1 / 17

Variabel Acak/stokastik

Sistem Dalam DAS Model Fisik Hidrologi. PROSES. INPUT. OUTPUT. Kualitas Ruang DAS Tata Guna Lahan Topografi Morfologi Sifat Batuan. Curah Hujan (P). Debit (Q). Variabel Acak/stokastik. Variabel Acak/stokastik. Konsep Dasar Hidrologi. Siklus Hidrologi. DAS. P. Q.

june
Download Presentation

Variabel Acak/stokastik

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Sistem Dalam DAS Model Fisik Hidrologi PROSES INPUT OUTPUT • Kualitas Ruang DAS • Tata Guna Lahan • Topografi • Morfologi • Sifat Batuan Curah Hujan (P) Debit (Q) Variabel Acak/stokastik Variabel Acak/stokastik

  2. Konsep Dasar Hidrologi Siklus Hidrologi DAS P Q Pola Distribusi Hujan

  3. POS HUJAN SAGULING Homogen Sukawana Saguling Dam Bandung

  4. Dasar Teori Q P1 P2 P3 • Korelasi antar variabel dinyatakan dengan persamaan matematis yang menyatakan hubungan fungsional antar variabel disebut persamaan regresi. • Ukuran yang dipakai untuk mengetahui derajat hubungan, terutama untuk data kuantitatif disebut koefisien korelasi (Sudjana, 2002).

  5. Model Kontinu Metode Regresi Linier Ganda • Dibangun berdasarkan korelasi antara dua variabel acak, yaitu : * Stasiun pengamat hujan (P ) * Stasiun pengamat debit (Q ) • Model dengan nilai koefisien Korelasi (R) terbesar dipilih sebagai model yang paling baik untuk membangun data debit.

  6. Korelasi 2 variabel = Koefisien korelasi 2 variabel xy = nilai Variabel X atau Yke–i = Simpangan baku variabel X dan Y n = Jumlah populasi ,bila n<10 maka (n-1)

  7. Y = a + b . X dimana: n = jumlah pasangan observasi atau pengukuran b = koefisien regresi, kemiringan grafik REGRESI LINAIR r = koefisien korelasi ( -1 < r < 1 ) r < 0 korelasi berlawanan arah r> 0 korelasi searah

  8. Tabel 4.1 Penyusunan Koefisien Korelasi Antar Pos Hujan

  9. Tabel 4.2 Penyusunan Koefisien Korelasi Pos Hujan dan Debit

  10. Korelasi Regresi Ganda 2 Variabel (Biner) 4 Variabel (Kuaterner) 3 Variabel (Terner) R >>> MODEL PEMBANGKITAN DEBIT TERPILIH

  11. X2 12 X1 • (Q1)P • (Q1)Q • Persamaan Regresi Linier Model Biner : x1 = r2x2 + ε • Koefisien Determinasi Dinyatakan sbb : R = ρ12 ε2 = 1 – R2 Model 2 Variabel (Biner)

  12. X2 23 12 13 X1 X3 • (Q1)PP • (Q1)QP • (Q1)QQ • Persamaan Regresi Linier Model Terner : x1 = r2x2 + r3x3 + ε • Koefisien Determinasi Dinyatakan sbb : Model 3 Variabel (Terner)

  13. Model 3 Variabel (Terner) (Lanjutan) • Koefisien Korelasi Parsiil Dinyatakan sbb

  14. 23 X2 X3 24 24 34 12 14 X1 X4 • (Q1)PPP • (Q1)QPP • (Q1)QQP • (Q1)QQQ • Persamaan Regresi Linier Model Kuaterner : x1 = r2x2 + r3x3 + r4x4 + ε • Koefisien Determinasi Dinyatakan sbb : ε2 = 1 – R2 ε = 1 + r22 + r32 + r42 – 2(r2ρ12 + r3ρ13 + r4ρ14) + 2(r2r3ρ23 + r2r4ρ24 + r3r4ρ34) Model 4 Variabel (Kuaterner)

  15. Model 4 Variabel (Lanjutan) • Koefisien Korelasi Parsiil Dinyatakan sbb Δ = 1 – (ρ232 + ρ242 + ρ342) + 2ρ23ρ24 ρ34 Δ2 = ρ12(1- ρ342) – ρ13(ρ23 – ρ24 ρ34) –ρ14(ρ24 - ρ23 ρ34) Δ3 = ρ13(1- ρ242) – ρ12(ρ23 – ρ24 ρ34) –ρ14(ρ34 - ρ23 ρ24) Δ4 = ρ14(1- ρ232) – ρ12(ρ24 – ρ23 ρ34) –ρ13(ρ34 - ρ23 ρ24)

  16. Perbandingan Model Pembangkitan DebitModel Kontinu – Model Diskrit Waduk Saguling • Debit hasil peramalan dengan model kontinu dan model diskrit dapat mengikuti fluktuasi debit historis yang ada. • Elastisitas debit antisipasi terbaik  Metode Diskrit Chain Markov. • Metode peramalan terpilih  Pengelolaan Waduk Aktual Matrik

  17. Perbandingan Model Pembangkitan DebitModel Kontinu – Model Diskrit Waduk Cirata • Debit hasil peramalan dengan model kontinu dan model diskrit dapat mengikuti fluktuasi debit historis yang ada. • Elastisitas debit antisipasi terbaik  Metode Regresi Linier Ganda. • Metode peramalan terpilih  Pengelolaan Waduk Aktual • Metode Regresi Linier Ganda Model Heterogen Q(1)QQP Korelasi & Regresi

More Related