Download
pengelolaan sampah n.
Skip this Video
Loading SlideShow in 5 Seconds..
PENGELOLAAN SAMPAH PowerPoint Presentation
Download Presentation
PENGELOLAAN SAMPAH

PENGELOLAAN SAMPAH

522 Views Download Presentation
Download Presentation

PENGELOLAAN SAMPAH

- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript

  1. PENGELOLAAN SAMPAH SANITARY LANDFILL ; LINDI , GAS METAN

  2. Pendahuluan Penyingkiranlimbahkedalamtanah (land disposal) merupakancara yang paling seringdijumpaidalam pengelolaanlimbah. Cara penyingkiranlimbahke dalamtanahdenganpenguruganataupenimbunan dikenalsebagailandfilling, yang diterapkanmula- mulapadasampahkota. Cara inidikenalsejakawaltahun 1900-an, dengan namayang dikenalsebagaisanitary landfill, karena aplikasinyamemperhatikanaspeksanitasi lingkungan.

  3. Definisi yang sederhanatentangsanitary landfill adalahMetodepengurugansampahkedalamtanah, denganmenyebarkansampahsecaralapisper-lapis padasebuah site (lahan) yang telahdisiapkan, kemudiandilakukanpemadatandenganalatberat, danpadaakhirharioperasi, urugansampahtersebutkemudianditutupdengantanahpenutup.

  4. Landfillingdibutuhkankarena: • Pengurangan limbah di sumber, daur-ulang, atau minimasi limbah, tidak dapat menyingkirkanlimbahsemuanya • Pengolahanlimbahbiasanyamenghasilkanresidu yang harusditanganilebihlanjut • Kadangkalasebuahlimbahsulituntukdiuraikansecarabiologis, atausulituntukdibakar,atausulituntukdiolahsecarakimia

  5. Metodelandfillingsaatinidigunakanbukanhanyauntukmenanganisampahkota. Beberpahal yang perludicatat: − Banyakdigunakanuntukmenyingkirkansampah, karenamurah, mudahdanluwes. − Digunakanuntukmenyingkirkanlimbahindustri, sepertisludge (lumpur) daripengolahanlimbah cair, termasuklimbahberbahaya. − Bukanpemecahanmasalahlimbah yang baik. Dapatmendatangkanpencemaranlingkungan, terutamadarilindi (leachate) yang mencemari air tanah. − Untukmengurangidampaknegatifdibutuhkanpemilihanlokasi yang tepat, penyiapanprasaranayang baikdenganmemanfaatkanteknologi yang sesuai, dandengan pengoperasianyang baik pula.

  6. PERKEMBANGAN LANDFILL Perkembanganlandfillingmulaidariawal Keberadaannyasebagaisaranapenanganan sampahkota: • Mengisilembah: Padaawalnyalandfillingsampahdilaksanakanpadalahan yang tidakproduktif, misalnyabekaspertambangan, mengisicekungan-cekungan

  7. Cara inidikenaldenganmetodepit atau canyon atau quarry. Dengandemikianterjadireklamasilahan, sehinggalahantersebut menjadibaikkembali. Gambar1 : Landfillingmengisilembah / cekungan

  8. Mengupas site: Denganterbatasnya site yang sesuai , makadilakukanpengupasan site sampaikedalaman tertentu. Dikenalsebagaimetodeslope (ramp). Perludiperhatikan: − tinggimuka air tanah − strukturbatuan / tanahkeras − peralatanpengupasan / penggalian yang dimiliki

  9. Dengandemikianakandiperolehtanahuntukbahanpenutup. Kadangkalapengupasan site tidakdilakukansekaligus, tetapidilakukansecarabertahap. Terbentukparit-parittempatpengurugan sampah. Cara inidikenalsebagaimetodeparit (trench)

  10. Gambar2: Landfillingdenganmengupas site Gambar3: Pengupasanbertahap

  11. Menimbunsampah: Untuk daerah yang datar, dengan muka air tanah tinggi, sulit untuk mengupas site. Maka cara yang dilakukanadalahmenimbunsampahdiatas area tersebut. Cara ini • dikenalsebagaimetode area. Gambar.4: Landfillingdenganmenimbunkeatas

  12. JENIS LANDFILL • Berdasarkanpenanganansampahnya: Dilihat dari bagaimana sampah ditangani sebelum diurug, maka dikenal beberapa jenis aplikasi ini, yaitu : a. Pemotongansampahterlebihdahulu: − Sampahdipotongdenganmesinpemotong 50-80 mm sehinggamenjadilebihhomogen, lebih padat (0,8 – 1,0 ton/m3), dapat ditimbun lebih tebal (> 1,5 M)

  13. − Dapatdigunakansebagaipengomposan (aerobik) in-situ denganketingiansel-sel50 cm, sehinggamemungkinkanprosesaerobik yang menghasilkanpanassehinggadapatmenghindarilalat − Binatangpengerat (tikusdsb) berkurangkarenaronggadalamtimbunanberkurang/dihilangkan, dantimbunanlebihpadat − Bilatidakadamasalahbau, makatidakperlutanahpenutup − Degradasi (pembusukan) lebihcepatsehinggastabilitaslebihcepat − Butuhalatpemotongsehinggabiayamenjadimahal

  14. b. Pemadatan sampah dengan baling : − Banyak digunakan di Amerika Serikat − Sampahdipadatkandenganmesinpemadatmenjadiukurantertentu (misalnyabervolume1 m3). Kepadatanmencapai 1,0 ton/m3 ataulebih − Transportasilebihmurahkarenasampahlebihpadat, danbenbentukpraktis − Pengurugan di lapangan lebih mudah (dengan fork-lift)

  15. − Pengaturansellebihmudahdansistematis − Butuhinvestasidanoperasialat/mesin. Biayamenjadisangatmahal − Dihasilkan lindi hasil pemadatan yang perlu mendapat perhatian Gambar5: Landfillingdengan baling

  16. c. Landfill tradisional: − Cara yang dikenaldi Indonesia sebagaisanitary landfill − Sampah diletakkan lapis perlapis (0,5-0,6m) sampai ketinggian 1,2 - 1,5 m − Urugansampahmembentuksel-seldanmembutuhkanketelitianoperasialatberat agar teratur − Kepadatansampahdicapaidenganalatberatbiasa (dozer atau loader) danmencapai 0,6 - 0,8 ton/m3

  17. − Membutuhkanpenutupanharian 10 - 30 cm, paling tidakdalam 48 jam − Kondisi di lapisan (lift) teratas bersifat aerob (ada oksigen), sedang bagian bawah anaerob(tidakadaoksigen) sehinggadihasilkan gas metan − Bagian-bagiansampah yang besardiletakkandibawah agar tidakterjadirongga

  18. Gambar6: Pembuatansel-selsampah

  19. d. Landfill dengankompaksi: − Banyakdigunakanuntuklahan-urug yang besardengan dozer khusus yang bisa memadatkansampahpadaketebalan 30 - 50 cm, dandicapaidensitastimbunan 0,8 -1,0 ton/m3 − Proses yang terjadimenjadianaerob − Karenadensitastinggi, seranggadantikussulitbersarang

  20. Keuntungandibandinglahana-urugtradisionaladalahtanahpenutupmenjadiberkurang, trukmudahberlalulalangdanmasalayanlebih lama − Biayaoperasimenjadimeningkat Gambar7: Dozer kaki-kambing

  21. Berdasarkan kondisi site : Dilihatdarikondisitopografi site, makaliteratur USA membagi landfill dalambeberapakelompok yaitu : a. Metodearea : − Dapat diterapkan pada site yang relatif datar, − Sampahmembentuksel-selsampah yang salingdibatasiolehtanahpenutup − Setelahpenguruganakanmembentuk slope − Penyebarandanpemadatansampahberlawanandengankemiringan

  22. b. Metodeslope/ramp : − Sebagiantanahdigali − Sampahkemudiandiurugpadatanah − Tanah penutup diambil dari tanah galian − Setelah lapisan pertama selesai, operasi berikutnya seperti metode area

  23. c. Metodeparit (trench) : − Site yang adadigali, sampahditebarkandalamgalian, dipadatkandanditutupharian − Digunakanbilaairtanahcukuprendahsehingga zone non-aerasidibawahlandfill cukuptinggi( ≥ 1,5 m) − Digunakanuntukdaerahdataratausedikitbergelombang − Operasiselanjutnyasepertimetode area

  24. d. Metodepit/canyon/quarry : − Memanfaatkancekungantanah yang ada (misalnyabekastambang) − Pengurugansampahdimulaidaridasar − Penyebarandanpemadatansampahsepertimetode area − Kenyataandilapangan, caratersebutdapatberkembanglebihjauhsesuaidengan kondisiyang ada.

  25. Berdasarkanketersediaanoksigendalamtimbunan: Sepertihalnyapengomposan, makapadadasarnyalandfillingadalahpengomposandalamreaktoryang luas. Olehkarenanyaterdapatkemungkinanpembusukansampahsecaraaerobikmaupunsecaraanaerobik.

  26. a. Landfill anaerobik: − Landfill yang banyakdikenalsaatini, khususnyadi Indonesia. Timbunansampahdilakukanlapis perlapistanpamemperhatikanketersediaanoksigendidalamtimbunan. − Kondisianaerobmenghasilkan gas metan (gas bakar). Dihasilkan pula uap-uapasamasamorganik, dan H2S yang menyebabkanjenislandfill iniberbaubilatidakditutuptanah. − Karenakondisinyaanaerob, stabilitassampahtidakcepattercapai, dandihasilkanlindi (leachate) dengankonsentrasitinggi

  27. b. Landfill semi-aerobik: − Dihindaritergenangnyaleachatedalamtimbunan, melaluidrainaseleachatedan ventilasigasbio yang baik − Tanah penutuptidakterlalukedap Gambar.8: Landfill semi-aerobik

  28. c. Landfill aerobik: − Mengupayakan agar timbunansampahtetapmendapatoksigen. Dengandemikian prosespembusukanlebihcepat, sepertihalnyapengomposanbiasa. − Leachate yang dihasilkanrelatiflebihbaikdibandinglandfill anaerob. Jugabauakan banyakberkurang. Disampingitu, tidakdibutuhkanpenutuptanahharian.

  29. − Pencapaian kondisi aerobik dapat dilakukan dengan pendekatan :  lapisansampahdibiarkanbeberapahariberkontakdenganoksigen, sebelum diatasnyadilapissampah lain. Bilaperludilakukanpembalikanpadalapisansampah tersebut. Dibutuhkan area yang luas.  cara lain adalah memasukkan udara ke dalam timbunan secara sistematis, sehingga prosespembusukanberjalan secara aerob .

  30. Berdasarkankarakterlahan (site): Di Perancismisalnya, hubungankarakterpermeabilitas site denganlimbahdijadikandasarpembagianlandfill, yaitu: − Site landfill kelas 1 :  site kedapdengannilaipermeabilitas (k) < 10 –7 cm/detik  migrasileachatedapatdiabaikan  untuklimbahindustri, termasuklimbah B3

  31. − Site landfill kelas 2 :  site semi-kedapdengannilaipermeabilitas (k) antara 10 –4 sampai 10 –7 cm/detik  migrasileachatelambat  untuklimbahsejenissampahkota − Site landfill kelas 3 :  site tidakkedapdengannilaipermeabilitas (k) > 10 –4 cm/detik  migrasileachatecepat  untuklimbahinert denganpencemarandiabaikan

  32. Berdasarkanjenislimbah yang akandiurug: Di beberapanegaramaju, pembagianlandfill saatinidilakukanberdasarkanjenislimbahyang akandiurug, seperti : − Landfill sampahkotadansejenisnya − Landfill limbahindustri − Landfill yang menerimakeduajenislimbahtersebut, dikenalsebagai co-disposal

  33. Di Jepang, landfill dibagimenjadi: − Landfill sampahdomestik (sampahkota) − Landfill industri, yang dibagimenjadi :  landfill untuklimbahindustri yang stabil : limbahsisabangunan, plastik, karet, logam dankeramik Gambar 9 : Landfill limbah stabil

  34.  landfill dengan shut-off : denganmengisolasikontak air dariluarseperti air hujandan air tanah. Gambar10 : Landfill dengan shut-off

  35.  landfill limbahterdegradasi : oli, kertas, kayu, residuhewan / tanaman; diperlukan adanyapengolahlindi Gambar11 : Landfill limbahterdegradasi

  36. Landfill limbah B3 di Indonesia: PeraturanBapedal – Indonesia tentanglandfill (untuklimbah B3) membagikatagori landfill limbahB3 menjadi 3 jenis, yaitu • Landfill katagori I : Landfill dengan liner gandadarigeomembran HDPE, digunakanuntuk limbahyang dinilaisangatberbahaya

  37. • Landfill katagori II : sepertikatagori I, namundengan liner geomembrantunggal. • Landfill katagori III : untuklimbah B3 yang dianggaptidakbegituberbahaya. Liner yang digunakanadalah clay dengannilaipermeabilitaslebihkecildari 10 –7 cm/detik. Landfill jenisiniidentikdenganlandfill sampahkota (sanitary landfill) yang baik.

  38. Berdasarkanaplikasitanahpenutupdanpenangananleachate: Di Jepang, landfill sampahkotadibagiberdarkanaplikasitanahpenutup, yang menjadikeharusandarisanitary landfill standar, sertapenanggulanganleachate. Pembagiantersebutadalahsebagaiberikut: a. Controlled tipping : − Peningkatan dari open dumping. Calon lahan telah dipilih dan disiapkan secara baik. − Aplikasitanahpenutuptidakdilakukansetiaphari − Konsepinibanyakdianjurkandi Indonesia, dikenalsebagaicontrolled landfill

  39. b. Sanitary landfill with a bund and dailiy cover soil : − Peningkatancontrolled tipping. − Lahanpenimbunandibagimenjadiberbagai area, yang dibatasiolehtanggulataupun parit. − Penutupantimbunansampahdilakukansetiaphari, sehinggamasalahbau, asapdan lalatdapatdikurangi.

  40. c. Sanitary landfill with leachate recirculation : − Masalahlindi (leachate) sudahdiperhatikan. − Terdapatsaranauntukmengalirkanlindidaridasarlandfill kepenampungan (kolam) − Lindikemudiandikembalikanketimbunansampahmelaluiventilasi biogas tegakatau langsungketimbunansampah.

  41. d. Sanitary landfill with leachate treatment : − Lindidikumpulkanmelaluisistempengumpul − Kemudiandiolahsecaralengkapsepertilayaknyalimbahcair − Pengolahan yang diterapkanbisasecarabiologimaupunsecarakimia.

  42. Sidik et al. (1985) mengatakan bahwa ada beberapajenispencemarandilahan penimbunansampah (TPA) yaitu : a. Air lindi, yang keluardaridalamtumpukansampahkarenamasuknyarembesanair hujankedalamtumpukansampahlalubersenyawadengankomponenkomponenhasilpenguraiansampah;

  43. b. Pembentukan gas. Penguraianbahanorganiksecaraaerobikakanmeghasilkan gas CO2, sedangkanpenguraianbahanorganikpadakondisianaerobikakanmenghasilkan gas CH4, H2S, dan NH3. Gas CH4 perlu ditangani karena merupakansalahsatu gas rumahkacasertasifatnyamudahterbakar. Sedangkan gas H2S, dan NH3 merupakansumberbau yang tidakenak.

  44. LINDI • Lindiadalahcairanatauzatcairhasilperkolasi air tehadapsampahberdegradasidanmengekskresikanzat-zatatau material terlarutdantersuspensi (Tchobanoglous, 1977). • Lindimerupakansumberpencemaran air (Remson, 1968). Corbitt (1990), Christensen (1992) danSoemirat (1994), Ichrar (1998) melaporkan, bahwapadalinditerkadungbahanberbahayadanberacunberupaCd, Pb, Hg, Cu, Mn, Zn, Ni, klorin, sianida, fluorida, sulfida, sulfat, fosfat, CO2, NH3, NO3, NO2, asamorganik, mikrobapatogen.

  45. Lindidapatmengancamkehidupanorganik, baikpadamanusiamaupunbagiikan yang dibudidayakan. Kematianikanakibatkonsentrasibahanberacunmelampauiambangbatas, berdampakpadamenurunnyaproduktivitasdantingkatperekonomianmasyarakat.

  46. MekanismePembentukanLindi Saatair hujankontakdenganlahansampah, sebagian air hilangmenjadilimpasandanmengalamievapotranspirasi. Sisadari air tersebutmasuk (infiltrasi) kedalamtimbunansampah. Lindiakantimbulketikakemampuanmaksimumsampahmenyerap air (field capacity)terlampaui

  47. Dari sanadapatdiramalkanbahwakuantitasdankualitaslindiakansangatbervariasidanberfluktuasi. Dapatdikatakanbahwakuantitaslindi yang dihasilkanakanbanyaktergantungpadamasuknya air dariluar, sebagianbesardariair hujan, disamping dipengaruhi oleh aspek operasional yang diterapkan seperti aplikasi tanah penutup, kemiringanpermukaan, kondisiiklim, dansebagainya.

  48. Gambar : Skema terjadinya lindi (Vesilind, 2002)

  49. KUALITAS LINDI Kualitaslindiakantergantungdaribeberapa hal, sepertivariasidanproporsikomponen Sampah yang ditimbun, curahhujandan musim, umurtimbunan, polaoperasional, waktudilakukannya sampling.

  50. Terlihatbahwalinditersebutmempunyaikarakter yang khas, yaitu: - lindidari landfill yang mudabersifatasam, berkandunganorganik yang tinggi, mempunyai ion-ion terlarut yang jugatinggisertarasio BOD/COD relatiftinggi - lindidari landfill yang sudahtuasudahmendekatinetral, mempunyaikandungankarbon organikdan mineral yang relatifmenurunsertarasio BOD/COD relatifmenurun Lindi landfill sampah kota yang berumur di atas 10 tahunpun ternyata mempunyai BOD dan COD yang tetaprelatiftinggi.