1 / 16

M0414 Analisa Sistem Informasi

M0414 Analisa Sistem Informasi. PERANCANGAN PROSEDUR DATA ENTRI. PERANCANGAN PROSEDUR DATA ENTRI. Tujuan : Memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam sistem adalah akurat Dicapai dengan Pengkodean yang efektif dan efisien Penangkapan dan pemasukan data yang efektif dan efisien

kalyca
Download Presentation

M0414 Analisa Sistem Informasi

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. M0414 Analisa Sistem Informasi PERANCANGAN PROSEDUR DATA ENTRI

  2. PERANCANGAN PROSEDUR DATA ENTRI • Tujuan : • Memastikan bahwa data yang dimasukkan ke dalam sistem adalah akurat • Dicapai dengan • Pengkodean yang efektif dan efisien • Penangkapan dan pemasukan data yang efektif dan efisien • Menjamin kualitas melalui validasi

  3. Pengkodean yang efektif Tujuan Pengkodean : • Memelihara suatu urutan • Simple Sequence Code • Alphabetic Derivation Code • Mengklasifikasi informasi • Classification Code • Block Sequence Code • Menyamarkan / menjadikan informasi • Cipher Code • Mengungkapkan informasi • Significant-Digit Subset Code • Mnemonic Code • Meminta aksi yang tepat • Function Code

  4. Pedoman Umum Pengkodean • Ringkas • Stabil • Unik • Dapat diurutkan (sortable) • Hindari kode yang membingungkan • Seragam • Dapat dimodifikasi • Mempunyai arti

  5. Simple Sequence Code • Pemberian nomor urut • Tidak ada hubungan antara nomor urut dengan data yang diberi nomor tsb • Lebih baik dari pengkodean acak • Eliminasi pemberiankode yang sama • Dapat memperkirakan item yang sudah diinput

  6. Alphabetic Derivation Code • Mengurangi kesalahan dibandingkan dengan simple sequence code • Menggunakan huruf atau dikombinasikan dengan angka • Biasanya digunakan sebagai nomor account • Contoh :

  7. Classification Code • Digunakan untuk membedakan kelompok data • Menggunakan karakter tunggal ( huruf atau angka ) • Sebagai cara singkat untuk mewakili suatu : orang, tempat, benda dll • Masalah timbul bila ada beberapa item memiliki code yang sama, diatasi dengan menggunakan lebih dari satu karakter • Contoh :

  8. Block Sequence Code • Pengembangan dari sequnce code • Data dikelompokkan berdasarkan karakteristik yang sama • Contoh :

  9. Cipher code • Mengganti huruf dengan huruf , atau angka dengan dengan angka, atau huruf dengan angka • Contoh : Code B L E A C H M I N D Arti 1 2 3 4 5 6 7 8 9 0 Code BIMC Arti $ 18.75

  10. Significant - Digit Subset Code • Maknanya tersembunyi bagi orang awam tapi dimengerti oleh orang internal • Berupa suatu bilangan dengan banyak angka • Contoh :

  11. Mnemonic Code • Digunakan untuk membantu pengingatan • Kombinasi huruf dan simbol • Contoh: Code Arti JKT Jakarta BKK Bangkok BSB Bandar seri Begawan DPS Denpasar

  12. Function Code • Misalnya digunakan untuk mengkode fungsi yang harus dilakukan komputer • Sebagai pengganti input yang terlalu panjang • Contoh : Digunakan untuk meng updating inventory Code Function 1 Delivered 2 Sold 3 Spoiled 4 Lost or Stolen 5 Returned 6 Transferred Out 7 Transferred In 8 Journal Entry (add) 9 Journal Entry (subtract)

  13. Penangkapan Data yang Efektif dan Efisien • Menjamin kualitas pemasukan data ke dalam sistem, • Memutuskan apa yang ditangkap • Menghemat pemasukan data jika komputer dapat mengerjakannya • Menghindari langkah ekstra • Menilai dengan sebuah form yang baik • Memilih metode pemasukan data • Key to storage • + key to tape • + key to disk • Optical character recognition (OCR) • Magnetic Ink Caracter Recognition (MICR) • Mark-sense form (seperti pada pengisian KRS) • Punch-out form • Bar code (seperti pada kartu mahasiswa)

  14. Menjamin kualitas data dengan Validasi • Validasi Transaksi Masukan • Disertakan pada program aplikasi • Analis sistem harus mengetahui apa yang bisa menyebabkan transaksi tidak valid • Data yang dimasukkan salah • Data yang dimasukkan oleh orang yang tidak absah (unauthorized) • Meminta sistem melakukan fungsi yang tidak bisa dilaksanakan • Validasi Data Masukan • Disertakan pada program aplikasi • Mengetes data yang kurang (tidak di key in) • Mengetes panjang isian (mis. Kode Pos harus 5 karakter ) • Mengetes susunan data (Class,Composition) • Mengetes batas nilai masukan (range) • Mengetes data invalid • Mengetes kesesuaian data masukan dengan data pada file (NIM yang di key in harus ada pada File Mahasiswa)

  15. Self Validation dengan Check Digits • Menambahkan satu angka pada akhir kode asli • Cara pembentukan

  16. Cek digit dapat meng-validasi kesalahan key in • Contoh : Kode asli 5 3 4 1 1 Check digit 8 Kode baru 5 3 4 1 1 8 Salah ketik satu angka 5 4 4 1 1 Check digit 5 Kode baru 5 4 4 1 1 5 Salah ketik transposisi 5 4 3 1 1 Check digit 6 Kode baru 5 4 3 1 1 6

More Related