pemikiran tasawuf dalam islam n.
Download
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PEMIKIRAN TASAWUF DALAM ISLAM PowerPoint Presentation
Download Presentation
PEMIKIRAN TASAWUF DALAM ISLAM

Loading in 2 Seconds...

play fullscreen
1 / 26

PEMIKIRAN TASAWUF DALAM ISLAM - PowerPoint PPT Presentation


  • 2593 Views
  • Uploaded on

PEMIKIRAN TASAWUF DALAM ISLAM. ASAL USUL KATA TASAWUF. Istilah tasawuf berasal dari beberapa kata dasar, yakni: 1. Kata shaff (baris, dalam shalat), karena dianggap kaum sufi berada dalam shaff pertama.

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PEMIKIRAN TASAWUF DALAM ISLAM


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
    Presentation Transcript
    1. PEMIKIRAN TASAWUF DALAM ISLAM

    2. ASAL USUL KATA TASAWUF Istilah tasawuf berasal dari beberapa kata dasar, yakni: 1. Kata shaff (baris, dalam shalat), karena dianggap kaum sufi berada dalam shaff pertama. 2. Kata Shuf, yakni bahan wol atau bulu domba kasar yang biasa mencirikan pakaian kaum sufi. 3. Kata Ahlu as-Shuffah, yakni para zahid (pezuhud), dan abid (ahli ibadah) yang tak punya rumah dan tinggal di serambi masjid Nabi, seperti Abu Hurairah. 4. Kata Sophon (Yunani), yang berarti hikmah 5. Kata Sufi (su dan fi), yang berarti orang suci

    3. HAKIKAT TASAWUF • hakikat tasawuf adalah upaya atau usaha atau perbuatan para ahlinya untuk mengembangkan riyadhah (latihan spiritual, psikologis, keilmuan, dan jasmaniah) yang diyakini mampu mendukung proses pensucian jiwa dan mendekatkan diri kepada Allah.

    4. KARAKTERISTIK • Mengandung nilai-nilai moral, • Mengutamakan sifat fana, • Mengandung dengan pengetahuan intuitif, • Adanya kebahagiaan rohani, • Banyak menggunakan kiasan-kiasan atau simbol-simbol

    5. MODEL EPISTEMOLOGI(MAQAMAT) TAHAP PERSIAPAN • Tobat • Zuhud • Sabar • Wara’ • Ikhlas

    6. TAHAP PELAKSANAAN • Fana • Baqa • Mahabbah • Ma’rifah: al-Kasyaf (al-Ghazali), al-Hulul (al-Hallaj), al-Ittihad (Abu Yazid), Wahdatul Wujud (Ibnu Arabi)

    7. TOKOH DAN SEJARAH PERKEMBANGANNYA • Sejarah perkembangan tasawuf dapat dibagi menjadi 5 periode, • masa pembentukan, • masa pengembangan, • masa konsolidasi, • masa falsafi dan • masa pemurnian.

    8. Lanjutan............... • Dalam setiap periode perkembangannya, diwakili oleh tokoh yang berbeda, yakni: • Hasan al-Bashri (masa pembentukan), • Abu Mansyur Al-Hallaj (masa pengembangan), • Imam Al-Ghazali (masa konsolidasi), • Ibn ‘Arabi (masa falsafi) dan • Ibn Taimiyah (masa pemurnian).

    9. HASAN AL-BASHRI • Hasan al-Bashri hidup pada masa klasik, saat terjadi kericuhan dalam sistem sosial politik dan krisis moral. • Para penguasa serta sebagian umat Islam hidup dalam kemewahan, dan bergelimang harta (sdekuler dan glamour). • Hal ini mendorong Hasan al-Bashri untuk melakukan protes tdk langsung, dengan gaya hidup murni etis, pendalaman kehidupan spiritual dengan motivasi etikal. • Setting politik dan kultural itulah yang melahirkan gagasan zuhud Hasan al-Bashri yang berusaha hawa nafsunya untuk tidak terpengaruh oleh gerlapnya kemewahan dunia. • Gerakan tasawuf pada saat itu dikarenakan adanya latar belakang sosio-politik, kultur dan ekonomi.

    10. POKOK PEMIKIRAN HASAN ZUHUD KHAUF RAJA’

    11. Zuhud: hidup dalam kesederhanaan, menolak segala kesenangan dan kenikmatan dunia, karena bisa membuat kita berpaling dari kebenaran dan membuat kita selalu memikirkannya. • Khauf : takut kepada siksa Allah karena berbuat dosa dan lalai dg perintah Allah. Rasa takut itu menjadi motivasi tersendiri bagi seseorang untuk mempertinggi kualitas dan kadar pengabdian kepada Allah. • Raja‘: mengharap akan ampunan Allah dan karunia-Nya. sikap ini merupakan bentuk kesiapan untuk melakukan muhasabah agar selalu mamikirkan kehidupan yang hakiki dan abadi.

    12. AL-HALLAJ • AlHallaj  dikenal  sebagai  seorang  sufi  penyair dg syairnya yang menggugah keimanan. Namun, ajaran tasawufnya dianggap menyimpang oleh Ulama, seperti Ibn Daud al-Asfahani mengeluarkan fatwa yang mengatakan bahwa ajaran Al-Hallaj adalah sesat. • Atas dasar itulah Al-Hallaj dipenjara, dan akhirnya divonis hukuman mati oleh pengadilan.

    13. Al-Hulul POKOK AJARAN AL-HALLAJ Haqiqat Muhammadiyah Wahdat al-Adyan

    14. Al-Hulul: faham yang mengatakan bahwa Tuhan memilih tubuh-tubuh manusia tertentu untuk mengambil tempat di dalamnya setelah sifat-sifat kemanusian dalam tubuh itu dilenyapkan dg jalan fana wal baqa. • Nur Muhammad: esensi Nabi yang diciptakan sebelum penciptaan alam, berupa cahaya azali yang telah ada sebelum adanya segala sesuatu, dan menjadi landasan ilmu serta ma’rifah. • Wahdat al-adyan: konsep kesatuan agama karena bersumber dari cahaya yang satu, perbedaannya hanya sekedar perbedaan dalam bentuk dan nama, hakikat dan tujuannya sama, yakni mengabdi kepada Tuhan yang sama pula. Jadi semua agama, apa pun namanya berasal dari tuhan yang sama dan bertujuan sama.

    15. AL-GHAZALI • Al-Ghazali hidup pada masa kemunduran yang komplek, dalam berbagai bidang kehidupan, seperti bidang intelektual, moral dan agama secara umum telah mengalami kemerosotan. • Selain itu, secara internal terjadi pula perebutan kekuasaan di antara keluarga raja yang sarat dengan konflik dan peperangan. • Dengan demikian tidak mengherankan apabila latar belakang kondisi sosial budaya tersebut mewarnai pemikiran dan perjuangan Al-Ghazali.

    16. POKOK AJARANNYA • Pokok pemikiran al-Ghazali ada 2: al-Kasyf dan al-Ma’rifah. • Kasyf: cahaya yang dihunjamkan ke dalam hati manusia oleh Allah sehingga hati dapat melihat dan merasakan sesuatu dengan ‘ain al-yaqin. • Ma’rifah: kondisi (hal) yang diperoleh setelah melakukan mujahadah dg cara menghapus sifat-sifat yang jelek, memperbanyak ibadah, dan menghadapkan jiwa sepenuhnya kepada Allah sehingga mengalami musyahadah.

    17. IBNU ‘ARABI • Ibn ’Arabi hidup di tempat pusat peradaban Islam Sevilla. Di sini dia bertemu dg Ibn Rusyd (seorang filosuf terkenal di Kordoba). • Setelah pertemuan itu dia mendapatkan pencerahan spiritual. Perjalanan hidupnya penuh dinamika, beliau pernah menjadi tentara kerajaan, dimana masa itu dia anggap sebagai masa jahiliyah dalam kehidupannya. • Setelah itu, dia fokus mengabdikan diri pada kehidupan dan penghambaan penuh kepada Allah. Ia memutuskan untuk mengambil jalan zuhud dengan meninggalkan seluruh kekayaan duniawinya, di mana ini menjadi titik perubahan penting dalam perjalanan hidup Ibn ‘Arabi. 

    18. POKOK AJARANNYA • Pokok pemikiran tasawuf Ibn ‘Arabi adalah wahdat al-wujud, yang artinya bahwa hakikat wujud hanya satu yaitu Tuhan, sedangkan wujud yang lain hanya bayangan (ilusi) dari wujud Tuhan. Segala sesuatu selain Tuhan tidak ada pada dirinya sendiri, ia hanya ada sejauh memanifestasikan wujud Tuhan. Alam adalah lokus penampakan dari Tuhan.

    19. IBNU TAIMIYAH • Ibnu Taimiyah hidup pada masa berkembangnya pengaruh filsafat dalam dunia ntasawuf, yang kemudian melahirkan aliran tasawuf Falsafi. • Pada masa ini, jg muncul lembaga2 tarekat sufi yang mengajarkan suluk kepada para pengikutnya. Kondisi sosial budaya tersebut menyebabkan umat Islam terkotak-kotak oleh paham akidah, politik, praktik-praktik keagamaan, dan lainnya. • Masing-masing kelompok saling mengklaim sebagai yang paling benar berdasarkan argumen masing-masing. • Kondisi inilah yang membentuk pemikiran Ibn Taimiyah, khususnya dalam bidang tasawuf, yang sangat ketat memegangi syariat Islam yang murni.

    20. POKOK AJARANNYA • Tasawwuf al-Masyru: memandang tasawuf sebagai bagian dari ajaran Islam, yang secara normatif harus bersumber dari Al-Qur’an dan sunnah, dan secara historis aplikatif harus merujuk pada keteladanan Salaf al-Salihin. • Dia mengkritik tasawuf yg secara sosiologis tidak sesuai dengan semangat keseimbangan (tawazun) dalam Islam, yakni keseimbangan lahir dan batin, ilmu dan amal serta keseimbangan antara hablun min Allah (hubungan vertikal) dan  hablun min an-nas (hubungan horizontal)

    21. Ibn Taimiyah menggeser paradigma tasawuf union mistisme yang tidak memberi garis pemisah secara tegas antara Tuhan dan manusia, sehingga manusia dapat manunggal dengan Tuhan ke arah paradigma tasawuf transendentalisme yang masih memberi garis pemisah secara tegas antar manusia dengan Tuhan. • Menurutnya nilai guna tasawuf dan tujuan finalnya bukan hanya untuk menghayati eksistensi Tuhan, tapi juga diarahkan untuk tujuan menghayati serta mengamalkan perintah-perintah Allah, karena itu lebih bersifat praktis, populis, sosiologis dan historis.

    22. ALIRAN TASAWUF • Secara umum terbagi 2: • Pertama, AliranTasawuf akhlaqi (sunni),yaitu bentuk Tasawuf yang memagari dirinya dengan Al-Quran dan al-hadis secara ketat, serta mengaitkan ahwal (keadaan) dan maqammat (tingkat kerohaniaan) mereka pada dua sumber tersebut. • Kedua, AliranTasawuffalsafi, yaitu Tasawuf yang bercampur dengan ajaran filsafat, dg pemakaian term-term filsafat yang maknanya disesuaikan dengan Tasawuf. Oleh karena itu, Tasawuf yang berbau filsafat ini tidak sepenuhnya dapat diterima oleh masyarakat.