1 / 22

Bab 5. Pengakuan Pendapatan

Muhammad Bahrul Ilmi , SE Lecturer of Accounting Economic Faculty Solo Business School STIE Surakarta. Bab 5. Pengakuan Pendapatan. DEFINISI Pendapatan. PSAK 23 Paragraf 6:

jerzy
Download Presentation

Bab 5. Pengakuan Pendapatan

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. Muhammad BahrulIlmi, SE Lecturer of Accounting Economic Faculty Solo Business School STIE Surakarta Bab 5. PengakuanPendapatan

  2. DEFINISI Pendapatan PSAK 23 Paragraf 6: Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode bila arus masuk tersebut mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal darikontribusi penanam modal. Pendapatan timbul dari transaksi dan peristiwa ekonomi: Penjualan barang; Penjualan jasa; dan Penggunaan aktiva perusahaan oleh pihak-pihak lain yang menghasilkan bunga, royalti dan dividen.

  3. Pengungkapan Pendapatan Pengungkapan Pendapatan menurut PSAK No 34 & 35 Perusahaan harus mengungkapkan: Kebijakan akuntansi yang dianut untuk pengakuan pendapatan termasuk metode yang dianut untuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi penjualan jasa; Jumlah setiap kategori signifikan dari pendapatan yang diakui selama periode tersebut; Jumlah pendapatan yang berasal dari pertukaran barang atau jasa dimasukkan dalam setiap kategori yang signifikan dari pendapatan; Pendapatan yang ditunda pengakuannya.

  4. Pengukuran Pendapatan PSAK 23 paragraf 8: diukur dengan nilai wajar imbalan yang diterima atau yang dapat diterima perusahaan dikurangi jumlah diskon dagang dan rabat volume yang diperbolehkan oleh perusahaan.

  5. Pengakuan Pendapatan Pengakuan adalah pencatatan jumlah rupiah secara resmi ke dalam sistem akuntansi sehingga jumlah tersebut tercermin dalam statement keuangan. Secara konseptual pendapatan hanya dapat diakui kalau memenuhi kualitas keterukuran (measuribility) dan keterandalan (reliability).

  6. PengakuanPendapatan (SFAC No. 5): pendapatandiakuipadasaat: • direalisasi (realized), dan • diperoleh (earned). • Empattransaksipendapatan yang diakuiadalah: • Pendapatan yang berasaldaripenjualandiakuipadatanggalterjadinyatransaksi. Biasanyadiartikansebagaitanggalpenyerahanbarangkepadapembeli. • Pendapatan yang berasaldaripenjualanjasa, diakuipadasaatjasatelahdiselesaikandandapatditagihkankepembeli. • Pendapatandaripemberianijinmenggunakanaktivaperusahaan, sepertibunga, sewa, danroyalti, diakuisejalandenganberlalunyawaktuataupadasaataktivatersebutdigunakan. • Pendapatandaripenjualanaktivatetap, diakuipadasaatterjadinyapenjualan

  7. TransaksiPendapatan PenjualanProdukdariPersediaan PenjualanAktivaSelainPersediaan Jenis Transaksi PemberianJasa Memperbolehkanpenggunaanaktiva Pendapatan dari Fee atau Jasa Pendapatan dari bunga, sewa dan royalti Uraian Pendapatan Keuntungan atau kerugian dari disposisi Pendapatan dari Penjualan Waktu Pengakuan Pendapatan Tanggal Penjualan (tgl penyerahan) Jasa sudah dilaksanakan dan dapat ditagih Dengan berlalunya waktu atau ketika aktiva digunakan Tanggal Penjualan atau Pertukaran

  8. PengakuanPendapatanTransaksiPenjualanProduk • Pengakuan pendapatan pada saat penjualan (penyerahan) • Pengakuan pendapatan sebelum penyerahan • Pengakuan pendapatan setelah penyerahan • Pengakuan pendapatan untuk transaksi penjualan khusus (konsinyasi)

  9. Pengakuanpendapatanpadasaatpenjualan (penyerahan) Berlakuumum. Namun yang harusdiperhatikan : • Penjualandenganperjanjianbelikembali. Resikokepemilikantetapdipenjual. Persediaan “diparkir” diperusahaan lain. Sehinggamelanggarprinsippengakuanpendapatan • Penjualandenganhakretur. Bisaterjaditingkatretur yang tinggi, sehinggaterjadipenundaanpelaporanpenjualansampaihakreturhabis. SehinggamunculpenjualankonsinyasiDalampenjualankonsinyasi, pendapatanbarudiakuisetelahterjadipenjualandanpenyerahanbarangdarikomisioner (consignee) kepadapembeli.

  10. Pengakuanpendapatansebelumpenyerahan Contohnya : akuntansiuntukkontrakkonstruksijangkapanjang yang memungkinkanpenerapanmetodeprosentasepenyelesaian. Duametodeakuntansi : • Metodepersentasepenyelesaian Konstruksidlmproses **) xxx Tagihankonstruksidlmproses xxx **) Biayakonstruksi + labasampaihariini • Metodekontrakselesai Pendapatandanlabadiakuisaatkontrakselesai Jurnalsama yang beda **) Biayakonstruksidiakumulasi

  11. PengakuanPendapatanSebelumPengiriman Harus menggunakan metoda Percentage-of-Completion jika estimasi kemajuan pekerjaan, pendapatan, dan kos secara layak dapat dipercaya dan seluruhkondisi berikut ada: 1. Kontrak secara jelas menetapkan enforceable rights (pembeli dan penjual mendapat hak yang dapat dipaksakan pemberlakuannya) terkait dengan barang atau jasa yang akan diberikan dan diterima oleh pihak yang terlibat dalam kontrak, imbalan yang akan dipertukarkan serta cara dan syarat penyelesaiannya. 2. Pembeli dapat diharapkan memenuhi seluruh kewajibannya. 3. Kontraktor dapat diharapkan melaksanakan pekerjaan sesuai kontrak.

  12. PengakuanPendapatanSebelumPengiriman Perusahaan harus menggunakan metoda Kontrak Selesai jika satu diantara kondisi berikut ini terpenuhi : • Perusahaan memiliki kontrak jangka pendek, atau • Perusahaan tidak dapat memenuhi kondisi untuk menggunakan metoda persentase penyelesaian, atau • Ada bahaya yang melekat (inherent hazards) dalam kontrak di luar kondisi normal, yang menimbulkan risiko bisnis.

  13. Percentage-of-Completion Method Pengukuran Kemajuan Pekerjaan Ukuran yang paling populer adalah cost-to-cost basis (dasar biaya terhadap biaya). Biaya yg tjd sampai tgl ini Persentase Estimasi paling akhir total biaya selesai Penyelesaian Persentase penyerapan biaya dapat digunakan untuk menaksir persentase pendapatan atau laba kotor kontrak jangka panjang.

  14. Rasio % biaya thd estimasi total by diterapkan pd total pendapatan atau estimasi total laba kotor atas kontrak tsb utk mendptkan jml pendapatan atau laba kotor yg akan diakui sampai tgl ini. % Penyelesaian x estimasi ttl pendptan = Pendapatan (atau laba kotor) (atau laba kotor) yg akan diakui sampai tgl ini

  15. Untuk tahu jml pendapatan dan laba kotor yg diakui tiap periode dengan rumus : Pendapatan Yg diakui Sampai tgl ini Pendapatan Yg diakui Periode sblmnya Pendapatan Periode berjalan

  16. Contoh 1: PT Global menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005, taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.100.000.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:

  17. Metoda Kontrak Selesai Perusahaan pengakui pendapatan dan laba kotor hanya pada saat penjualan, yaitu ketika kontrak telah diselesaikan. Dengan metoda ini, perusahaan mengakumulasi kos kontrak jangka dalam proses, namun tidak perlu melakukan pengakuan periodik untuk pendapatan, kos, dan laba kotor.

  18. RugiKontrakJangkaPanjang • Dua Metoda: • Rugi periode berjalan pada kontrak yang menguntungkan • Persentase penyelesaian: estimasi kenaikan kos pada periode sekarang untuk menyesuaikan laba kotor periode sebelumnya. • Rugi pada seluruh proyek • Pada kedua metoda, perusahaan harus mengakui rugi pada periode sekarang untuk seluruh rugi proyek.

  19. Contoh 2: PT Global menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005, taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp8.769.924.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:

  20. Rugi pada Kontrak Rugi Contoh 3: PT Global menandatangani kontrak yang dimulai pada bulan Juli 2004 untuk membuat jembatan dengan nilai kontrak sebesar Rp9.000.000.000. Pekerjaan ini diharapkan selesai pada bulan Oktober 2006, dengan taksiran biaya Rp8.000.000.000. Pada akhir tahun 2005, taksiran biaya penyelesaian naik menjadi Rp9.112.500.000. Berikut ini data lain yang berkaitan dengan kontrak tersebut:

More Related