1 / 31

VAKSINOLOGI

Bagian IKA. VAKSINOLOGI. Imunisasi Pasif. Imunisasi Aktif ( Vaksinasi ). Iskandar Syarif. Memerangi Penyakit Infeksi. Pencegahan lebih baik daripada mengobati l ebih mudah l ebih nyaman l ebih murah l ebih efektif mengendalikan penyakit Pengendalian lebih baik dari pada pengobatan

jude
Download Presentation

VAKSINOLOGI

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Bagian IKA VAKSINOLOGI Imunisasi Pasif Imunisasi Aktif ( Vaksinasi ) Iskandar Syarif

  2. Memerangi Penyakit Infeksi • Pencegahan lebih baik daripada mengobati • lebih mudah • lebih nyaman • lebih murah • lebih efektif mengendalikan penyakit • Pengendalian lebih baik dari pada pengobatan • Impak vaksinasi

  3. INNATE & ADAPTIVE IMUNITY IMUNITAS NON SPESIFIK ( INNATE ) * Pertahanan lini pertama * Didapat sejak lahir * Non spesifik IMUNITAS SPESIFIK ( ADAPTIVE ) * Pertahanan lini kedua * Didapat * Spesifik

  4. IMUNITAS NON SPESIFIK

  5. Proses Fagositosis Fagosit Patogen 1. Kemotaksis 2. Attachment 3. Ingestion 4.Killing 5. Digestion

  6. SEJARAH Edward Jenner  ilmuwan pertama * mengontrol penyakit infeksi dgn melakukan inokulasi pada hewan coba. * cowpox pd hewan bisa mengendalikan smallpox manusia Louis Pasteur  pelopor penggunaan kuman yg dilemahkan atau virus mati  pelopor vaksin modern

  7. ADAPTIVE IMMUNITY 3 KUNCI PENTING : memori, spesifisitas & keragaman Bergantung kepada pengenalan benda asing Antigen = suatu substansi yang dikenal sebagai benda asing yang sanggup memicu respons imun spesifik

  8. MEKANISME IMUN RESPONS Cell mediated Antibody mediated * Proliferasi sel khusus * Pembentukan protein khusus atau antibodi * Langsung melawan * langsung melawan antigen/ patogen intra sel patogen yg bersirkulasi * Mediasi oleh T limfosit * Mediasi oleh B limfosirt

  9. IMUNITAS AKTIF DAN PASIF Imunitas alami Imunitas buatan pasif aktif aktif pasif Injeksi anti Bodi imunisasi Pasif Pengenalan Antigen Imunisasi aktif Sesudah infeksi Antibodi Ibu Melewati plasenta Vaksinasi

  10. Imunisasi pasif • Daya proteksi singkat • Mahal • Perhatian mengenai keamanan kadar antibodi Injection Of Igs 4 8 12 16 20 weeks

  11. POTENSI RESIKO Benda asing  Hipersensitifitas Uji kulit Uji mata Bila sensitif  desensitisasi BESREDKA : 0,1 ml serum dlm 1 ml garam fis  sc 0,5 jam 0,5 ml serum dlm 1 ml garam fis  sc 0,5 jam Sisa serum  im

  12. VAKSINASI Antigen ( vaksin) Disuntikan kpd org yang belum imun Imunisasi aktif Penyuntikan yang Menimbulkan antibodi

  13. PATOGENESIS Fungsi efektor Pengenalan antigen Aktivasi Ekspansi klon Diferensiasi Aktivasi Makrofag, & sel B “Killing” Sel target Terinfeksi, Aktivasi makrofag Organ Limfoid Jaringan perifer

  14. PATOGENESIS RESPON SELULER TERHADAP VAKSIN

  15. PATOGENESIS IKATAN POLISAKARIDA & PROTEIN

  16. VAKSINASI • Proteksi lebih lama • Lebih efektif • Lebih aman kadar antibodi 4 8 12 16 20 weeks Injection Of Vaccine

  17. MANFAAT VAKSINASI Menurunkan mortalitas dan morbiditas Proteksi terhdp individu Perlindungan terhadap masyarakat Pengendalian penyakit Eliminasi penyakit Eradikasi kuman patogen Biaya efektif

  18. MANFAAT VAKSINASI Polio worldwide Measles - US 60 40 juml kasus (000) EPI Vaccine introduced 20 1980 1990 1950 1960 1970 2000 1980 60 Dipheria-England/ Wales juml kasus (000) Vaccine introduced 40 20 1940 1950 1960

  19. JENIS VAKSIN 1 Live attenuated vaccines polio Sabin, measles,mumps,rubella, varicella, yellow fever, RV BCG, cholera, oral typhoid fever 2. Killed, inactivated vaccines polio salk, hepatitis A, whole cell pertusis 3. Sub unit vaccines diphteria, tetanus, pertussis toxoids purified acellular pertussis ( Pa ) components genetically engineered ( HbSAg, malaria,HPV,HIV…) polysaccharides ( MenACWY, S. typhi Vi ) Conjugated polysaccharides ( Hib, pneu,men…) split or sub unit influenza vaccines

  20. Live attenuated vaccines Keuntungan • Meniru infeksi alami • Produksi rangsangan antigenik yg cukup tinggi • Merangsang sel limposit T & B • Memberikan proteksi jangka lama

  21. Live attenuated vaccines Kekurangan • Menimbulkan patogenisitas kuman • Menimbulkan virulensi virus • Tidak cukup aman untuk penderita dgn gangguan kekebalan ( walaupun OPV, measles vaccines diberikan pada penderita HIV + / AIDS ) • Memerlukan rantai dingin yang baik

  22. Killed, inactivated vaccines Kekurangan * Kurang efektif dibanding vaksin live- attenuated * Membutuhkan beberapa dosis untuk menimbulkan kekebalan jangka lama * Pemberian berulang bisa menimbulkan reaktogenisitas * Kapasitas produksi terbatas & mahal

  23. Sub unit vaccines Toxic groups inactivation toxin toxoid Antigenic determinants capable of inducing an immune respones

  24. Sub unit vaccines Polisakarida PSS konyugasi * T cell independent Ags * Tdk imunogenik pada bayi * Tidak memicu terjadinya memori imun * Tidak ada efek booster • * T dependent Ag • * Imunogenik sampai • usia 6 minggu • * Memori imun • Efek booster yang kuat

  25. Sub unit vaccines Recombinat HBsAg vaccine production Insertion of the gene Into bakers’ yeast & HBsAg expression Isolation of the Surface Antigen gene Isolation of HBV In the 1970s

  26. Kontraindikasi * Hipersensitivitas • - adrenaline harus tersedia • - vaksin harus digunakan dlm waktu 30 menit * Acute febrile illness * Pregnancy ( kecuali imunisasi tetanus untuk bayi )

  27. REFERENSI 1. Pedoman Imunisasi di Indonesia, Satgas Imunisasi – IDAI, Ed 2, 2005 2. Imunisasi , AH Markum 3. Imunisasi, Buku Kuliah 1, Ilmu Kesehatan Anak, FKUI,1988 4. Vaccines , N Engl. J. Med. 345. (14). 2000. 5. David Goldblatt, Imunological Principles of Vaccination, Vaccines: Children & Practice. Vol 3.(2). 44-5. 6. Red Book. Ed 25th. 2000. 7. Plotkin. SA. Orenstein (Ed) Vaccines, 3rd ed Philadhelphia WB Saunders in press, 1174-84.

  28. TERIMA KASIH

More Related