Akuisisi citra
Download
1 / 26

Akuisisi Citra - PowerPoint PPT Presentation


  • 72 Views
  • Uploaded on

Akuisisi Citra. Pengolahan Citra Digital Materi 2. Eko Prasetyo Teknik Informatika Universitas Muhamamdiyah Gresik 2011. Struktur Mata Manusia. Diameter rata-rata mata manusia 20 mm

loader
I am the owner, or an agent authorized to act on behalf of the owner, of the copyrighted work described.
capcha
Download Presentation

PowerPoint Slideshow about ' Akuisisi Citra' - kalliyan-pach


An Image/Link below is provided (as is) to download presentation

Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author.While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server.


- - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - E N D - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - - -
Presentation Transcript
Akuisisi citra

Akuisisi Citra

Pengolahan Citra Digital

Materi 2

Eko Prasetyo

TeknikInformatika

UniversitasMuhamamdiyah Gresik

2011


Struktur mata manusia
Struktur Mata Manusia

  • Diameter rata-rata matamanusia 20 mm

  • Tigamembran yang melindungimataadalahcorneadansclerasebagaipelindungluar; choroid; danretina.

    • Korneaadalahlapisankerasdantransparan yang melindungipermukaanmata.

    • Sclera adalahmembranburam yang menempel, sisadari globe optik.

    • Choroid beradadibawah sclera, membrane iniberisijaringanpembuluhdarah yang menyediakansumberutamanutrisimata.

  • Lensa

    • Terbuatdariconcentric layeratauterbuatdariserabut cell danmenempelkebodiciliary.

    • Berisi 60-70% air, sekitar 6% lemakdanlebihbanyak protein dibandinglapisan yang lain dalammata

  • Retina, berupagarisdalambagiandinding.

    • Ketikamatadifokuskandenganbenar, cahayaobyekdiluarmatadigambarpada retina.

    • Polamatadihasilkanolehdistribusireseptorcahayadiskritpadapermukaan retina


Cones dan rods
Cones dan Rods

  • Duakelompokreseptor: conesdanrods.

  • Jumlah cones padasetiapmata 6 - 7 juta, ditempatkanterutamadalambagianpusat retina yang disebutfovea, dantingginyasensitifterhadapwarna.

  • Manusiadapatmembedakandenganbaik cone-cone inikarenasetiap cone dihubungkankesyarafnyasendiri-sendiri

  • Jumlah rod sekitar 75 - 150 juta yang terdistribusidiataspermukaan retina


Pengambilan citra dengan sensor array
Pengambilan Citra dengan Sensor Array


Pengambilan citra dengan sensor array1
Pengambilan Citra dengan Sensor Array

  • Pembuatancitra digital: (kiriatas) Continuous image; (kananatas) scan line dari A k B; (kiribawah) sampling dankuantisasi; (kananbawah) digital scan line


Citra analog dan digital
Citra Analog dan Digital

  • Sebuahgambarlebihbermaknadaripadaribuankata.

  • Citra dibedakanmenjadidua, citrakontinudancitra digital.

    • Citra kontinu/analog: citra yang diperolehdarisistemoptik yang menerimasinyal analog, sepertimatamanusiadankamera analog.

    • Citra digital adalahgambarduadimensi yang dihasilkandarigambar analog duadimensi yang kontinumenjadigambardiskritmelaluiproses sampling.

  • Citra digital dapatmempunyaimaknasebagaiberikut :

    • Fungsiintensitascahayaf(x,y),

      • Harga x dan y merupakankoordinatspasialdanhargafungsitersebutpadasetiaptitik(x,y)merupakantingkatkecemerlanganatauintensitascahayacitrapadatitiktersebut;

    • Citra f(x,y)dimanadilakukandiskritisasikoordinatspasial (sampling) dandiskritisasitingkatkecemerlangannya/keabuan (kwantisasi);

    • Suatumatriksdimanaindeksbarisdankolomnyamenyatakansuatutitikpadacitratersebutdanelemenmatriksnya.

      • Elementersebutdisebutsebagaielemengambar/ pixel / picture element / pels) yang menyatakantingkatkeabuanpadatitiktersebut.


Citra digital
Citra Digital

  • Citra digital sebenarnyaadalahmatrik 2 atau 3 dimensidimanasetiappikselmerupakansebuahelemenmatrik.

  • Jika M adalahjumlahbaris, sedangkan N adalahjumlahkolom,makajumlahpiksel yang digunakandalamcitratersebutadalahsebanyakMxN.

Citra kontinu

Citra digital

Matrik citra

Citra obyek


Sampling dan kuantisasi
Sampling danKuantisasi

  • Citra digital dapatdiperolehdariprosesdigitalisasi.

  • Ada 2 prosesdigitalisasi, yaitu: Sampling,danKuantisasi

  • Sampling

    • Prosespengambilannilaidiskritkoordinatruang(x,y)denganmelewatkancitrakontinumelalui grid (celah)

    • Proses untuk menentukan warna pada piksel tertentu pada citra dari sebuah gambar yang kontinu.

    • Proses sampling biasanya dicari warna rata-rata dari gambar analog yang kemudian dibulatkan.

    • Proses sampling disebut proses digitalisasi.

  • Kuantisasi

    • Prosespengelompokannilaitingkatkeabuancitrakontinukedalamsejumlah level, ataumerupakanprosesmembagiskalakeabuan [0,L-1] menjadi L buah level yang dinyatakandengansuatunilaibilanganbulat (integer), dinyatakansebagai L = 2a, L adalahderajatkeabuan, a : bilanganbulatpositif.


Resolusi citra
Resolusi Citra

Resolusikeabuan

  • Untuk level warna yang digunakanakanmempengaruhihasilwarna yang didapatkan

  • Semakintingginilai a yang digunakanmakajumlah level warnaakansemakinbanyakdanpenampakancitraakansemakinhaluskarenajumlahkombinasiwarna yang didapatkanjugasemakinbanyak.

  • Disebutjugaresolusibrightness/kecemerlangan

  • Resolusispasial

  • Berkaitandenganjumlahpiksel yang digunakanolehsetiapsatuanpersegicitrakontinu, semakintinggiresolusispasialsebuahcitra digital makasemakinhalusbentukobyek yang ditampilkandalamcitra digital.

  • Resolusiinilah yang seringdiperhatikanolehorang-orangdalammembuatsebuahkualitascitra digital selainresolusikeabuan

256 level keabuan

Resolusi keabuan 8danresolusispasial 165x120

Resolusi keabuan 4

Resolusi spasial 11x8


Kontras simultan
Kontrassimultan


Ilusi optik
IlusiOptik


Representasi citra digital
Representasi Citra Digital

  • Citra didefinisikansebagaifungsiduadimensi f(x,y),

    • x dan y adalahkoordinatspasial,

    • amplitudodari f padasembarangpasangankoordinat (x,y) disebutintensitascitra (gray level/level keabuan) padatitiktersebut.

  • Warnacitradibentukolehkombinasicitra 2-D individual.

    • Misal: sistemwarna RGB, warnacitraterdiridaritigakomponenindividu: red, green, blue.

  • Hasildari sampling dankuantisasiadalahmatriksdengantipe data real.

    • Asumsikanbahwacitra f(x,y) dicobasehinggamenghasilkancitra yang mempunyaibaris M dankolom N, sehinggadisebutcitraberukuran M x N.

    • Nilaidarikoordinat (x,y) adalahkuantitasdiskrit.

  • Image origin (titikawalcitra) didefinisikanpada (x,y) = (0,0).

  • Nilaikoordinatberikutnyasepanjangbarispertamacitraadalah (x,y) = (0,1).

    • Notasi (0,1) digunakanuntukmenandaicontohkeduasepanjangbarispertama

  • Range x mulaidari 0 sampai M – 1 dan y mulaidari 0 sampai N – 1 dalam increment integer


Representasi citra digital1
Representasi Citra Digital

  • Setiapelemen array inidisebutimage element, picture element, pixel,ataupel.

  • Representasicitrasebagaimatriks MATLAB

dimana f(1,1) = f(0,0)

  • M dan N untukmenyatakanjumlahbarisdankolommatriks.

  • Matriks 1 x N disebutrow vector, sedangkanmatriks M x 1 disebutcolumn vector

  • Matrik 1x1 disebutskalar


Pembacaan citra di matlab
PembacaancitradiMatlab

  • Membaca/me-loadcitrakevariabel

    • imread(‘namafile’)

  • Mendapatkandimensibarisdankolomcitra

    • [M, N] = size(i);

  • Menampilkaninformasitambahandari array

    • whos <namavariabel>

Format citra yang dapatdiolahdi MATLAB


Menampilkan citra
Menampilkancitra

  • imshow(f, G)

    • f adalah array citra

    • G adalahjumlah level intensitas yang digunakanuntukmenampilkannya.

    • Jika G diabaikanmakaakanmenggunakan default 256.

  • imshow(f, [low high])

    • akanmenampilkanwarnahitampadasemuanilai yang kurangdariatausamadengan low danputihpadasemuanilai yang lebihbesaratausamadengan high.

  • imshow(f, [ ])

    • men-set variabel low kenilai minimum dari array f dan high kenilaimaksimumnya.

    • Sangatbergunauntukmenampilkancitra yang mempunyai range dinamis yang rendahataumempunyainilaipositifdannegatif.

  • Fungsipixvaldigunakanuntukmenampilkannilaiintensitaspikselmasing-masingsecarainteraktif


Menyimpan citra
Menyimpancitra

  • Citra dapatdisimpanke disk menggunakanfungsiimwrite

    • imwrite(f, ‘namafile’)

    • String yang menjadiisi parameter ‘nama file’ harusmemasukkanekstensi format file yang dikenali

    • >> imwrite(i, ‘rice_01.tif’);

    • >> imwrite(i, ‘rice_01’,’tif’);


Kelas data
Kelas Data


Fungsi untuk mengonversi antar kelas
Fungsiuntukmengonversiantarkelas


Peng indeks an matrik
Peng-indeks-an matrik

  • Array berdimensi 1 x N disebutrow vector (vektorbaris)

    • >> v = [1 3 5 7 9]

    • >> v(2)

  • transpose operator (.’):

    • >> w = v.'

  • mengaksessejumlahelemendapatmenggunakantandatitikdua

    • >> v(2:4)

  • mengakseselemenketigasampaiterakhir:

    • >> v(3:end)

  • Notasi 1:2:end artinyadimulaidarielemenpertamakemudianelemenke 1+2, ke 3+2 danseterusnyasampaielementerakhir

    • >> v(1:2:end)

  • Fungsilinspacedengansintaks:

    • >> x = linspace(a, b, n)

    • akan men-generate vektorbaris x dari n elemensecara linear pada space diantaradantermasuk a dan b


Peng indeks an matrik1
Peng-indeks-an matrik

  • Matrikssebagaiseurutanvektorbaris yang dibatasikurungsikudandipisahkandengantandatitikkoma.

  • Membuatmatrik 2 dimensi

    • >> A = [1 2 3; 4 5 6; 7 8 9]

  • Mengekstrakelemenpadabariskeduadankolomketiga:

    • >> A(2,3)

  • Operator titikduadigunakanuntukmemilihblokelemenduadimensidarimatriks:

    • >> A(:,2)

    • >> A(3,:)

    • >> A(1:2, 1:end)

  • Untukmembuat array B samadengan array A, tetapinilaikolomketigasamadengan 0:

    • >> B = A;

    • >> B(:, 3) = 0

  • Operasimenggunakan end dapatdilakukandengancara yang sama:

    • >> A(end, end)

    • >> A(end, end - 2)

    • >> A(2:end, end:-2:1)


Peng indeks an matrik2
Peng-indeks-an matrik

  • Penggunaantitikduasebagaiindeksdalammatriksuntukmemilihsemuaelemen array (basis kolom per kolom) dandisusundalambentukvektorkolom:

    • >> A(:)

  • Penggunaantitikduajugasangatbergunaketikainginmenjumlahkansemuaelemenmatriks:

    • >> s = sum(A(:))

    • >> s = sum(A)

    • >> s = sum(sum(A))

  • Operasiflip vertikal

    • >> fv = i(end:-1:1,:);

  • Subsampling

    • >> fc = i(87:200 , 240:400);

  • Resize

    • >> fs = i(1:2:end, 1:2:end);


Operator aritmetika
Operator aritmetika


Operator relasional
Operator relasional


Operator logika
Operator Logika


Flow kontrol pada m file
Flow Kontrolpada M-file


Any question

To Be Continued … Materi 3 – Citra biner, berwarna, thresholding, transformasi

ANY QUESTION ?


ad