1 / 116

METODOLOGI PENELITIAN

METODOLOGI PENELITIAN. DIDIK BUDIJANTO PUSLITBANG SISTEM DAN KEBIJAKAN KESEHATAN DEPKES RI. Perkembangan Metodologi Research. Research : Usaha-2 untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dimana usaha yang dilakukan dengan menggunakan Metode-2 Ilmiah .

jayme
Download Presentation

METODOLOGI PENELITIAN

An Image/Link below is provided (as is) to download presentation Download Policy: Content on the Website is provided to you AS IS for your information and personal use and may not be sold / licensed / shared on other websites without getting consent from its author. Content is provided to you AS IS for your information and personal use only. Download presentation by click this link. While downloading, if for some reason you are not able to download a presentation, the publisher may have deleted the file from their server. During download, if you can't get a presentation, the file might be deleted by the publisher.

E N D

Presentation Transcript


  1. METODOLOGI PENELITIAN DIDIK BUDIJANTO PUSLITBANG SISTEM DAN KEBIJAKAN KESEHATAN DEPKES RI

  2. Perkembangan Metodologi Research Research : Usaha-2 untuk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan, dimana usaha yang dilakukan dengan menggunakan Metode-2 Ilmiah. Periode Perkembangan Met.Research ( Rummel): - Ada 4 Periode, Yaitu : 1. Periode TRIAL AND ERROR : - Tdk menggunakan dalil-2 deduksi yg logik. - Coba lagi – coba lagi. - Problemanya tak dibatasi dg jelas. - Tata cara pemecahannya dicari sambil berjalan. 2. Periode AUTHORITY AND TRADITION : - Pendapat pemimpin dijadikan ‘Doktrin’ yg hrs diikuti. - “ The Master Always Says The Truth “ ( mis. Dunia Copernicus )

  3. Lanjutan …………………….. 3. Periode SPECULATION AND ARGUMENTATION : - Doktrin penguasa mulai diragukan. - Diskusi & debat untuk mencari kebenaran. - Spekulasi Vs Spekulasi. - Argumentasi Vs Argumentasi ( Mis. Teori Darwin ) - Akal dan Ketangkasan lidah seolah menjadi “Dewa”. 4. Periode HYPOTHESIS & EXPERIMENTATION : - Membuat dugaan-2 / hipotesa-2. - Mengumpulkan fakta-2. - Analisis dilakukan dg hati-2, cermat & tajam thd fakta. - Menggunakan alat ukur. - Menarik kesimpulan dengan cermat & konsep-2 yang matang.

  4. Berpikir Ilmiah ( John Dewey ) • Ada 5 taraf, yaitu : 1. The Felt Need : - orang kesulitan untuk menerangkan suatu kejadian / fenomena. 2. The Problem : - Timbul masalah-masalah dan kemudian dirumuskan. 3. The Hypothesis : - Mengajukan kemungkinan-kemungkinan. 4. Collection of Data as Evidence : - Bukti-2 , informasi-2 dikumpulkan dan diuji serta diolah. 5. Concluding belief : - Penyimpulan gagasan ( diterima / ditolak ) 6. General Value of the Conclusion ( Kelley) - Generalisasi populasi yang lebih besar

  5. Alur Berpikir dalam Metodologi Research: • Masalah  Identifikasi Mslh  [ Batasan ]  Rumusan Masalah • Tujuan Penelitian/ Manfaat  Tinjauan Pustaka  Kerngka Konsep / Hipotesis  Metode Penelitian : - Design Penelitian - Waktu / Lokasi - Populasi / Sample - Variabel / DO - Instrumentasi - Uji Coba - Pengumpulan Data - Analisis Data. • Hasil Penelitian  Pembahasan  Kesimpulan / Saran.

  6. A. Menentukan Ruang Lingkup Masalah : • APA ITU MASALAH ??? - Kesenjangan antara HARAPAN ( What Should Be) dengan KENYATAAN yang terjadi ( What Is ). • APA ITU HARAPAN ??? - Teori - Nilai – Norma – Aturan - Target - Program • APA ITU KENYATAAN ??? - Data Masyarakat - Realitas - Fenomena

  7. Apakah Setiap Masalah Dapat Diteliti ??? • Tidak setiap masalah perlu diteliti. - Masalah Manageable ( mslh yang hanya perlu dilakukan pengelolaan saja ). - Masalah Researchable ( mslh yang perlu diteliti ). • Bagaimana Ciri masalah Researchable ??? - Adanya kesenjangan antara yang seharusnya terjadi dengan yang terjadi. - Adanya suatu pertanyaan tentang mengapa kesenjangan tersebut muncul. - SETIDAKNYA ada 2 jawaban yang mungkin dan jelas untuk pertanyaan tersebut. • Contoh Masalah yang tidak perlu dan perlu diteliti ?????

  8. Masalah yang tidak perlu diteliti : • Sebuah survei baru-2 ini dilakukan di suatu daerah X, yang menemukan 1000 wanita pemakai tetap Pil KB. Tetapi statistik pelayanan bulan lalu menunjukkan waktu itu tak seorangpun diantara wanita-2 itu menggunakan Pil KB ( Situasi Masalah ) • Semua wanita tersebut Seharusnya menggunakan pil KB, tetapi ternyata semua ( 1000 ) wanita tersebut tidak menggunakan Pil KB ( Kesenjangan) • Faktor-faktor apa yang menyebabkan 1000 wanita tadi menghentikan penggunaan Pil KB tersebut ?? ( Pertanyaan tentang Masalah ) • Sebuah Banjir besar melanda daerah X tersebut dan menghentikan seluruh kegiatan penyediaan Pil KB baru ke daerah tersebut, sedang persediaan telah habis. ( Jawaban ) • Karena hanya 1 kemungkinan jawaban, maka Masalah tersebut Tidak Perlu diteliti.

  9. Masalah yang perlu diteliti : • Daerah X selalu kebanjiran dalam musim hujan. Tahu hal tersebut maka program KB membentuk Sistem penyediaan logistik yang baru. Setiap pemakai Pil diberi persediaan selama musim hujan dan diberikan sebelum musim hujan. Selama musim hujan perahu motor disediakan untuk mengangkut persediaan baru ke pusat distribusi yang telah dipilih. Namun statistik pelayanan menunjukkan tidak adanya persediaan pil di daerah X. (Situasi Masalah ) • Sistem Logistik yang baru mestinya bisa menjamin persediaan pil secara terus menerus, tetapi tetap tidak ada persediaan. ( Kesenjangan ) • Mengapa sistem logistik yang baru telah gagal untuk menyampaikan pil KB kepada pemakai ? ( Pertanyaan tentang masalah ) • Ada bbrp kemungkinan jawaban : 1. Pesanan untuk persediaan pil baru mungkin tidak dilakukan tepat waktu. 2. Perahu-2 motor yang akan dipakai untuk mengangkut rusak. 3. Para pekerja lapangan tidak diberitahu sistem yang baru. (Jawaban )

  10. Bagaimana menyatakan masalah Penelitian ? • Kalimat Pernyataan BUKAN kalimat keinginan. • Sebaiknya ada Data-data kuantitatif / obyektif (sumber data ) • Keterangan tentang demensi tempat dimana terjadi, waktu, subyek ( spesifik, unik ) • Sering disebut : masalah empirik. • Model berpikirnya : Induktif. • Contoh nulisnya bagaimana ??

  11. Bab 1. Pendahuluan • 1.1. Latar Belakang Masalah Pola morbiditas dan mortalitas di negara berkembang berbeda dengan di negara maju dan di Indonesia khususnya angka kematian perinatas masih tinggi. Angka kematian perinatal tersebut masih 40 per 1000 kelahiran hidup dan penyebabnya antara lain adalah Asfiksia Neonatorum ( 49 – 60 %), Infeksi ( 24-34 %), prematuritas atau BBLR ( 15-20 %), trauma persalinan ( 2-7 %) dan cacat bawaan ( 1-3 %) sebagaimana disebutkan oleh Manuabe ( 1998 ). Kematian perinatal disebabkan BBLR, frekuensinya di negara berkembang berkisar 10 -43 %. Menurut Maternal dan Perinatal mortality study, indikator BBLR th 2000 adalah 7 %. Kematian perinatal pada BBLR atau prematur 8 kali lebih besar dari pada bayi normal. Angka kematian yg tinggi ini terutama disebabkan oleh seringnya dijumpai kelainan komplikasi neonatal sseperti sepsis, perdarahan intrakranial, asfiksia, aspirasi pneumoni, hypoglikemi dan ikterus ( Mochtar R, 1998 ) Masalah dengan makna klinik yang besar dan berhubungan dengan BBLR adalah hyperbilirubinemia dengan manifestasi menjadi ikterus. Menurut Nelson (1994) frekuensi bayi yang menunjukkan ikterus ialah 50 % pada bayi cukup bulan dan 70 % pada bayi prematur atau BBLR.

  12. Lanjutan ………………….. Di RS. Tjipto Mangunkusumo Jakarta neonatus cukup bulan rata-rata 50% dan bayi prematur atau BBLR rata-rata 70% menunjukkan gejala ikterus. Ikterus hendaknya dipandang sebagai suatu tanda bahaya bagi bayi dengan derajat bahaya bergantung kepada faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, metabolisme dan ekskresi serta distribusi bilirubin yang terjadi setelah lahir. (Nelson, 1994). Data yang diperoleh di RS Adadeh, Surabaya angka kelahiran prematur atau BBLR dari tahun 1996 – 2000 masih diatas 7 % dan gambarannya sebagai berikut : Tabel 1.1. Data kelahiran BBLR di RS.Adadeh, Surabaya 1996-2000.

  13. Lanjutan ………… Data tambahan yang diperoleh bahwa angka kejadian ikhterus menempati urutan pertama disusul oleh asfiksia, GE, sepsis dan RDS ( Respiratory Disease Syndrom ) untuk semua Neonatus. Sedangkan BBLR dengan ikterus gambarannya sbb : Tabel 1.2. Gambaran BBLR dengan Ikterus, tahun 1996 – 2000 di RS.Adadeh, Surabaya.

  14. Lanjutan ……………… Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa angka kejadian BBLR yang menderita ikterus dari tahun 1996 – 2000 menunjukkan prosentase yang cukup tinggi dibandingkan frekuensi berdasarkan kepustakaan atau literatur yang ada yaitu pada BBLR rata-rata 70 %. Berdasarkan data tersebut diatas penulis tertarik untuk mengangkat masalah “ Hubungan BBLR dengan terjadinya Ikhterus Neonatorum “.

  15. B. IDENTIFIKASI MASALAH / KAJIAN MASALAH • Merupakan proses REVIEW, analisis terhadap masalah yang timbul dengan menggunakan landasan berfikir teori. • Ada 2 pendekatan : 1. Determinasi 2. Konsekuensi • Determinasi : Dikaji betul determinan-2 apa yang berkaitan dengan masalah tersebut dan bisa diidentifikasi. • Konsekuensi : Konsekuensi-konsekuensi apa saja yang bisa timbul akibat masalah tersebut jika tidak ditanggulangi. • Masalah teoritik • Model berfikir : Deduktif • Setelahnya bisa diselipkan Batasan Masalah Penelitian.

  16. Contoh Menuliskan dalam Proposal : • 1.2. Identifikasi Masalah Penyebab ikterus neonatorum dapat dibagi menjadi 4 bagian. Sesuai Pedoman Diagnosis dan therapi Lab/UPF Ilmu Kesehatan Anak RSUD dr. Soetomo, Surabaya (1999) , yaitu : 1. Produksi Bilirubin meningkat 2. Transportasi Bilirubin 3. Konjugasi Bilirubin dan 4. Ekskresi Bilirubin. Selanjutnya Produksi Bilirubin meningkat dipengaruhi oleh Rh.ABO , hemolisis, sepsis, Defisiensi enzim G-8-PD. Sedangkan Transportasi bilirubin dipengaruhi oleh obat-obatan, Defisiensi albumin, atau protein. Kemudian Konjugasi Bilirubin dipengaruhi oleh kejadian BBLR, Hypoglikemi dan asfiksia. Ekskresi Bilirubin dipengaruhi oleh adanya obstruksi. • 1.2.1. Rh ABO Rh ABO dapat mempengaruhi terjadinya Ikterus neonatorum melalui peningkatan produksi bilirubin. Menurut Askandar (2004) menyebutkan bahwa banyak faktor yang menyebabkan terjadinya peningkatan produksi bilirubin yang salah satunya adalah Rh ABO. Demikian pula Sancaka (2001) berpendapat bahwa makin meningkat produksi bilirubin bayi makin cenderung terjadi ikterus neonatorum dan Rh ABO sebagai satu faktor yang memicu peningkatan bilirubin tersebut.

  17. Lanjutan ……………………. • 1.2.2. Hemolisis Hemolisis merupakan determinan terjadinya ikterus neonatorum melalui peningkatan produksi bilirubin. Soekirna (2001) menyebutkan bahwa terjadinya hemolisis pada tubuh bayi akan berefek pada meningkatnya produksi bilirubin yang selanjutnya dapat mengakibatkan terjadinya ikterus neonatorum. Demikian pula Krisdayanti (2005) menjelaskan bahwa bayi – bayi yang dalam proses perkembangannya di dalam rahim mengalami hemolisis cenderung dilahirkan ikterus neonatorum. Hal ini disebabkan karena adanya hemolisis akan memicu terjadinya peningkatan produksi bilirubin yang pada gilirannya dapat terlihat adanya ikterus. • 1.2.3. Sepsis …………………….idem caranya !! • 1.2.4. ….dst…..dst

  18. C. BATASAN MASALAH PENELITIAN • Bisa dilakukan , bisa juga tidak perlu pembatasan. • Lebih memfokuskan pada masalah yang diteliti. • Contoh penulisannya : 1.3. Pembatasan Masalah : Berdasarkan latar belakang dan identifikasi masalah diatas dan untuk bisa memfokuskan masalahnya maka dibatasi pada masalah BBLR yang berkaitan dengan ikterus neonatorum.

  19. D. Rumusan Masalah • Merupakan kalimat Interogatif ( Tanya ). • Secara umum sebagai berikut : “ Bagaimana gambaran ……….. ?“ “ Apakah ada hubungan antara …….?” “ Apakah ada perbedaan ………………….?” “ Apakah ada pengaruh ………. Terhadap …….?” “ Faktor apa sajakah yang berpengaruh terhadap ………?” • Contoh penulisan : 1. Bagaimana gambaran kejadian BBLR di RS. Adadeh sby? 2. Bagaimana gambaran kejadian Ikterus neonatorum di RS. Adadeh sby ? 3. Apakah ada hubungan antara kejadian BBLR dan Ikterus neonatorum di RS Adadeh Sby ?

  20. E. Tujuan Penelitian : • Tujuan Umum : - Suatu pernyataan yang menggambarkan apa yang akan dicapai dari suatu penelitian - Menggunakan kata keadaan bukan kata kerja. - Misal : Diketahuinya tingkat pengetahuan ………. Ditemukannya faktor-faktor yang mempengaruhi ….. Meningkatnya pengetahuan, sikap ………… • Tujuan Khusus : - Pernyataan yang menunjukkan apa yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan umum yang telah tersusun. - merupakan penjabaran dari tujuan umum. - menggunakan kata kerja, seperti : Mengidentifikasi karakteristik ………………….. Mengukur tingkat pengetahuan ……………… Menganalisis hubungan antara ………dan …….. - Hindari kata kerja : mempelajari , mengkaji , menghargai dll.

  21. Kunci Pokok Menyatakan Tujuan Penelitian : • Selalu mengarah pada Pertanyaan Penelitian ( Research Question). • Selalu mengarah pada mengapa penelitian dilakukan ? Apa yang diharapkan ?? • Pergunakan kalimat aktif agar mudah dievaluasi. • Hindari penggunaan kata-kata “ menghargai, mengkaji, mempelajari”.

  22. Manfaat Penyusunan Tujuan Penelitian : • Mengarahkan penelitian yang akan dilakukan • Menghindari pengumpulan data yang tidak perlu • Membantu penentuan metode analisis data yang diperlukan.

  23. Contoh penulisan : • Tujuan Umum : - Diketahuinya hubungan antara kejadian ikterus neonatorum dengan BBLR di RS Adadeh Surabaya. • Tujuan Khusus : - Mengidentifikasi kejadian ikterus neonatorum di RS Adadeh Surabaya. - Mengidentifikasi BBLR di RS Adadeh Surabaya. - Menganalisis hubungan antara kejadian ikterus neonatorum dengan BBLR di RS Adadeh Surabaya.

  24. F. Manfaat Penelitian • Kaitkan dengan kegunaan secara teoritis dan praktis. • Kegunaan praktis adalah implikasi hasil evaluasi terhadap kebijakan dan sumbangannya terhadap implementasi program serta pemecahan masalahnya. • Kegunaan teoritis berkaitan dengan sumbangannya terhadap pengembangan dan penyempurnaan ilmu pengetahuan yang sudah ada.

  25. TINJAUAN PUSTAKA • Review literatur yang berkaitan dg masalah. • Sebaiknya dilakukan sejak awal proses penelitian. • Isinya : - Teori / konsep-2 dr masalah yg diteliti. (akhir alinea ada ‘pemihakan’) - Cara mengukur masalah - Alat ukur yang digunakan - Patofisiologi - Faktor-2 yang terkait dg masalah • 3 sumber utama : text books , buku pedoman/manual , hasil penelitian / journal / majalah ilmiah dll.

  26. Kerangka Konsep • Kumpulan konsep-konsep yang ingin diamati / diukur dalam penelitian. • Visualisasi dari hubungan variabel-2 yang akan diamati/ diukur melalui penelitian yang dilakukan. • Hasil rangkuman dari telaah pustaka • Dituangkan dalam bentuk diagram • Arah panah dalam diagram menunjukkan makna ‘mempengaruhi atau hubungan’ antar variabel. • Sebaiknya diberi uraian ringkas tetapi jelas. • Sebaiknya diberi tanda variabel-2 yang diteliti dan yang tidak diteliti. • Dibawah diagram diberikan sumbernya.

  27. Contoh Kerangka Konsep Rh ABO Hemolisis Produksi Infeksi/sepsis Bilirubin Defisiensi Enzim meningkat G-8-PD Obat-2an Transportasi Defisiensi Albumin/ Bilirubin protein Ikterus Neonatorum BBLR Konjugasi Hypoglikemi Bilirubin Asfiksia Obstruksi Ekskresi Bilirubin Ket : --- : Tak diteliti Sumber : Pedoman Diagnosis dan therapi RS. Dr soetomo ___ : diteliti ( 1989 )

  28. Hipotesis • Pernyataan tentang suatu dalil atau kaidah tetapi yang kebenarannya belum teruji secara empirik. • Jawaban sementara terhadap masalah yang diajukan yang kebenarannya akan dibuktikan dg penelitian yang akan dilakukan • 4 Ciri Pokok Hipotesis : a. Merupakan kalimat deklaratif b. Mengekspresikan korelasi 2 variabel atau lebih. c. Mrpk jawaban tentatif terhadap permasalahan d. Memungkinkan untuk dibuktikan secara empirik.

  29. Macam Hipotesis • Hipotesis Kerja / Alternatif / H1 : - Hipotesis yang akan dibuktikan kebenarannya dengan penelitian yg akan dilakukan. - Misal : Terdapat Hubungan antara …… dan ……. Terdapat pengaruh …… terhadap ……. Terdapat perbedaan antara ……….. Ada hubungan ………… dg ………. • Hipotesis Null / Nihil : - Kebalikan dari hipotesis alternatif. - Misal : Tidak ada hubungan antara ………….. dan ………. • Hipotesis Tandingan : - Hipotesis dr variabel luar yang mrpk tandingan var. pengaruh pada hipotesis kerja.

  30. Contoh Penulisan Hipotesis • 3.1. Hipotesis Penelitian : Hipotesis adalah …………………………... ……………………………….. ( Nazarudin,2000) Di dalam penelitian ini hipotesis yang akan dibuktikan adalah : Ada hubungan antara kejadian BBLR dan Ikterus Neonatorum di RS Adadeh.

  31. IV. Metode Penelitian • Design Penelitian • Waktu dan Lokasi penelitian • Populasi dan sampel ( sampling) • Variabel dan Definisi Operasional • Instrumentasi • Validitas dan Reliabilitas • Pengumpulan Data • Pengelolaan data : Pengolahan data, analisis data dan penyajian data.

  32. a. Design Penelitian Beberapa Tipe Penelitian : 1. Menurut Bidangnya : Pen. Pendidikan ; Pen. Sejarah dll 2. Menurut Tempatnya: Pen. Laboratorium; Penelitian perpustakaan dll. 3. Menurut Pemakaian : Pen. Dasar ; Pen. Terapan 4. Menurut Tujuan Umumnya : Pen. Exploratif ; Pen. Developmental ; Pen. Verifikatif. 5. Menurut Tarafnya : Pen. Deskriptif ; Pen. Inferensial. 6. Menurut Prosesnya : Pen. Experimental ; Pen. Observasional.

  33. Berdasarkan Proses Penelitian • Penelitian Experimental : - - Penelitian yang observasinya dilakukan terhadap efek dari manipulasi / perlakuan peneliti terhadap satu atau sejumlah variabel subyek penelitian - Ada 3 macam : a. Experimental Murni b. Experimental Kuasi c. Pra Experimental • Penelitian Observasional : - Penelitian yang observasinya dilakukan terhdp variabel subyek menurut keadaan APA ADANYA , tanpa ada manipulasi. - Dalam dunia epidemiologi disebut Survey. - Terdiri dari 2 macam : a. Deskriptif b. Analitik ( cross sectional ; Case Control ; Kohort)

  34. Penelitian Observasional • Observasi dilakukan pada fenomena kesehatan ( faktor resiko dan efek ). • Belum dapat dikatakan mekanisme SEBAB – AKIBAT. • Terdiri dari 2 survei : Deskriptif dan Analitik. • Survei Deskriptif :- bertujuan melakukan exploratif terhadap fenomena kesehatan masyarakat baik faktor resiko ataupun efek. - hanya menggambarkan sejelas mungkin, tanpa mencoba menganalisis bagaimana dan mengapa fenomena tersebut terjadi. - Misal : survei BBLR , Angka kematian ibu dll.

  35. Lanjutan ……………….. • Survei Analitik : - Mencoba menggali bagaimana dan mengapa fenomena tersebut terjadi. - Ada 3 macam : - Cross Sectional - Case Control - Kohort. • CROSS SECTIONAL : - Faktor Resiko dan Efek diukur pada saat yang sama, sehingga tiap subyek penelitian hanya diobservasi 1 kali saja.

  36. Rancangan Cross Sectional Populasi ( Sampel ) Faktor Resiko + Faktor Resiko – Efek + Efek - Efek + Efek -

  37. Case Control • EFEK diukur/ ditentukan terlebih dahulu, yang selanjutnya ditelusuri secara RETROSPEKTIF untuk melihat / mengukur FAKTOR RESIKO. Faktor Resiko + Retrospektif Efef + Faktor Resiko – Populasi (Sampel) Faktor Resiko + Retrospektif Efek - Faktor Resiko -

  38. KOHORT • FAKTOR RESIKO terlebih dahulu ditentukan dan kemudian diikuti secara PROSPEKTIF tentang EFEK nya. Efek + Faktor Resiko + Prospektif Populasi Efek - (Sampel) Efek + Faktor Resiko - Prospektif Efek -

  39. Penelitian EXPERIMENTAL • Secara garis besar terbagi menjadi 3, yaitu : Pra Experimental (Palsu) ; Quasy Experimental dan Experimental Murni. • PRA EXPERIMENTAL - Sebaiknya dihindari oleh para peneliti -Susunan rancangannya mirip experimental, sehingga ‘terkecoh’ - Banyak variabel luar dan sumber invaliditas yang tidak terkendali - Ada 3 bentuk : • Perlakuan Tunggal ( One Shoot Case Study) ( X ) ============ O • Perlakuan Ulang ( One Group Pre dan Post Test ) O ======= ( x ) ======= O

  40. Lanjutan ……………….. 3) Perlakuan Statik (x) ====== O ---------------------------------- (-) ===== O EXPERIMENTAL MURNI - Rancangan paling ideal - Pengelompokan subyek dilakukan secara Random. - Ada 3 bentuk : 1) Post Test Only Control Group : - Paling sederhana, tapi cukup adekuat - Subyek dibagi 2 klp ( Studi dan Kontrol ) - Lebih sederhana , ekonomis dan alamiah.

  41. Lanjutan …………… (x) ===== 0 R : ---------------------- (-) ==== 0 2) Experimental Ulang ( Pre-post test Control Group ) - Pengembangan rancangan exp. Sedrhana. - Semua variabel dan sumber invaliditas hampir seluruhnya terkendli. - Subyek dibagi 2 klp secara Random ( Studi + Kontrol ) - Masing-2 diukur 2 kali ( pre dan post ) - Validitas tinggi ( dianjurkan pakai rancangan ini ) 0 ======= (x) ====== 0 R : ----------------------------------------- 0 ======== (-) ===== 0

  42. Lanjutan ……………………… 3) Experimental Solomon : - Pengembangan 2 rancangan sebelumnya. - Subyek dibagi 4 klp. - Klp. 1 + 2 diberi uji PRE , dan klp. 3 + 4 tidak diberi - Mengendalikan semua sumber invalid dan var luar. - rancangan paling unggul. 0 ====== ( x ) ===== 0 R : -------------------------------------- 0 =======( - ) ===== 0 R : -------------------------------------- ( x ) ==== 0 R : ---------------------------------------- ( - ) ===== 0

  43. Lanjutan ………………………… EXPERIMENTAL KUASI - muncul krn adanya kesulitan randomisasi subyek - biasanya digunakan bila penelitian ke masy. / sosial. - Ada 4 bentuk : 1) Experimental Ulang non Random ( Non Randomized pre-post test) - seperti rancangan experimental ulang hanya pembagian kelompok tidak random. 0 ======== ( x ) ====== 0 ------------------------------------------- 0 ======== ( - ) ===== 0 2) Experimental Seri ( Time Seri ) - Observ. Dilakukan bbrp kali sebelum dan sesudah intervensi. - Subyek perlakuan sekaligus subyek kontrol. - Biasanya dipakai unt. Pengujian obat atau pengobatan ttt. - Intrepretasi efek dilihat dari fluktuasi hasil pengukuran

  44. Lanjutan …………………………. 0 == 0 = 0 = 0 === ( x ) == 0 == 0 == 0 3) Experimental Seri Ganda : - Pengembangan ranc. Experimental seri. - Lebih adekuat mengendalikan sumber invalid - Intrepretasi efek dg melihat perbedaan fluktuasi hasil obsv. 2 klp. 0 === 0 === 0 === ( x ) === 0 === 0 === 0 -------------------------------------------------------------------------------- 0 === 0 === 0 === ( - ) === 0 === 0 === 0 4) Experimental Sampel Seri: - Modifikasi experimental seri dan semua sumber invalid terkendali. - Biasanya membandingkan efektifitas obat baru dg yang lain. ( Xp == 0 ) == (Xp == 0 ) === ( Xp == 0 )

  45. Contoh Penulisan di proposal : • 4.1. Design Penelitian : Desain penelitian adalah………………….. …………………………………………………………….. ………………………………………………….( Soekijo,2000) Di dalam penelitian ini design yang digunakan adalah observasional analitik jenis “Cross Sectional”, karena antara variabel independen (BBLR ) dan variabel dependen ( Ichterus ) diukur pada saat yang sama. Gambar skema Cross Sectional

  46. b. Waktu dan Lokasi Penelitian • Waktu Penelitian adalah - waktu pelaksanaan dan perencanaan mulai peneliti membuat proposal hingga menuliskan laporan penelitian / ujian KTI. - Dibuat dalam bentuk tabel kegiatan lebih sistematis. • Lokasi Penelitian adalah - tempat dimana penelitian akan dilakukan - perlu dituliskan alasan kenapa memilih tempat tersebut sebagai lokasi penelitian. - alasan dapat berupa : kemudahan akses, administrasi dan utamanya kasus yang diteliti menonjol di daerah tersebut.

  47. PENETAPAN SUBYEK PENELITIAN • A. PENETAPAN POPULASI • B. PENETAPAN CARA PEMILIHAN SAMPEL • C. PENETAPAN BESAR SAMPEL • A PENETAPAN POPULASI • Ada 2 hal yang perlu dipertimbangkan : - Pertimbangan keterkaitan subyek dalam populasi dengan permasalahan penelitian. - Pertimbangan menyangkut prosedur atau jenis penelitian yang dilakukan. • Terdapat 3 hal yg perlu dimengerti dalam menetapkan Populasi : - Identifikasi Kesatuan Analisis ( Unit analisis ) - Penetapan batas-batas keluasan Populasi - Pemahaman tentang kondisi subyek dalam populasi.

  48. Penetapan Subyek Penelitian, Lanjutan ………………. • Unit Analisis : - Satuan subyek terkecil yang akan diamati dalam penelitian. - Bisa Individu, pedukuhan, puskesmas, institusi, kelompok dll. • Batas Keluasan Populasi : - Aspek geografis (Kab., Prop., Nas ) - Aspek Subyek sendiri ( Laki, wanita, ras dll ) - Penyakit subyek. - Sangat membantu dalam tehnik pemilihan sampel. • Kondisi Subyek : - Menyangkut ciri populasi, terutama tentang sifat homogenitasnya.

  49. Contoh penulisan populasi : • 4.3. Populasi Penelitian : Populasi adalah keseluruhan ………… ……………………………………. ( Latipun, 1999) Di dalam penelitian ini populasi yang digunakan adalah seluruh bayi yang dilahirkan di RS adadeh Surabaya periode januari sampai juni 2006.

  50. REPRESENTATIVITAS SAMPEL • Homogenitas Populasi 2. Jumlah Sampel yang Dipilih 3. Banyaknya Karakteristik Subyek yang akan Dipelajari 4. Adekuatitas Tehnik Pemilihan Sampel

More Related