan pemilu 2014
  • Membaiknya kinerja birokrasi dan pemberantasan korupsi
  • Percepatan pembangunan Minimum Essential Force

PEMANTAPAN STABILITAS SOSPOL

“PelaksanaanisustrategisbukanhanyapadaKementerian/LembaganamunharusterpadudenganPemerintah Daerah”

prioritas nasional dalam kerangka pembangunan nasional
PRIORITAS NASIONAL DALAM KERANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL

MEKANISME EKONOMI (PRO-GROWTH DAN PRO-JOB)

  • MEKANISME EKONOMI (PRO GROWTH DAN PRO JOB)
  • Stabilitas makro ekonomi
  • Prioritas 5: Ketahanan Pangan
  • Prioritas 6: Infrastruktur
  • Prioritas 7: Iklim Investasi dan Usaha
  • Prioritas 8: Energi
  • Prioritas 11: Kebudayaan, Kreativitas, danInovasiTeknologi
  • Prioritas lainnya:
  • Bidang Perekonomian

KERANGKA PEMBANGUNAN NASIONAL

  • PELAYANAN PUBLIK DAN TATA KELOLA
  • Prioritas 1: ReformasiBirokrasidanTataKelola;
  • Prioritas 2: Pendidikan;
  • Prioritas 3: Kesehatan;
  • Prioritas lainnya:
  • BidangPolhukam
  • PRO ENVIRONMENT
  • Prioritas 9: Lingkungan hidup dan bencana

PRO RAKYAT (PRO-POOR DAN PRO-JOB)

  • PRO POOR DAN PRO JOB
  • Prioritas 4: Penanggulangan Kemiskinan
  • Prioritas 10: Daerah Tertinggal, Terdepan, Terluar, danPascakonflik;
  • Percepatan:
  • Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan Papua Barat
  • Percepatan Pembangunan NTT
  • Prioritas Lainnya:
  • Bidang Kesejahteraan Rakyat
pembangunan kesehatan
Pembangunan Kesehatan

Kebijakan pembangunan kesehatandiarahkanpadapeningkatan akses dan kualitas pelayanan kesehatan dalamrangka percepatan pencapaian target MDGs.

Fokuskebijakanpembangunankesehatanterutama pada

penanggulangan masalah gizi,

penurunan angka kematian ibu, bayi dan anak,

pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan,

pengembangan sumber daya manusia kesehatan,

peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, mutu dan penggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan,

pengembangan sistem pembiayaan jaminan kesehatan, dan

peningkatan upaya kesehatan yang menjamin terintegrasinya pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.

slide7

DIDUKUNG OLEH:

PEMBANGUNAN EKONOMI

PEMBANGUNAN HUKUMDAN HAM

PEMBANGUNAN SDA - LH

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR

PENGEMBANGAN

IPTEK

DLL

KerangkaPikir

Prioritas Pembangunan KesehatandalamPerencanaan Pembangunan

FOKUS PRIORITAS

Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita yang menjamin continuum of care

Perbaikan status gizi masyarakat

Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular,diikutipenyehatanlingkungan

Pengembangan sumber daya manusia kesehatan

Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu danpenggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan

Pengembangan sistem jaminan pembiayaan kesehatan

Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan

Peningkatan upaya kesehatan yang menjamin terintegrasinya pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier

PRIORITAS BIDANG

SASARAN

DAMPAK

Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatan

Peningkatan Kualitas SDM

(HDI, GDI, NRR) serta Jati Diri dan Karakter Bangsa

Peningkatan Umur Harapan Hidup

7

kerangka pikir kebijakan pembangunan kesehatan
KERANGKA PIKIR KEBIJAKAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

MeningkatkanAksesdanKualitasPelayananKesehatan

GOAL

SASARAN

Angka

Kesakitan

Angka

Kematian

Indikator

OUTCOME

UHH

AKI

AKB

GIZI

Pengendalian

Penyakit &

Penyehatan

Lingkungan

Gizidan

KIA

FOKUSPRIORITAS

Pember-

dayaanMasy.

Manajemen

Kesehatan

Pelayanan

Kesehatan

SDM

Kesehatan

Pembiayaan

Jaminan

Kesehatan

Ketersediaan

& MutuObat

Pemberdayaan

Masyarakat &

PromosiKes.

Pembinaan

Upaya

Kesehatan

Pelayanan

GizidanKesehatan

IbudanAnak

Pengendalian

Penyakit &

Penyehatan

Lingkungan

UPAYA

Sediaan

farmasi

& Alkes

Litbang

Kesehatan

Biaya

SDM/

Tenakes

Sarana

Kesehatan

  • Hukum
  • Data & Sist.
  • Informasi

Manajemen

INPUT

status kesehatan rpjmn 2010 2014
Status Kesehatan (RPJMN 2010-2014)

Status kesehatan masyarakat terusmembaik.

Sumber data: Proyeksi BPS, 2010 dan Riskesdas, 2010

*) Data tahun 2007 (SDKI)

**) Stunting (anak balita yang pendek) diukur dengan perbandingan antara tinggi badan berdasarkan umur.

slide11

Status Capaian Pembangunan Kesehatan

  • Akses Pelayanan Kesehatan dan Gizi terus meningkat ditandai antara lain dengan:
  • Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi 82,2% (2010)
  • Cakupan kunjungan ibu hamil: K1: 95,26% dan K4: 85,56% (2010)
  • Cakupan imunisasi dasar lengkap: menjadi 53,8% (2010)
  • Pemberian Vit A dan Fe : 69,8% dan 92,2% (2010)

Persentase Pertolongan Persalinan oleh

Tenaga Kesehatan Terlatih (2005-2010)

Sumber : Susenas (2005-2009), *Riskesdas (2010)

Persentase Cakupan Imunisasi Dasar Lengkap pada Anak Usia 12-23 bulan tahun 2007 dan 2010

Input Utama Peningkatan Akses dan Kualitas PelayananKesehatan

Preventif & Promotif

  • Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk seluruh Puskesmas
  • Pemenuhan Tenaga Kesehatan Strategis (Dr, Drg, Perawat dan Bidan) terutama di Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) dan Daerah Bermasalah Kesehatan (DBK)
  • Perbaikan Akses dan Kualitas Pelayanan Imunisasi, termasuk penyediaan vaksin
  • Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat
  • Penguatan Kapasitas UKBM melalui Posyandu, Poskesdes
  • Penyediaan suplemen gizi

Kuratif dan Rehabilitatif

  • Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas)
  • Jaminan Pertolongan Persalinan (Jampersal)
  • Peningkatan Puskesmas mampu PONED dan Rumah Sakit mampu PONEK
  • Penyediaan Obatdan Alat Kesehatan

Sumber : Riskesdas 2007, Riskesdas 2010

UKBM: Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat; PONED: Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Dasar, PONEK: Pelayanan Obstetric Neonatal Emergensi Komprehensif

slide12

Lanjutan Capaian Pembangunan Kesehatan…

Persalinan oleh Tenaga Kesehatan

Persentase ibu bersalin yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih (cakupan PN)

Sumber: Riskesdas, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Status capaian : on track

Capaian tertinggi : DIY

Capaian terendah : Malut

  • Tantangan Utama :
  • Masih terjadi disparitas antarprovinsi
  • Perlu diperhatikan upaya mengurangi disparitas antarkab/kota

Sumber: Riskesdas, 2010

slide13

Lanjutan Capaian Pembangunan Kesehatan…

Cakupan pelayanan antenatal (kunjungan kehamilan ke empat (K4))

Cakupan Pelayanan Antenatal (K4)

Sumber: Riskesdas, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Status capaian : on track

Capaian tertinggi : Sulut

Capaian terendah : Papua

  • Tantangan Utama :
  • Masih terjadi disparitas antarprovinsi
  • Perlu diperhatikan upaya mengurangi disparitas antarkab/kota

Sumber: Profil Kesehatan, 2010

slide14

Lanjutan Capaian Pembangunan Kesehatan…

Imunisasi Dasar Lengkap

Persentase bayi usia 0-11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap

*)

Sumber: Riskesdas, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Ket: *) Data capaian untuk bayi usia 12-23 bulan

Status capaian : on track

(capaian 2011 melebihi target)

Capaian tertinggi : DIY

Capaian terendah : Papua

  • Tantangan Utama :
  • Masih terjadi disparitas antarprovinsi
  • Perlu diperhatikan upaya mengurangi disparitas antarkab/kota

Sumber: Riskesdas, 2010

slide15

Lanjutan Capaian Pembangunan Kesehatan…

Cakupan balita yang ditimbang berat badannya (D/S) di Posyandu

Cakupan balita ditimbang berat badannya (D/S) di Posyandu

Sumber: Profil Kesehatan, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Status capaian : on track

(capaian 2011 melebihi target)

Capaian tertinggi : DIY

Capaian terendah : Gorontalo

  • Tantangan Utama :
  • Masih terjadi disparitas antarprovinsi
  • Perlu diperhatikan upaya mengurangi disparitas antarkab/kota

Sumber: Riskesdas, 2010

slide16

Lanjutan Capaian Pembangunan Kesehatan…

Malaria (Annual Parasite Index/API)

Angka penemuan kasus Malaria per 1.000 penduduk (Annual Parasite Index/API)

Sumber: Riskesdas, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Status capaian : on track

Capaian tertinggi : Papua Barat

Capaian terendah : DKI Jakarta

  • Tantangan Utama :
  • Masih terjadi disparitas antarprovinsi
  • Perlu diperhatikan upaya mengurangi disparitas antarkab/kota

Sumber: Riskesdas, 2010

slide17

Lanjutan Capaian Pembangunan Kesehatan…

Akses Sanitasi Layak

Jumlah desa yang melaksanakan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM)

Sumber: Kemkes, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Status capaian :on track

(capaian 2011 melebihi target)

Capaian tertinggi : DKI Jakarta

Capaian terendah : Papua

  • Tantangan Utama :
  • Masih terjadi disparitas antarprovinsi
  • Perlu diperhatikan upaya mengurangi disparitas antarkab/kota

Sumber: Susenas, 2010

slide18

II.b. Status Ketersediaan Fasilitas Layanan Kesehatan

Rasio Tempat Tidur RS Per 100.000 Penduduk

Per Provinsi, 2010

Jumlah Rumah Sakit Per Provinsi, 2010

Rasio Nasional

68,8 : 100.000 orang

Standar Rasio : 1: 1.500 orang atau 67:100.000 orang

Indonesia : 1.632 RS

Sumber: Profil Kesehatan, 2010

Sumber: Profil Kesehatan, 2010

Status : Rasio TT RS per 100.000 Penduduk telah tercapai, namun masih banyak Provinsi yang berada di bawah rasio rata-rata nasional.18

slide19

Lanjutan Status KetersediaanFasilitasKesehatan…

Jumlah Puskesmas Per Provinsi, 2010

Peta Rasio Puskesmas per 100.000 penduduk

Indonesia : 9.005 Puskesmas

Sumber: Profil Kesehatan, 2010

slide20

Lanjutan Status KetersediaanFasilitasKesehatan…

Jumlah Puskesmas Mampu PONED

Per Provinsi, 2010

Persentase puskesmas rawat inap yang mampu Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar (PONED)

*)

Indonesia : 1.579 Puskesmas

Jumlah Puskesmas PONED masih dibawah kebutuhan ideal

Sumber: Kemkes, 2010 dan Laporan Kinerja Kemkes, 2011

Ket. *)Capaian s.d Triwulan III TA 2011

  • Standar : minimal terdapat 4 Puskesmas PONED
  • utkKab/Kota
  • Ideal : 500 kab/kota x 4 = 2.000 Puskesmas PONED

Sumber: Profil Kesehatan, 2010

peta ketersediaan sdm kesehatan di puskesmas

Status Ketersediaan Tenaga Kesehatan

Peta Ketersediaan SDM Kesehatan di Puskesmas

Perawat

Dokter Umum

Bidan

Sumber: Badan PPSDM Kemenkes, Data s.d Desember 2010

ketersediaan sdm kesehatan di dtpk
KETERSEDIAAN SDM KESEHATAN DI DTPK

Ketersediaan tenaga kesehatan terus ditingkatkan melalui penempatan tenaga kesehatan, program pegawai tidak tetap (PTT), dan penugasan khusus terutama di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK).

Ketersediaan Tenaga Kesehatan PTT dan Penugasan Khusus di DTPK, 2010

Sumber : Kemkes, 2010

tema pembangunan tahun 2013
TEMA PEMBANGUNAN TAHUN 2013

Unsur – unsur pokoktemainiadalah:

  • Daya Saing
  • Daya Tahan Ekonomi (resilience)
  • Peningkatan dan PerluasanKesejahteraan Rakyat
  • Stabilitas Sosial dan Politik

MEMPERKUAT PEREKONOMIAN DOMESTIK BAGI PENINGKATAN DAN PERLUASAN KESEJAHTERAAN RAKYAT

penguatan rkp 2013
Penguatan RKP 2013
  • Evaluasi Gap Pencapaian Sasaran/Target RPJMN 2010-2014, Prioritas Nasional, dan Arahan Presiden
  • Penetapan Isu Strategis, Input dan Keluaran yang terukur
  • Mengakomodasi Rencana Aksi Daerah (Contoh:RAD MDGs dan RAD PG)
  • Sinkronisasi kegiatan pusat dan daerah dalam Musrenbangnas
    • Mengakomodasi isu strategis daerah
    • Mengakomodasi hasil Raker K/L dengan Daerah
    • Identifikasi lokus untuk kegitan prioritas nasional
    • Penyiapan Profil Provinsi
    • Sinkronisasi Renja K/L dan UPPD
  • Penajaman Kualitas belanja K/L
    • Proporsi Belanja Modal, belanja Barang, Belanja Sosial, Belanja Pegawai
  • Pengalihan Dekon dan TP ke DAK sesuai kewenangan (PP 38/2007)
  • Penajaman Proses Trilateral Meeting
mekanisme koordinasi penyusunan rkp 2013
Mekanisme Koordinasi PenyusunanRKP 2013

MUSRENBANGNAS

  • INPUT
  • Kegiatan Promotif, kuratif
  • Sarana dan prasarana
  • Tenaga
  • Dana
  • Obat, vaksin
  • Pelatihan
  • Monev/Bimtek
  • Pedoman
  • Sosialisasi
  • Fasilitasi

PUSAT

DAERAH

ISU STRATEGIS

Akseskesehatandangizi

Pengendalianpenyakitdanpenyehatanlingkungan

Pendayagunaantenagakesehatan

Jaminanpembiayaankesehatan

Obat danmakanan

Pelayanan KB.

  • KELUARAN
  • Cakupan pelayanan kesehatan
  • Prevalensi penyakit
  • Persentase pelayanan kesehatan
  • Jumlah lulusan tenaga kesehatan
  • Angka kesakitan
  • Dekon
  • TP
  • Jamkesmas
  • Jampersal
  • BOK
  • APBD
  • DAK
  • DAU

SINKRONISASI

Renja-KL

UKPPD

Profil Provinsi

Profil Kesehatan

Riset Fasilitas Kesehatan

Profil Dekon-TP

Profil Anggaran Kesehatan

RAD MDGs

RAD PG

RPJMD dan RKPD

slide28

ISU STRATEGIS PEMBANGUNAN KESEHATAN (RKP 2013)

  • Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak,
  • Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penyehatan lingkungan,
  • Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata,
  • Peningkatan jaminan pembiayaan kesehatan,
  • Peningkatan ketersediaan , pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan, khasiat/manfaat dan mutu obat, alat kesehatan, dan makanan, serta daya saing produk dalam negeri, dan
  • Peningkatan Akses Pelayanan KB Berkualitas yang Merata.
slide29

masih rendahnya akses masyarakat terhadap fasilitas pelayanan kesehatan yang berkualitas (ditandai dengan masih rendahnya status kesehatan ibu dan anak dan status gizi masyarakat);

  • belum optimalnya upaya pengendalian penyakit (ditandai dengan tingginya angka kesakitan dan kematian akibat penyakit menular dan tidak menular; serta masih rendahnya kualitas kesehatan lingkungan);
  • masih rendahnya profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata terutama di daerah tertinggal, perbatasan, dan kepulauan dan daerah bermasalah kesehatan;

TANTANGAN PEMBANGUNAN KESEHATAN

lanjutan pendahuluan
LANJUTAN PENDAHULUAN...
  • masih terbatasnya pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan perlindungan kesehatan bagi seluruh masyarakat, terutama bagi penduduk miskin dan pekerja sektor informal;
  • masih rendahnya ketersediaan, pemerataan, keterjangkauan, jaminan keamanan, khasiat/manfaat, mutu obat dan makanan, alat kesehatan serta daya saing produk dalam negeri; dan
  • masih rendah dan tidak signifikannya kenaikan pemakaian kontrasepsi, terutama pemakaian kontrasepsi jangka panjang, dan masih tingginya disparitas pelayanan KB antar-wilayah dan sosial ekonomi.
fokus pembangunan prioritas 3
FOKUS PEMBANGUNAN PRIORITAS 3

Sasaran

  • Peningkatan akses pelayanan kesehatan dan gizi yang berkualitas bagi ibu dan anak:
    • Meningkatnya cakupan balita yang ditimbang beratbadannya (D/S) di posyandu menjadi 80%
    • Meningkatnya cakupan bayi usia 0 – 11 bulan yang mendapat imunisasi dasar lengkap menjadi 88%
    • Meningkatnya cakupan kunjungan ibu hamil ke empat (K-4) menjadi 93 %
    • Meningkatnya cakupan persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan terlatih menjadi 89%
    • Meningkatnya puskesmas yang mampu pelayanan obstetri neonatal emergency dasar (PONED) menjadi 90%
    • Meningkatnya rumah sakit yang mampu pelayanan obstetri neonatal emergency komprehensif (PONEK) menjadi 95%
    • Meningkatnya jumlah puskesmas yang mendapatkan bantuan operasional kesehatan (BOK) menjadi 9.323 puskesmas

32

fokus pembangunan prioritas 31
FOKUS PEMBANGUNAN PRIORITAS 3

Sasaran

  • Peningkatan pengendalian penyakit menular dan tidak menular serta penyehatan lingkungan;
    • Meningkatnya jumlah orang yang berumur 15 tahun atau lebih yang menerima konseling dan testing HIV menjadi 600 ribu orang
    • Meningkatnya persentase provinsi yang melakukan pembinaan, pencegahan dan penanggulangan penyakit tidak menular menjadi 90%
    • Meningkatnya jumlah desa yang melaksanakan sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) menjadi 16 ribu desa
  • Peningkatan profesionalisme dan pendayagunaan tenaga kesehatan yang merata
    • Meningkatnya jumlah tenaga kesehatan yang didayagunakan dan diberi insentif di daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan (DTPK) dan didaerah bermasalah kesehatan (DBK) menjadi 5.320 tenaga kesehatan
    • Meningkatnya jumlah tenaga kesehatan yang ditingkatkan kemampuannya melalui pendidikan berkelanjutan menjadi 9. 000 orang

33

fokus pembangunan prioritas 32
FOKUS PEMBANGUNAN PRIORITAS 3

Sasaran

  • Peningkatnya cakupan pembiayaan kesehatan, yang ditandai dengan:
    • Meningkatnyapersentase RS yang melayanipasienpendudukmiskinpeserta program Jamkesmasmenjadi 90 persen;
    • Meningkatnya jumlahtambahan TT Kelas III RS yang digunakanuntukpelayananJamkesmassebanyak10.544 unit TT;
    • Meningkatnyajumlahpuskesmas yang memberikanpelayanankesehatandasarbagipendudukmiskinmenjadi 9.323puskesmas;
    • Meningkatnyajumlahfasilitaspelayanankesehatan yang telahmelayani program jaminanpersalinan (jampersal) menjadi 2.663 fasilitaspelayanankesehatan
  • Peningkatan jaminan keamanan, khasiat/manfaat mutu obat dan makanan, alat kesehatan serta daya saing produk dalam negeri
    • Meningkatnya persentase produk alat kesehatan dan PKRT yang beredar memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan manfaat menjadi 90%
    • Meningkatnya persentase cakupan pengawasan sarana produksi obat dan makanan menjadi 37%
    • Meningkatnya persentase cakupan pengawasan sarana distribusi obat dan makanan menjadi 18%

34

fokus pembangunan prioritas 33
FOKUS PEMBANGUNAN PRIORITAS 3

Sasaran

Peningkatan akses pelayanan KB berkualitas yang merata.

Meningkatnya contraceptive prevalence rate (CPR) menjadi sebesar 63,8%: dan menurunnya unmeet need menjadi sebesar 5,6% dengan sasaran:

Terlayaninya peserta KB baru sebanyak 7,5 juta, peserta KB baru dengan metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP) sebesar 13,2% dan peserta KB baru pria sebesar 4,6%

Meningkatnya jumlah peserta KB aktif dari sasaran sebanyak 28,2 juta menjadi sebanyak 29 juta dan peserta KB aktif dengan MKJP dari sebesar 25,9% menjadi sebesar 26,7%

Tersedianya sarana dan prasarana pelayanan KB secara bertahap bagi 23.500 klinik KB pemerintah dan swasta untuk mendukung peningkatan akses dan kualitas pelayanan KB (4.700 klinik KB)

Meningkatnya pemahaman remaja dan pasangan usia subur serta keluarga tentang keluarga berencana dan kesehatan reproduksi dengan advokasi dan KIE melalui berbagai media

Menguatnya kapasitas tenaga lini lapangan KB, institusi masyarakat perdesaan/perkotaan (IMP) serta kelembagaan KB didaerah dalam rangka meningkatkan kesertaaan dan kemandirian ber-KB

35

program strategis dalam peningkatan kualitas kesehatan dan mendukung pencapaian mdgs
PROGRAM STRATEGIS DALAM PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN DAN MENDUKUNG PENCAPAIAN MDGs

JAMKESMAS

JAMPERSAL

BOK

PKH PRESTASI

PNPM GENERASI

PENINGKATAN KUALITAS KESEHATAN & MENDUKUNG PENCAPAIAN MDGs

program strategis bidang kesehatan
PROGRAM STRATEGIS BIDANG KESEHATAN
  • Jamkesmas:

meningkatkanaksesdanmutupelayanankesehatansehinggatercapaiderajatkesehatan yang optimal secaraefektifdanefisienbagiseluruhpesertaJamkesmas

  • Jampersal:

menjaminaksespelayananpersalinan yang dilakukanolehdokterataubidandalamrangkamenurunkan AKI dan AKB

  • BOK :

melaksanakan pelayanan kesehatan sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) Kesehatan menuju Millennium Development Goals (MDGs) dengan meningkatkan kinerja Puskesmas dan jaringannya serta PoskesdesdanPosyandudalam menyelenggarakan pelayanan kesehatan promotif dan preventif.

40

alokasi anggaran tahun 2013
Alokasi Anggaran Tahun 2013
  • Rencana alokasi anggaran tahun 2013 menggunakan baseline RPJMN/ KPJM RKP Tahun 2012
  • Perubahan melalui mekanisme inisiatif baru
  • Katagori inisiatif baru :
    • Program/outcome/kegiatan/output baru
    • Penambahan volume target
    • Percepatan pencapaian target
perkembangan dana alokasi khusus 2005 2012

PERKEMBANGAN DANA ALOKASI KHUSUS 2005-2012

PERKEMBANGAN DANA ALOKASI KHUSUS 2005-2012

PERKEMBANGAN DANA ALOKASI KHUSUS BID. KESEHATAN 2005-2012